Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Tiga kali sehari


__ADS_3

Setelah sampai di mansion, Mario melangkah lebar memasuki mansion tanpa menunggu Milly terlebih dahulu. Mario mendudukkan diri di sebuah sofa single dengan kaki di silangkan layaknya seorang pria tangguh. Mario menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya dengan pelan, mengontrol emosinya yang siap meledak.


" Hubby.. " lirih Milly sembari mendekati Mario. kepalanya tertunduk, " Maafkan aku. "


Mario menatap Milly dengan tajam. Mengamati penampilan Milly dari atas sampai ke bawah. Mario mendengus kesal, Milly berpenampilan seperti itu untuk menarik perhatian pria lain.


" Sial! dia memang sangat cantik dan sangat muda dari ku!! "


Mario pasrah, kekesalannya tidak dapat di ungkapkan melihat Milly mulai terisak. Hatinya sungguh tak tega memarahi istri kecilnya itu.


" Hiks.. hiks.. maafkan aku hubby.. " pinta Milly dengan wajah memelas.


" Sudahlah, jangan menangis. " Mario bangkit dari duduknya lalu mengecup kening Milly, " Aku akan kembali ke kantor, beristirahat lah. " ucap Mario dengan suara dinginnya. Mario lebih memilih menghindari Milly agar tidak lepas kendali atas kemarahannya yang sedang merundungi hatinya.


Milly menatap kepergian Mario, ada rasa penyesalan telah membuat Mario kecewa. Milly tau jika sikapnya itu salah, tapi percayalah cintanya hanya untuk Mario seorang. Nicholas hanya sebatas idolanya.


*


Di tempat lain, Gavin yang baru sampai di mansion menarik lengan Naura dengan kasar, Naura terseret untuk menyamakan langkah Gavin.


Kali ini Naura begitu pasrah tidak memberontak sama sekali. Naura mengikuti kemauan Gavin. Gavin menghamburkan tubuh Naura di atas ranjang.


" Berani sekali kau menggoda pria lain! hah! " suara Gavin terdengar begitu menakutkan.


" Gavin.. maafkan aku... " cicit Naura sembari menegakkan tubuhnya.


" Maaf? semudah itu kau mengatakannya. Aku masih ingat jelas jika dirimu menyesal telah menghabiskan waktu dengan ku. Apa kau juga menyesal telah menikah dengan ku! " Gavin.


Mendengar penuturan Gavin, Naura tidak menyangkalnya. " Iya, lebih tepatnya aku menyesal tidak memanfaatkan masa remaja ku dengan baik! " serunya.


" Apa maksudmu! "


Naura memutar bola matanya malas. " Karena aku selalu bersama mu! " Naura menundukkan kepalanya. " Dan aku tidak sempat memiliki kekasih. " lirihnya yang masih terdengar oleh Gavin.


Gavin membulatkan kedua matanya. " Kau tidak memiliki kekasih kenapa kau menyalahkan ku! " Gavin tersenyum mengejek. " Itu karena kau tidak menarik sama sekali! "


" Cih! tidak menarik lucu sekali. " cibir Naura. " Kalau aku tidak menarik, kenapa kau selalu menginginkan ku. " seru Naura.


Skakmat!!

__ADS_1


Gavin di buat membisu dengan ucapan Naura.


" Benar kan apa yang ku katakan. " Naura.


Gavin mengusap wajahnya dengan kasar. " Seorang pria tidak bisa menahan hasratnya saat berdekatan dengan wanita, jadi tidak perlu melihat wanita itu menarik atau tidak, yang terpenting hasratnya tersalurkan. Apa kau mengerti! " jelas Gavin.


Naura tertunduk lesu mendengar ucapan Gavin, jadi selama ini dia hanya menjadi pemuas nafsu bagi Gavin, tidak ada rasa sedikit pun untuknya? pikir Naura.


Melihat raut wajah Naura yang terlihat sedih, Gavin menyadari jika dirinya salah bicara.


" Jadi apa kau siap menerima hukuman mu! " Gavin mencoba mengalihkan pembicaraan agar Naura melupakan ucapannya.


Naura mengangkat kepalanya melihat Gavin. " Hukuman apa yang kau maksud. "


Gavin menyeringai. " Pertama kau akan menjadi satu-satunya sekertaris ku. "


" Lalu Elia? " tanya Naura.


" Dia akan aku pindahkan. " jelas Gavin.


Saat di pesta kecil Milly, Gavin mendengar jika Mike membutuhkan sekertaris untuknya yang baru saja akan mendirikan perusahaan. Dengan penuh pertimbangan Daddy Brian mengusulkan Elia untuk membantu Mike yang baru berkecimpung di dunia bisnis, dan Elia cukup bisa di andalkan dengan kecerdasan nya itu.


" Apa! " pekik Naura. " Apa kau sudah gila! kau itu sudah terlalu tua untuk aku urusi. " seru Naura.


Gavin hanya mengedikkan kedua bahunya. " Tidak peduli, itu hukuman mu yang sudah berani menggoda pria lain. "


Naura menelan salivanya. " Apa yang harus ku lakukan untuk mengurus mu. "


" Apa aku harus menyuapi mu? " Naura.


Gavin mengangguk.


" Aku harus memakaikan baju untuk mu? "


Gavin mengangguk lagi. "


Naura menutup mulutnya yang menganga. " Apa aku juga harus memandikan mu. "


" Tentu, semua yang babysitter kerjakan kau akan melakukan nya pada ku. "

__ADS_1


Naura menghela nafas. " Apa aku juga harus membersihkan mu saat buang air besar? "


" Kalau itu pengecualian, aku bisa melakukan nya sendiri. " Gavin.


" Huffttt... naiklah. " ada sedikit kelegaan saat tugas yang satu itu tidak ia lakukan.


" Dan yang ke tiga... "


" Gavin! kenapa banyak sekali! "


" Ini yang terakhir. "


" Apa! "


" Kau harus melayani ku di ranjang sehari tiga kali! "


" Apa! kau sungguh tidak waras! tiga kali sehari! seperti minum obat saja! "


" Yappp... tepat sekali. kau lah obat ku. "


*


*


*


😂😂😂😂 dimaklumi ya, Gavin kan begitu ngikuti moyangnya. buah jatuh tidak jauh dari pohon nya..


*


*


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN


LIKE, KOMEN, VOTE..


VOTE YANG BANYAK!!


BYE.. BYE..

__ADS_1


__ADS_2