
Satu minggu pun berlalu,kinara menjalani aktifitasnya seperti biasanya.pergi ke kampus dan menghabiskan waktunya untuk bekerja dicaffe.
tidak ada yang spesial baginya,tapi apapun yang dia jalani saat ini,kinara selalu mensyukurinya dan menikmatinya.
Dan soal hubungannya dengan reyga..?!jangan ditanya,tidak ada perkembangan sama sekali,toh status mereka memang hanya pacaran boongan kan.Bahkan selama seminggu ini kinarapun jarang bertemu dengannya,terahir kali dia bertemu dengan pria tampan itu,hanya dikantin waktu itu rame-rame sama yang lainnya.Dan setelah itu mereka hanya berpapasan beberapa kali dikampus,layaknya orang asing,dengan tampang reyga yang terlihat cuek-cuek saja,seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.
Karna sejak kejadian dibioskop waktu itu,reyga seolah menghindarinya.😔
"aah bukannya memang tidak pernah terjadi apa-apa..??please deh nara ga usah baper,kamu kan cuma pacar boongannya ka reyga,jadi ga usah ke GR an deh.."
kinara berkeluh didepan cermin ruang ganti ditempat kerjanya.
stelah selesai berganti pakaian,diapun keluar dari ruang ganti.
"Sant,gue balik duluan yaa." ucapnya pada santi yang tengah sibuk menyiapkan pesanan pembeli.
"Okeh nara,elo ati-ati yaa." jawab santi singkat.
Dan kinara pun hanya melambaikan tangan sambil berlalu.
Yaah selain malam minggu,dihari hari biasa,kinara di ijinkan pulang lebih awal oleh om danu sang pemilik caffe,karna bosnya itu tau besok kinara harus kuliah.
Dan setibanya didepan caffe,kinara terperanjat melihat seseorang diseberang jalan,yang sepertinya dia mengenalinya.
'Deg..'
"*bukannya itu ka reyga..?" batin**nya*.
Kinarapun berjalan pelan menghampirinya.
Udah pulang kerjanya..?tanya reyga dengan wajah datarnya setelah gadis itu tepat berada didepannya.
kinara hanya mengangguk pelan.
"Ka reyga ngapain disini..?" bertanya dengan sedikit bingung.
"Jemput kamulah,memang siapa lagi.Ayo buruan masuk." ucapnya seraya membukakan pintu mobil untuk kinara dan gadis itu pun hanya bengong tak mengerti.
"*ini beneran ka reyga kan??" batin**nya*.
"kenapa bengong,ayo cepetan masuk." ujarnya lagi.
"Oh iya maaf ka." dan kinara pun ahirnya masuk kedalam mobilnya reyga.
Sudah sepuluh menit lebih mobil melaju meninggalkan caffe.Namun dua mahluk didalamnya sama-sama saling diam,tidak ada yang mau memulai percakapan sama sakali.
"loh ka rey,inikan bukan jalanan menuju rumahku." ucap kimara tiba-tiba setelah menyadari bahwa jalanan yang dilewati reyga,bukanlah jalan menuju kerumahnya,lebih tepatnya rumah om dan tantenya.
"memang siapa yang mau mengantarmu pulang.." ucap reyga yang masih tetap fokus mengemudi dan menatap kedepan tanpa menoleh kepada gadis disampingnya.
kening kinara pun berkerut tak paham dengan maksud pria tampan itu.
"emang sekarang kita mau kemana..?" bertanya semakin tak paham.
"udah kamu diem aja,malam ini kamu harus temani aku,dan harus nurut sama aku." jawabnya ambigu.
__ADS_1
"haah,nemenin dia..?nurut sama dia..??ini sebenernya kita mau ngapain sih..? gak mungkin kan kita...???iih nara lo mikir apaan sih..?!! bisa-bisanya berpikir kesitu." ucap kinara dalam hati.
"Ga usah berpikir yang aneh-aneh..!!"
"aku gak akan ngapa-ngapain kamu ko."ucap reyga membuyarkan lamunan kinara.
"*Duuh ko ka reyga bisa baca pikiranku sih..!!
tuh kan nara,lagi-lagi kamu sih ke GR an send**iri." gerutunya dalam hati*.
Kinarapun memalingkan muka,dan memilih menatap ke jendela mobil melihat jalananan malam yang temaram yang dihiasi lampu kota yang berkelap kelip indah.Sementara reyga tetap fokus mengemudi.
Setelah beberapa menit berlalu,ahirnya mobil reyga berhenti di sebuah butik,disitu tertulis 'Boutique Marisyah dress'
"Ayo turun.." ucap reyga dan kinara pun hanya bisa meuruti pria tampan itu.
"Loh bukannya ini butik marisyah yang terkenal itu,ko ka reyga bawa aku kesini sih..?" kinara bergumam dalam hati.
"Ka rey,kita kok kesini mau ngapain?" lagi-lagi merasa penasaran.
"Kamu tuh cerewet banget sih,udah ikutin aja apa yang aku suruh,ga usah banyak nanya-nanya lagi."
"Iya iyaah.." kinara mendengus dengan sedikit kesal!
Dan ahirnya mereka berdua pun masuk kedalam butik itu,dan sesampainya didalam ada dua karyawan yang menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah.
"Selamat malam,Den reyga ada yang bisa kami bantu." ucap salah satu karyawan itu seraya tersenyum ramah.
"hmm yah,nanti kalian tolong carikan gaun yang cocok untuk gadis ini,sekalian nanti make up in dia juga." ucap reyga pada dua karyawan itu.
"Mari non ikut kami." ucap salah satu dari mereka.
Dan sungguh kinara sangat bingung saat ini,tapi dia tidak berani lagi untuk bertanya pada reyga,takut pria itu akan memarahinya,jadi dia hanya bisa menurut entah apa maunya pria tampan itu.
para karyawan itu pun memberikan kinara beberapa gaun dan dress yang sangat mewah-mewah dan mahal,dan kinara pun mencoba melihat bandrol harga di salah satu dres tersebut.
"Whatt..??!" matanya hampir melotot sempurna tak percaya dengan deretan angka yang ada dibandrol itu.
"Gila..!!harganya setara dengan dua bulan gajiku dicaffe." jerit batinnya tak percaya.
"Maaf,nama nona siapa tadi?" tanya karyawan itu.
"Kinara mba,panggil aja nara."
"oh,oke sekarang non nara,silakan coba dress yang ini dulu." ucap karyawan itu sambil memberikannya dress berwarna gold dengan sedikit bagian dada yang terbuka.
"Maaf mba boleh nanya engga?Apa benar harga yang ada dibandrol dress itu segitu..?" tanyanya sedikit malu-malu.
"oh iya non,harganya memang segitu." jawabnya sambil tersenyum.
"Duh ga mungkin kan gue pake gaun yang harga nya,dua bulan gaji gue?!" ucap kinara dalam hati.
"Maaf mba,aku ga usah pake dress yang ini deh,yang lainnya aja bolehkan??"
"tentu saja boleh non,tapi maaf non,den reyga tadi meminta kami untuk memberikan non nara gaun dan dress terbaik dibutik ini." ucap karyawan itu menjelaskan.
__ADS_1
"Tapi mba,gaun ini rasanya terlalu mahal." ucap kinarasedikit menunduk.
"untuk soal itu non nara tidak perlu khawatir,den reyga bebas memilih gaun apa aja ditempat ini tanpa harus membayarnya non."
"Apa..??ga perlu bayar??ko bisa sih mba?" tanya kinara yang sedikit bingung.
"Tentu saja bisa non,inikan butik milik maminya den reyga." jawab karyawan itu.
"Haah..jadi butik ini milik maminya ka reyga..??dan Boutique Marisyah dress itu ternyata miliknya mami ka reyga."
sedikit terlonjak dan terkejut.
"Non nara tuh beruntung baget yaa,jadi pacarnya den reyga yang gantengnya maksimal itu.." ucap karyawan yang satunya lagi yang tengah membantunya mencoba memakai dress yang diberikan tadi.
"aah pacar?kata siapa..?" jawab kinara mengelak.
"Looh buktinya den reyga sampai bawa non nara kesini,kalo bukan pacar apa coba namanya..?" jawabnya lagi dengan sedikit keppo.
"emang sebelumnya ka reyga ga perna bawa temen cewenya kesini..?" ucap kinara sambil bercermin menatap gaun yang tengah dipakainya saat ini.
"Setau saya sih ya non,baru kali ini dan baru non nara aja yang pernah diajak den rey kesini."
"ah masa sih cuma gue..? diam diam sedikit GR.
"Tapi maaf mba,gaunnya bisa ganti engga jangan yang ini,terlalu terbuka soalnya."
Lalu kinara pun kembali mencoba beberapa gaun yang lainnya.
Dan stengah jam pun berlalu,kinara menatap pantulan dirinya dicermin,sungguh dia tak percaya melihat bayangan dirinya sendiri didalam cermin.Gaun atau lebih tepatnya dress yang dipakainya saat ini sepanjang sampai bawah lutut yang berwarna blush pink dengan renda-renda simpel dibagian dada dan lengan.Simpel namun terlihat elegan.
disempurnakan dengan make up yang lebih soft dan flawless.ditambah rambut panjangnya yang biasa dia kuncir kuda,kini tergarai indah dengan sedikit poni kedepan dan jepit rambut pita disamping.
"sumpah ini beneran gue kan..??" batinnya tak percaya.
"Sudah selesai non,mari silakan." kata salah satu karyawan yang baru selesai merias wajahnya.Dan kinara pun kembali menatap pantulan dirinya dicermin,memeriksanya kembali apa sudah benar-benar perfek.
"okeh,sekarang udah perfek nara." ujarnya seraya tersenyum menatap bayangan dirinya dicermin yang nampak jauh berbeda dari biasanya.
Kinara keluar dari ruang rias,menuju reyga yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya nya.
"Ka rey.." panggilnya pelan.
Reyga pun perlahan menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.Matanya nampak tak berkedip,dia terdiam dan tak berkata apa-apa.
"ka rey..!! " panggil kinara lagi,seraya melambaikan tangan diwajah reyga.
"Ooh..iya,udah selsai ya.." sahutnya sedikit gugup dengan wajah yang sulit diartikan.
"ayooh kita pergi.." ajaknya kemudian.
***Bersambung..😊
*jangan lupa like dan komennya yaa..🙏🤗🌷**
.
__ADS_1