Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Kissmark


__ADS_3

Elia membaringkan tubuhnya di samping Mike, wanita itu terus saja memandangi wajah Mike yang terlihat sangat tenang. Dari mulai hidung, kedua kelopak mata Mike yang tertutup dengan bulu mata yang lentik, bahkan Elia sangat iri tidak memiliki bulu mata selentik Mike, tidak luput juga dengan alis tebalnya, dan mata Elia terpusat pada bibir yang lumayan tebal milik Mike. Tanpa sadar Elia mengusap bibir itu dengan jarinya, entah apa yang di pikirkan oleh Elia.


Mike tersenyum dalam hati saat merasakan usapan di bibirnya, pria itu senang bukan main. " Katakan saja jika kau mau Elia, aku dengan senang hati memberikan bibir ku untuk mu. "


Lama Elia mengamati wajah tampan Mike, jemarinya tak henti bermain di sekitar pipi Mike, mengelus, mencubit kecil di iringi senyum di bibirnya.


" Andai cinta mu untuk ku Mike.. " lirih Elia yang bisa di dengar oleh Mike.


Perlahan Elia mulai tertidur karena rasa kantuknya sudah tak bisa lagi ia tahan, dengan tangan yang masih setia menempel di pipi Mike.


Terdengar bunyi nafas yang teratur, menandakan Elia sudah ke alam mimpi. Mike pun membuka matanya dan memandang wajah Elia yang begitu dekat dengan nya.


" Cantik.. kau sangat cantik, kenapa aku baru menyadarinya jika kau begitu cantik. " gumam Mike, tak lama Mike pun ikut tertidur karena kondisi tubuhnya masih lemah.


Pagi hari saat Elia bangun tidur, dia tidak mendapati Mike di sampingnya. " Mungkin dia sudah sembuh. " gumam Elia.


Elia beranjak dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi. Saat Elia ingin mandi dan membuka bajunya...


" Mikeeeeeeee........ !!!!! " teriak Elia yang terkejut melihat banyak kissmark di area dadanya, dan itu tidak lah sedikit. Buah dadanya sudah terlihat seperti macan tutul.


Ternyata saat tengah malam Mike terbangun, dan pria itu tidak bisa menahan saat melihat pemandangan di hadapannya. Elia yang sudah terbiasa tidur tanpa menggunakan bra, membuat setan menyelimuti hati Mike. Dan dengan rakusnya pria yang selalu di sebut gorila oleh Elia menikmati gunung kembar itu, Elia sama sekali tidak terganggu oleh ulah Mike, Elia hanya sesekali melenguh tanpa membuka matanya.

__ADS_1


Dan malam itu, Mike juga bisa membuktikan bahwa benar dugaannya milik Elia akan tumpah jika dalam genggamannya.


Elia membersihkan diri dengan sangat cepat, dia ingin segera menemui Mike dan memberi pelajaran, karena telah lancang menyentuh tubuhnya tanpa ijin darinya terlebih dahulu.


Sedangkan di dalam mobil menuju perusahaan, Mike tersenyum-senyum sendiri mengingat tingkah gilanya di malam hari. Mike tersenyum puas bisa menyentuh Elia walau belum sepenuhnya. Mike yakin cepat atau lambat dia akan segera memiliki Elia seutuhnya.


Mike sudah bisa menebak jika Elia saat ini tengah berteriak marah padanya, " Salah siapa yang lebih dulu menggoda ku... kau juga tidur seperti mayat hidup. " gumam Mike.


Mike ingat jika Elia masih saja tidur dengan nyenyak meski aksi Mike saat itu tidaklah lembut. Mike merasa di atas awan mendapatkan tanpa susah payah.


Gin yang melihat Mike tersenyum sendiri merasa aneh, " Ada apa dengan tuan? "


Saat di perjalanan, Mike menyuruh Gin untuk berhenti di restoran terlebih dahulu, Mike ingin sarapan terlebih dahulu sebelum ke kantor, karena dari kemarin perut Mike sama sekali belum terisi.


*


Elia mengurungkan niatnya yang ingin mendatangi Mike di perusahaan. Elia pikir itu akan membuat dirinya semakin malu, mengingat Mike sudah melihat sebagian tubuh polosnya kemarin malam. Dan Elia tidak punya muka untuk bertatap langsung dengan Mike. Elia akan memberi pelajaran pada Mike dengan caranya sendiri tanpa harus bertatap muka dengan Mike.


" Lebih baik aku pergi latihan saja. " lirih Elia yang sedang melajukan motornya.


Elia berhenti saat lampu merah menyala. Tepat saat itu, mobil yang Elia sangat kenali berhenti di sampingnya. Mike yang sudah selesai dengan sarapan paginya, langsung menuju ke perusahaan dan tanpa sengaja bertemu dengan Elia.

__ADS_1


Tanpa ragu Elia menarik turunkan gasnya, mewakili rasa kesal pada pria yang sedang duduk manis di bangku belakang.


Mike pun menoleh karena suara bising motor Elia. Senyum tipis terbit di wajah Mike saat melihat Elia yang sedang meluapkan kekesalannya.


Mike sengaja menurunkan kaca jendela mobilnya. " Terimakasih sayang.. " ucapnya tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Elia semakin tersulut emosinya mendengar ucapan Mike yang terdengar menjijikan di telinga Elia. " Tunggu pembalasan ku Mike! " teriak Elia.


" Aku akan menunggunya. " Mike.


" Cih.. menyebalkan sekali! " Elia.


Lampu hijau pun menyala kembali, membuat Elia dan Mike berpisah menuju jalan yang berbeda.


*


*


*


......Jangan lupa berikan dukungan kalian......

__ADS_1


...Like. komen. vote. ...


...Bye.. bye.. ...


__ADS_2