
Milly memberikan gaun yang sangat cantik pada Elia, Milly sempat meminta bantuan pada Mora untuk memulihkan gaun yang cocok untuk Elia di Aurora butik, dimana Mora ikut bekerja dengan mommy Jia.
" Elia, ini gaun untuk mu. Aku ingin kau datang di acara makan malam di mansion Mario. " ujar Milly memberikan paper bag pada Elia. Milly sengaja berkunjung ke perusahaan hanya untuk memberikan gaun itu pada Elia.
Sehari sebelumnya, Milly menemui uncle Nino di perusahaan Brian. Di sana Milly bertanya pada uncle Nino kenapa penampilan Elia menjadi seperti itu, padahal dulu ketika masih duduk di bangku SMA Milly sempat bertemu dan bermain bersama Elia, dan gadis itu terlihat sangat cantik, berbeda dengan yang sekarang ia lihat. Dan Uncle Nino pun menceritakan semuanya yang membuat Elia merubah penampilan nya, menutupi kecantikannya.
Elia menerima paper bag dari Milly, " Terimakasih.. "
" Dan jangan lupa kau harus berdandan cantik, agar kaka ipar ku tertarik pada mu. " ujar Milly.
Elia sedikit terkejut dengan ucapan Milly. " Bagaimana dia tau kalo aku memilki perasaan pada Sir Mike. "
" Apa kau perlu bantuan ku untuk merias wajahmu? "
Elia menggeleng cepat. " Tidak perlu nona, aku bisa sendiri. "
" Baiklah.. aku tunggu nanti malam di mansion. " ucap Milly lalu meninggalkan Elia yang masih mematung di tempat.
Pikiran gadis itu berkelana. Apa ia dia harus merubah penampilannya demi mendapatkan hati atasannya yang selalu menghina penampilannya. Apa tidak sebaiknya dia mendapatkan cinta dari Mike dengan cara yang tulus, tanpa harus merubah penampilannya, menerima dengan tulus kekurangan nya.
*
Malam harinya, Elia memutuskan menerima saran dari Milly untuk mempercantik dirinya. Tidak ada salahnya dia mencoba untuk berpenampilan cantik di depan pria yang sudah membuat hatinya bergetar.
Elia menyesir rambut panjangnya yang biasanya ia ikat dua atau mengepangnya, Elia mulai meng-curly ujung rambutnya, memoles wajahnya dengan sedikit sentuhan make-up, tidak lupa gadis itu melepas kacamata tebalnya.
Elia sudah terlihat sangat cantik seperti gadis modern pada umumnya, ditambah gaun pemberian Milly membuat Elia semakin cantik.
__ADS_1
*
Di mansion Yamazaki.
Milly tidak kalah cantik, meskipun perutnya sudah terlihat menonjol, sama sekali tidak mengurangi keimutannya. Bahkan dimata Mario, Milly terlihat semakin sexy dengan tubuh yang semakin berisi.
" Sayang.. kau cantik sekali. " Mario memeluk Milly dari belakang ketika Milly sedang menyemprot kan parfum di tubuhnya, mengecup pundak Milly yang terekspos.
Milly tersenyum, membiarkan Mario membelai tubuhnya. " Hubby.. kau tidak bersiap? " tanya Milly yang melihat Mario masih menggunakan kaos dan celana pendek rumahan.
" Untuk apa bersiap, bukannya kita hanya makan malam di rumah saja, tidak ke mana-mana? "
" Iya memang hanya di rumah, tapi ini makan malam yang spesial.. " ujar Milly.
" Ck, baiklah aku akan bersiap setampan mungkin. Tapi sebelum itu... kita... " senyum mesum terlihat di wajah Mario.
Mario mengedarkan pandangan ke arah jam dinding." Ayolah sayang.. masih ada tiga puluh menit lagi untuk makan malam. "
" Aku tidak yakin kau akan selesai secepat itu! " gerutu Milly.
" Aku janji akan melakukan nya dengan cepat. " bujuk Mario.
" Tapi.. kalau Elia datang lebih cepat bagaimana? " Milly khawatir jika Elia sampai lebih dulu dan akan membuat nya lama menunggu. Karena Dinda dan Morgan sedang tidak ada di rumah.
" Jangan cemas, masih ada Mike dan pelayanan yang akan menemaninya. " Mario.
" Tapi... "
__ADS_1
Belum selesai bicara, Mario sudah membungkam bibir istrinya itu dan menuntunnya ke arah ranjang. Penampilan yang sudah rapi menjadi berantakan kembali karena ulah Mario.
Milly mendesah saat Mario mempermainkan tubuhnya. Hentakan Mario membuat tubuh Milly menggelinjang, meski Mario melakukan nya sangat pelan namun tidak mengurangi rasa nikmat itu.
Pintu kamar yang tidak tertutup sempurna membuat siapa saja bisa mendengar suara percintaan mereka.
Mike yang pada saat itu berjalan menuju perpustakaan yang letaknya tidak jauh dari kamar Mario dan Milly, mendengar semua suara itu.
Hatinya bergemuruh hebat, ingin mengabaikan tapi tidak bisa. Suara itu membuat pikirannya menjadi liar, membayangkan wanita yang dicintai sedang bercinta dengan pria lain sungguh menyakiti hatinya. Tubuh Mike yang kekar terlihat lemas, tubuhnya mematung tidak bisa ia gerakan.
Poor of Mike.
Dengan langkah gontai Mike menyeret kakinya untuk segera pergi dari tempat ia berdiri. Mike meraih kunci mobilnya. Saat ini, Mike hanya butuh suasana untuk menenangkan hatinya.
Tujuan Mike saat ini pergi ke club untuk memenangkan dirinya dengan cara menenggak alkohol, hanya alkohol lah yang mampu menghilangkan rasa sesak di dadanya.
*
*
*
Guys.. siapa yang udah baca karyaku yang ini???
Ini novel ku yang berjudul Adrian Haidar, udah tamat loh.. cus lah mampir sambil nungguin novel favorit kalian up.
__ADS_1