
Mike dan Elia pun sudah kembali dari bulan madunya yang singkat, yang hanya memakan waktu tiga hari saja, lebih cepat dari rencana awal yang akan menghabiskan waktu selama satu minggu.
Elia selalu merengek ingin segera pulang, wanita itu sungguh sangat lelah jika harus melayani hasrat Mike yang tak pernah surut. Berduaan dengan Mike sangat merugikan bagi Elia. Selain pinggangnya yang menjadi korban, kedua lingkar matanya pun sudah seperti panda yang menghitam akibat kurang tidur saat malam hari.
Saat tiba di apartemen, Elia bisa bernafas dengan lega, Mike mulai di sibukkan dengan pekerjaannya. Apalagi perusahaan yang tengah ia bangun di Bali hampir selesai pembangunannya. Mungkin sebentar lagi, Elia akan di boyong oleh Mike untuk tinggal di Bali.
Mike yang tidak ingin melepaskan Elia, berusaha membujuk Nino, sang papa mertua. Untuk merestui pernikahan mereka. Dan disinilah kedua pria itu berada, di sebuah restoran mewah, tepatnya di private room.
" Apa yang ingin kau bicarakan? " tanya Nino yang tidak mau basa basi dengan menantunya itu.
" Ehem.. " dehem Mike sebelum memulai bicara. " Boleh aku memanggil anda papa? " ijin Mike sebelum memulai pembicaraannya. Ya, selama ini Mike masih belum mendekatkan diri pada Nino layaknya seorang menantu yang menghormati mertuanya.
Namun setelah apa yang terjadi antara dirinya dan Elia, membuat Mike bertekad untuk meminta restu pada Nino secara langsung, mengingat dulu saat meminang Elia hanya kedua orang tuanya lah yang meminta putrinya, sedangkan Mike hanya terima beres saja.
Nino memicingkan sebelah alisnya, " Terserah kau saja! " ketusnya. Pria paruh baya itu masih saja belum menerima mantan ketua mafia itu menjadi menantunya. Putrinya terlalu berharga untuk seorang pria bejat seperti Mike, pikir Nino.
" Terimakasih papa. " ucap Mike. " Aku mencintai Elia dan ingin hidup bersamanya hingga maut memisahkan kita. " ujar Mike terus terang.
Nino tidak percaya begitu saja dengan ucapan Mike. Pria paruh baya itu memilih diam.
" Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan Elia dan akan selalu membahagiakan Elia. " Mike.
Nini menghela nafas. " Apa perkataan mu bisa di percaya? " remeh Nino.
" Aku akan membuktikannya agar papa percaya pada ucapan ku. Ijinkan aku untuk membahagiakan Elia. " pintar Mike dengan tulus.
Nino dapat melihat ketulusan Mike dari sorot matanya. Sebenarnya Nino juga menginginkan pernikahan putrinya yang hanya sekali seumur hidupnya.
Tapi, Mike? apa bisa pria itu membahagiakan putrinya dan terhindar dari bahaya yang kapan saja akan menjumpai di kehidupan Mike, mengingat jika Mike adalah mantan mafia, banyak musuh yang akan bermunculan?
" Bagaimana jika musuh-musuhmu kembali dan menyerang mu, tentu aku tidak mau jika putriku terlibat di kehidupan gelap mu. " jelas Nino.
Mike tau jika seorang ayah hanya ingin yang terbaik untuk putrinya. " Tidak akan pernah terjadi. " ujar Mike dengan yakin. " Karena aku akan melindunginya sepenuh jiwa raga ku. Tidak akan ku biarkan seorang pun yang melukainya. "
" Aku pegang janji mu, tapi kau harus bersedia mengembalikan putri ku jika kau tidak menepati janji mu itu. " Nino.
Mike mengangguk, " Aku yakin tidak akan pernah mengecewakan papa. " Mike berucap dengan sungguh-sungguh.
Mendapat restu dari Nino membuat hati Mike merasa lega. Tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan mengenai pernikahannya. Mike berjanji pada dirinya sendiri akan memberikan kebahagiaan pada Elia.
*
__ADS_1
*
*
*
*
Sesuai saran dari dokter kandungan yang meriksa keadaan kandung Naura. Hasil pemeriksaan kandungan Naura terlihat sangat baik, tidak ada masalah yang di temukan.
Dokter Najwa menyarankan pada sepasang suami-istri itu untuk berhubungan saat masa subur Naura.
Gavin dan Naura datang bersama menemui dokter Najwa, sehari setelah Naura memeriksakan kandungannya dengan Jia.
Gavin dan Naura di sarankan untuk memakan makanan yang sehat dan beristirahat dengan cukup agar bibit yang akan mereka tanam semakin berkualitas.
" Sayang.. harus ya? aku berpuasa tiga hari? " tanya Gavin mengenai saran dokter untuk berpuasa berhubungan intim selama tiga hari. Terlihat jelas ada kekecewaan di wajah pria tampan itu, tidak bisa menyalurkan hasratnya selama tiga hari.
" Kau kan dengar sendiri yang di katakan dokter Najwa. Tidak bagus jika setiap hari kau menebar benih di rahim ku, kualitas sp*erm* mu jadi tidak bagus. " tutur Naura.
Gavin mendengus kesal menyandarkan kepalanya. Sepertinya pria itu harus mengalah kali ini. Gavin memilih cepat tidur agar tidak tergoda menginginkan Naura, meski Naura sendiri tidak pernah bermaksud menggoda.
Naura menggelengkan kepalanya melihat Gavin merajuk.
Naura mengangguk. Gavin pun kembali memunggungi Naura yang masih asik bermain ponselnya.
Kesal! itu yang Gavin rasakan saat ini.
Pria itu terlihat gusar, sesekali Naura dapat mendengar helaan nafas yang panjang.
" Naura.. " panggil Gavin tanpa membalikan tubuhnya.
" Hem. "
" Aku tidak bisa tidur jika ti-- "
" Tidur lah, jangan harap kau mendapatkan nya. Aku tidak ingin melanggar saran dari dokter. " sarkas Naura.
" Hufftt... " mau tidak mau Gavin harus menuruti keinginan Naura. Lama kelamaan Gavin pun terlelap dengan sendirinya, rasa lelah membantu Gavin cepat tertidur. Naura yang melihat Gavin susah tertidur ikut membaringkan tubuhnya di samping Gavin dan memejamkan matanya.
*
__ADS_1
*
*
*
*
Jia menyiapkan liburan untuk putra putrinya. Jia yang sudah tau mengenai saran dari dokter Najwa pada Naura segera memberikan waktu agar mereka rehat sejenak dari pekerjaan.
Tidak lupa, wanita paruh baya itu pun mengikut sertakan Milly dan Mario untuk bergabung berlibur.
" Thanks mom, " ucap Milly saat menerima kabar dari Jia tentang liburannya.
" Iya sayang, anggap saja ini babymoon kalian. " Jia.
" Mom, bagaimana kalau aku mengajak Elia dan kaka ipar, ini akan semakin ramai berlibur bersama. " ujar Milly.
" Boleh juga... kau hubungi Elia apa mereka bisa ikut atau tidak. " Jia.
Milly mengangguk dan meraih ponselnya untuk menghubungi Elia dan memintanya ikut dalam liburan mereka.
Liburan tiga pasang suami istri akan sangat menyenangkan. Jia sudah menyiapkan sebuah vila miliknya. Tempat itu tidak terlalu jauh dari kota, mengingat Milly sedang hamil, membuat Jia menyarankan liburan di tempat terdekat saja.
" Tapi ingat sayang, jangan terlalu dekat di pantai. " ujar Jia.
" Iya mom. " Milly.
Jia masih trauma dengan lautan dan meminta anak-anaknya agar tidak mendekati lautan.
Tidak lama kemudian, Milly mendapat pesan balasan dari Elia yang memberi tahu jika mereka bersedia ikut gabung berlibur.
*
*
*
...Jangan lupa berikan dukungan kalian...
...Like. komen. vote. ...
__ADS_1
...Bye.. bye... ...