
Reyga bangkit berdiri menanggalkan pakaiannya yang sudah basah,lalu kemdian dia beranjang naik dan menindih tubuh mungil istrinya,seketika nafas mereka saling beradu,jantung mereka pun saling berdetak lebih kencang dari biasanya karna ini sama-sama yang pertama kali untuk keduanya.
wajah kinara bersemu merah dan meronah,sejak tadi dia merasa gugup dan berdebar tak menentu,apalagi dengan jarak seintim ini,dan tubuh mereka yang sama-sama sudah polos,membuat kinara tersipu malu kala wajahnya ditatap intes sedekat ini oleh suaminya.
Sementara reyga terus menyusuri wajah ayu istrinya,dia menatap dalam manik mata sang istri yang terasa sahdu dan menyejukkan,gejolaknya sudah membara namun sebisa mungkin ia mengendalikannya tak ingin membuat sang istri nantinya kesakitan.
"Kinara,mungkin ini akan terasa sakit,tapi percayalah aku akan melakukannya dengan pelan-pelan.."
kinara pun hanya mengulas senyum mengangguk,dia sadar ini sudah menjadi kewajibannya,karna sejak reyga sudah sah menjadi suaminya kinara pun sudah siap lahir batin akan menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk suaminya.
"Aku sudah siap ka rey..aku sepenuhnya milikmu sekarang,jadi lakukanlah.."
Seketika hati reyga pun menghangat,dia bisa merasakan cinta dan ketulusan dari manik mata sang istri,reyga membelai rambut istrinya,sejenak dia melafalkan doa,lalu setelah itu mencium kening sang istri,turun ke pipi kiri dan kanannya,lalu beralih kebibir sang istri yang berwarna pink alami nampak merekah dan sudah seperti candu untuknya.
Kedua insan itu pun memadu kasih,ditengah suana malam yang kelam dan tenang,hanya sesekali terdengar nafas mereka yang memburu sampe ahirnya ketika mereka mulai melakukan penyatuannya,wajah kinara meringis menahan rasa sakit yang teramat sangat dibagian bawahnya.Namun sebisa mungkin kinara menahannya dihadapan suaminya,meskipun sudut kelopak matanya sudah berkaca kaca karna menahan perih,tapi kinara bisa menahannya,dia hanya tidak ingin suaminya merasa bersalah ketika melihatnya menangis.
Reyga pun seketika menghentikan pergerakannya,ketika dia sudah menyatu seutuhnya dengan tubuh sang istri.Dia terdiam dan terpaku menatap wajah kinara dengan sorot mata yang sulit diartikan.
Kinara yang ditatap sedemikian rupa oleh suaminya pun merasa tanda tanya.
"Ada apa ka rey..?" ucapnya sedikit lirih karna masih menahan nyeri.Sementara reyga masih diam dengan posisi yang sama.Sorot matanya tak henti memandang wajah sang istri.membuat kinara mengernyit bingung.
"Maaf.." satu kata itu meluncur dari bibir reyga.
"Maaf untuk apa ka rey..?? apa ka rey menyesal dan kecewa..?" ucap kinara dengan sorot mata yang tersirat sedih dan wajahnya yang dipenuhi peluh.Dia merasa reyga pasti kecewa dan menyesal sudah melakukan ini,pikirnya.
"Aku tidak kecewa,dan sama sekali aku tidak menyesal.." ucap pria itu kemudian masih dengan posisi penyatuan tanpa pergerakan.
"Aku minta maaf karna malam ini sudah membuatmu kesakitan..Aku menyayangimu kinara.." Lalu reyga pun mencium kembali kening istrinya dengan penuh pemujaan,dia pun mengusap peluh yang ada diwajah sang istri.
Sementara kinara seketika hatinya berdesir menghangat,karna untuk yang pertama kalinya reyga mengunggkapkan perasaannya,meskipun kinara berharap reyga mengatakan cinta padanya,tapi untuk saat ini dirinya sudah sangat bahagia mendengar reyga mengungkap kan rasa sayang padanya.Dan ahirnya bulir bening itupun menetes jua dipipi kinara.
"Hey kenapa menangis.." reyga pun mengusap air mata sang istri,reyga tau saat ini istrinya tengah merasa kesakitan.
"kalau rasanya sangat sakit aku akan mencabutnya,kita bisa melakukannya lagi nanti.." ucap reyga yang merasa tak tega melihat kinara masih menangis.
"Aku enggak papa ko ka rey..ayo lanjutkan,aku sudah sangat siap.." balas kinara seraya mengelus rahang sang suami.
"benarkah..Aku boleh melanjutkannya..?" ucap reyga dengan suara seraknya lagi,merasakan kembali kabut itu,Dan kinara pun mengangguk seraya mengulas senyum memberi lampu hijau pada sang suami untuk kembali memulai permainannya.
__ADS_1
Dan ahirnya sepasang suami istri itu pun benar-benar melakukan malam pertamanya.
mereka berdua saling meleguh dengan nafas yang memburu.Reyga terus bergerak dan berpacu diatas tubuh istrinya,dia benar-benar merasakan keindahan dan kenikmatan dalam bercinta.Meleburkan segala rasa yang menyatukan batin mereka,dan menyemburkan begitu banyak benih didalamnya.
Reyga bergulir disamping tubuh istriya,dia mesih mengatur deru nafasnya,sementara kinara istrinya sudah terkulai lemas tak berdaya.Reyga pun kemudian menutup tubuh polos istrinya dengan selimut,menyeka peluh yang masih tersisa diwajah sang istri,tanganya pun merapikan anak rambut yang menutupi wajah ayu kinara,kemudian reyga kembali menatap dalam wajah itu.
'Cup..' reyga mengecup pelan kening istrinya yang sudah terlelap karna kelelahan.Dan seketika sudut bibir reyga pun tertarik membentuk senyuman.
"Makasih sayang.." bisiknya pelan,dan tentu saja tak terdengar oleh sang istri karna sudah terlelap.Dan ahirnya reygapun membaringkan tubuhnya dan memeluk erat kinara dan ikut terlelap disampingnya.
***
Selang beberapa jam,reyga masih menikmati menatap wajah ayu istrinya.Dia menyangga tangannya agar lebih leluasa menatap wajah kinara yang masih tertidur pulas disampingnya.Tangan reyga terus menyusuri wajah istrinya sampai ketika tangannya berhenti dibibir kinara,dia sedikit tersenyum dan mengusap pelan bibir itu dengan ibu jarinya.
'Cup..' mencium bibir istrinya dengan singkat lalu mulai mendusel dusel ceruk leher istrinya,sementara tangannya dibawah selimut sudah tak bisa dikondisikan lagi.
Kinara pun menggeliat dan mengerjap pelan merasa tidurnya terusik.Perlahan dia membuka kelopak matanya dan sekilas melihat jam dinding yang menunjukan jam tiga dini hari pagi,itu berarti dia hanya terdidur baru satu jam,dan sekarang suaminya sudah mendusel dusel mengusik tidurnya.
"Ka rey.." ucapnya pelan.
"Hmmm.." masih asik mendusel asik raba sana sini.dan kinara hanya menghela nafasnya pelan.
ahirnya sang suami mengangkat wajahnya dan menatap wajah sang istri.
"Udah,tapi cuma sebentar dan aku gak bisa tidur lagi.." ucapnya sambil memeluk erat.
"Kenapa emang..?" tanya kinara polos,dan reyga hanya terdiam masih terus menatap wajahnya.
"ka rey laper yah,mau aku buatin sesuatu..?" namun reyga kembali menggeleng tanpa ekspresi masih asik menatap wajah istrinya.
"Huffft..lalu ka rey kenapa gak tidur,ini kan masih jam tiga pagi." ucap kinara sedikit frustasi pasalnya dirinya masih teramat lelah dan mengantuk tapi bisa-bisanya pria tampannya itu malah tidak bisa tidur dan malah mengganggu tidurnya.
"Kinara..?" panggil reyga pelan sambil membelai wajah istrinya.
"Hmmm iyah ka rey ada apa..?"
"Apa aku mengganggu tidurmu..?" ucapnya lagi,yang membuat kinara lagi lagi menghela nafasnya..
"Sudah jelas dari tadi ka rey gangguin aku tidur,sekarang malah pake nanya lagi..!" gumam kinara dalam hati.
__ADS_1
"Masih sakit..??" tanya reyga lagi yang membuat kinara semakin tak paham.
"ini orang maunya apa sih..!"
"Iya masih sedikit.." ucap kinara ahirnya malu-malu.
"Ya iyalah masih sakit secara semalem digempur habis-habisan.." keluhnya dalam hati.
"Kinara..."
"Hmmm.."
"Aku mau lagi.."
".....?"
"Mau lagi,apanya ka rey.." otak masih mencerna,sedikit paham namun menolak ingin tahu.
"Kita ulangi yang semalem yah..??" meminta dan merengek dengan wajah memelas,seperti anak kecil yang menginginkan mainannya.
"ya ampuun masih belum puas juga rupanya,padahal badanku sudah remuk redam sakit semua.." ππ
"Tapi ka rey,ini udah hampir pagi bentar lagi subuh.." berusaha mencari alasan.
"Sebentar aja nara..please,aku menginginkannya.." ucap reyga dengan suara yang mulai serak dan tatapan berkabut.
"Sebentar apanya..π semalem aja nyampe tiga jam lebih,dan sakarang minta lagi.."π©π©π
"Mau yah..??" masih kekeh merayu dan membujuk,dan pada ahirnya kinara kembali mengalah dan mengangguk..ππ€
***Bersambung..π
Maaf yah Up nya nyicil dikit-dikit,padahal inspirasi lagi full tapi keburu badmood udah dua hari gak lolos riview..π€¦ββοΈπ©π©
Dari kemarin udah cape ngetik tapi ditolak muluh,muyeng akoh tuh jadinya..βΉβΉ
***
Moga yang dua ini lolos yaah..π€²π€²π
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak like dan komennya ya guys..supaya jadi moodboster buat author..π€π€**