
Sam berjongkok mengambil foto mamanya yang tidak sengaja jatuh dari saku celananya. Wanita yang akan terjatuh, yang sudah berharap adegan romantis di film drama akan dia rasakan di dunia nyata, tetapi bukan tangan pria tampan yang menangkap tubuhnya, justru ubin lantai yang baru saja di pel.
"Hei!! Matamu kemana!"
Wanita itu berteriak keras ke arah Sam, ternyata wanita itu adalah Jihan, Panji yang menyadari keadaan akan gawat segera menolong Jihan dan membantu berdiri.
"Maaf nona, tuan tidak sengaja."
Panji mewakili tuannya meminta maaf.
"Apa mata tuanmu itu tidak bisa membedakan mana kaki mana bola!!"
Sam yang mendengar hal tersebut langsung menatap tajam ke arah Jihan.
"Foto mamaku juga basah, jadi sama-sama rugi kan."
Jihan yang tadinya emosi kini mendadak menjadi manis.
"Aiyaaa, tidak apa tuan saya yang salah, maaf."
Jihan membungkukkan badannya meminta maaf, Jihan meminta kartu nama Sam dan akan menganti rugi, Panji menyerahkan kartu nama Sam kepada Jihan. Karena Jihan memakai masker, dia tidak dapat dikenali.
Jihan yang tadinya ingin menikmati kopi di tempat tersebut akhirnya tidak jadi dan memilih memesan kopi dan diantar ke tempat syutingnya.
Jihan kembali ke tempat syutingnya, disana dia disambut Sandra dengan wajah bersalahnya.
"Nona, tolong jangan marah, saya tidak akan melarang anda dekat dengan Yenny."
"Mulai sekarang aku tidak akan dekat dengan Yenny."
"Benarkah nona?"
Sandra begitu senang mendengarnya, Sandra tampak heran melihat Jihan berubah dengan cepat, dan kini senyum-senyum sendiri.
"Nona, anda darimana? Kenapa anda berubah secepat itu."
"Sandra, aku tadi memesan kopi sebelum kembali kesini, tolong nanti bagikan dengan semua kru, hari ini episode terakhir kan?"
"Iya nona, apa ada masalah?"
"Setelah hari ini aku tidak akan dekat dengan Yenny lagi, aku janji padamu, tapi kali ini kamu jangan melarangku dekat dengan seseorang ya."
"Apa maksud nona?"
"Hari ini aku bertemu pria, dia sangat tampan sempurna, ini kartu namanya tolong urus ganti rugi yang harus aku bayar padanya."
Sandra menerima kartu nama yang diberikan kepadanya. Alangkah terkejutnya Sandra menerima kartu nama tersebut.
"Nona, anda tidak salah?"
"Tidak, memangnya kenapa?"
"Dia adalah orang yang kemarin meminta anda menjadi brand ambassador di perusahaannya."
__ADS_1
"Apa!! Bukankah orangnya sudah tua dan genit, kenapa dia sangat muda dan juga jauh dari kata genit?"
"Ini adalah satu dari kebohongan yang dilakukan oleh Yenny, nona harus tahu ini."
"Kalau memang benar, maka aku harus melihatnya sendiri."
Jihan menahan amarahnya, dia tidak percaya Yenny telah membohonginya.
"Sandra, aku jatuh cinta padanya, dia sangat tampan sempurna, tolong bantu aku ya? Aku janji mulai hari ini aku akan menurutimu."
"Iya nona, aku akan membantumu, lalu apa yang anda inginkan?"
Jihan memikirkan keinginannya matang-matang dengan segala resiko yang harus dia hadapi kedepannya.
"Aku akan keluar dari dunia hiburan."
Sandra terkejut tidak percaya mendengar keputusan Jihan.
"Nona, tolong pikirkan kembali keputusan anda, setidaknya ingat saat anda berjuang keras mencapai tahap demi tahap hingga menjadi seperti sekarang ini."
"Kalau begitu aku akan vakum dari dunia hiburan."
Sandra mengiyakan permintaan Jihan, setelah selesai syuting episode terakhir, Sandra mewakili Jihan meminta maaf kepada para penggemar Jihan melalui jumpa pers, Jihan sendiri berada di rumah Sandra untuk bersembunyi, setelah selesai dengan urusannya, ternyata Sandra sudah ditunggu di luar oleh Yenny.
"Dimana artis kebanggaanmu itu, apa dia sudah mengaku kalah sebelum perang dimulai?"
"Bukan urusanmu, urus saja urusanmu sendiri!"
Sandra memilih pergi dan tidak meladeni Yenny.
"Nona, kamu ada dimana? Kenapa membuatku khawatir, tidak bisakah anda menungguku pulang, setelah menyelesaikan semuanya."
Sandra mondar-mandir berceloteh sendiri. Lalu tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"Nona, anda dari mana saja? Saya mengkhawatirkan anda."
"Aku mencari toilet, toilet di rumah ini macet, jadi aku pergi ke luar sebentar dan menumpang di rumah tetangga."
"Maaf nona, rumah ini sudah lama aku tinggalkan, jadi saya harap nona memakluminya, apakah mereka mengenal anda nona?"
"Tidak, aku tadi memakai masker."
Sandra menghela nafas lega.
"Nona, kedepannya kita akan melakukan apa? Apa anda akan kembali ke rumah tuan besar?"
"Cihh, aku bisa hidup tanpa pria tua itu, Sandra tolong cek semua isi kartu ATM, kita mulai berbisnis, bukalah toko online atas namamu, buka juga toko sembako kecil-kecilan di depan rumah, pokoknya semua atas namamu, mulai sekarang kamu yang mengatur semuanya."
Sandra hanya terbengong mendengar penjelasan dari Jihan, seakan tak percaya apa yang dikatakan oleh nona mudanya.
Sebenarnya tadi nona pergi kemana sih, apa tadi dia terjatuh dan kepalanya terbentur sesuatu?
Sandra bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Sandra, kamu dengar atau tidak?"
"Apa kepala nona terbentur sesuatu?"
"Oh itu, iya tapi bukan kepalaku, tadi pagi aku terjatuh dan bertemu pria tampan, oh my God."
Jihan melamun dan pikirannya kemana-kemana seakan bayangan Sam ada di depannya, Sandra yang melihat hal tersebut terheran-heran melihat tingkah laku Jihan yang senyum-senyum sendiri.
"Bersikap dingin saja tampan sempurna, apalagi kalau dia tersenyum, pasti lebih sempurna, dia mirip oppa-oppa di negeri ginseng, kamu tahu Lee Min Ho, wajahnya mirip seperti dia, tapi matanya sedikit sipit mirip pemilik kedai kopi di tempat langganan."
"Tante Sarah?"
"Iya, kamu benar Sandra, dia mirip tante Sarah."
"Tidak mungkin nona, mungkin itu hanya kebetulan saja, bagaimana mungkin direktur perusahaan ada hubungannya dengan tante Sarah yang sederhana."
"Kamu benar juga, aku jadi punya ide, bagaimana kalau aku bekerja di perusahaan itu."
"Nona, saya mohon jangan membahayakan diri anda sendiri."
"Aku akan menyamar menjadi seorang gadis yang sederhana."
Sandra takut identitas Jihan akan diketahui, dan memilih membantu Jihan dalam penyamaran, dia mendandani Jihan supaya terlihat jauh berbeda dari penampilannya yang sebelumnya.
Keesokan harinya Jihan bersiap siap untuk melamar pekerjaan di perusahaan Sam, Sandra membantunya bermake-up agar terlihat lebih jelek, setelah semua selesai Sandra penasaran apa yang akan Jihan lakukan.
"Nona, apa tidak masalah berdandan seperti ini, anda akan melamar sebagai apa?"
"Mungkin office girl."
"Apa!!"
Sandra berteriak keras tidak percaya dengan apa yang dipikirkan nona mudanya.
"Pelankan suaramu, lagipula aku harus jadi apa? Kalau jadi karyawan tidak mungkin akan leluasa masuk ke ruangannya kan."
"Anda benar, saya akan berusaha menempatkan anda khusus melayani tuan muda perusahaan tersebut."
"Itu sudah menjadi tugasmu."
Jihan pun pergi ke perusahaan milik Sam, sesampai di depan, security mencegahnya.
"Anda siapa?"
"Saya pekerja baru pak."
"Pergi ke ruangan bu Melia."
"Baik pak, terima kasih."
Jihan masuk keruangan yang dimaksud, dan berdiri menunduk.
"Han."
__ADS_1
Bersambung.