
Malam itu pun semua keluarga terlihat berkumpul untuk menikmati hidangan makan malam bersama, Suasana nampak terasa hangat karna ini merupakan moment pertama kalinya kedua keluarga bisa berkumpul bersama, yakni keluarga Reyga dan keluarga Kinara.
Kinara benar-benar bersyukur, Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bisa berkumpul dengan keluarganya lagi, orang-orang yang selama ini tentunya selalu mendoakan keselamatannya.
Kinara menatapi wajah mereka satu persatu yang tengah menikmati hidangan dengan sesekali saling bertukar cerita dan tertawa bersama, lalu sesaat dirinya terdiam kembali mengingat dimana dulu masa-masa Kinara merasa seorang diri, kadang menangis sendiri dan menguatkan diri sendiri.
Namun kali ini, hatinya benar-benar mengharu biru, karna ternyata orang-orang yang mungkin sudah dirinya kecewakan karna memilih pergi tanpa pamit, kini menerima dan menyambutnya kembali dengan begitu hangat.
Reyga menggenggam jemari istrinya, menatap wajah sang istri nampak seperti tengah melamun, "Kamu kenapa hem.." ucap pria itu yang duduk tepat disamping istrinya.
Kinara mengulas senyum lalu menggeleng pelan, "Aku tidak papa ka Rey, hanya merasa haru dan sangat bersyukur bisa berkumpul kembali bersama keluarga kita."
Reyga mengelus sayang rambut istrinya,"Aku juga sangat bersyukur memiliki kamu dan Shanum dalam hidupku.."
"Ekheem, kalian kalau mau mesra-mesraan nanti aja dikamar, sekarang habiskan dulu makanannya nanti keburu dingin.." Seloroh marisyah yang diikuti gelak tawa dari yang lainnya.
Dan setelah acara makan malam usai Om Rudi dan tante Fina pun pamit untuk kembali pulang kerumahnya, karna besok Bella harus masuk sekolah, dan Om Rudi harus masuk kerja.
Selepas kepulangan mereka, rumah nampak sepi kembali, karna Marisyah juga sudah masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Reyga tersenyum simpul, Dia pun segera menggiring Kinara untuk memasuki kamar mereka, Tentu saja Reyga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meneruskan kembali apa yang tadi sempat tertunda.
Namun sayang, keberuntungan sepertinya sedang tak berpihak padanya, karna tiba-tiba saja Shanum rewel tak mau ditidurkan,Padahal Kinara sudah memberinya asi yang cukup,sudah mengganti pempers dan bajunya,tapi entah mengapa sepanjang malam bayi mungil itu terus merengek, atau mungkin karna belum terbiasa dengan tempat yang baru,membuat putri kecilnya itu seperti tak mau lepas dari gendongan ibunya.
Gairah Reyga yang tadinya sudah di ubun-ubun,perlahan mulai meredup melihat istrinya yang sejak tadi menenangkan Shanum, Reyga pun jadi merasa tak tega,dengan wajah lusuh dia berjalan menghampiri Kinara.
"Sayang..sini biar Shanum aku yang gendong, kamu pasti cape..? sebaiknya kamu istirahat aja.."
Kinara yang tengah menepuk nepuk Shanum pun nampak ragu menyerah kan putrinya pada Reyga, pasalnya Shanum udah mulai tenang dan seperti mulai mengantuk.
"Tapi dia udah mulai anteng ko ka Rey, bentar lagi juga pasti tidur. Kalau pindah tangan takutnya nanti nangis dan rewel lagi.."
"Ga papa Nara, kamu kelihatannya cape banget tuh,jadi sinih biar Shanum aku yang jaga, kamu tiduran aja istirahat.."
Reyga pun kemudian pelan-pelan mengambil Shanum dalam gendongannya, bayi gembul itu sesaat menatap wajah papanya lalu perlahan mulai merengek kembali.
__ADS_1
"Sayaaang putri cantiknya papa, jangan nangis dong nanti cantiknya ilang, cup cup Shanum sama papa dulu yah kasian tuh mamah kecapean.."
Reyga terus menimang putrinya sambil mengajaknya berbicara, walaupun Shanum masih sedikit merengek tapi Reyga sebisa mungkin menenangkan putrinya.
Kinara yang tadinya hendak rebahan, kembali bangun dan menghampiri suaminya, "Masih rewel yah ka Rey, sini biar sama aku aja.."
"Nara, akukan sudah bilang kamu istirahat aja, lagian aku ini papahnya,jangan hawatir bentar lagi juga pasti tidur, mungkin karna tempat baru dia masih asing jadi agak rewel.."
Kinara mengelus kepala putrinya dan menciumnya dengan sayang, "Shanum bobo yah sayang jangan rewel.."
Reyga mengulas senyum menatap wajah istrinya, nampak jelas raut kelelahan dari ibu satu anak itu, Tentu saja sejak turun dari pesawat tadi Kinara belum sempat beristirahat, ditambah lagi kemarin malam Reyga seolah menguras tenaganya dan membuat wanita itu begadang semalaman.
"Aku ajak Shanum keluar kamar yah, biar kamu bisa istirahat dan tidur, mungkin dengan berjalan jalan didalam rumah Shanum jadi tidak rewel lagi.."
Kinara pun hanya mengangguk mengiyakan. Mungkin benar dirinya memang butuh istirahat sebentar karna jujur saja tubuhnya pun terasa begitu lelah.
Hingga ahirnya setelah Reyga keluar kamar dengan membawa putrinya, Kinara pun mencoba untuk merebahkan tubuhnya mencoba untuk memejamkan matanya yang sudah terasa berat.
Sementara Reyga, ahirnya membawa Shanum turun kelantai bawah dan berjalan mengelilingi ruang tengah, bayi mungil itu masih saja merengek dalam gendongan ayahnya.
Dan Marisyah yang kebetulan sedang mengambil air minum didapur, mendengar suara cucunya yang masih merengek dan menangis, turut menghampiri Reyga.
"Shanum sejak tadi rewel Mih, Kasian Nara sampe kecapean nenangin dia, makanya aku suruh dia istirahat dan bawa Shanum keluar,mungkin karna tempat baru jadi masih asing yah Mih.." Reyga pun menjelaskan.
"Hemm anak bayi memang biasanya begitu Rey, kalo belum terbiasa dia pasti sedikit rewel, Sini coba biar mamih yang gendong.."
Marisyah pun kemudian mengambil Shanum dari gendongan Reyga, awalnya bayi itu menangis tapi lama lama mulai tenang dan ahirnya tertidur, Reyga pun merasa legah.
"Makasih yah mih, udah bantuin nenangin Shanum.." ujar Reyga seraya mengambil Shanum kembali dari gendongan mamahnya dengan hati-hati.
"Iya Rey ga papa, mungkin Shanum masih beradaptasi lama-lama juga nanti dia terbiasa. Ya udah cepet gih kamu bawa dia ke kamar nanti keburu bangun lagi.
Hufft..
Reyga pun menghembuskan nafasnya pelan setelah berhasil meletakan Shanum ke tempat tidur bayi yang berdekatan dengan tempat tidurnya.
__ADS_1
Dengan hati-hati Reyga menyelimuti putri kecilnya itu, lalu mengecup pipi gembulnya dengan pelan, "Met bobo anak papa yang cantik, jangan rewel yah nak kasian tuh mamah sampe kecapean.."
Reyga pun kemudian beranjak menghampiri istrinya, dengan perlahan dia mulai menaiki tempat tidur, lalu menatap wajah istrinya yang terlihat nampak damai dalam tidurnya.
Reyga tarus menikmati wajah cantik istrinya yang tengah terlelap, tangannya kemudian terulur menyibak anak rambut yang hampir menutupi wajah cantik istrinya.
Reyga kemudian tersenyum senyum sendiri, tangannya mengelus bibir tipis istrinya, "Gemes banget sih..! lagi tidur aja cantik banget gak tau apa jadi kepengen banget.."
Cup..
Cup..
Cup..
Reyga menciumi seluruh bagian wajah istrinya itu, membuat Kinara sedikit terusik lalu mengerjap pelan, "Ka Rey.." ucapnya dengan suara sedikit serak khas orang bangun tidur,
"Shanum udah tidur yah..?" ucapnya lagi sambil menatap tempat tidur bayi disebelah ranjangnya, nampak putri cantiknya itu sudah tertidur pulas.
Kinara mengulas senyum, "Makasih yah ka Rey.." lalu Kinara pun hendak beranjak bangun.
"Eh mau kemana.." cegat Reyga sambil mencekal tangan istrinya.
"Mau meriksa Shanum dulu ka Rey, bentar.."
"Ga usah sayang.. Shanum udah bobo nyenyak..ada yang hal lain yang harus kamu periksa.." ucap Reyga dengan raut wajah yang sedikit memelas.
Merasa tak paham, Kinara pun hanya mengernyit bingung. Hingga ahirnya Reyga pun membawa tangan istrinya untuk menyentuh sesuatu bagian dari miliknya yang sudah mengeras.
Kinara pun membelalak terkejut lalu segera menarik tangannya dengan wajah yang sedikit merona, "Ka Reyy apaan sih.." ucapnya sambil mencebik kesal pada suaminya.
"Aku udah pengen banget sayang..
__ADS_1
Please.. udah nahan dari tadi sore, kamu nina boboin yah.." ujarnya dengan gerakan yang semakin merapat ketubuh istrinya.
Dan ahirnya Kinara pun hanya bisa pasrah untuk menjadi menu utama suaminya malam hari ini.