
SEBELUM BACA JANGAN LUPA VOTE YAK!!
*
Pria tampan yang hanya mengenakkan kaos oblong, celana pendek dan sendal rumahan menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran yang terbilang cukup mewah. Penampilan yang biasa tak membuat ketampanannya luntur begitu saja. Banyak wanita yang menatapnya dengan tatapan kagum.
Tapi tidak dengan pasangan yang sedang sibuk bercengkrama sembari menikmati hidangan yang sudah tersedia. Mereka berdua tidak menghiraukan kedatangan pria yang membuat semua orang menatap penuh damba.
Pria itu tak lain adalah Gavin yang sedang mencari keberadaan gadis yang sudah membuatnya gelisah. Gavin bejalan dengan angkuh dan wajah dinginnya menghampiri kedua pasangan yang baru saja berkenalan.
Naura tersedak karena terkejut melihat Gavin telah berdiri menjulang tinggi di sampingnya.
" Hati-hati. " dengan perhatian, William memberikan segelas air untuk Naura.
Melihat semua itu, membuat Gavin semakin marah.
Dengan tidak sopan Gavin menendang kursi yang di duduki oleh William. " Pergi kau! jangan mengganggu wanita yang sudah beristri! "
William yang belum menyadari kedatangan seorang pria yang sudah berdiri di samping nya hanya mengernyitkan keningnya. " Siapa kau? "
" Apa kau tuli. Pergilah, aku tidak ingin ada keributan. " ucap Gavin dengan wajah dinginnya dan tatap tajam.
Setajam apa guys???
setajam Sillettt🤣🤣🤣
Naura hanya bisa pasrah, melihat aura Gavin yang sangat menakutkan membuatnya diam seribu bahasa.
" Apa maksudmu? kenapa kau mengusir ku! " tanya William yang tidak mengerti maksud Gavin.
" Berani sekali kau mempertanyakan perintahku! kau mau ku laporan ke pihak berwajib karena sudah membawa istri orang untuk bersenang-senang menikmati makan malam? hem? " ujar Gavin menunjukkan sikap arogannya.
William menatap ke arah Naura meminta jawaban. Naura pun mengangguk dan menyuruh William untuk pergi, tidak lupa Naura meminta maaf atas sikap Gavin. Dengan berat hati William pun pergi meninggalkan gadis yang sudah memikat hatinya.
" Kapan aku menikah? seenaknya saja dia mengatakan aku ini istrinya. "
__ADS_1
Gavin duduk dengan wajah angkuhnya di kursi yang sempat William duduki. Tidak lupa kedua tangannya dilipat di depan dada.
" Apa yang ada di atas kepala mu itu? " Gavin mengomentari hiasan yang ada di kepala Naura.
" Ini headpiece, hiasan rambut agar terlihat lebih cantik. " jelas Naura.
" Cih, cantik! itu lebih terlihat seperti sarang burung! " ucap Gavin dengan nada yang mengejek.
" Selalu saja menghinaku. "
" Tunggu apa lagi! cepat lepas! " titah Gavin.
Dengan kesal Naura pun melepaskan hiasan kepalanya. Ingin sekali Naura membantah, namun ia sadar diri sedang berada di tempat umum, tidak mungkin mereka bertengkar dan menjadi bahan tontonan.
" Dan apa itu! bibir mu terlihat akan jatuh! ckckck.. seperti badut! " kali ini Gavin mengomentari warna lipstik yang terpulas di bibir Naura. " Hapus! "
" Kau!! " geram Naura, rasanya ingin mencabik-cabik mulut Gavin yang selalu berkata pedas padanya.
" Dia sungguh keterlaluan! William saja memuji kecantikan ku! menyebalkan sekali! "
Gavin tersenyum tanpa di sadari oleh Naura.
" Apa kau ingin menjadi wanita penggoda, berdandan seperti itu saat bertemu dengan pria asing? " ucap Gavin yang tidak di hiraukan oleh Naura.
" Cih, apa kau sangat frustasi tidak bisa mendapatkan kekasih? " ejek Gavin.
Naura diam menahan amarahnya yang sudah memuncak. Kedua tangannya sudah terkepal dengan kuat, ingin rasanya melayangkan tinjuannya ke mulut sadis itu.
" Sudahlah, tidak berguna menasehati mu! kau tipe wanita pembangkang! " Gavin berdiri dari duduknya. " Ayo pulang! " Gavin berjalan terlebih dahulu tanpa menunggu Naura.
Naura berjalan mengikuti Gavin dari belakang. Kedua tangannya melayang mencakar-cakar tepat di belakang Gavin. Dan berhenti saat Gavin menoleh ke arahnya. " Apa yang kau lakukan? "
Dengan cepat Naura menggelengkan kepalanya. " Apa dia melihatnya. "
Gavin melanjutkan langkahnya dengan gaya yang sangat cool, kedua tangannya di selipkan ke dalam saku celana yang ada di samping kanan kirinya.
__ADS_1
" Cih, bagaimana bisa dia terlihat begitu tampan hanya dengan penampilan seperti itu. Menyebalkan! " batin Naura yang memuji ketampanan Gavin yang tak pernah surut.
Di perjalanan pulang hanya ada kebisuan diantara mereka. Keduanya sama-sama enggan untuk mengeluarkan suaranya terlebih dahulu, hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan mansion.
Naura terus melirik ke arah Gavin yang sedari tadi mengikuti langkahnya.
" Mau apa kau! " seru Naura yang sudah sampai di pintu paviliun tempatnya tinggal.
Gavin melangkah masuk ke dalam paviliun yang memang tidak di kunci oleh Naura, karena saat berangkat dirinya terburu-buru.
Naura ikut masuk mengekori Gavin. " Gavin! sebenarnya apa mau mu! "
Gavin berbalik dan menghadap ke arah Naura menampilkan seringai evilnya.
Naura menelan ludahnya dengan kasar karena Gavin semakin mendekat ke arahnya tanpa berkata apa pun.
Dengan gerakan cepat, tangan Gavin segera mengunci pintu, Naura dibuat gugup dengan ulah Gavin.
*
Hayo!! lo mau ngapain Gavin!!!
*
*
*
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN
LIKE, KOMEN, VOTE.
VOTE YANG BANYAK YAK! NANTI AUTHOR KASIH BONUS SATU PART LAGI.
TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA.
__ADS_1
Bye.. bye..