
Malam harinya, keluarga besar Yamazaki sudah bersiap mengunjungi rumah Nino, melamar Elia untuk putra sulungnya.
Mike terlihat sangat tampan dan gagah, begitu juga dengan Mario yang tak kalah tampan dari sang kakaknya. Kedua kaka beradik itu sungguh mempunyai ketampanan dengan ciri khas tersendiri.
Milly terlihat sangat cantik walau perutnya sudah terlihat membuncit karena usia kandungannya. Milly menuruni anak tangga berdampingan dengan Mario, melingkarkan tangannya di lengan Mario.
Mike begitu terpana untuk yang sekian kalinya saat melihat Milly yang begitu cantik tiada tara di mata pria itu, yang tak lain kaka iparnya sendiri, Mike.
Sungguh, jika Milly bukan istri dari Mario, Mike sudah dari dulu akan menculik Milly dan membawanya pergi jauh agar tak seorang pun bisa menemukannya, dan hidup bahagia dengan Milly.
" Ehemm.. " Mario berdeham saat melihat Mike memperhatikan istrinya tanpa berkedip.
Mike terkesiap mendengar deheman Mario, dan langsung beralih ke sembarang arah.
" Ayah.. kau sungguh tampan.. " Milly memuji penampilan Morgan yang terlihat masih gagah meski duduk di kursi roda, " Mirip sekali dengan Mario ku. " Milly.
Morgan tegelak. " Bukan ayah yang mirip, tapi Mario yang mirip dengan ayah.. "
" Hey.. kalian jangan melupakan calon pengantin kita yang tak kalah tampan. " ucap Dinda sembari merangkul Mike. " Kalian ini tiga serangkai yang sangat mirip. "
" Hehe.. wah.. iya.. kalau di perhatikan kaka ipar juga sangat mirip dengan ayah.. sama-sama tampan. " seru Milly.
Mendengar Milly memuji ketampanannya, membuat hati Mike berbunga-bunga, senyum sumringah terbit di wajah pria itu.
Tapi tidak dengan Mario yang sedikit masam mendengar Milly memuji pria lain. " Tenang hubby.. kau yang paling tampan di antara kalian bertiga.. " ucap Milly.
Seketika senyum memudar di wajah Mike. Sampai kapan pun Milly akan menomorduakan dirinya dibandingkan dengan Mario.
" Ah.. seandainya saja, aku lebih cepat bertemu dengan Milly, pasti sekarang aku yang tengah bersanding dengannya. "
" Ayo.. kita harus segera sampai di rumah calon menantu sebelum malam semakin larut. " Morgan mengakhiri perbincangan ringan keluarga besarnya.
__ADS_1
*
Sesampainya di rumah Elia, keluarga Yamazaki di sambut hangat oleh Dinar, tapi tidak dengan Nino yang terlihat sangat terpaksa memberikan senyumannya.
Sedangkan Elia hanya tertunduk tidak berani mengangkat kepalanya.
Penampilan Elia masih sama seperti biasa, yang membuat Mike merasa risih.
" Gadis Alien.. kenapa malam itu dia terlihat sangat berbeda.. apa hanya malam itu saja dia mendapatkan anugrah dari ibu peri? " Mike selalu saja mencibir penampilan Elia.
Acara lamaran ditutup dengan makan malam bersama. Pernikahan mereka akan di langsungkan satu bulan lagi. Dinda sangat menyukai Elia, meskipun penampilan Elia seperti itu tapi Dinda dapat melihat kecantikan Elia yang tersembunyi di balik kacamata tebalnya dan penampilan sederhana nya.
Di sepanjang acara berlangsung, Mike diam-diam selalu memperhatikan Milly, bukan Elia yang sudah jelas sebagai calon istrinya.
Elia sempat memperhatikan Mike yang mencuri pandang ke arah Milly. Hatinya begitu nyeri, sungguh malang nasibnya, menikah dengan pria yang mencintai wanita lain.
" Aku benar-benar sial akan menikah dengannya! " batin Elia.
" Bersiaplah.. bergabung dengan hidup ku, kau akan merasakan akibatnya karena telah berani menolak ku! " Seringai Mike.
Elia membuang muka saat Mike memberikan senyuman yang mengerikan. Rasa kagum yang ia miliki untuk pria itu, musnah sudah tak tersisa.
Kepulangan keluarga besar Yamazaki menutup acara lamaran itu. Kebahagiaan tersirat di wajah Morgan dan Dinda yang sudah menantikan putra sulungnya untuk membina sebuah rumah tangga.
Tapi tidak dengan Mike, pria itu terlihat biasa saja. Wajahnya begitu datar tidak seorang pun yang bisa menebak suasana hatinya sekarang.
Milly dan Mario yang berbeda mobil dengan Mike dan kedua orang tuanya, mendahului laju mobil Mike. Milly dan Mario berniat pulang di kediaman Nugroho, setelah mereka ijin terlebih dahulu pada Dinda dan Morgan. Karena jarak rumah Nino lebih dekat dengan rumah Milly.
" Apa kau bahagia son? " tanya Morgan.
" Menurut ayah? " bukannya menjawab, Mike malah bertanya balik.
__ADS_1
" Tentu sangat bahagia.. calon pengantin mana yang tidak bahagia.. " seru Dinda. Dinda tau, jika putra sulungnya itu masih menyimpan rasa pada Milly.
" Sebaiknya begitu.. kau akan mendapatkan kebahagiaan setelah menikah. " Morgan.
Mike tersenyum remeh tapi tidak terlihat oleh Dinda dan Morgan. " Semoga saja. " ucap Mike.
" Percayalah.. kau akan menemukan kebahagiaan mu Mike. " Dinda.
Mike hanya mengangguki ucapan Dinda. Pria itu lebih memilih fokus mengemudi dari pada menanggapi ucapan Dinda dan Morgan yang terus saja membicarakan Elia di sepanjang perjalanan pulang.
*
Up ke dua hari ini.
intip karya ku yang lainnya juga.
Adrian Haidar ( tamat)
Cinta Istri Kedua ( on going)
*
*
*
Jangan lupa berikan dukungan kalian
Like. Komen. Vote.
Bye.. bye..
__ADS_1