
Sesuai saran dari ibu mertuanya yang tak lain Dinda Maharani. Milly pergi terlebih dahulu ke vila milik keluarga Yamazaki, tanpa sepengetahuan Mario.Milly akan menunggu Mario datang menemuinya, dan akan berbulan madu dengan Mario di sana.
Milly telah membulatkan tekad untuk melayani Mario dengan sepenuh hati, mencoba menghilangkan rasa takut yang terus menghantuinya.
Dengan penuh persiapan, Milly menyulap vila itu menjadi ruangan yang penuh dengan suasana romantis, banyak bunga bertaburan dan lilin - lilin kecil menghiasi di sepanjang jalan menuju kamar, tentu dengan bantuan para pelayan.
*
Di mansion, Mario yang baru saja pulang mengitari pandangannya mencari Milly yang tidak kunjung menampakkan dirinya. Tidak biasanya, Milly yang selalu menyambut kepulangan nya tak terlihat sama sekali. Mario menjadi gusar dan merasa bersalah telah mendiami Milly.
Apa dia sudah keterlaluan mengacuhkan Milly?
Mario bergegas mencari Dinda untuk menanyakan keberadaan Milly, karena di kamar pun Mario tidak melihat Milly.
" Bunda.. bun.. " Mario melebarkan langkahnya ke arah dapur, sudah bisa di tebak jika Dinda sedang berada di dapur bersama pelayanan yang sedang sibuk memasak.
" Iya sayang, " ucap Dinda.
" Milly kemana bun, " tanya Mario dengan wajah panik.
" Pergi " jawab Dinda santai tanpa menghentikan kegiatannya.
" Kemana? " Mario.
" Milly hanya bilang ingin menenangkan diri, dia terlalu sedih karena kau terus mengacuhkannya. " ucap Dinda dengan senyum yang di tahan agar tidak terlihat.
Mario mengusap wajahnya kasar, " Pergi kemana bun? apa ke rumah Daddy? "
" Bunda tidak tau, tanyakan saja pada bodyguard yang menjaga Milly. "
Mario dengan cepat mengambil ponselnya yang ada di saku celananya untuk menghubungi bodyguard yang bertugas menjaga Milly.
" Vila. " gumamnya setelah mendapat info dari bawahannya.
Sebelum Mario menyusul Milly, dia terlebih dahulu membersihkan tubuhnya. Mario di kejutkan dengan Putri yang sudah ada di kamar nya saat keluar dari kamar mandi.
" Kau!! mau apa kau kesini! " hardiknya dengan wajah merah padam.
" Aku? tentu saja aku ingin memberikan kepuasan untuk mu. " Putri mendekati Mario dengan jalan yang berlenggak lenggok untuk memikat seorang Mario.
" Cih, menyingkir lah! " geram Mario.
" Mario, aku akan memberikan yang tidak bisa di berikan oleh istri mu, aku berjanji ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua. " Putri sangat berani hingga membelai wajah tampan Mario, suaranya di buat sensual untuk merayu Mario agar takluk dengan dirinya. " Aku jamin kau akan lebih puas jika bersama ku. " bisiknya tepat di telinga Mario.
" Benarkah? " Mario mengangkat sebelah alisnya.
" Iya Mario. " Putri sangat senang melihat Mario mulai terbuai dengan rayuannya. " Aku janji, aku akan memuaskan mu.
Mario mendekat ke wajah Putri, lalu berbisik di telinga Putri, " Tapi, sayangnya aku tidak akan pernah tergoda oleh mu! " Mario mendorong tubuh Putri dengan kasar.
Putri sangat terkejut dengan perilaku Mario, ia sempat berfikir jika Mario akan menerima tawarannya.
__ADS_1
" Kau tidak ada apa apanya dibandingkan dengan Milly ku, jangan harap kau bisa masuk ke dalam kehidupan kami! "
" Sebaiknya kau pergi sebelum aku benar-benar membunuh mu! "
Putri diam mematung, mendengar kan setiap ucapan Mario.
" Pergi!!! " teriaknya.
" Aku tidak akan menyerah! " ucap Putri sebelum meninggalkan Mario.
" Brengseeekss!! dasar jallang!! " umpatnya sembari meraup wajahnya dengan kasar.
" Milly. " lirihnya, lalu bergegas bersiap untuk menjemput Milly dan berniat meminta maaf, berjanji tidak akan mengacuhkannya lagi. Dia akan menunggu Milly hingga benar benar siap, tidak akan memaksanya.
Saat menuruni anak tangga, Mario melihat Dinda dan segera menghampirinya.
" Bunda, "
" Iya sayang. "
" Jauhkan Putri dari Milly! aku tidak suka melihat nya di sini. " ucap Mario.
Dinda mengernyitkan keningnya, " Memangnya kenapa? apa ada masalah? " Dinda memang tidak tau jika Putri mencintai Mario.
" Bunda tidak perlu tau, aku mohon suruh dia tinggal di tempat lain! " setelah mengucapkan itu, Mario langsung pergi.
Dinda menghiraukan ucapan Mario, karena tidak mengerti maksud dari semua itu, lebih tepatnya Dinda hanya berfikir positif.
*
Di vila, Milly menunggu Mario dengan perasaan gugup, jantung nya berdegup dengan kencang. Dia sudah siap melakukan apa saja yang Dinda sudah ajarkan padanya.
Milly sudah memakai lingerie yang sangat sexy, berdandan senatural mungkin, tapi tidak mengurangi kecantikan Milly.
Mario baru saja tiba di vila, dia melihat para Pengawal dan pelayanan berdiri di depan rumah. Mario merasa heran, kenapa para pelayanan ikut berjaga di depan, tidak bekerja di dalam, bukannya pekerjaan mereka di dalam vila.
Pengawal dan pelayan menyambut kedatangan Mario. Sedangkan Mario hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas sapaan mereka.
Saat Mario membuka pintu utama vila, dia di kejutkan dengan banyak lilin yang menyala.
" Silahkan tuan mengikuti lilin lilin ini. " ucap seorang pelayan sebelum menutup pintu itu.
Mario pun mengikuti kemana arah lilin itu hingga sampai di depan sebuah kamar yang ia tau adalah kamar utama di vila itu.
Ceklekkk.. pintu kamar terbuka.
Pandangan pertama yang ia lihat adalah kamar yang sudah di penuhi kelopak bunga, lalu terdengar musik yang sangat asing bagi Mario.
" Surprise.. " teriak Milly.
Bole Chudiyan.... tidak lupa Milly sudah menari mengikuti gaya Kareena Kapoor. 💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃.
__ADS_1
Mario membulatkan kedua matanya melihat aksi Milly yang terlihat begitu menggemaskan. Apalagi dengan memakai lingerie yang begitu menggoda.
Sebenarnya Dinda mengajari Milly dengan melihatkan video tarian erotis, tapi Milly bergidik ngeri mempraktekannya. Alhasil, Milly memilih tarian yang sering di lihat oleh para pelayannya. Menurutnya itu tidak terlalu buruk.
Mario hanya bisa menahan tawanya agar tidak lepas, melihat Milly menari nari dengan gerakan yang tidak begitu apik membuatnya semakin menggemaskan.
Milly mendekat ke arah Mario tanpa menghentikan tariannya sembari mengitari tubuh kekar suaminya.
" Bagaimana hubby, apa kau menyukainya? " Milly terus saja asik menari.
Mario terkekeh, sungguh Milly membuatnya geleng - geleng kepala.
" Ayo hubby menarilah bersama ku. " ucap Milly menarik tangan Mario, lalu dirinya berputar seperti adegan di film Bollywood.
" Milly, hentikan. Apa kau tidak lelah berputar - putar seperti itu. "
" Aku akan berhenti jika kau berjanji tidak marah lagi pada ku. "
" Iya.. iya.. aku tidak marah lagi pada mu. Maafkan aku. "
Milly berhenti menari setelah mendengar ucapan Mario, " Benarkah? kau tidak marah lagi pada ku? "
" Iya sayang, " Mario membelai wajah Milly.
" Asik, aku berhasil. " sorak Milly kegirangan.
Mario mendekat ke arah Milly hendak mencium bibir Milly.
" Tunggu Hubby, lagunya belum selesai.. kita menari sebentar lagi, susah payah aku belajar menari. "
" Matikan saja lagunya, " Mario berjalan mematikan musik yang terdengar begitu menggelikan di telinganya.
" Jadi apa kau sudah siap? " Mario mendekat ke arah Milly.
" Hah? " pekik Milly.
" Kau sudah menggoda ku, dan kau harus bertanggung jawab. " Mario menyelusuri tubuh Milly yang hanya menggunakan lingerie, terlihat jelas tubuh Milly yang hampir polos.
Milly menelan ludahnya dengan kasar. Milly harus yakin jika dirinya bisa menghilangkan rasa takutnya. Milly pun mengangguk dengan pasrah.
Dan malam itu pun terjadilah malam erotis yang menguras tenaga mereka berdua. Milly yang tadinya merasa takut, justru menikmati sentuhan sentuhan yang Mario berikan, malah dia memintanya lagi dan lagi, setelah tau hanya rasa nikmat yang ia dapat kan, bukan rasa sakit seperti yang ada di pikiran nya.
*
*
*
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Jangan lupa baca juga Cinta Istri Kedua.
__ADS_1
Bye.. bye..