
" Elia.. kau sangat cantik sekali. " Milly menghampiri Elia yang sedang duduk di ruang keluarga. " Maafkan aku membuat mu menunggu terlalu lama. " ucap Milly sembari menautkan pipinya ke pipi Elia.
Seperti dugaan Milly, Mario melakukan nya melebihi waktu dari tiga puluh menit.
" Terimakasih nona. " Elia menunduk malu.
" Lebih baik kita makan malam sekarang. " Milly mengajak Elia untuk pergi ke meja makan yang sudah di siapkan oleh pelayan.
" Tolong panggilan kaka ipar untuk segera turun. " ucap Milly pada salah satu pelayan yang tengah menyiapkan hidangan di meja makan.
Mendengar nama Mike, membuat jantung Elia berdebar hebat. Dia merasa gugup bertemu dengan Mike dengan penampilan yang berbeda. Apakah Mike akan mencibir penampilannya? atau dia akan menyukainya. Ah.. sungguh Elia semakin cemas memikirkannya.
" Maaf nona, tuan Mike pergi meninggalkan mansion satu jam yang lalu " ujar pelayan itu.
Elia menghela nafasnya, dia sedikit kecewa mendengar Mike tidak ada di rumah. Padahal dia sudah susah payah berdandan cantik dan memberanikan diri.
Milly menoleh ke arah Elia yang terlihat sangat kecewa. Milly menggenggam tangan Elia untuk memberikan dukungan. " Kau tidak papa? "
Elia mengangguk dan tersenyum kecut.
Acara makan malam pun dimulai saat Mario sudah turun dan ikut bergabung di meja makan.
Mario sempat terkejut melihat penampilan Elia yang berbeda seperti biasanya. Milly yang melihat suaminya terkejut berbisik di telinga Mario. " Nanti aku jelaskan. "
Setelah makan malam selesai, Elia memutuskan segera pulang karena malam semakin larut, jarak antara mansion Mario dan rumahnya lumayan jauh.
Di sebuah club, Mike terlihat sangat kacau, pria itu sudah menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol.
" Sir Mike.. " lirih seseorang yang mengenali Mike, dia adalah salah satu karyawan Yamazaki Corp.
" Apa kau mengenal orang ini? " tanya bartender yang sedari tadi memperhatikan Mike.
__ADS_1
" Iya, dia atasan saya. "
" Sepertinya dia sangat mabuk, bisa kau antarkan dia pulang? "
Pria itu sedikit berpikir, " Tapi aku ada urusan yang lebih penting, aku tidak bisa mengantar nya pulang. "
" Kalo begitu, suruh orang untuk menjemputnya, aku tidak mau dia mengacau seperti malam sebelum nya. "
" Baiklah. " pria itu meraih ponselnya untuk menghubungi asisten Gin. tapi ingatan nya muncul kembali karena beberapa hari ini asisten Gin tidak terlihat. Lalu men-scroll layar ponselnya mencari kontak nama Elia.
Elia yang baru saja sampai di gerbang rumahnya, terpaksa kembali lagi setelah mendapatkan panggilan dari seseorang yang memberitahukan keadaan Mike. Elia segera menuju alamat dimana Mike berada.
Elia sampai di club, mencari keberadaan Mike. Benar saja, Elia mendapati Mike yang sudah kacau.
Dengan meminta bantuan pada dua orang pria yang bekerja disana untuk membawa Mike ke mobilnya.
" Aku harus mengantar nya kemana? " lirih Elia. Pandangannya tertuju pada Mike yang duduk di samping nya.
Setelah berpikir panjang, Elia memutuskan membawa Mike ke hotel terdekat. Jika mengantarkan Mike ke mansion nya akan memakan banyak waktu, karena jarak nya lumayan jauh untuk Elia kembali lagi ke rumahnya.
" Terimakasih.. " ucap Elia dan memberikan uang tips pada pegawai hotel itu. Pegawai hotel itu menerimanya dan membungkuk hormat lalu meninggalkan kamar itu.
Elia membenarkan posisi tidur Mike, melepaskan sepatu yang masih di kenakkan Mike.
" Selamat tidur. " ucap Elia sebelum dirinya meninggalkan Mike.
Baru saja Elia ingin membalikkan badan, lengannya di cekal oleh Mike.
" Jangan pergi. " lirih nya tanpa membuka kedua matanya.
Ditariknya tubuh Elia kedalam pelukan Mike. Elia memekik saat tubuhnya limbung di dada kekar pria itu.
__ADS_1
Mike semakin mengencangkan pelukannya. " Jangan tinggalkan aku. "
Elia diam sesaat, memandang wajah Mike. " Apa dia sudah tidak mabuk? "
Mike membuka kedua matanya. " Milly... " ucapnya seraya membalikan posisi, kini Elia berada di bawah kungkungan Mike.
Elia membulatkan matanya saat mendengar Mike menyebut nama Milly.
" Milly.. i love you.. " ucap Mike sebelum dirinya membenamkan bibirnya di bibir Elia.
Elia berusaha untuk mendorong tubuh Mike agar menjauh, tapi apa daya tubuh Elia begitu mungil di bandingkan dengan tubuh Mike yang besar, tenaganya pun sangat kuat membuat Elia tak berkutik.
Elia hanya bisa menangis saat Mike menjamah tubuhnya, tenaganya terkuras habis untuk melawan Mike.
Mike yang sedang dalam pengaruh alkohol membuat nya tidak sadar jika yang disentuhnya bukanlah Milly, melainkan Elia.
Elia menjerit kesakitan saat kehormatan nya diterobos paksa oleh Mike. Bukan hanya fisik nya yang merasa sakit, hatinya pun begitu hancur mendengar Mike selalu menyebut nama wanita lain saat menyentuh tubuhnya.
Mike terkulai lemas lalu tertidur setelah berhasil mencapai puncaknya.
Elia menangis sesegukan, wanita itu tak pernah menyangka jika nasib buruk akan menimpanya kembali. Jika dulu ia bisa lolos, berbeda dengan sekarang, dirinya sudah benar-benar kehilangan kehormatan nya.
Dengan langkah gontai, Elia memunguti pakaiannya yang berceceran, lalu segera memakainya. Elia meninggalkan kamar itu dengan perasaan yang hancur, wanita itu baru tau jika Mike mencintai Milly, adik iparnya sendiri.
*
Elia maafkan Author ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..