
" Hubby.. " Milly baru saja masuk ke ruangan Mario dan melihat Mario tengah sibuk dengan pekerjaan nya.
" Sayang, kau kemari? " Mario berbinar melihat istri tercintanya yang datang mengunjungi nya saat bekerja.
Milly mendekat ke arah suaminya dan mencium pipi Mario. " Kau sangat sibuk? "
" Tidak begitu, " Mario membawa Milly duduk di pangkuannya, melupakan Duta yang masih ada di ruangan itu.
Duta pun segera pergi dari ruangan bosnya itu.
" Hubby, kau sudah makan siang? " tanya Milly yang melihat Mario masih sibuk di jam istirahat.
" Belum, mau makan siang bersama? " Mario mencium ceruk leher Milly menikmati aroma tubuh khas nya itu.
" Ide bagus, "
" Mau makan di luar atau pesan saja? "
" Pesan saja. " jawab Milly.
" Oke. " Mario segera menyuruh sekertaris nya untuk memesan beberapa menu makanan di restoran favoritnya.
" Hubby.. "
" Apa sayang? " Mario terus menghujani kecupan di wajah dan sekitar leher Milly. Rasanya Mario ingin sekali melahap istri kecilnya itu, namun apa daya Milly masih belum terbiasa melakukan hal itu.
" Hentikan hubby! aku geli.. "
Mario terkekeh, " Kau selalu membuat ku menginginkan mu. " ucap Mario dengan suara parau.
" Kau ini! "
" Sayang tadi kau mau bilang apa? " Mario melepaskan Milly dari dekapannya.
" Bolehkah aku bertemu dengan Mora sore ini? "
" Mora? " Kening Mario berkerut seakan mengingat ingat nama itu.
" Iya, Mora teman ku. "
" Oh. " Mario mengangguk, " Boleh saja tapi kau tetap harus pergi di temani pengawal.
Mario sudah mengutuskan kedua anak buahnya yang paling berkompeten untuk menjaga Milly menggantikan pengawal Milly yang sebelumnya. Tom dan Tam sudah bertugas kembali ke markas besar TNI angkatan darat, kembali bergabung bersama rekannya.
" Hubby tapi aku tidak suka dengan pengawal baru ku, mereka sangat menyeramkan. " ucap Milly, pertama kali melihat kedua pengawalnya, Milly sedikit ngeri dengan badan kekar mereka, sungguh menakutkan pikir Milly.
" Tapi mereka yang terbaik. " jawab Mario.
Milly mengerucutkan bibirnya, merasa tidak senang dengan keputusan Mario.
" Jangan cemberut, " Mario mencubit hidung Milly, " Baiklah aku akan mengganti mereka sesuai dengan permintaan mu. " ucap Mario agar Milly tidak lagi merasa sedih.
" Benarkah. " Wajah Milly terlihat bersemangat lagi mendengar Mario menerima permintaan nya. Mario mengangguk mengiyakan ucapan Milly.
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti ketika makanan yang mereka pesan untuk makan siang sudah datang. Mario dan Milly menikmati makan siangnya.
Setelah makan siang selesai, Mario melanjutkan pekerjaannya yang akan mengunjungi pabrik bersama Duta. Sedangkan Milly pergi menemui Mora, yang sebelumnya sudah membuat janji terlebih dahulu.
Mora yang kini kerja di butik Aurora, butik milik Jiandra, memudahkan Milly bertemu dengannya di jam kerja.
Sesampainya di butik, Milly mengajak Mora ke kafe yang bersebrangan dengan butik untuk berbincang dan menghabiskan waktu bersama, karena sudah cukup lama mereka tidak saling bertemu.
" Milly, bagaimana kehidupan mu setelah menikah, apa sangat menyenangkan. " tanya Mora sembari memakan sebuah tiramisu cake kesukaannya.
" Emm, biasa saja tidak ada yang berbeda. aku hanya lebih senang bisa bersama Mario setiap hari. " ujar Milly.
" Lalu bagaimana malam pertama mu? " tanya Mora dengan sedikit memelankan suaranya agar tidak terdengar pengunjung lainnya.
" Sangat sakit. " lirih nya.
" Hahaha.. sudah ku duga. " Mora tergelak, " Tapi kau pasti ketagihan kan dan memintanya lagi dan lagi. " Mora menggoda sahabatnya itu.
" Tidak, justru aku sangat takut. " jelas Milly.
" Takut kenapa? "
" Takut mengulanginya lagi. "
Mora tersedak minuman yang baru saja di teguknya. " Maksudmu? "
" Yah begitu. " ucap Milly dengan malas.
" Wah.. gawat. jangan sampai Mario berpaling darimu ke wanita lain, karin kau tak mau melayaninya. " seru Mora.
" Itu tidak mungkin! Mario sangat mencintai ku! " ucap Milly dengan penuh percaya diri.
" Ck, kau tidak tau jika seorang pria menginginkannya tapi tidak tersalurkan, dia bisa lupa dengan segala hal, termasuk cinta. "
Ucapan Mora membuat Milly menelan salivanya, dan bergidik ngeri membayangkan Mario bersama wanita lain. " Kau jangan menakuti ku! " seru Milly.
" Aku tidak menakuti mu, aku berbicara kenyataan, banyak sekali pria yang seperti itu. " Mora sangat semangat sekali menakuti nakuti Milly, melihat wajah Milly yang terlihat cemas membuat Mora bersorak dalam hati.
" Tapi Mario bukanlah pria seperti itu. " Milly mencoba meyakinkan diri jika suaminya berbeda dengan pria lain.
" Ck, kau sangat percaya dengan suamimu, apa kau juga percaya dengan wanita lain yang tidak akan menggoda suamimu! " tuturnya lagi.
" Kau harus waspada agar suamimu tidak berpaling pada wanita lain dengan memberikan service terbaik mu! "
" Service? service apa maksudmu? " Milly dengan polosnya bertanya.
" Service di atas ranjang! " sautnya.
" Oh.. Kau sendiri tidak takut jika Darren berpaling darimu? "
" Aku sangat yakin dia tidak akan berpaling dari ku, karena aku memberikan service terbaik ku hingga dia tidak bisa jauh dari ku. " ucapnya dengan yakin.
" Bagaimana service yang kau berikan? " tanya Milly dengan ragu.
__ADS_1
" Kau sangat bodoh! jangan bertanya pada ku! "
" Kenapa? bukankah kau lebih berpengalaman dari ku? "
" Aku tidak mau membocorkan rahasia ranjang ku pada mu! "
" Cih, pelit sekali. Ayolah katakan pada ku.. " Milly memohon dengan menggoyangkan lengan Mora.
" Hanya satu, aku akan memberikan satu tips buat mu, "
" Apa? "
" Kau harus berpakaian sexy saat tidur. "
" Seperti lingerie? "
" Iya, seperti itu. " Mora.
" Lalu setelah itu apa yang harus aku lakukan? "
" Tidak ada, kau hanya perlu memakainya saja, setelah itu biarkan dia yang bekerja. "
" Hanya memakainya saja! tidak melakukan apa apa? "
" Iya, karena kau itu pemula, jika kau sudah ahli kau bisa melakukan dengan berbagai gaya untuk memikat suami mu. " Mora.
" Gaya apa? aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. "
" Sudahlah lupakan! kau tidak akan mengerti meskipun aku mengatakan nya. "
Milly mengerucutkan bibirnya.
" Lebih baik cepatlah kau beli gaun sexy mu, agar nanti malam kau bisa memakainya. "
" Tidak sekarang, aku belum siap. " lirih Milly. Bayangan rasa sakit masih menghantuinya, hingga membuatnya takut untuk mengulangi malam erotis bersama Mario.
" Terserah kau saja! tapi jangan menangis jika Mario terpikat wanita lain, apalagi Mario di kelilingi banyak wanita cantik di tempat kerjanya. " Mora.
Milly terbayang akan wajah para karyawan wanita di perusahaan Mario. Mereka terlihat begitu menggoda dengan tubuhnya yang terlihat aduahi di bandingkan dengan dirinya.
" Kau benar! di perusahaan nya banyak sekali wanita cantik. Aku harus melakukannya malam ini! " ucap Milly dengan semangat membara.
" Bagus! " Mora tersenyum.
*
*
*
Jangan lupa dukungan kalian.
Bye.. bye...
__ADS_1