Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Sang Idola


__ADS_3

Pesta kecil di malam itu tambah berkesan saat kehadiran artis papan atas yang tak lain adalah Cecilia, kekasih dari Kendra.


Apalagi Mora sahabat Milly, dia sangat senang bisa bertemu idolanya yang selalu ia tonton si layar televisi.


" Wahh.. ternyata kau lebih cantik aslinya. " ucap Mora yang terlihat kagum pada artis berusia 25tahun itu.


" Terimakasih.. " ucap sesil dengan senyuman manis yang membuatnya semakin cantik.


Bukan hanya Mora, Darren dan Justin pun merasa senang bisa bertemu langsung dengan Cecilia, mereka juga meminta berfoto bersama dan akan memposting di akun sosial medianya. Tapi tak lama kemudian, kedua pria itu di usir dari gerombolan para gadis, meminta nya menjauh dari situ.


Niken dan Elia pun di minta bergabung oleh Milly, Milly yang sudah sering bertemu dengan Cecilia terlihat biasa saja, tidak seperti teman-temannya itu.


" Milly, selamat ya.. aku tidak menyangka kau akan menjadi seorang ibu secepat ini. " Cecilia yang telah lama mengenal Milly seorang gadis manja tidak menyangka jika sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


" Terimakasih kak, aku sendiri tidak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. " Milly.


" Oh iya, dimana Naura? aku tidak melihatnya? " tanya Cecilia yang mengedarkan pandangannya.


" Dia sudah pulang.. " Milly.


" Oh.. cepat sekali padahal aku baru datang. " Cecilia.


" Kak Sesil, apa kau mengenal dekat dengan Nicholas? " Mora sedari tadi sangat gatal sekali bertanya tentang Nicholas, lawan main Cecilia di sebuah drama.


" Cukup dekat. memangnya kenapa? "


" Tidak, aku pikir kalian mempunyai hubungan seperti yang di gosip kan. "


Cecilia terkekeh, " Itu hanya sebuah gosip, tidak ada yang benar sama sekali dari berita itu. "


" Benarkah? " Mora tak percaya.


" Tentu saja, kak Sesil dan kak Kendra itu sudah lama sekali menjadi pasangan kekasih. "


" Jadi, kau juga sudah mengenal kak Sesil sudah lama? " tanya Mora pada Milly.


" Iya. " Mora.


Mora menepak lengan Milly. " Kau itu curang sekali! sudah lama mengenal artis papan atas tapi tidak pernah mengenalkan pada ku! "


" Kenapa kau marah pada ku! " seru Milly.


" Tentu saja aku marah! aku selalu mengenalkan teman-teman ku pada mu, tapi kau sendiri tidak. " gerutu Mora. Iya memang Mora sangat berjasa pada Milly, jika bukan karena Mora, Milly tidak akan mendapat teman saat di kampus dulu. Kebanyakan dari mereka tidak berani mengajak Milly berteman ataupun mengobrol karena Milly selalu di kawal oleh pria berbadan besar.


Milly memutar bola matanya malas mendengar ocehan sahabatnya itu.


" Jangan bilang, kau juga pernah bertemu dengan Nicholas?! " tebak Mora.


" Nicholas? siapa dia? " tanya Milly yang memang tidak mengenal aktor ganteng yang wara wiri memenuhi layar televisi.


" Ck, dia aktor tampan.. bahkan sangat tampan. " jelas Naura.

__ADS_1


" Aku tidak mengenal nya dan tidak pernah bertemu, menurut ku pria yang paling tampan hanya Mario ku saja. " Milly.


Kali ini Mora yang memutar bola matanya malas.


Elia dan Niken hanya bisa menjadi pendengar yang baik, mereka masih canggung karena baru mengenal Milly dan lainnya.


Cecilia terkekeh melihat perdebatan kecil antara Mora dan Milly.


" Kebetulan besok aku akan bertemu dengan nya, apa kalian ingin ikut? nanti aku kenalkan dengan Nicholas, dia pria yang sangat ramah. " Cecilia.


Wajah Mora senang tiada tara. " Benarkah? "


Cecilia mengangguk.


" Aku mau ikut. " seru Mora. Bertemu dengan aktor tampan siapa yang akan menolak kesempatan emas itu. " Milly kau ikut tidak? "


" Untuk apa? " acuh Milly.


" Cih.. kalau kau melihat ketampanannya kau pasti akan ikut dengan ku. " Mora lalu mengambil ponselnya dan mencari potret Nicholas di google, lalu menunjukkan pada Milly. " Lihat ini.. tampan kan? "


Milly melihat potret Nicholas dari ponsel Mora, matanya melebar saat melihat pria itu. " Wahhh... dia memang tampan.. " Milly tercengang.


" Sudah ku bilang kau juga akan mengakui ketampanan nya. "


" Aku mau ikut. " seru Milly dengan wajah berbinar.


Mora tersenyum mendengar Milly akan ikut bersamanya. " Niken, Elia.. apa kalian juga mau ikut dengan kami? "


" Aku juga tidak ikut. " Elia.


" Ck, kalian ini tidak seru! " Milly.


" Besok jam makan siang kita bertemu di restoran Xxx.. " jelas Cecilia. " Oh iya Milly, kau bisa mengajak Naura, dia juga mengagumi Nicholas.. " Cecilia.


" Kak Naura? " Milly.


" Iya, dia sering meminta pada ku dan Kendra untuk mengenalkan pada Nicholas, tapi belum sempat aku kenalan. "


" Oh.. oke! "


*


Saat berangkat bekerja, Gavin memperhatikan pakaian Naura yang menggunakan mini dress dengan dipadukan sepatu kets. Dia mengernyit heran, tidak biasanya Naura pergi ke kantor berpenampilan seperti itu. Tapi Gavin malas mengomentarinya mengingat dirinya masih dalam mode marah.


" Seperti anak remaja saja! "


~


Siang ini, Milly sudah berdandan se-cute mungkin untuk bertemu Nicholas, idola barunya. Penampilannya mirip seperti anak remaja, tidak seperti biasanya Milly menggunakan bandana di kepalanya, di tambah mini dress bermotif bunga-bunga kecil membuatnya semakin menggemaskan.


Milly segera menghubungi Mora memberitahu jika sebentar lagi akan menjemput nya di butik.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah saling kompak berpenampilan seperti anak remaja agar berkesan saat bertemu dengan Nicholas.


Naura sudah meninggalkan pekerjaannya sepuluh menit sebelum jam istirahat mulai, tanpa berpamitan pada Gavin. Tidak lupa saat keluar dari gedung pencakar langit tempat dia bekerja, Naura menambah aksesoris di rambutnya dengan jepit rambut yang dihiasi beberapa mutiara.


Dengan adanya Elia, memudahkan Naura untuk meninggalkan pekerjaan nya. Sedikit merepotkan Elia sih, tapi demi bertemu Nicholas sang idola, apapun akan Naura lakukan.


" Elia.. mana Naura? " tanya Gavin pada Elia, Gavin ingin mengajak Naura untuk makan siang bersama.


" Kak Naura sudah pergi dari tadi pak. " jawab Elia.


" Pergi kemana? apa ke kantin? " tebak Gavin.


Elia di buat bingung, dia tidak tau harus menjawab apa, mengingat pesan Naura yang tidak boleh memberi tahu keberadaannya.


" Elia, apa kau menyembunyikan sesuatu? " tanya Gavin dengan wajah dinginnya, tampaknya Gavin mulai curiga dengan gelagat Elia.


Elia ketakutan melihat wajah atasannya itu. Menurut Elia, Gavin sangat menakutkan jika sedang marah.


Dengan terpaksa Elia pun memberi tahu jika Naura mau bertemu idolanya, Nicholas.


Dengan wajah merah padam Gavin berjalan segera menyusul dimana Naura berada. Gavin semakin murka saat tau jika Naura berpenampilan berbeda hanya untuk bertemu pria lain.


Di tempat lain, di perusahaan Yamazaki Corp.


Mario yang baru saja menyelesaikan meeting dengan para petinggi perusahaan, berniat pulang ke mansion hanya untuk menemani Milly makan siang.


" Duta, antar aku ke mansion. " Mario.


" Baik tuan. " Duta.


Mario menghubungi Milly memberitahu jika dirinya sebentar lagi akan pulang, namun Milly tak kunjung menerima panggilannya.


Akhirnya Mario menelfon salah satu bodyguard yang bertugas menjaga Milly, menanyakan keberadaan istrinya.


Betapa terkejutnya Mario melihat foto yang di kirim oleh salah satu bodyguard nya. Terlihat jelas Milly sedang tertawa dengan seorang pria.


Langkah Mario semakin lebar menuju mobilnya, ingin segera menghampiri tempat dimana Milly berada.


*


*


*


Ckckckck kalian ini yah, liat cowok bening dikit bertingkah! gak tau apa, pasangan kalian itu bucin akut!!!!


Mario, Gavin... sabarrrr yakkkk.. 🤣🤣🤣🤣


Milly, Naura... siap siap kau!!!


Segitu dulu ya guys...

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2