Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Makhluk Alien


__ADS_3

Keesokan harinya Gavin dan Naura sudah di sibukkan dengan segudang pekerjaan, ternyata banyak sekali yang harus di lakukan Gavin. Mulai dari survei tempat, pemilihan bahan bangunan yang berkualitas tinggi dan lain sebagainya, Gavin harus turun tangan sendiri menghindari resiko dari penyalahgunaan dana yang tidak lah sedikit.


Gavin di buat kesal, pikirnya hanya di berikan tugas untuk memantau saja oleh Brian, tapi malah sebaliknya. Waktu untuk berduaan dengan Naura ketika malam saja, itu pun tidak melakukan apa-apa mengingat mereka berdua merasa sangat kelelahan dan memilih untuk langsung tidur.


Gavin tidak bersemangat saat pagi hari akan memulai aktivitas nya.


" Vin, apa kita akan pergi ke lahan yang kemarin kita beli? " tanya Naura saat sedang sarapan pagi bersama Gavin.


" Hem. " Gavin.


" Apa kita jadi memakai jasa Pak Wira? " tanya Naura tentang arsitek yang akan menangani proyek baru mereka.


" Hem. " Gavin malas sekali membahas pekerjaan di saat berduaan bersama Naura, padahal dulu Gavin sangat bersemangat jika membahas tentang pekerjaannya, bahkan di hari libur Gavin selalu bertanya membuat Naura selalu menghindari Gavin saat hari libur.


" Ck, kau ini di tanya cuma ham Hem ham Hem saja! menyebalkan! "


Gavin menghembuskan nafasnya kasar. " Bisa tidak, kita tidak membahas pekerjaan. "


Melihat raut wajah Gavin yang terlihat masam membuat Naura diam seketika. " Kau itu kenapa Gavin? dari kemarin aku perhatikan kau tidak semangat dalam bekerja, tidak seperti biasanya. " tanya Naura.


" Ck, aku hanya malas saja, kita tidak bisa menghabiskan waktu berduaan. " gerutu Gavin.


Naura tersenyum lebar saat tau jika Gavin tidak bersemangat karena menginginkan dirinya. " Aku punya solusi.. " lirih Naura. "


Gavin memicingkan sebelah alisnya. " Apa? "


" Besok kita bolos kerja saja.. " Naura tersenyum. " Hari ini bukanya hari terakhir kita bertemu dengan pak Wira, setelah nya hanya pertemuan yang tidak terlalu berpengaruh jika kau tidak ikut serta. " jelas Naura.


Gavin pun mengembangkan senyuman saat mendengarkan ide dari Naura. " Kau semakin pintar. "

__ADS_1


" Tapi bagaimana jika Daddy tau, dia pasti akan marah besar. " lanjut Gavin.


" Tenang saja.. kita minta bantuan pada mommy. " Naura.


" Wahhh.. kau sungguh pintar sayang.. " Gavin mengelus pipi Naura. " Aku semakin tidak sabar menunggu hari esok... apa kita lakukan sekarang saja, seperti nya masih ada waktu dua puluh menit untuk kita. " Gavin mulai mendekati Naura.


" Stop Gavin! " Naura mencegah Gavin untuk mendekati nya. " Lebih baik simpan tenaga mu untuk hari esok.. kita akan terlambat jika tidak segera berangkat. " Naura.


Gavin menghela nafasnya pasrah. " Baiklah.. tapi berikan aku ciuman satu kali saja. " Gavin merengkuh tubuh Naura untuk mendekat, satu tangannya ia lingkarkan di pinggang Naura sedangkan tangan satunya lagi mengusap bibir Naura sebelum meraih tengkuk Naura. Diciumnya bibir Naura dengan sangat lembut.


Naura dengan sendirinya mengalungkan kedua tangannya di leher Gavin. Nyatanya ciuman itu berlangsung tidak singkat, ciuman Gavin menjalar ke leher Naura dengan tangan yang sudah bermain di daerah favorit nya.


" Vin.. stop.. jangan di teruskan! " ucap Naura memperingati Gavin.


Gavin menghentikan aktivitas dengan nafas beratnya, kedua bola matanya terlihat sayu menandakan jika sekarang pria itu sedang di penuhi oleh kabut gairah.


" Aku menginginkan nya.. " Gavin mengangkat tubuh Naura dan mendudukkan nya di meja makan, menyingkirkan semua benda yang berada di meja itu.


Gavin menyingkap rok yang di kenakan Naura, menurunkan kain berbentuk segitiga itu, untuk mempermudah penyatuan mereka.


Akhirnya untuk yang pertama kalinya bagi mereka melakukan penyatuan di ruang terbuka, tepatnya di sebuah meja makan.


*


Di perusahaan Yamazaki Corp.


" Mike.. " panggil Mario pada kakanya itu, semenjak Mike menculik istrinya, Mario tidak lagi memanggil Mike dengan menambah sebutan kaka di depannya.


" Hem. " Mike menanggapi Mario tanpa mengalihkan pandangannya pada pria yang baru saja masuk ke ruangan nya.

__ADS_1


" Bisa kau tinjau langsung ke pabrik? ada masalah cukup serius di sana, harus cepat di atasi. " ujar Mario. " Aku tidak bisa ke sana karena Milly meminta ku untuk segera pulang. "


" Baiklah. " ucap Mike dengan wajah datarnya.


" Terimakasih. " Mario kemudian pergi dari ruangan Mike.


Mike di temani Gin dan Elia pergi ke pabrik sesuai perintah Mario.


Mike bersedia membantu Mario mengurus perusahaannya sembari dirinya belajar. Di samping itu, Mike tengah mempersiapkan mendirikan perusahaannya sendiri, yang merambat di dunia Properti.


Mike mendengus kesal saat melihat Elia, entah kenapa Mike selalu mempermasalahkan penampilan Elia yang tidak sedap di pandang oleh kedua matanya.


" Elia.. apa kau tidak ingin seperti dia? " ucap Mike sembari menunjuk ke salah satu karyawan dengan penampilan modisnya, bahkan terlihat sangat sexy.


Elia mengikuti arah yang di tunjuk Mike. " Sama sekali tidak ingin. " ucap Elia santai.


Elia bersikap biasa saja saat atasannya mengomentari penampilannya, tidak hanya sekali dua kali Mike mengatakan jika Elia itu tidak menarik. Hampir setiap bertemu dengan Elia, Mike selalu saja berkata pedas akan penampilan nya.


" Ck, aku berharap sekertaris ku berpenampilan seperti dia. " gumam Mike. " Tapi malah makhluk alien seperti ini. "


" Kau tau, aku sempat berkhayal mempunyai sekertaris yang seperti film atau novel ceritakan. Sekertaris yang cantik, sexy, berdada besar nan menggoda.. lalu.. " ucapan Mike terhenti, lalu melirik ke arah Elia yang sama sekali tidak terpengaruh oleh ucapan nya.


" Ah.. sudahlah.. mungkin memang nasib ku mendapatkan sekertaris berbentuk aneh seperti mu. "


Elia hanya diam, tidak menanggapi ucapan Mike. Elia sudah terbiasa dengan cibiran orang yang menghina penampilan nya.


Menurut Elia, Mike sosok pria yang aneh di matanya. Tingkahnya selalu tidak bisa di tebak, terkadang Mike begitu dingin dan terlihat sulit untuk di sentuh, dan sebaliknya Mike tiba-tiba akan banyak bicara seperti orang yang sudah lama saling mengenal.


Bukan tanpa sebab, Mike akan banyak berkomunikasi dengan orang jika di pagi hari mendapatkan sebuah senyuman dari wanita yang bernama Milly, membuat hatinya merasa senang.

__ADS_1


Milly yang mulai menerima kehadiran Mike sebagai kaka iparnya membuat Mike melupakan rasa sakit hatinya jika dia tetap mencintai Milly yang tak akan pernah ia miliki.


Mereka bertiga pun sudah siap menuju ke pabrik, ini kunjungan pertama kali bagi Mike. Meskipun begitu, Mike sudah mengenal beberapa orang yang bekerja pabrik. Karena sempat ada pertemuan petinggi pabrik di perusahaan Yamazaki Corp.


__ADS_2