Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Keinginan Gavin


__ADS_3

Keesokan harinya, tubuh Elia terkapar di ranjang, sama sekali tak mempunyai tenaga untuk menggerakkan tubuhnya. Mike menggempurnya tak tau waktu, dari sore hingga malam hari.


" Sayang... " panggil Mike, menyingkirkan sebagian rambut yang menutupi wajah Elia ketika tidur dan menciumi kening istrinya. Elia hanya melenguh tanpa membuka matanya yang terasa berat, hawa kantuk membuat Elia enggan terbangun dari tidurnya.


" Sayang.. ayo kita sarapan. " ajak Mike. Sudah hampir siang namun Elia masih enggan untuk bangun.


" Mike.. aku lelah... aku masih ingin tidur. " gumam Elia.


Mike pun tak ingin memaksa Elia, pria itu memilih untuk segera sarapan tanpa ditemani Elia. Mike sadar diri, keadaan Elia yang seperti itu karena ulahnya yang tak bisa menahan hasratnya yang selalu saja timbul jika berdekatan dengan Elia.


Hingga pukul sepuluh, Elia baru bergerak. " Awww... " pekik Elia saat dirinya meregangkan otot-otot, rasa ngilu di sekujur tubuhnya masih terasa meski sudah mengistirahatkan tubuhnya beberapa jam yang lalu.


" Mike.. " panggil Elia. " Mike... "


Mike yang sedang berada di luar ruangan bersama Gin yang baru saja tiba segera masuk ke kamar saat mendengar istrinya memanggil namanya.


" Kau sudah bagun honey... " Mike berjalan mendekati Elia, lalu mengecup kening istrinya.


" Bantu aku ke kamar mandi. " ujar Elia sembari merentangkan tangannya, meminta di gendong pada Mike.


Mike dengan senang hati membawa tubuh mungil itu ke dalam kamar mandi.


" Mike tutup matamu! " seru Elia saat melihat Mike menatap tubuhnya yang polos. Elia tidak mau jika Mike menginginkan kembali, tubuhnya tidak sekuat itu untuk melayani hasrat suaminya saat ini.


Mike terkekeh, " Lalu bagaimana aku sampai ke kamar mandi jika aku menutup mata. "


Elia mencebikkan bibirnya, hal itu cukup sukses membuat Mike semakin gemas pada wanita mungil itu.


" Tenang saja honey.. aku tidak akan melakukannya saat ini. aku cukup kasihan melihat mu lemah tak berdaya karena sulit mengimbangi ku. " ujar Mike.


" Cih! " Elia berdecak kesal.


" Mulai saat ini, kau harus rajin berolahraga agar stamina mu lebih kuat. Oke? " Mike.


Elia tidak menanggapi ucapan Mike, tapi Elia berpikir jika dirinya mulai sekarang harus berolahraga rutin seperti yang Mike katakan agar bisa mengimbangi keperkasaan suaminya itu.


Mike meninggalkan Elia yang masih berendam, tadinya Mike ingin membantu Elia untuk membersihkan tubuhnya, tapi Elia menolaknya, bukan sekedar mandi jika Mike ikut bergabung bersama Elia.


Seusai mandi, Elia memanggil Mike untuk membantu dirinya. Elia masih belum mampu untuk berjalan dengan tegap. Pinggangnya serasa mau copot, daerah di sekitar intinya masih ngilu dan perih.


Mike mendudukkan Elia di tepi ranjang, lalu membantu mengeringkan rambut Elia yang basah.

__ADS_1


Mike memberikan paper bag berisi pakaian Elia, yang baru saja Gin bawakan.


" Mike, kau tidak salah memberiku baju seperti ini? " tanya Elia saat melihat pakaian yang di berikan oleh Mike.


" Tidak, Gin membelinya sesuai permintaan ku. " ujar Mike yang kini tengah menyisir rambut Elia.


" Bukannya kau tidak suka, kalau aku memakai baju seperti ini? " tanya Elia yang masih mengingat Mike selalu saja menghina penampilannya waktu itu dan terus saja berkata jika penampilannya membuat penglihatannya menjadi sakit.


Dan kini, Mike memberikan pakaian Elia sama persis dengan pakaian yang sudah ia buang ketika memutuskan untuk kembali menjadi Ara.


" Mulai sekarang aku akan menyukainya, dan kau harus memakai pakaian seperti ini. " Mike.


Elia mengerutkan keningnya, " Kau itu aneh sekali, aku tidak mau! "


" Harus mau! " ucap Mike tak terima bantahan.


" Aku ingin terlihat cantik, aku tidak mau kembali menjadi gadis yang culun. " gerutu Elia.


" Kau hanya boleh terlihat cantik di depan ku,apalagi di depan pria lain. "


" Kenapa? "


" Karena kau hanya milik ku, dan satu lagi yang perlu kau ingat, kau bukan gadis lagi.. kau seorang wanita yang suka memiliki suami. "


*


*


*


*


*


Di tempat lain, sepasang suami-istri yang bekerja di tempat yang sama selalu saja memanfaatkan waktu luangnya untuk bermesraan. Siapa lagi kalo buka pasangan Gavin dan Naura.


" Vin, jangan seperti ini di kantor.. " cegah Naura mendorong tubuh Gavin yang menghimpit tubuh Naura di sofa. " Di rumah kan bisa. "


" Disini juga, di rumah pun iya. " jawab Gavin.


" Ih.. kau serakah sekali. " gerutu Naura.

__ADS_1


Tok.. tok.. tok...


Bunyi ketukan pintu membuat Gavin mengurungkan niatnya. Sedangkan Naura bisa bernafas dengan lega karena bisa terhindar dari serangan Gavin.


Gavin beranjak dan membuka pintu yang sebelumnya ia kunci.


" Mom, Milly... " pekik Gavin yang melihat kedatangan dua wanita yang sangat berarti di dalam hidupnya. " Ada apa mom kesini? " tanyanya.


Jia dan Milly masuk dan duduk di samping Naura. " Mom, mau mengajak Naura.. "


" Kemana Mom? pekerjaan Naura terlalu banyak untuk di tinggal. " sanggah Gavin yang ikut duduk di sofa. Pria itu tak rela jika Naura pergi meninggalkannya.


" Kak, aku dan mommy mau mengajak ka Naura ke dokter kandung. " Milly.


" Iya.. sekalian menemani Milly memeriksakan kandungannya. " Jia.


" Siapa tau ka Naura ternyata sudah hamil. " Milly.


" Mom, aku masih ingin menikmati kebersamaan kita dan tidak terlalu memaksakan jika Naura harus cepat-cepat hamil. " ujar Gavin.


" Mommy tau, mommy hanya ingin memeriksa Naura saja, tidak salah bukan? " ucap Jia.


" Tidak apa Mom, Naura akan pergi bersama kalian. " Naura.


Gavin pun tak bisa mencegah keinginan Mommy nya, hanya bisa meratapi kesendiriannya saat Milly dan Jia membawa Naura pergi menemani mereka. Pupus sudah kegiatan bermesraan dengan Naura.


Sebenarnya, Gavin juga menginginkan Naura segera hamil anaknya. Namun Gavin tidak terlalu mengumbar keinginannya yang akan membuat Naura semakin sedih karena sampai sekarang belum juga membuahkan hasil. Padahal hampir tiap hari Gavin tidak pernah absen untuk menyetorkan benihnya.


*


*


Sabar abang Gavin.. baru kek beberapa bulan usia pernikahan kalian...


*


*


*


...Jangan lupa berikan dukungan kalian...

__ADS_1


...Like. komen. vote. ...


...Bye.. bye.. ...


__ADS_2