Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Menikah?


__ADS_3

Heyy kalian nakal ya! gak mau kasih vote buat akyuuuuu... minta dicubit nih??? Author jadi sedihhh😞😞..


Ayolah dukungan kalian itu buat author semangat nulis lohhhhh!


***


Pagi harinya Naura yang terlebih dahulu membuka kedua matanya di kejutkan melihat Gavin tertidur di sampingnya masih lengkap menggunakan pakaian yang semalam, bahkan sepatunya pun masih menempel.


Berada di sampai Gavin dengan posisi sangat dekat membuat Naura dapat melihat dengan jelas wajah tampan Gavin yang selama ini ia lihat begitu garang.


Seketika Naura teringat kejadian semalam dimana Gavin tiba - tiba menciumnya, tanpa sadar Naura menyentuh bibirnya, rasa manis masih melekat disana.


" Dia pasti mabuk. " gumam Naura meyakinkan diri, agar tidak berharap lebih. " Menyebalkan sekali! itu kan ciuman pertama ku. " gerutunya.


Tidak mau ambil pusing, Naura memilih untuk membersihkan diri, meninggalkan Gavin yang masih terlelap.


Gavin yang sebenarnya sudah terbangun tidak sengaja mendengarkan ucapan Naura. Senyum tersirat di wajah tampan itu. " Memang harus aku yang pertama. "


Sebelum Naura menyelesaikan ritual mandinya, Gavin bergegas pergi meninggalkan paviliun.


" Gavin! " teriak Mommy Jia.


Gavin yang mendengarkan teriakan Mommy nya menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mommy nya berada.


" Darimana kau! kenapa kau datang dari arah situ? " tanya Mommy Jia yang mendapati Gavin masuk ke dalam rumah dari arah paviliun di pagi buta.


Gavin menggaruk tengkuknya yang tak gatal, tidak tau harus menjawab pertanyaan mommy nya.


Mommy Jia meneliti penampilan Gavin yang masih lengkap berpakaian yang semalam ia kenakan. " Jangan bilang kau -- " Jia menutup mulutnya yang tidak berani melanjutkan kata - katanya.

__ADS_1


" Kapten!!!! " panggil Jia pada suami tercintanya dengan suara yang sangat melengking membuat siap saja yang mendengarnya terganggu.


Brian yang sedang menikmati secangkir kopi segera menghampiri istri tercintanya, " Sayang ada apa? kenapa kau berteriak. " Brian.


" Kapten lihatlah putra mu ini, dia -- " Jia tak sanggup mengatakan.


" Kenapa dengan Gavin? "


" Kau tanyakan saja pada putra mu itu, bagaimana bisa dia baru pulang dan masuk ke rumah ini dari arah paviliun. " jelas Jia.


Brian menajamkan pendengaran nya, " Maksudmu. "


" Kapten kau ini masih saja tidak mengerti. " ucap Jia yang sudah sedikit kesal, " Putra mu ini menginap di paviliun bersama Naura! " seru Jia.


" Apa!! " pekik Brian. Pandangannya sekarang tertuju pada Gavin. " Apa yang di katakan mom mu itu benar? "


Tanpa rasa bersalah atau takut sedikit pun Gavin menganggukkan kepalanya.


Brian menghela nafasnya mendengar ucapan Jia yang mengatai dirinya mesum di depan anaknya.


" Kapten, kenapa kau diam saja! bagaimana ini. " Jia.


" Mom, Gavin tidak melakukan apa pun pada Naura. Kami hanya tidur bersama. " jelas Gavin.


" Tidur bersama? gampang sekali kau mengatakan hanya tidur bersama. Mommy tidak mau tau kau harus bertanggung jawab! " seru Jia.


" Sayang, sebaiknya dengarkan dulu penjelasan mereka berdua. Aku sangat yakin jika Gavin tidak melakukan hal yang tidak terpuji. "


Jia nampak berpikir terlebih dahulu, " Kau jangan percaya begitu saja dengan putra mu itu, bagaimana mungkin seorang pria dan wanita dalam satu ruangan tidak melakukan apapun! "

__ADS_1


" Dia putra ku, aku percaya padanya. " Brian. Gavin pun tersenyum mendengar pembelaan dari Daddy nya.


" Justru karena dia itu putra mu, aku tidak percaya dia hanya berdiam seperti patung. Dia pasti menuruni sifat mesum mu itu! " seru Jia yang tak malu mengumbar kenakalan Brian jika sedang berdua. Bahkan para pelayanan yang mendengarnya tertawa cekikikan membuat Brian malu.


" Sayang, bisakah kau tidak membuat suami mu ini jadi bahan tertawaan oleh para pelayan. " bisik Brian.


Jia terkesiap melihat sekitar yang memang banyak pelayan sedang bekerja.


" Lalu bagaimana ini? " ucap Jia.


" Kita nikahan saja mereka. " Brian.


" Dad!!! " pekik Gavin yang tidak setuju dengan keputusan Daddy nya.


" Ah benar juga, kita nikahkan saja mereka. Lagipula mereka memang selalu berdua. " Jia menyetujui keputusan Brian.


" Please Dad, mom. Come on aku tidak melakukan apa pun pada Naura. Kalau tidak percaya kalian tanyakan saja pada Naura." ucap Gavin memelas.


Gavin sama sekali tidak menyangka jika semua nya akan seperti ini, dirinya belum tertarik menjalin hubungan yang sakral. Mungkin Gavin memang tertarik dengan Naura, tapi untuk menikah dengannya? no! Gavin masih ingin bersenang senang menikmati masa mudanya.


" Kita bicarakan nanti lagi. " Brian.


" Dad, aku tidak ingin menikah! " seru Gavin meninggalkan mommy dan daddy nya.


Jia teramat senang mendengar Naura akan segera menjadi menantunya. Tidak peduli dengan penolakan Gavin, karena perkataan suaminya itu tentu saja akan terjadi, keputusan Brian adalah mutlak.


*


*

__ADS_1


*


Bye.. bye..


__ADS_2