Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Episode 48


__ADS_3

Untuk kedua kalinya Milly menginjakan kakinya di mansion keluarga Yamazaki. Kali ini Milly datang bukan untuk berkunjung, tetapi untuk tinggal bersama dengan suami beserta kedua orang tuanya.


Kedatangan Milly di sambut hangat oleh Dinda dan Morgan. Bukan hanya mereka, para pelayan pun ikut menyambut Nona muda yang akan siap mereka layani.


" Sayang, semoga betah tinggal di rumah ini bersama kami. " Dinda membela sanah pipi Milly yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.


" Iya Bunda, tentu Milly akan senang tinggal di sini bersama kalian. " ucap Milly yang begitu manja dengan memeluk Dinda.


" Anata wa kare no yona tsuma o eru koto ga totemo koundesu. ( kau sangat beruntung mendapatkan istri seperti dia) " ucap Morgan pada Mario.


" Otosan wa tadashi, totemo rakkidesu ( Ayah benar, aku sangat beruntung memilikinya) " Mario memeluk pinggang sang istri dengan posesif dan tidak malu mencium Milly di depan kedua orang tuanya.


" Anak nakal! " Dinda menjewer kuping Mario. " Bisakah kau melakukannya di kamar saja. "


" Dengan senang hati Bun, " jawab Mario. " Aku akan membawa Milly ke kamar ku. " Mario menarik tangan Milly agar mengikuti langkahnya.


" Heii.. mau kemana kau membawa menantu Bunda, ini masih siang. " tegur Dinda.


" Tentu saja membuatkan cucu untuk Bunda. " teriak Mario yang sudah menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya sembari melambaikan tangannya.


" Hubby.. kenapa kau berbicara seperti itu pada Bunda. Aku kan malu Hubby.. " gerutu Milly.


Mario terkekeh, lalu mencubit gemas hidung Milly. " Aku merindukanmu. "


" Merindukan ku? " Milly mengerutkan keningnya. " Kau bahkan setiap hari selalu bertemu dengan ku. " ucap Milly yang tidak tau maksud dari ucapan Mario.


Mario mendengus, " Milly, apa itu masih sakit? "


" Hah? maksud mu?"


" Emm.. apa masih sakit jika aku memasukinya? " ucap Mario.


Milly yang mengerti maksud Mario langsung terdiam, " Hubby.. aku.. aku masih takut, dan masih terasa sakit, " lirihnya. " Emm bisakah kita tidak melakukannya dulu. "


Ada rasa kecewa di hati Mario mendengar penolakan Milly, tapi Mario tidak ingin memaksa dan menyakiti Milly, " Baiklah, tapi jangan terlalu lama. itu akan membuat ku gila. "

__ADS_1


" Terimakasih Hubby.. aku mencintaimu. " Milly mengecup pipi Mario.


" Aku lebih mencintaimu. " balas Mario.


*


Keesokan harinya rutinitas kembali menyibukan Mario. Pekerjaan yang sempat tertunda menjadi semakin menumpuk dan menunggunya untuk segera terselesaikan.


Dengan bantuan Duta dan Sekertaris barunya yang menggantikan Sita, satu persatu pekerjaan itu terselesaikan.


Meeting dengan klien pun membuahkan hasil yang memuaskan. Tidak di ragunan lagi dengan kemampuan Mario dalam mampu menangani proyek besar. Kecerdasan Mario telah di akui para rekan bisnisnya, kecanggihan teknologi yang Yamazaki Corp. ciptakan selalu berkembang pesat.


" Duta, kau boleh istirahat, setelah itu kita akan meninjau langsung ke pabrik. " ucap Mario yang kini akan masuk ke ruangannya setelah menyelesaikan meeting.


" Baik tuan. "


" Pak Duta, boleh aku bertanya. " Niken sekertaris baru Mario memberanikan diri untuk bertanya pada Duta setelah kepergian Mario.


" Kau mau tanya apa? " ujar Duta dengan wajah datarnya.


" Iya. "


" Oh.. " Niken mengangguk.


" Sebaiknya bekerja lah dengan baik. jangan terlalu mencampuri urusan pribadi bos mu. " Duta memperingati Niken agar tidak terlalu banyak bertanya tentang bosnya.


" Maaf. aku akan bekerja lebih baik. " Niken menundukan kepalanya, ucapan Duta membuat Niken merasa bersalah atas kelancangannya.


Duta segera pergi meninggalkan Niken.


" Aku penasaran sekali dengan istri Sir Mario. dia terlihat sangat galak sekali. tatapan nya begitu menakutkan. membuat ku merinding. " gumam Niken.


Niken belum lama bekerja menggantikan Sita. Selama bekerja di perusahan Yamazaki Corp. menjadi sekertaris Ceo di perusahaan ini, Niken baru pertama kali bertemu dengan Mario.


Kesan pertama saat melihat Mario, Niken mengasumsikan Mario adalah sosok bos yang kejam dan dingin.

__ADS_1


Ketika Niken ingin duduk kembali ke meja kerjanya, terdengar suara pantulan sepatu memasuki koridor.


" Siapa? " gumam Niken.


" Sepertinya aku pernah melihatnya. " lirih Niken setelah melihat Milly yang berjalan semakin dekat ke arahnya.


Niken mengingat - ingat wajah Milly yang tidak asing baginya.


Tidak hanya Niken, Milly yang melihat Niken pun mengamatinya dengan seksama. " Siapa dia? " batin Milly.


" Bukankah itu Milly, " batin Niken.


" Nona. " ucap Duta yang baru saja keluar dari ruangannya.


" Pata, apa Mario ada di ruangannya. " tanya Milly.


" Tuan ada di ruangannya nona, mari saya antar. " Duta mempersilahkan Milly untuk berjalan terlebih dahulu.


" Pata, siapa perempuan itu? " tanya Milly yang sedari tadi penasaran melihat kehadiran Niken.


" Dia pengganti Sita, sekertaris baru tuan. "


" Oh.. sepertinya aku pernah melihat nya. tapi dimana ya? " tanyanya pada diri sendiri.


" Apa Milly istri Sir Mario. " tebak Niken. " Apa hubungan dia dan Justin sudah berakhir? dia sangat beruntung mendapatkan Mario yang tampan dan sangat kaya. " Niken.


Yah, Niken adalah salah satu wanita yang menyukai Justin dan sempat dekat dengannya. Namun Justin hanya menganggap Niken teman, tidak lebih.


" Dia wanita yang cantik, pantas saja nasib dia selalu cantik. " pujinya terhadap Milly. " Tidak seperti aku. "


*


*


*

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2