
Malam harinya mereka kumpul bersama saat makan malam dan bercengkrama setelah makan malam selesai.
Para wanita mengobrol dengan asik sedangkan para lelaki saling menyombongkan diri mereka masing-masing, terutama Mike dan Gavin yang selalu balas membalas yang bermaksud mengungguli.
Obrolan para wanita.
" Elia.. bagaimana pernikahan mu? apa menyenangkan? " tanya Naura.
" Iya, bagaimana? apa kaka ipar sangat romantis pada mu? " tanya Milly. Kedua wanita itu mengintrogasi wanita yang lebih muda dari mereka.
Elia tersipu malu untuk menjawab pertanyaan Naura dan Milly.
" Kau tidak usah malu pada kami. " ucap Milly melihat Elia hanya diam dan tersenyum. Wanita hamil itu bertanya dengan mulut yang penuh sedang mengunyah makanan snack.
Naura mengangguk pertanda setuju dengan Milly.
" Aku sangat bahagia. " jawab Elia.
" Ah.. bukan itu yang kami ingin dengar. " sergah Naura yang menginginkan jawaban lain, " Aku sudah tau kalau kalian bahagia. Yang aku ingin ketahui itu... " Naura melirik sejenak ke arah Milly, meminta bantuan untuk menanyakan pertanyaan yang sepertinya sama dengan yang ada di otak Milly.
Milly mencondongkan wajahnya mendekati Elia, mengerti akan kode dari Naura dan berbisik. " Bagaimana kekuatan suami mu di atas ranjang? "
Elia membulatkan kedua matanya, terkejut dengan pertanyaan yang sangat intim.
" Iya.. bagaimana? " Naura ikut penasaran.
Elia terdiam, bagaimana mungkin dia menjawab pertanyaan yang begitu tabu. Elia tidak menyangka jika Naura dan Milly akan menanyakan hal itu.
" Ehem. " Elia berdeham menutupi kegugupan nya. " Dia.. dia biasa saja. " bohong Elia, tidak mungkin Elia berkata jujur tentang kekuatan Mike di atas ranjang, apalagi sampai bercerita jika malam kedua mereka Mike sampai merobohkan ranjang, bisa malu, pikir Elia.
" Wah.. ternyata badan dan kekuatan nya tidak seimbang.. aku pikir dia sangat kuat. " ujar Naura yang mengira Mike sangatlah kuat seperti tubuhnya yang besar dan kekar.
" Ternyata Mario ku yang paling the best. " ujar Milly membanggakan suaminya.
__ADS_1
Naura memutar bola matanya malas mendengar ucapan Milly, sedangkan Elia hanya tersenyum tipis.
Malam semakin larut, membuat para lelaki membawa pasangannya masing-masing ke dalam kamar.
Meski vila tidak ada pelayan, namun para pengawal tetap berjaga di depan vila. Gin, salah satu pengawal yang setia mengekori Mike.
Sedangkan para pria di dalam kamar sudah melancarkan aksinya untuk memberikan kehangatan di malam yang dingin itu.
Prangggg....
Terdengar bunyi suara benda jatuh di dalam vila, tepatnya di lantai dua, membuat Gin terkesiap dan waspada.
" Bos, apa kau mendengar suara itu? " tanya salah satu pengawal yang sedang berjaga bersama Gin.
Gin mengangguk. " Kita harus waspada. " Gin yang sudah lama bergelut di dunia gelap membuatnya harus siap siaga menghadapi hal buruk.
Gin dan satu pengawal masuk ke dalam vila untuk memastikan jika keadaan di dalam vila baik-baik saja, sedangkan pengawal lainnya tetap berjaga di gerbang.
Gin mulai masuk ke dalam vila yang sudah terlihat sepi, pertanda penghuni sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing.
" Hubby... lebih cepat lagi.... " desah Milly yang menginginkan permainan Mario dengan ritme yang cepat.
" Oke... Honey... " Mario terus berpacu untuk mendapatkan pelepasannya.
Desahan Milly dan Mario terdengar jelas oleh telinga Gin dan pengawal itu, mereka hanya memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya.
Gin memberi kode pada pengawal untuk melanjutkan memeriksa di lantai atas dengan telunjuknya dan sebisa mungkin tidak mengeluarkan bunyi langkah mereka.
Tiba di lantai dua, Gin menyelusuri setiap ruangan, memastikan jika keadaan tetap aman, pria itu tidak ingin kecolongan sedikit pun oleh musuh-musuh yang masih mempunyai dendam pada atasannya dan bisa saja menyerang kapanpun, pikir Gin.
" Faster... ah.. Faster sayang.. " desahan Mike terdengar di luar kamar mereka yang tidak kedap suara.
" Yah.. kucing liar... seperti itu... " rancau Mike yang sedang menikmati permainan Elia di atasnya.
__ADS_1
" Mike... aku lelah... " ucap Elia.
" Oke... giliran ku. " Mike membalikan tubuh Elia hingga terkungkung oleh tubuhnya yang kekar.
" Oh... Mike... " Elia melenguh nikmat dengan permainan Mike.
Gin dan pengawal itu mendengar jelas suara sepasang suami-istri itu dan hanya bisa menelan salivanya dengan kasar. Mereka saling tatap dalam diam.
Tidak lama kemudian, terdengar lagi suara laknat dari kamar sebelahnya.
" Baby... oh.. Baby... " kali ini suara Gavin yang terdengar.
" Oh.. Gavin... aku mencintaimu. " desahan Naura terdengar sangat parau.
" Astaga.... " Gin mengelus dadanya. Pria itu tidak menyangka semua penghuni vila sedang melakukan hal erotis.
Bukan hanya suara desahan yang terdengar, bunyi pertemuan daging tak bertulang pun terdengar sangat jelas. Membuat suara mereka saling bersautan satu sama lain dari kedua kamar itu.
Prangggg...
Bunyi benda jatuh pun terdengar kembali. Gin menghela nafas saat tau sumber suara dari benda jatuh itu, yang tidak lain dari kamar bosnya, Mike tentunya. Ternyata kecurigaan kedatangan musuh musnah sudah.
Gin sudah tidak heran apalagi mempertanyakan keperkasaan bosnya itu. Gin sudah sangat lama mengikuti Mike. Jadi, sudah sangat tau aktivitas yang luar biasanya saat di ranjang.
Akhirnya Gin dan pengawal itu memutuskan kembali ke posisi semula, berjaga di pintu depan. Mendengar suara erotis membuat hati pilu bagi Gin, mengingat pria itu masih berstatus jomblo akut.
*
Poor of Gin.. 🤗🤗🤗
*
...Jangan lupa berikan dukungan kalian....
__ADS_1
...Like. komen. Vote....
...Bye.. bye.....