Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 81


__ADS_3

Mobil Reyga berhenti didepan gerbang kampus Darma Bakti, sebelum turun kinara tak lupa mengulurkan tangannya untuk mencium tangan suaminya. Meskipun saat ini hubungannya dengan reyga sedang tidak baik baik saja,tapi bukan berarti dia akan mengabaikan dan melupakan adab tata kramanya seorang istri.


Namun saat Reyga memajukan tubuhnya untuk mencium kening sang istri,seketika kinara melengos berusaha menghindar, hingga ahirnya Reyga hanya bisa menarik nafasnya pelan. "Aku pergi dulu ka rey.." ucap Kinara seraya turun dari mobil,dan berjalan masuk kedalam kampus tanpa melembaikan tangan atau sekedar menengok mengulas senyum.


Sekali lagi Reyga hanya menghela nafasnya pelan,sudah beberapa hari berlalu dia menjalankan hukumannya,sebisa mungkin reyga menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya,karna jangankan menyentuh istrinya bahkan setiap malam kinara selalu mengunci pintu kamarnya dari dalam,membuat reyga semakin frustasi karna tidak bisa mencuri curi kesempatan hanya sekedar untuk membelai atau memeluk istrinya yang sudah tertidur.


Yah..seperti kesalahannya kali ini harus Reyga bayar dengan mahal, karna sudah beberapa hari ini,bukan hanya sekedar pisah ranjang tapi kinara juga seolah mendiamkannya. Istrinya yang selalu bersikap hangat dan lembut kini berubah dingin, bahkan kinara hanya bicara seperlunya saja pada reyga. Meskipun reyga akui kinara tetap menjalankan perannya sebagai seorang istri,terkecuali urusan ranjang, Reyga harus bisa lebih sabar lagi dalam menahan hasratnya sampai istrinya benar-benar memaafkannya.


"Aargghh.." Reyga mengusap wajahnya kasar.


dia melempar asal lembaran-lembara kertas yang harus dia tanda tangani, lantaran fikirannya saat ini benar-benar tidak fokus.


Wajah istrinya yang muram dan tak pernah menampakan senyum selalu saja terbayang bayang diwajahnya.


"Sampai kapan kamu akan menghukumku seperti ini nara..?" Reyga berbicara pada bingkai foto yang terdapat foto istrinya yang terletak diatas meja kerjanya.


"Kita memang tinggal bersama,tapi aku seolah kehilangan jiwamu. Aku rindu kamu yang dulu nara, aku harus gimana lagi supaya kamu mau maafin aku.." Reyga benar benar menyesali kesalahannya karna sudah lebih percaya celin dari pada istrinya. hingga sekarang dirinya harus membayar mahal atas segala sikap bodohnya.


***


Sementara dikampus, jam istirahat makan siang pun sudah berlalu, namun kinara masih saja betah berdiam diri di dalam kelas,sampai ahirnya mita dan caca pun datang menghampirinya.

__ADS_1


"Ra,tumben elo ga ke kantin." caca menggeser bangku duduk disamping kinara,sementara mita mengambil kursi dan duduk didepan mereka.


"Elo kenapa sih ra,ahir ahir ini gue perhatiin kayanya murung gitu,apa elo berantem lagi sama ka reyga..?" ucap mita yang ikut diangguki oleh caca.


Kinara sejenak menatap kedua sahabatnya,lalu mengulas senyum seraya menggeleng pelan "Aku ga papa ko ca,mit, aku baik baik aja,tapi thanks yah buat perhatian kalian selama ini yang selalu care sama gue."


"Tapi ra,ada yang mau gue tanyain sama elo." ucap caca ragu ragu seraya menatap pada mita,sembari menengok kesekeliling kelas yang terlihat cukup sepi. "Nanya apa sih ca,ko serius gitu mukanya."


Caca pun menarik nafasnya pelan "Kenapa elo ga ngasih tau kita-kita ra,kalo elo dan ka reyga udah nikah..?" seketika kinara pun merasa terkejut dan menatap kedua sahabatnya bergantian.


"Kita udah tau semuanya ra,kalo sebenarnya elo dan ka reyga udah nikah,dan kita juga tau kalo devano dan ka celin berusaha menjebak elo untuk memisahkan elo dan ka reyga."


"Ra.." caca menggenggam pergelangan nara,karna sahabatnya itu masih terdiam tak menjawab pertanyaannya dan mita "elo pasti bingung kan,dari mana kita tahu tentang semua itu..?" sesaat kinarah menoleh pada caca,ingin mengucap sesuatu namun entah mengapa merasa sulit.


"Ra, waktu elo dan devan lagi bicara ditaman,gue ga sengaja denger pembicaraan kalian berdua. Sebenarnya sih gue mau balik ke kelas karna BeTe dan kesel sama mita,tapi pas gue ngelewatin taman ga sengaja gue lihat elo dan devano lagi bicara serius,karna penasaran ahirnya gue mendekat,dan ahirnya dari situ gue tahu semuanya ra."


Setelah mendengar penjelasan caca,kinara menghela nafasnya pelan seraya memejamkan mata sesaat. Lalu kembali menatap kedua sahabatnya "Sorry ya ca,mit kalo gue ngerahasiain ini semua dari kalian,gue cuma..gue..gue belum siap jika ada anak-anak yang tahu tentang status pernikahan gue."


"Tapi kan kita berdua sahabat elo ra,apa elo juga gak percaya sama kita-kita..? atau elo udah gak nganggep kita-kita ini sahabat.." dengan reflek kinara menggeleng cepat,seraya menggenggam tangan mita dan caca bebarengan.


"Bukan begitu mit,ca,gue ga bermaksud kaya gitu, gue cuma belum siap ngasih tahu kalian berdua,gue gue.." tiba-tiba air mata kinara meluruh begitu saja. membuat caca dan mita bingung dan berusaha segera menenangkannya.

__ADS_1


"Ra,ko elo nangis sih,gue salah yah..? gue minta maaf yah ra,gue gak bermaksud untuk mengungkit prifasi elo." caca terus menepuk punggung sahabatnya yang semakin terisak.


sementara mita pun turut menyesali ucapannya yang seolah memojokan kinara.


Kinara mengusap air matanya,menarik nafasnya pelan dan menatap kedua sahabatnya. "Mit,Ca,gue emang udah nikah sama ka reyga,itu karna ada suatu alasan yang gue sendiri ga bisa ceritain hal itu ke kalian berdua,tapi sumpah sedikitpun gue ga pernah nganggap kalian bukan sahabat gue lagi." kinara menjeda kalimatnya,seraya menundukan wajahnya.


"Saat ini,gue cuma ngerasa cape ngejalani hubungan gue sama ka reyga. Itu bukan karna gue ga cinta sama ka reyga,justru gue sendiri tengah ragu,apa ka reyga bener-bener mencintai gue,karna selalu ada ka celin diantara kami,dan yang membuat gue amat terluka ka reyga lebih mempercayai ka celin dari pada gue,Ca,mit.."


Mita dan caca pun memeluk kinara bebarengan. Mereka tahu seperti apa perubahan sikap celin terhadap kinara,apa lagi semenjak celin lumpuh,dia selalu bergantung pada reyga,dan rupanya itu semua tipu muslihat celin yang ingin memisahkan mereka,sampai sampai bersekongkol dengan devano untuk menjebak kinara.


"Kita ngerti ko ca apa yang elo rasain,gue minta maaf karna udah bicara buruk sama elo,gue cuma pengen elo lebih terbuka sama kita kita ra." tutur mita seraya melerai pelukannya.


"Mita bener ra,ga seharusnya elo rahasian semua ini dari kita,kan kita besty..?" timpal caca seraya merangkul kinara "Gue nyesel ra,udah menyimpan rasa sama devano,gue pikir dia cowo yang baik, gue ga nyangka dia tega buat nyelakain elo."


Kali ini kinara membalas merangkul caca,terlihat sekali gurat kecewa diwajah sahabatnya itu. Karna kinara sendiri tau selama ini caca paling anti sama cowo dan baru kali ini,kinara bisa melihat keseriusan diwajah sahabatnya itu kala caca mencoba pedekate dengan devan.


"Ca,masih banyak lelaki diluar sana yang jauh lebih baik dari devan,dan elo terlalu baik buat cowok macam devan. ca.." kinara mengelus pipi sahabatnya,lalu mereka pun berpelukan..


"Yaah ko kalian pelukannya cuma berdua sih,gue ga diajak nih.." sungut mita dengan cemberut,membuat kinara dan caca pun tergelak bersama dan kembali saling berpelukan dan kali ini bertiga..


*Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2