Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Kesepakatan.


__ADS_3

Sam pulang ke rumah, sesampai di depan pintu, ternyata sudah ada yang menunggunya. Paman Sam dan laki-laki paruh baya sedang berdiskusi dengan serius.


"Ehemm, apa aku menganggu?"


Mendengar Sam yang berdehem, paman Sam mengalihkan pandangannya ke arah Sam.


"Sudah pulang? Kebetulan kamu sudah disini, kemari Sam."


Paman Sam meminta Sam untuk bergabung dengan mereka berdua, tanpa basa-basi paman Sam langsung menjelaskan.


"Dia adalah teman lama paman, namanya adalah om Heru, dulu kami sangat dekat, karena kamu sudah setuju, maka Heru akan segera mengurus semuanya, kamu tidak usah khawatir."


Mendengar penjelasan dari pamannya Sam hanya diam, kemudian dia berdiri dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ed, kenapa ponakanmu itu? Apa dia marah?"


"Kamu tenang saja, dia hanya capek, yang penting dia sudah setuju."


Paman Sam bernama Eddy Hermanto kakak kandung dari mamanya Sam yaitu Sarah Hermanto.


Lanjut ke cerita.


Sam yang sudah berada di dalam kamarnya mengobrak abrik seluruh isi kamar, tanpa dia sadari pecahan dari vas bunga yang jatuh menancap di tangannya.


Ibu Sam yang berada di dekat kamar Sam mendengar Sam berteriak.


"Aku benci semuanya!!"


Sam menjerit keras, lalu ibu Sam berlari ke kamar Sam, membuka pintu dan mendekati anaknya, melihat tangan anaknya terluka, ibu Sam berteriak memanggil asisten rumah tangga.


"Nur, ambil es batu dan perban!!"


Mendengar teriakkan dari majikannya, Nur segera mengambil es batu dan perban, lalu membawanya ke kamar Sam.


"Ini buk."


"Terima kasih Nur, kamu boleh lanjutkan kembali pekerjaanmu."


Sarah mengobati Sam perlahan-lahan, Sam hanya diam mematung, setelah selesai menutupi luka dengan perban, Sarah mencoba menenangkan Sam.


"Nak, jika kamu tidak suka maka jangan terima tawaran itu, mama tidak suka punya menantu tidak setia seperti Helena."


Sam menatap wajah mamanya dengan penuh haru.


"Menangislah Sam, aku akan pura-pura tidak mendengarmu."


Sam pun menangis di pelukan mamanya.

__ADS_1


Di ruang tamu Heru berpamitan kepada Eddy, layaknya teman yang sudah lama tidak bertemu, mereka tertawa berpelukkan. Eddy tidak pernah tahu, apa yang terjadi kepada Sam di masa lalu, namun kesepakatan sudah di setujui, mau tidak mau Sam harus menikah dengan Helena.


Sarah menghampiri Eddy di ruang tamu, terjadi perdebatan antara keduanya.


"Kamu kenapa tidak memberitahu bahwa teman lama yang kamu maksud adalah dia!!"


Sarah tidak bisa lagi menahan amarahnya, dan langsung memaki-maki kakaknya itu.


"Sarah, apa maksudmu? Bukankah aku sudah bekerja keras mencari solusi yang terbaik?"


Eddy memuji dirinya secara tidak langsung.


"Lebih baik perusahaan itu bangkrut daripada harus menjual putraku sendiri!!"


"Sarah, apa maksudmu? Ayolah, jangan berfikir yang macam-macam."


"Asal kamu tahu ya Ed, anak dari teman lamamu itu, wanita yang akan dinikahkan dengan putraku adalah mantan pacar yang sudah meninggalkan putraku demi pria lain, dan sekarang ingin bersama kembali dengan putraku alih-alih akan membantu perusahaan kami!!!"


Eddy tidak percaya mendengar penjelasan dari Sarah, Eddy tidak menyangka, perempuan yang sudah menyakiti hati keponakannya adalah anak dari temannya sendiri.


"Maaf Sarah, aku tidak tahu, kalau aku mengetahuinya aku tidak akan melakukan kesalahan seperti itu."


"Iya, dan sekarang sudah terlambat, yang kamu pikirkan hanya menyelamatkan perusahaan, sampai kamu lupa menyelamatkan perasaan keponakanmu sendiri."


Dari kejauhan ternyata Sam mendengarkan percakapan paman dan mamanya, Sam mendekati mereka, dan menatap ke arah mereka berdua.


"Pikirkan kembali Sam, apa kamu ingin hidup bersama perempuan seperti Helena?"


"Kalau aku tahu perempuan itu adalah Helena, aku tidak akan setuju sejak awal, tapi sekarang sudah seperti ini, aku juga tidak akan mengecewakan papa, dia juga berjuang di rumah sakit."


Mendengar perkataan yang keluar dari mulut anaknya, Sarah meneteskan air mata dan memeluk Sam dengan erat.


"Mama tahu, kamu sudah dewasa, maafkan mama."


"Paman tahu, kamu adalah orang yang bertanggung jawab, maafkan paman."


"Sudah jangan minta maaf, lebaran masih lama."


Candaan Sam seketika mencairkan suasana, mereka tersenyum. Eddy menghubungi Heru agar besok datang ke rumah, dan Heru menyetujuinya.


Setelah keesokan harinya, rupanya Heru datang pagi-pagi sekali, mereka semua berdiskusi di ruang tamu.


"Om, aku sudah menyetujui kesepakatan ini, tapi aku punya persyaratan."


"Ok baguslah, aku akan menyetujui syarat darimu, katakanlah Sam."


"Aku akan menikah dengan putrimu, setelah perusahaan kami kembali normal dan aku sudah mampu memimpin perusahaan dengan baik."

__ADS_1


"Itu bagus sekali, aku setuju denganmu, tidak masalah mengenai pernikahan, putriku Helena juga masih di luar negeri, mungkin disana juga masih lama."


Sam tidak menanggapi tentang Helena, dia memilih pergi ke perusahaan lebih pagi.


"Kalau begitu saya tidak bisa menemani om mengobrol lebih lama, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan."


Sam pergi meninggalkan mereka semua, dia pergi bersama Panji, Panji yang sedang menyetir melihat sekilas kearah tuannya yang sedang diam menatap ke arah luar jendela mobil.


"Tuan, apa terjadi sesuatu?"


Sam tidak menjawab pertanyaan dari Panji, dia masih melakukan kebiasaannya menatap ke luar jendela, baik itu jendela mobil, rumah maupun perusahaannya.


Panji sudah tidak asing dengan pemandangan ini, dia tahu apabila tuannya menatap ke arah luar jendela terlalu lama maka ada masalah yang sedang dia hadapi.


"Tuan, maukah anda mencoba kopi?"


"Terserah kamu saja."


Mendengar jawaban dari tuannya Panji tersenyum.


Sementara ditempat lain, Jihan sedang memarahi manajernya, hanya karena Sandra melarang Jihan dekat dengan Yenny.


"Nona, aku tidak pernah melarang anda berteman dengan siapa saja, tapi untuk kali ini tolong dengarkan saya."


"Kamu tidak lihat perlakuan Yenny kepadaku, dia sangat baik kepadaku, salahnya dimana? Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah ini, aku akan pergi dan tolong jangan ikuti aku."


"Nona, kamu mau kemana?"


"Bukan urusanmu!"


Jihan pergi meninggalkan Sandra. Jihan pergi menyetir mobilnya sendiri entah menuju kemana.


Sementara itu Sam dan Panji telah sampai di kedai kopi.


"Sarah Coffe?"


Sam keheranan melihat papan kayu di depan kedai kopi.


"Tuan muda, ini adalah kedai kopi milik nyonya."


Panji memberi tahu Sam, bahwa kedai kopi tersebut milik mama Sam, Sam masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, mama yang selama ini hidup bergelimang harta ternyata masih mempunyai kedai kopi yang sederhana seperti yang di lihatnya.


Sam masuk ke kedai milik ibunya, sekali lagi dia memilih tempat duduk di dekat jendela, Panji memesan kopi hitam dan membawa sendiri nampan berisi dua gelas kopi ke meja.


Setelah selesai mereka berdua bergegas pergi, sesampai pintu tidak sengaja dia menendang kaki seorang wanita tanpa disengaja karena Sam sedang terburu-buru, lalu wanita itu pun akan terjatuh, Sam yang melihat wanita itu akan terjatuh, sesegera mungkin berjongkok ke lantai.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2