
Karena kehamilan Milly, membuat Mario tidak mengabulkan keinginan Milly untuk berjalan-jalan menaiki sepeda motor dan menonton balapan liar sesuai janji Mario.
Sebagai gantinya Mario membuatkan pesta kecil dengan memperbolehkan teman Milly datang ke mansion nya.
Milly ingin datang sendiri untuk mengundang Gavin dan Naura, sekalian ingin membagi kabar gembiranya itu, meski mungkin saja Gavin dan Naura sudah mengetahui dari Mommy Jia.
Milly datang ke perusahaan Diamon group dengan di temani oleh Duta, sesuai perintah Mario.
Milly melihat meja kerja sekertaris Gavin yang kosong, tidak ada Naura ataupun Elia.
ceklekk.. pintu ruangan Gavin terbuka.
" Astaga kaka!! " pekik Milly saat melihat Naura tengah berada di pangkuan Gavin, dengan Gavin yang sedang beraktivitas di dada Naura.
Gavin dan Naura pun terkejut melihat kedatangan Milly. Dengan cepat Gavin memeluk Naura dan menutupi tubuh Naura agar tidak terlihat oleh Milly.
Milly dengan santai masuk dan mendudukkan diri di sofa. Milly kembali bersikap biasa saja, lain cerita jika Milly belum mengetahui hal seperti itu, dia pasti akan bertanya apa saja sebelum Milly mengerti dan mendapat jawaban.
Dengan mulut yang terus menggerutu, Naura membenarkan kancing kemejanya.
Sudah di pastikan, Gavin lah yang membuat Naura menerima ajakan Gavin yang mempunyai seribu alasan.
" Ck, kaka ini berbuat mesum tidak tau tempat! " seru Milly.
" Kau menganggu saja! " bukannya malu, Gavin malah menunjukkan kekesalannya, jika kegiatannya itu sangat terganggu dengan kedatangan Milly.
" Kau baru tau kaka mu ini sangat menyebalkan dan mesum? " seru Naura yang sudah bangkit dari pangkuan Gavin dan ikut duduk di samping Milly.
Gavin tak menghiraukan ucapan Naura, dia lebih memilih menanyakan kabar adik kesayangan nya itu. " Milly, kaka ikut bahagia dengan kabar gembira, jika kau akan memberikan keponakan untuk ku. "
" Iya Milly, aku ikut senang mendengarnya. " Naura memeluk Milly.
" Terimakasih. " ucap Milly. " Kau juga pasti akan segera menyusul, mengingat kaka yang sepertinya selalu rajin bercocok tanam di malam hari. " gelak Milly.
" Kau bisa saja. " Naura tersipu malu.
" Oh.. iya. aku kesini untuk mengundang kalian besok malam. Aku mengadakan pesta kecil.. ya.. seperti pesta barbeque di halaman rumah. "
" Aku pasti akan datang. " jawab Naura.
__ADS_1
" Aku juga harus datang kak. " Milly menoleh ke Gavin meminta jawaban dari pria itu.
Gavin mengangguk menyanggupi untuk datang.
" Jangan lupa kalian juga harus mengajak Elia. " Milly.
" Apa kau tidak mengatakan nya langsung saja. " Naura.
" Aku tadi tidak melihatnya di meja kerjanya. "
" Oh.. mungkin dia sedang ke toilet. " Naura.
*
Setelah menemui Gavin dan Naura, Milly berniat untuk menemui Brian, tapi Daddy nya tidak ada di ruangan karena ada meeting di luar kantor.
Akhirnya Milly memilih menemui Mora sahabatnya di butik Aurora. Sebenarnya Milly sudah mengundang Mora lewat ponselnya, tapi Milly ingin bertemu sahabat nya itu dan berbagi kebahagiaan dengan Mora.
Di sepanjang perjalanan Milly terus saja membayangkan dirinya akan memiliki seorang bayi, dia tidak menyangka jika akan secepat itu menjadi seorang ibu.
Hatinya sangat bahagia bisa memberikan keturunan untuk pria yang sangat ia cintai. Keluarga nya akan semakin lengkap dengan kehadiran buah cinta mereka.
Sesampainya di butik, Milly menghampiri Mora. Mereka saling melepas rindu dengan berpelukan.
" Aku merindukan mu Mora. " ucap Milly.
" Selamat ya sebentar lagi kau akan memiliki bayi kecil. " Mora mengucapkan selamat pada sahabatnya itu.
" Terimakasih Mora, aku bahagia sekali akan memiliki bebi dari Mario. " ucap Milly sembari mengelus-elus perutnya yang masih rata.
" Wahh.. seperti nya Mario tok cer sekali, tidak perlu menunggu lama kalian sudah akan mempunyai bebi. " Mora.
" Tentu saja, Mario ku sungguh luar biasa. "
" Iya iya.. bagaimana dia tidak luar biasa.. jika miliknya saja sungguh luar biasa. "
" Heh! bicara apa kau! seperti pernah melihat saja. Hanya aku yang tau! " seru Milly.
" Ck, sombong sekali. bukannya kau pernah mengatakannya pada ku? "
__ADS_1
" Iya, tapi kau tidak boleh membayangkan milik Mario. itu hanya milik ku! "
" Iya.. iya.. siapa juga yang mau merebutnya dari mu. Cih! Darren ku lebih keren dari Mario mu! "
" Ck, Mario ku lebih keren! " seru Milly tak mau kalah.
Ditengah perdebatan mereka, Duta datang untuk memberi tahu jika Mario menyuruh Milly untuk segera pulang karena hari semakin sore.
" Nona, tuan meminta nona segera pulang. " ucap Duta.
" Iya, sebentar lagi Pata. Kau tunggulah dulu, nanti aku menyusul mu. " Milly.
Duta mengangguk mengerti lalu meninggalkan Milly.
" Milly, dia siapa? dia tampan sekali. " ucap Mora yang masih setia menatap punggung Duta semakin jauh.
" Kau ini! selalu memuji ketampanan pria lain! mau kau apakan Darren mu itu! "
" Hehe.. aku cuma memujinya saja. tidak berniat memilikinya. Aku tentu saja setia dengan Darren tersayang ku. "
Milly menghela nafasnya. " Sudahlah aku pulang dulu. besok malam jangan lupa datang ke rumah ku, ajak Darren dan Justin. "
" Oke. "
" Bye.. Mora "
" Bye.. Milly.. sahabat ku, calon dari anak mu, suami dari Mario ku. " teriak Mora pada Milly yang sudah lumayan jauh.
Milly membalikkan badannya, " Mario ku! bukan Mario mu! " sarkasnya.
Mora tergelak.. " Hahaha.. iya iya.. Mario mu. Aku pikir kau tidak mendengar nya. " dari dulu Mora itu sangat senang menjaili Milly.
" Sudah sana pulang lah.. " Mora menghalau Milly dengan tangannya.
Milly pun melanjutkan langkahnya menuju mobil yang sudah terparkir di depan butik milik ibunya.
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..