Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Eliara Istri Mike Ozegi


__ADS_3

Nih gue up lagi..


gak Vote!gue ngambek nih... 🤭


Boleh gak sih Author ngambek? ✌


*


*


*


Elia sampai di bengkel milik Ricard, bengkel yang lumayan luas itu sudah menjadi langganan Elia dulu.


" Hai.. Ara.. apa kabar? " sapa Ricard. " Apa aku tidak salah lihat? kau benar Ara kan? " ucap Ricard diiringi gelak tawa.


Elia meninju bahu Ricard. " Tentu saja ini aku. "


" Aku pikir kau akan betah menjadi Elia. " kelakar Ricard.


Ricard adalah salah satu teman Elia yang tau jelas mengenai dirinya. Walau sudah tiga tahun lebih off dari dunia otomotif, Ricard dan Elia masih berhubungan dengan baik.


" Aku sudah punya kekuatan, yang membuat ku tidak takut lagi pada siapapun. " jelas Elia.


" Iya.. iya. nyonya Yamazaki.. " Ricard.


" Bagaimana? apa kau sudah merubah motor ku? " Elia menghampiri motor cross-nya.


" Sudah, itu hal yang sangat mudah. Kau sudah bisa mencobanya. " jelas Ricard.


" Benarkah? " wajah Elia berbinar.


Ricard mengangguk.


" Kalau begitu ayo kita coba, temani aku ke sirkuit. " ajak Elia.


" Heii.. apa kau yakin? kau sudah lama tidak berlatih. Aku tidak mau kau cidera. " Ricard begitu terkejut mendengar Elia akan turun langsung ke sirkuit.


" Tenang saja, aku hanya ingin melihat sirkuit. Mungkin besok aku akan mencoba. " Elia dengan percaya diri akan mencoba sirkuit dengan motor barunya.


Ricard menggelengkan kepalanya, dari dulu Elia tidak bisa di cegah siapapun jika menginginkan apapun.


Ricard dan Elia pun menuju area sirkuit, Elia dengan hati yang gembira mengendarai motor barunya. Motor yang selama ini ia idamkan tapi tidak pernah ia memiliki nya. Karena Nino melarang keras Elia, agar tidak bergabung balapan motor dengan area penuh adrenaline.


Elia dan Ricard berhenti di tepi, melihat sirkuit yang terbentang luas di bawah sana.


" Ini impianku.. " lirih Elia.


" Kau tidak boleh bermain di arena itu, sangat berbahaya. " jelas Ricard yang melarang Elia untuk mencoba arena yang cukup terjal dan licin.

__ADS_1


" Tapi aku ingin. " jawab Elia.


" Tidak! kau hanya bisa bermain di sana. " tunjuk Ricard pada arena yang cukup standar, tidak ada jurang ataupun tanjakan terjal disana.


Elia mengerucutkan bibirnya. "Kau juga bermain di sana. "


Ricard tergelak. " Aku seorang pria, tidak masalah bagi ku. " jelasnya.


" Cih.. aku yakin, aku juga bisa seperti mu. " Elia.


Belum sempat menanggapi ucapan Elia, suara deru motor memenuhi telinga mereka. Elia dan Ricard pun menoleh ke arah suara motor.


Terlihat segerombolan motor menuju ke arahnya yang memang akan melewati jalan itu ketika mau menuju atau keluar dari sirkuit tersebut.


Salah satu motor berhenti, membuat motor yang berada di belakangnya ikut berhenti. Pria itu membuka helmnya.


" Bruno! " pekik Elia.


Pria bernama Bruno itu turun dari sepeda motornya, menatap Elia dengan tajam.


" Ara.. kita bertemu lagi. " ucapnya dengan seringai di wajahnya. Kilat rasa dendam pada Elia terlihat jelas di wajah Bruno.


Elia maju selangkah. Hal itu cukup mengejutkan Bruno, karena Elia tidak takut lagi padanya.


" Kenapa? kau takut pada ku? " ucap Elia yang melihat keterkejutan di wajah Bruno. Ricard mencoba menahan Elia agar tidak melangkah jauh mendekati Bruno.


Bruno adalah pria yang hampir melecehkan Elia, yang membuat Elia ketakutan dan mengubah penampilannya. Bruno yang sempat di penjara selama satu tahun karena di laporkan oleh Nino, dan sepertinya kini pria itu menaruh dendam pada Elia.


Bruno yang akan maju mendekati Elia untuk memberi pelajaran di cegah salah satu temannya.


" Jangan gila kau! sudah lupakan saja dia. " bisik temannya.


Bruno terlihat tidak suka mendengar nasihat temannya. " Aku ingin mencekiknya. "


" Ck, lebih baik jangan berurusan lagi dengannya. jika kau tak mau berurusan dengan Mike Ozegi! " jelasnya.


Bruno melebarkan kedua matanya saat mendengar nama pria yang sangat di takuti dalam dunia hitam, tidak mungkin seorang Bruno yang ikut berkecimpung di dunia itu tidak mengenal Mike Ozegi ( nama Mike yang terkenal di dunia mafia). Sekalipun Mike sudah pensiun dalam dunia itu.


" Dia istrinya. " bisiknya lagi menjelaskan pada Bruno.


Tanpa banyak kata Bruno dan teman-temannya meninggalkan Elia dan Ricard.


Elia tersenyum dalam kemenangan. Inilah alasan Elia kembali lagi menjadi Ara. Dengan menyandang istri dari seorang mantan ketua mafia yang ditakuti, Elia yakin tidak ada seorang pun yang berani mencelakai nya.


" Thank you Mike. " gumam Elia yang senang sekali ada nama Mike yang akan selalu menjaganya.


Hari sudah malam, Elia sampai di apartemen pukul sembilan malam.


Saat Elia masuk apartemen, Mike sedang duduk di ruang tamu. Mike menoleh ke arah Elia yang baru saja masuk ke dalam apartemen tanpa berkata sedikit pun.

__ADS_1


Mike terkejut melihat penampilan Elia yang sangat berbeda. Tidak ada lagi kacamata tebal yang bertengger di hidungnya, tatanan rambutnya pun berbeda, rambut yang biasanya berwarna hitam legam berubah menjadi merah kecoklatan.


Lama Mike memandangi Elia, pandangan yang sulit terbaca bagi siapapun, sebelum akhirnya pria itu tersadar. Dan..


Mike semakin terkejut saat dirinya mengingat penampilan Elia yang tidak jauh berbeda dengan pengendara sepeda motor yang mengganggunya saat sore tadi. Helm yang di apit di lengannya pun sama persis.


Mike bangkit dari duduknya menghampiri Elia, Mike berdiri tepat di depan Elia.


Elia terlihat santai, wanita itu menyenderkan bahunya di dinding menunggu Mike berbicara.


" Apa kau yang menganggu ku tadi sore? " tebak Mike.


" Apa kau pengendara motor itu? "


" Kau tidak bisa mengelak lagi, aku hafal sekali dengan jaket mu ini. " Mike tak henti berbicara dengan nada yang terlihat sangat kesal.


" Jawab aku! jangan diam saja! " geram Mike karena Elia masih diam tak menjawab.


Elia memajukan wajahnya sembari mendongak agar bisa berhadapan dengan wajah Mike yang cukup jauh untuk di gapai.


Plupp!


Elia menggelembungkan permen karet yang ada di mulutnya dan meletus seketika, membuat Mike membulatkan matanya dan menatapnya dengan tajam.


" Sudah ngomongnya? " ucap Elia santai.


Panjang lebar Mike bertanya, Elia malah bertanya balik dengan begitu santai tanpa menjawab satu pun pertanyaan Mike. Oh.. sungguh Mike di buat kesal sekesal-kesalnya.


" Kau!! " geram Mike.


Elia melangkah menjauhi Mike menuju kamarnya tanpa memperdulikan Mike yang sudah geram karena tingkahnya.


Sedangkan Mike meluapkan kekesalannya dengan meninju dinding, bagaimana pun dia tidak bisa melukai seorang perempuan. " Sial!! "


*


Up ke dua hari ini.


jangan lupa berikan dukungan kalian


Like. komen. vote


*


*


*


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2