
" Hubby.. " Milly masuk ke ruangan Mario tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat Mario sedikit terkejut dengan kedatangan istrinya itu, sudah di pastikan pekerjaannya akan tertunda.
" Sayang.. " Mario menghentikan pekerjaannya lalu berdiri menghampiri Milly, membawa istrinya duduk di sofa.
" Aku bawakan bekal makan siang mu.. bunda masak makanan kesukaan mu, " Milly meletakkan kotak bekal di atas meja dan membukanya satu persatu, menyajikannya untuk Mario. " Kau belum makan siang kan, Hubby? " tanya Milly untuk memastikan jika kedatangan nya membawa makan siang tidak sia-sia.
" Hem, perutku juga sudah mulai lapar. " Mario mengelus perut Milly yang sudah kelihatan menonjol meski tidak terlalu besar. " Apa kau sudah makan? "
" Sudah hubby. "
" Sudah minum susu mu? "
Milly mengangguk memberi jawaban.
Mario membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan perut Milly, di elus lalu mencium perut Milly, " Hay.. bebi.. lekas tumbuh besar ya.. sehat-sehat di dalam perut mommy mu, jangan membuatnya kerepotan karena ulah mu. " Mario berkata agar bebi nya tidak membuat Milly lemas di pagi hari karena morning sickness.
Milly menundukkan kepalanya melihat interaksi Mario pada buah hatinya yang masih di dalam perut. Milly tersenyum bahagia melihat Mario sangat menyayangi buah hati mereka.
Setelah selesai menyapa bebi nya, Mario mendaratkan kecupan singkat di bibir Milly. " I love you.. " Mario selalu saja mengutarakan cintanya.
" I love you too.. " Milly.
Mario mulai memakan makanan yang di bawakan oleh Milly. Sesekali dia pun menyuapi Milly.
" Hubby.. tadi aku juga mengantarkan bekal pada kaka ipar. " ucap Milly dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
Mario menghentikan pergerakannya saat mendengar jika Milly menemui Mike. " Kau menemuinya? apa dia menyakitimu? " Mario sangat protek jika mengenai Mike. Mario yakin betul, Mike masih menyimpan perasaan pada Milly. Dan Mario tidak mau jika Mike merebut Milly darinya.
" Iih.. kau ini kenapa, jangan berlebihan.. " Milly tidak mau Mario berprasangka buruk pada Mike. " Kaka ipar tidak melakukan apapun pada ku. " jelas Milly.
Mario menghela nafas, " Aku hanya tidak mau kau terlalu dekat dengan nya, aku takut dia akan merebut mu dari ku. " ucap Mario sangat khawatir. Meski Mike adalah kakanya, tapi Mario entah kenapa merasa risau jika Milly dekat dengan Mike.
" Hubby.. aku tidak akan meninggalkan mu, apapun alasannya, apalagi berpaling dari mu. Aku hanya tidak mau melihat bunda bersedih karena hubungan mu dan Mike terlihat renggang hanya karena aku. " Milly menangkup kedua pipi Mario, memberi penjelasan. " Jadi, tolong lah.. berbaikan dengan kaka ipar.. demi bunda. "
Mario mencerna perkataan Milly. Mario memang sering melihat bundanya itu berusaha untuk mendekatkan dirinya dan Mike.
__ADS_1
Dinda memang sudah tau yang sebenarnya, jika Mike menaruh hati pada Milly, hanya Morgan lah yang tidak tau semua itu. Dinda takut suatu saat Morgan akan tau alasan kenapa Mike dan Mario tidak seperti dulu lagi, dan membuat kondisi kesehatan nya memburuk.
Mario mengangguk mengerti. " Baiklah.. akan ku coba memperbaiki hubungan kami. "
" Terimakasih hubby.. " Milly memeluk Mario, lalu mengecup pipi Mario berulang kali.
Mario mengelus lembut kepala Milly, dia sangat menyukai jika Milly bersikap seperti itu.
" Hubby.. malam ini aku ingin menginap di rumah Daddy.. apa kau mengijinkan nya? " tanya Milly dengan kedua tangannya telah melingkar di leher Mario. " Aku merindukan kamar ku. "
" Baiklah, malam ini kita akan menginap di rumah daddy. " kali ini giliran Mario yang memberikan kecupan di bibir Milly, sesekali melummatnya.
" Hubby.. sudah.. " Milly mendorong tubuh Mario agar menghentikan aksi Mario yang tak henti menciumnya. " Lanjutkan makan siang mu. "
Mario terkekeh, " Iya, jika bersama mu aku lupa segalanya. " Mario mencubit dagu Milly, lalu melanjutkan makan siangnya.
*
Malamnya Milly dan Mario sudah berada di mansion keluarga Nugroho. Tapi sayang, Brian dan Jia belum pulang dari liburannya.
" Daddy selalu saja begitu! membawa mommy kemana pun setiap saat! " gerutu Milly yang kesal karena tidak bisa bertemu dengan mommy nya.
Gavin dan Naura pagi tadi baru pulang dari Sumba.
" Cih, kau pun begitu, tidak jauh berbeda. " sela Naura yang duduk di samping Gavin.
Gavin terkekeh. " Berarti aku menuruni sifat dad ku. " Gavin mengerling nakal, " Dan kau harus bersiap-siap akan seperti mommy. " Gavin mencium gemas pipi Naura.
" Ehem.. kak Gavin! ingat, masih ada aku disini. " seru Milly yang melihat kaka keduanya bermesraan di depannya.
Gavin menoleh. " Tidak apa, kau pun pasti sudah ahli dalam hal ini. " lalu melanjutkan lagi aksinya menciumi pipi lalu ke leher Naura.
Milly memutar bola matanya malas.
Sedangkan Naura terlihat biasa saja menerima kelakuan Gavin, melarang pun percuma, Gavin tidak akan berhenti sampai ia paus.
__ADS_1
" Lebih baik aku ke kamar ku saja menyusul suami ku. " Milly beranjak dari duduknya menuju kamarnya yang dulu. Mario tengah mandi saat Milly turun ke bawah menemui Gavin dan Naura.
" Stop, Gavin! " seru Naura. " Kau tidak malu di lihat para pelayan? " ujar Naura yang melihat beberapa pelayan berlalu lalang menyiapkan makan malam dan berbisik membicarakan mereka.
" Biarkan saja. " Gavin semakin erat memeluk pinggang Naura. Pria itu selalu bermanja bila berdekatan dengan Naura.
*
Di tempat lain, Mike tengah mencari keberadaan Milly yang tak muncul saat makan malam berlangsung di kediaman keluarga Yamazaki. Dia tidak tau jika Mario dan Milly malam ini akan menginap di rumah Brian.
Dinda yang melihat pergerakan Mike mengitari sekeliling ruangan, mengerti jika Putra tertuanya itu sedang mencari Milly.
" Mario menginap di rumah Daddy nya. " ucap Dinda setelah Morgan pergi terlebih dahulu ke kamarnya di antar oleh suster.
" Oh.. " Mike.
" Mike.. " Dinda menjeda sebentar, Mike yang di panggil pun menoleh.
" Bisa kah kau menghilang kan perasaan untuk seseorang yang tidak tepat. " Dinda sebenarnya ragu untuk meminta Mike melupakan perasaan nya terhadap Milly. Bukan apa, tapi Milly sudah menjadi milik Mario. Tidak baik jika Mike menyukai istri dari adiknya sendiri.
Mike menghela nafas lalu menghentikan kegiatan makannya. " Bunda.. sepertinya akan sulit. Aku terlalu mencintai nya. " jujur Mario.
Dinda mengelus punggung tangan Mike. " Berusaha lah, pasti kau bisa. Di luar sana ada banyak wanita yang menginginkan mu. "
Mike masih diam, sungguh sulit Mike melupakan Milly. Berusaha melupakan Milly membuat Mike semakin mencintai nya.
" Mike.. please.. bunda mohon.. demi kebaikan mu sendiri. "
Dengan terpaksa, Mike mengangguk. " Aku tidak bisa janji bunda. "
" Terimakasih.. " Dinda merasa lega mendengar Mike akan berusaha melupakan Milly.
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..