Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Semua bahagia


__ADS_3

Hari demi hari berganti bulan. Usia kandungan Milly sudah semakin membesar, tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk menjalani operasi Caesar. Mario dan Milly memilih untuk melahirkan anak pertamanya dengan operasi Caesar, karena kondisi tubuh Milly tidak cukup baik untuk melahirkan secara normal.


Kedua keluarga besar mereka sudah tidak sabar menunggu anggota baru yang sebentar lagi akan datang. Terutama bagi keluarga Yamazaki, karena anak dari Mario dan Milly adalah cucu pertama di keluarga itu.


Kebahagiaan juga ikut hadir di keluarga kecil Gavin. Naura kini tengah mengandung, dan usia kandungannya sudah menginjak dua bulan. Berkat saran dari dokter dan sang Maha Pencipta tentunya, benih yang di tabur Gavin berhasil bersarang di rahim Naura.


" Ah.. ternyata aku sudah tua.. " Jia mendesah lalu menyenderkan tubuhnya di sofa. " Rasanya aku ingin menentang untuk menua. "


" Sayang.. biarpun kita menua, hidup kita semakin berkurang, tapi cinta kita takan pernah menua. Akan tetap abadi selamanya. " Brian mengusap lembut puncak kepala istrinya.


Sepasang suami-istri yang sudah lanjut usia tidak pernah kekurangan keromantisan nya. Jia tersenyum mendengar ucapan suaminya. " Aku sangat mencintaimu kapten. " Jia memeluk Brian dengan erat. Rasanya baru kemarin mereka bersatu dalam cinta. Tapi tidak lama lagi mereka akan bertambah cucu, dari Milly. Apalagi belum lama Arnaf mengabari, jika Sasa tengah hamil anak kedua mereka.


" Aku juga sangat mencintai mu sayang.. " Brian mengecup kening Jia. Sungguh indah pemandangan itu, siapa pun yang melihat nya pasti akan merasa iri.


*


*


*


Hari ini, Milly di temani Mario pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi Caesar yang memang sudah dijadwalkan oleh dokter kandungan yang menangani Milly.


Proses persalinan cukup menguras waktu dan tenaga. Mario menemani Milly di ruang operasi, memberikan dukungan pada Milly.


Mario mengecup punggung tangan Milly yang berada dalam genggamannya.


Setelah beberapa waktu berlalu, terdengar bunyi tangis bayi, pertanda buah hati mereka telah lahir ke dunia ini. Mario menghujani kecupan di wajah Milly.


" Terimakasih sayang... " ucapan rasa terimakasih yang berulang kali serasa tak cukup membayar kebahagiaan yang telah Milly berikan pada Mario. Sedangkan Milly tertidur lemas, mungkin efek dari obat yang di berikan oleh dokter.


Mario terharu hingga setetes air mata jatuh di pelupuk matanya, menggambarkan rasa bahagia tiada tara. Keluarga nya semakin lengkap dengan kehadiran putra pertama mereka.


Di luar ruangan operasi sudah ada kedua orang tua mereka yang menantikan cucunya.


" Bagaimana son? " tanya Morgan yang sangat antusias saat Mario keluar dari ruang operasi, pria paruh baya itu terlihat sangat bahagia saat mendengar suara tangis cucu pertamanya.


" Semuanya baik ayah.. " jawab Mario.


Dinda memeluk erat tubuh Mario, " Selamat putraku, kau sekarang sudah menjadi seorang ayah. "


" Terimakasih bunda. " pelukan pun terurai. Kini giliran Mommy Jia yang memeluk putra menantinya itu.


" Selamat ya.. " Jia.


" Terimakasih Moji. " Mario. Bukan hanya Jia, Brian pun memberikan selamat pada Mario atas kelahiran putra pertamanya.


Milly yang sudah di pindahkan di ruang perawat nampak bahagia saat melihat putranya berada di pelukannya.


" Hay.. boy.. kau tampan sekali.. " ucap Milly dengan gemas lalu mencium pipi mungil itu.


Mario yang berada tidak jauh dari mereka ikut bersuara, " Tampan seperti Daddy nya. " seru Mario.


Mario dan Milly tersenyum bahagia dengan kelahiran putra pertamanya yang mereka beri nama Arjuna Yamazaki, sesuai dengan wajahnya yang sangat tampan.


*


*

__ADS_1


*


Di tempat lain, sepasang suami-istri tengah berbahagia mendapat kabar, jika istrinya tengah mengandung benih yang setiap malam ia tabur dengan berbagai cara yang luar biasa, yang tak lain adalah Mike dan Elia.


Mike yang sedang berada di kantor mendapat kabar jika tiba-tiba Elia pingsan, lalu pria itu pun langsung pulang karena khawatir dengan keadaan istrinya.


" Terimakasih honey.. " ucap Mike seraya mengecup kening Elia, setelah dokter yang ia panggil ke rumah dan menyampaikan diagnosa nya.


Elia membalas pelukan Mike, wanita itu terlalu bahagia mendapat kabar bahwa dirinya mengandung buah hati mereka.


Selama bersama Mike, Elia sama sekali tidak di larang untuk melakukan hobby nya. Elia juga sudah di perbolehkan memakai kembali pakaian yang di sukainya, tentu dengan imbalan yang berat bagi Elia yang harus melayani Mike di atas ranjang.


" I love you. " bisik Mike di telinga Elia. Baru kali ini Mike menyatakan cintanya. Membuat Elia mematung tak percaya.


Ditatapnya wajah tampan suaminya, seakan meminta kejelasan lebih.


Mike tersenyum, menangkup pipi Elia. " Aku mencintaimu. " ulangnya. Kemudian Mike memberikan ciuman lembut di bibir Elia.


" Kau yakin? aku tidak mimpi kan? " tanya Elia ketika ciuman mereka terlepas.


Mike mengangguk, lalu mencium kembali bibir Elia. Elia pun menyambut ciuman itu dengan hati yang teramat bahagia. Sekian lama ia menunggu ungkapan cinta dari Mike, akhirnya terdengar juga di telinganya. Dan ciuman lembut itu pun berubah menjadi sangat rakus. Sudah di pastikan mereka berdua akan berlanjut di ranjang.


Kabar kehamilan Elia pun menjadi kabar gembira bagi Dinda dan Morgan. Kehadiran cucu kedua mereka melengkapi kebahagiaan sepasang suami-istri itu.


Nino dan Dinar pun ikut senang mendengar putrinya tengah mengandung. Nino mulai meluluh memberikan restunya agar Mike dan Elia menjadi keluarga yang bahagia.


Tiga bulan kemudian, Mike memboyong Elia untuk tinggal di bali. Karena perusahaan realestat miliknya sudah mulai beroperasi.


Elia sangat takjub dengan hadiah yang di berikan untuknya. Sebuah mansion yang sangat mewah di berikan untuk Elia, tempat tinggal baru mereka di Bali.


" Tengkyu honey.. " ucap Elia.


Elia mengangguk lalu memeluk Mike dengan sangat erat, berjinjit memberikan kecupan pada Mike.


" Kau tidak mau melihat kamar baru kita? tidak mau mencoba ranjang baru kita? " goda Mike dengan menaik turunkan kedua alisnya.


" Mike... " Elia sangat malu dan membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Sedangkan Mike tergelak melihat Elia yang masih saja malu-malu padanya. Padahal hal itu sudah seringkali mereka lakukan.


*


*


*


Tangisan baby Arjun terdengar sangat nyaring di mansion keluarga Yamazaki. Dinda sedang menggendong Baby Arjun, mengantikan Milly yang beberapa hari ini tidak enak badan.


" Terimakasih Sus, " Ucap Dinda pada suster yang membantu merawat baby Arjun setelah memberikan sebotol susu.


" Kenapa bun? " tanya Mario yang baru saja pulang dari kantor, mendengar baby Arjun menangis kencang.


" Tidak tau, mungkin mencari mommy nya. " ujar Dinda yang sibuk menenangkan baby Arjun.


" Memangnya Milly kemana? " tanya Mario sembari melepas jasnya dan mengendurkan dasi yang melingkar di lehernya, bersiap untuk menggendong baby Arjun.


" Ada di kamar, sepertinya dia sedang tidak enak badan. " Dinda menyerahkan baby Arjun ke dalam gendongan Mario. Dan bayi itu pun langsung terdiam.


" Wah.. kau rindu dengan daddy mu ya. " ucap Dinda saat melihat baby Arjun terdiam.

__ADS_1


Mario tak henti mencium gemas di pipi bulat itu.


" Bunda, tolong panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan Milly. " Mario.


Dinda pun langsung melakukan panggilan pada dokter yang sudah bekerja lama dengan keluarga Yamazaki.


Tiga puluh menit kemudian, dokter Andre pun datang dan langsung memeriksa keadaan Milly yang tengah berbaring di atas ranjang, tak sadarkan diri.


" Untuk lebih pasti, sebaiknya tuan membawa nona Milly ke dokter spesialis kandungan, karena diagnosa saya nona Milly tengah mengandung tuan. " ujar dokter Andre yang selesai memeriksa keadaan Milly.


Mario terkejut mendengar ucapan dokter yang mengatakan Milly tengah mengandung kembali.


Plakkk.. Dinda menepak lengan Mario.


" Kau itu! tidak bisa mencegahnya, sangat ceroboh! usia baby Arjun masih tiga bulan Mario.. " kesal Dinda pada putranya.


Bukannya Dinda tidak senang mendapat cucu lagi, namun Dinda khawatir pada kondisi Milly dan baby Arjun. Dengan luka Milly yang belum sepenuhnya kering dan Arjun yang masih membutuhkan asi eksklusif.


Dugaan dokter Andre tidak pernah meleset, membuat Dinda tak habis pikir pada putranya yang tidak bisa mengontrol diri.


Mario hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bingung harus menjawab apa. Pria itu sama sekali tidak mengingat dan harus menjaga itu, dirinya hanya memikirkan kepuasannya saja.


" Sorry bun, kelepasan. " Mario menyengir, menunjukkan gigi ratanya.


Milly siuman setelah kepergian dokter Andre. Dinda segera memeluk Milly.


" Selamat sayang... kau akan menjadi seorang mommy lagi. " ucap Dinda yang membuat Milly terkejut.


" Maksud bunda? " Milly.


Dinda melepas pelukannya lalu mengangguk, " Kau hamil lagi sayang.. "


" Apa!! " pekik Milly. Bukannya tidak senang, namun rasa sakit setelah operasi Caesar masih terngiang di otaknya dan itu sangat sakit.


Mario tersenyum bangga karena benihnya selalu bertugas dengan benar dan berkualitas tentunya. Mario memeluk Milly, " Tengkyuu sayang.. " ucapnya.


Milly yang masih syok akhirnya tersadar saat kecupan Mario terasa. Rasa gundah di hatinya luntur sudah melihat Mario yang sangat bahagia mendengar kabar kehadiran buah hati mereka.


Dinda ikut senang melihat kebahagiaan putranya, rasa cemas pun terabaikan dan meyakini jika semua akan baik-baik saja.


" I love you... I love you.... " ucap Mario sembari mengecup bibir Milly.


" I love you to, hubby.. " Milly.


Kebahagiaan selalu saja menghampiri kehidupan rumah tangga mereka. Berawal dari sebuah tentangan keluarga tak membuat rasa cinta mereka goyah. Bahkan cinta mereka selalu tumbuh seiring berjalannya waktu, tumbuh semakin besar dan kuat.


- TAMAT -


*


*


*


...Jangan lupa berikan dukungan kalian...


...Like. komen. vote. ...

__ADS_1


...Bye.. bye.. ...


__ADS_2