
VOTE!!
Sedangkan di halaman belakang ketiga pria itu sedang asik bermain catur untuk meluangkan waktu bersama yang sangat jarang bertemu, karena kesibukan masing-masing.
Brian yang telah tau jika rumah tangga putrinya sedang tidak baik, memberikan solusi pada Mario agar Milly tidak lagi salah paham dan mau memaafkannya.
Mario pun mendengarkan nasihat dari kedua pria yang telah mengenal Milly lebih lama dari dirinya.
*
Di mansion Nugroho.
" Bi, tolong panggil kan Naura. " titah Gavin pasa salah satu pelayan yang bekerja di mansion nya.
" Baik tuan. " pelayan itu membungkuk patuh dan segera memanggil Naura yang sedang bersantai di paviliun menikmati secangkir kopi untuk menemaninya menonton serial televisi.
Tok.. tokk.
" Nona.. nona Naura... " pelayan itu memanggil Naura sembari mengetuk pintu.
" Ada apa bi? " tanya Naura setelah membuka pintu.
" Nona di panggil tuan muda. " ucap pelayan itu.
" Tolong bilang bi, saya lagi sibuk tidak bisa di ganggu. " ucap Naura.
" Tapi nona saya takut jika tuan muda memarahi saya. "
" Tidak akan! bilang saja seperti yang aku katakan. " jelas Naura.
Dengan berat hati pelayan itu mengiyakan perintah Naura dan kembali menemui Gavin.
" Tuan muda, kata nona Naura dia tidak bisa di ganggu sedang sibuk. " jelas pelayan itu.
Gavin mengangguk menahan geram dan menyuruh pelayan itu untuk pergi.
__ADS_1
" Kurang aja sekali kau menolak panggilan ku. " Gavin hari ini ingin menghukum Naura atas perbuatannya kemarin, yang mengurung Gavin hingga berjam-jam.
Gavin tak putus asa, dia meraih ponselnya untuk melakukan panggilan ke ponsel Naura. Tapi panggilannya di tolak begitu saja oleh Naura. Membuat Gavin semakin geram.
Naura dengan cepat menolak panggilan dari Gavin yang terus menerus memanggilnya lewat ponsel pintarnya.
" Aku harus cepat pergi, dari pada aku harus bertemu dengan pria menyebalkan itu. " Naura segera bersiap untuk menghabiskan harinya di luar saja, mungkin dia akan pergi ke salon untuk merawat tubuhnya.
" Hey kau. " panggil Gavin pada salah satu pelayan yang terlihat masih muda. Gavin bisa mengenal wajah gadis itu yang selalu menemani Naura. " Panggil kan Naura. " serunya.
" Emm, maaf tuan muda. ka Naura.. eh maksud saya nona Naura baru saja pergi. "
" Apa! pergi kemana dia? " Gavin.
" Saya tidak tau tuan. "
" Baiklah kau boleh pergi. " Gavin.
" Baik tuan. "
Hingga sore menjelang Naura tak kunjung pulang. Naura benar-benar menghindari Gavin.
Gavin pergi ke apartemen miliknya, dan mencoba menghubungi Naura kembali tapi Naura masih mengabaikan panggilan darinya.
Akhirnya Gavin memutuskan untuk mengirim pesan pada Naura.
Datanglah ke apartemen ku, jika kau tidak datang dalam waktu 30 menit, akan ku pastikan beberapa foto polos mu akan tersebar.
Naura membulatkan kedua matanya saat membaca pesan dari Gavin. " Sialan kau! beraninya mengancam ku. " gumam Naura.
" Tapi, apa malam itu Gavin membawa ponselnya? " Naura kembali mengingat- ingat malam itu.
" Sepertinya dia hanya membohongi ku. Ahh.
ia dia hanya membohongi ku. Aku harus terus melawannya. seenaknya saja dia selalu mengejek dan memerintah ku. " gumam Naura yang berkecamuk dalam hati.
__ADS_1
Kau tidak mau datang? baiklah tanda lahir di bokongmu akan segera tersebar!! itu pilihan mu.
Gavin kembali mengirim pesan pada Naura karena tak kunjung mendapatkan balasan.
Sial!! balas Naura, dia segera keluar dari mall yang sedang ia kunjungi dan menuju ke apartemen Gavin.
Gelak tawa Gavin memenuhi ruangan yang ada di apartemennya saat pesannya di balas oleh Naura.
Kurang dari tiga puluh menit Naura sudah sampai di gedung apartemen Gavin dan segera menuju lift .
Dari kejauhan Kenny yang baru saja masuk lobby melihat Naura dan segera mengikutinya, karena Kenny pikir Naura akan berkunjung ke apartemennya, apartemen milik Rafi suami dari Kenny yang tidak lain kaka Naura sendiri.
Yah, apartemen milik Gavin dan Rafi masih dalam satu gedung, bahkan bukan hanya mereka Mario pun memilikinya.
Saat Kenny ingin memanggil Naura, Naura terlebih dahulu sudah masuk ke apartemen lain yang Kenny tau apartemen itu milik sepupunya.
Karena merasa curiga, Kenny dengan cepat menghubungi suaminya, namun tak kunjung di jawabnya. " Oh iya aku lupa dia kan sedang ada jadwal oprasi. " lirih Kenny.
" Sebaiknya aku telpon aunty Jia saja. " ucap Kenny.
Kenny pun menceritakan semua yang ia lihat pada Jia setelah Jia menerima panggilannya.
Jia dan Brian yang masih di perjalanan pulang dari rumah Arnaf segera meluncur ke apartemen milik Gavin untuk memastikan benar atau tidak yang di katakan Kenny.
*
*
*
Jangan lupa vote!
Vote yang banyak! gak mau tau! 🤣
Bye.. bye
__ADS_1