
Yang ngerasa masih bocil, menyingkir dulu yak.. hus.. hus.. sana... jangan baca part ini!
*
Naura tidak bisa menyelesaikan kalimat nya karena Gavin lebih dulu membungkamnya dengan sebuah ciuman. Gavin pun melangkah menuju kamar mandi.
Naura tak kuasa melawan Gavin, jujur dirinya pun menginginkan Gavin saat ini. Ada rasa lega di hatinya saat Gavin berterus terang akan perasaannya.
Gavin menurunkan Naura seraya terlepasnya pagutan yang terasa nikmat itu, saat mereka berada di dalam kamar mandi. Gavin menyalakan shower hingga percikan air membasahi tubuh mereka. Perlahan Gavin kembali mendekatkan wajahnya, lalu di raih lagi bibir yang terasa seperti ceri itu, dia lummat dengan sangat lembut. Tidak tinggal diam tangannya dengan terampil melucuti pakaian Naura yang memang mudah untuk di lepas.
" I love you.. i love you... " ucap Gavin saat melepas ciumannya untuk meraup oksigen, di rasa cukup Gavin kembali mencium Naura, kali ini ciuman itu begitu rakus dan menggebu.
Naura menyambut ciuman Gavin, kedua tangannya telah mengalung di leher pria itu. Sedangkan Gavin semakin erat memeluk pinggang Naura dan membawanya lebih dekat ke tubuhnya.
Di bawah kucuran air, pertempuran bibir itu berlangsung cukup lama.
Gavin dengan cepat menanggal kan pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Kedua sejoli itu pun kini sudah polos seperti bayi yang baru terlahir ke dunia ini.
Naura melenguh nikmat saat Gavin sudah mempermainkan setiap jengkal tubuhnya. Sepasang suami-istri itu melakukan hubungan intim bukan untuk yang pertama kali, namun saat ini mereka melakukan nya dengan perasaan penuh cinta satu sama lain.
Dan terjadilah yang harus terjadi, kegiatan erotis di kamar mandi itu.
" Bagaimana? aku romantis bukan? " tanya Gavin saat mereka sudah selesai dengan kegiatannya.
Naura tersenyum malu, kedua pipinya sudah terlihat memerah dan menyembunyikan di dada kekar pria itu, agar tidak terlihat.
" Hey.. kenapa kau jadi malu begini. " Gavin mengelus rambut Naura yang masih basah. Sesekali mengecup sayang di puncak kepala Naura.
Gavin membawa Naura keluar dari kamar mandi, mereka sudah terbalut dengan kimono.
" Sayang.. " panggil Gavin pada Naura.
Naura sangat terkejut mendengar untuk pertama kalinya Gavin memanggilnya dengan sebutan sayang.
__ADS_1
Gavin menghampiri Naura yang sedang mencari pakaiannya di dalam lemari, memeluknya dari belakang, " Sayang.. tidak usah pakai baju.. kita belum selesai.. " ucap Gavin dengan menopang dagunya di bahu Naura.
" Belum selesai apa? "
" Masih bertanya, tentu saja belum selesai bermesraan. Kita sudah terlalu lama tidak melakukan itu. " Gavin.
" Apa tadi tidak cukup buat mu? " jawab Naura, baru saja mereka melakukan aktivitas intim di kamar mandi, Gavin sudah memintanya lagi.
" Ahhh.. itu baru awalnya saja... masih tersisa banyak waktu.. jadi, jangan sia-siakan itu.. " Gavin mulai meremmas gunung kembar Naura.
Naura mendesah saat merasakan gelayar itu kembali, membuat Gavin menyusuri tengkuk Naura.
" Vin.. "
Gavin menggendong tubuh Naura dan meletakkan di atas ranjang, dengan cepat Gavin sudah melepas tali kimono itu, lalu meninndih tubuh Naura.
" Kau sangat cantik. " ucapnya seraya menyelusuri wajah Naura dengan jari telunjuknya.
Naura menatap mata Gavin, " Gavin.. apa semua ini benar? aku tidak bermimpi? " tanya Naura yang masih tidak percaya dengan sikap Gavin.
" Maafkan aku yang selama ini tidak berkata jujur jika aku mencintaimu.. saat kau meninggalkan ku, aku baru menyadarinya jika aku sangat mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpamu. jadi jangan tinggalkan aku lagi. " Gavin kali ini mengungkapkan isi hatinya secara gamblang, tidak ada lagi yang di tutupi.
Naura mengangguk dan tersenyum.
" Hey.. apa kau tidak waras tersenyum sendiri! " seru Gavin. " Kau malah tertawa, tidak membalas ucapan ku! " gerutu Gavin.
( Oh.. please Gavin! jangan mulai deh.. bikin gagal romantis! " 😂)
Naura mencebikkan bibir nya. " Tuan Gavin! bisa tidak, jangan mengomel terus! "
" Ck, kau membuat ku kesal, kau tidak membalas ucapan ku! ayo katakan lah jika kau juga mencintaiku, mengagumi ku, menggilai ku.. " titah Gavin. "
" Iiks.. menyebalkan sekali! kau sungguh tidak romantis. selalu saja memarahi ku! " kesal Naura.
__ADS_1
Gavin menghela nafas, " Jadi, bagaimana jawaban mu? kau mencintai ku atau tidak! " pertanyaan Gavin tidak jauh berbeda seperti sebuah ancaman.
" Iya aku mencintaimu, puas!! "
" Kenapa nada bicara mu seperti itu, apa kau berbohong padaku? " tanya Gavin.
" Tuan Gavin, kau pria menyebalkan tapi sayang nya aku sangat mencintaimu.. bagaimana ini? aku selalu saja memikirkan mu.. setiap saat, setiap det -- "
Gavin mendarat kan ciumannya lagi saat Naura tengah berceloteh panjang lebar, Gavin sudah yakin jika Naura juga memiliki perasaan yang sama padanya.
Tubuhnya yang masih di atas Naura dengan mudah melakukan penyatuan itu. Penyatuan kembali di lakukan oleh sepasang suami-istri yang telah resmi menjadi sepasang kekasih, setelah satu sama lain membalas pernyataan cinta mereka.
Ungkapan yang terbilang unik itu tidak mengurangi kebahagiaan di antara dua sejoli itu.
Berkali-kali Gavin menyebut nama Naura dengan penuh cinta saat dirinya berpacu di bawah sana. Naura pun sama memanggil nama Gavin di setiap hentakan demi hentakan yang di dapatkan dari Gavin.
Sore yang indah bagi mereka mengarungi kehangatan cinta, mereka di buat candu dengan kenikmatan yang luar biasa.
*
Sorry ya, upnya malem.. sengaja sih.. 🤣🤣
*
*
*
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN
LIKE, KOMEN, VOTE..
VOTE YANG BANYAK!!
__ADS_1
BYE.. BYE..