Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Sudah tidak sabar!


__ADS_3

Elia sangat tidak sabar menyambut esok hari, untuk berkeliling menggunakan mobil sport milik Mike. Mobil yang sudah lama Elia Idam-idamkan, akhirnya Elia bisa merasakan membawa mobil mewah tersebut, meski hanya bisa meminjamnya saja.


Saat pulang ke apartemen, Mike dan Elia di kejutkan dengan kehadiran Nino yang tengah berdiri di depan pintu apartemen mereka.


" Papa... " panggil Elia yang langsung menghampiri Nino. " Papa ngapain disini? apa papa sudah lama menunggu? kenapa tidak menghubungi ku terlebih dahulu? " pertanyaan bertubi itu membuat Nino tersenyum kepada putri tersayangnya.


" Kau ini kebiasaan sekali, satu satu kalau bertanya agar papa bisa menjawabnya. " ujar Nino sembari memeluk Elia.


Pandangan Nino teralihkan pada Mike yang berdiri di belakang Elia. Pria paruh baya itu masih belum sepenuhnya merelakan putrinya.


" Ehem... bagaimana kabar papa? " tanya Mike untuk mencairkan kecanggungan.


" Baik. " jawabannya datar.


" Ayo pah masuk... " ajak Elia yang sudah membuka pintu apartemen nya.


" Tidak usah sayang, papa hanya mengkhawatirkan mu, " Nino menolak untuk masuk ke dalam apartemen. " Melihat mu baik baik saja papa sudah tenang. " lanjut Nino.


" Jangan khawatirkan aku pah, aku akan baik-baik saja. " Elia.


" Bagaimana papa bisa tenang jika kau bersamanya. " Nino melirik ke arah Mike.


Elia mengerti Nino masih tidak suka dengan Mike. " Tenang pah, dia tidak akan memakan ku.. " kelakar Elia.


Mike tersenyum kecut melihat sikap Nino yang begitu dingin terhadapnya.


" Yasudah.. papa pulang dulu. Jika ada sesuatu jangan sungkan hubungi papa. " Nino.


" Baik pah. " Elia.


" Aku pulang, jaga baik-baik putri ku. " ucap Nino pada Mike.


Mike mengangguk, " Tidak usah khawatir, aku akan menjaganya. " Mike.


Sepulangnya Nino, Mike dan Elia langsung ke kamarnya masing-masing. Didalam kamar, Elia memikirkan pertandingan apa yang akan membuat Mike terkalahkan. Wanita itu tidak mau Mike yang memenangkan pertandingan itu. Bagaimana pun, Elia tidak mau menuruti keinginan Mike yang akan merugikan nya.


*


" Jadi, pertandingan apa yang kau maksud? " tanya Mike yang sudah rapih dengan stellan jasnya, sekarang mereka berdua sedang duduk bersama di meja makan untuk sarapan pagi.


" Nanti akan ku beri tahu.. " jawab Elia sembari memakan sandwich-nya.


Mike mengangguk, " Bersiaplah kau menuruti semua keinginan ku. "


Elia terkekeh, " Kita lihat nanti saja. "


" Apa kau akan kembali bekerja? " tanya Mike yang melihat penampilan Elia sudah sangat rapih dengan pakaian kerjanya.


Elia mengangguk, " Aku dapat panggilan wawancara di salah satu perusahaan ternama. "

__ADS_1


" Kenapa tidak bekerja dengan ku saja. " Mike.


" Aku bosan melihat mu! " seru Elia.


Mike nampak kesal dengan jawaban Elia, namun Mike berusaha menahan emosinya, dia tidak mau ada pertengkaran di pagi hari.


Mike melihat jam tangan yang melingkar di lengannya. " Aku harus pergi.. " ucap Mike sembari mengelap bibirnya dengan selembar tisu. Pria itu bergegas untuk segera pergi karena ada pertemuan dengan rekan bisnisnya.


Tidak lupa Mike memberikan kunci mobilnya pada Elia, sesuai janji Mike yang akan meminjamkan mobil sport nya pada Elia. Sebenarnya Mike tidak keberatan jika Elia menggunakan mobil sport setiap hari, toh.. koleksi mobilnya masih banyak bahkan lebih bagus dari mobil itu.


Elia dengan hati yang gembira mengendarai mobil mewah itu. Untuk pertama kalinya Elia bisa merasakan menjadi sultan mendadak, kartu limit tanpa batas, mobil mewah terbatas.. uh.. sungguh menyenangkan.


Tiba di perusahaan tempat Elia akan melakukan wawancara, Elia duduk di ruang tunggu dengan beberapa orang yang akan ikut wawancara untuk menunggu gilirannya.


Belum sempat Elia mendapat giliran wawancara, Elia di kejutkan dengan seorang wanita yang sangat ia benci, " Kau!! " pekik kedua wanita itu.


Wanita yang bernama Saren itu yang bertugas untuk merekrut karyawan baru, tak lain adalah kekasih Bruno.


" Cih.. aku pikir kau menikah dengan pria kaya. " sindir Saren pada Elia. " Apa kau memang istri yang tak di anggap? " lanjut Saren yang membuat Elia kesal.


Tanpa banyak bicara Elia langsung meninggalkan tempat itu, Elia tidak ingin meladeni Saren dan membuat keributan. Elia tak sudi jika harus bekerja satu perusahaan dengan Saren, dan mengurungkan niatnya untuk bekerja di perusahaan itu.


Elia yang suasana hatinya masih kesal, memilih melupakan nya melalui latihan di sirkuit untuk mengikuti lomba pekan depan.


*


" Elia.. apa kau tidak akan mengatakannya sekarang? " tanya Mike.


Elia memberikan secarik kertas pada Mike. Mike mengerutkan keningnya melihat tulisan itu.


" Apa kau sudah gila? Aku tidak mau melakukan nya! " sarkas Mike saat tau pertandingan yang di inginkan Elia.


" Itu hal sepele.. apa kau tidak yakin bisa melakukan nya? " ucap Elia.


Mike menghela nafasnya. " Aku seorang pria, bagaimana mungkin aku melakukan itu! " seru Mike yang tidak setuju dengan permintaan Elia.


" Yasudah.. berarti kau mengaku kalah dan aku menang. "


" Ini tidak adil! " Mike.


" Ayolah Mike, kita hanya bernyanyi dan menari saja di atas panggung.. siapa yang mendapat dukungan lebih banyak, itu yang menang. " jelas Elia.


" Tidak mau! " Mike.


" Harus mau! " Elia.


Mike menyeringai dan melangkah mendekat ke arah Elia tersenyum remeh. " Asal kau tau, aku tidak harus mengikuti kemauan mu untuk mendapatkan apa yang ku mau dari dirimu. " Mike berjalan semakin mendekat, mengikis jarak dengan Elia.


Elia yang melihat wajah Mike, ada keseriusan di wajah pria itu membuat Elia gugup, Elia pun terus memundurkan langkahnya menghindari Mike.

__ADS_1


" Kenapa? apa kau takut? " Mike terus maju melangkah. Elia yang sudah terpojok hanya bisa diam terpaku bersender di dinding.


Mike mengungkung Elia dengan lengan kelarnya.


" M-mau apa kau? " ucap Elia terbata.


" Aku bisa melakukan nya sekarang. Aku cukup kuat membuatmu berada di bawah ku. " Mike menundukkan kepalanya, mendekati wajah Elia.


" Mike.. " Elia mendorong tubuh kekar Mike dengan tangannya yang mungil, namun tak berarti apa-apa bagi Mike, tubuh kekar itu masih dalam posisi yang sama.


Mike semakin mendekat dan mendekat hingga deru nafas Mike terasa di pipi Elia, membuat Elia pasrah. " Oke.. oke.. kita bertanding balap motor saja. " ucap Elia sembari menghalo tubuh Mike agar menjauh.


Mike tersenyum puas, " Itu baru adil! " Mike menjauh dari tubuh Elia.


Elia bernafas lega, setidaknya dia selamat malam ini menghindari Mike.


" Ayo.. " ajak Mike.


" Kemana? " Elia.


" Kemana lagi.. kita bertanding malam ini juga. "


" Kenapa harus buru-buru.. besok saja bagaimana? " sebenarnya Elia tidak cukup yakin mengalahkan Mike.


" Aku tidak mau menunggu lama lagi. " ucap Mike sembari menaiki anak tangga untuk mengganti pakaiannya.


" Tapi... " ucap Elia ragu.


" Tidak ada kata tapi! aku sudah tidak sabar merasakan malam yang indah dengan mu.. jadi bersiaplah malam ini juga. " jelas Mike sebelum menghilang dari pandangan Elia.


" Astaga...matilah aku..." ucap Elia, tubuhnya lemas seketika.


*


Kira-kira siapa yang menang nih... Mike apa Elia????


Sorry ya guys.. up telat.. gue sibuk.


*


*


*


...Jangan lupa berikan dukungan kalian...


...Like. komen. vote....


...Bye.. bye.....

__ADS_1


__ADS_2