Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?


__ADS_3

Untuk meredam rasa kesalnya, Elia tiba di apartemen yang terlihat sepi langsung menuju kamarnya untuk berendam, merilekskan diri dari penatnya aktivitas hari ini.


Berendam air hangat dengan aroma terapi raspberry membuat tubuh semakin segar. Dua puluh menit waktu yang cukup bagi Elia menyelesaikan ritual mandinya.


Elia keluar kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di tubuh mungilnya, memakai pakaian dalam berupa g-string untuk menutupi daerah pentingnya dan bra yang berenda senada dengan bawahannya.


Perut yang sedari tadi berbunyi meminta segera untuk di isi. Elia mencari ponselnya untuk memesan makanan melalui layanan pesan antar di salah satu restoran favorit nya. Namun Elia baru ingat, dia melempar tasnya di sofa ruang tamu saat dirinya baru masuk ke apartemen.


Dengan langkah penuh percaya diri Elia keluar dari kamar untuk mengambil ponselnya di ruang tamu, tanpa mengingat dirinya hanya memakai pakaian dalam saja.


Tiba di ruang tamu, Elia mendapatkan tas ranselnya, mencari ponsel lalu memesan beberapa menu makanan. Sebelum kembali ke kamar, Elia pergi ke dapur untuk mengambil sebotol air minum. Di sela kegiatannya di dapur, bunyi ponsel Elia terdengar, bunyi yang menandakan pesan masuk.


Elia membuka pesan yang ternyata dari Ricard. Karena keasikan berbalas pesan dengan Richard, membuat Elia tidak menyadari kedatangan Mike yang sudah sedari tadi berdiri di belakangnya.


Mike terpaku diam melihat pemandangan yang ada di depan. Dua bongkahan yang begitu menggoda menjadi pusat perhatian Mike. Tubuh putih mulus nan mungil milik Elia sungguh terlihat menggoda di mata pria berbadan kekar itu.


" Astaga!! " pekik Elia saat membalikkan tubuhnya. Elia sangat terkejut melihat Mike berdiri di belakang nya dengan tatapan yang seperti ingin menguliti nya.


Elia melebarkan kedua matanya saat mengikuti arah pandangan Mike yang tertuju pada dadanya. Elia baru menyadari jika dirinya hanya menggunakan dalaman yang begitu minim.


" Apa yang kau lihat? " seru Elia membuyarkan lamunan Mike.


Mike terkesiap, dengan cepat pria itu mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah.


Sebenarnya, Elia juga sangat gugup mendapati Mike berada di dekatnya dengan situasi seperti ini, tapi sebisa mungkin Elia menutupi rasa gugupnya.

__ADS_1


" Apa kau sedang menggoda ku? " tanya Mike.


Elia melipat kedua tangannya di depan dada, wanita itu dengan berani maju melangkah mendekati Mike, meski sebenarnya dia sangat takut.


" Aku tidak menggoda mu. " ucap Elia.


Jarak di antara mereka berdua sangat dekat membuat darah Mike berdesir hebat.


" Lalu apa maksud mu berpakaian seperti ini? " tanya Mike.


" Cih, bukannya sampai kapan pun kau tidak akan pernah melirik ku? apa lagi tergoda? " Elia.


Skakmat! Elia membalikkan ucapan Mike yang pernah mengatakan jika Elia bukan wanita tipenya.


" Kau tidak tergoda kan? " tanya Elia untuk memastikan.


Oh.. ayolah Mike.. Tidak tergoda? lalu kenapa pusaka mu dibawah sana sudah memberontak untuk keluar?


" Baguslah.. kalau begitu aku bisa bebas berkeliaran di apartemen ini meski tanpa busana sekali pun. " ucap Elia sembari melangkah menuju kamarnya meninggalkan Mike yang masih terkejut dengan ucapan Elia.


" What!!! tanpa busana setiap hari!! oh tidak aku bisa gila!! " Mike meremmas rambutnya frustasi.


Sedangkan di dalam kamar, Elia sudah menyandarkan tubuhnya di pintu, menenangkan detak jantungnya yang seperti akan meloncat keluar dari tempatnya. " Aku memang sudah gila! bisa-bisanya aku mengatakan itu. "


*

__ADS_1


Malam harinya, Mike yang tengah membaringkan tubuhnya di ranjang merasa gelisah. Tubuh kekarnya sedari tadi berbolak balik ke kanan dan ke kiri, bayangan tubuh Elia memenuhi otaknya.


Buah dada Elia sudah bisa di pastikan akan tumpah saat berada dalam genggamannya. Tidak lupa juga, bulatan bagian belakang Elia sungguh sangat menggoda, sangat memikat untuk ia belai. Mike sempat berfikir...


Apa benar, dia pernah menyentuh tubuh indah itu? tapi kenapa dia tidak bisa mengingatnya sama sekali?


" Aarrggggg... " Mike berteriak frustasi karena tidak bisa menyingkirkan bayangan Elia dari otaknya.


Hingga larut malam, Mike masih terjaga. Akhirnya pria itu memutuskan untuk menyibukkan diri dengan bermain game sepanjang malam hingga fajar menyingsing.


*


Nah loh kan... body Elia depan belakang oke..


Nyesel kan lo Mike?!!


*


*


*


Up ke dua hari ini


Jangan lupa berikan dukungan kalian

__ADS_1


Like. komen. Vote.


Bye.. bye..


__ADS_2