Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 60


__ADS_3

Kinara membuka pintu kamarnya,dia berjalan menuju ruang tengah dimana suaminya tidur semalam,namun ketika sampai disana kinara melihat sofa yang menjadi tempat tidur reyga semalam terlihat kosong,lalu kinarapun menuju kedapur dan keruang tamu tapi tak juga menemukan suaminya.Lalu kemana reyga sepagi ini? apa dia sudah pergi ke kampus,atau mungkin celin menyuruhnya datang lebih pagi.Memikirkan hal itu hati kinara kembali mencleos.


"Yah ka reyga sekarang pasti kerumah ka celin." lirihnya dalam hati,lalu kinarapun kembali kekamarnya bersiap siap untuk pergi kuliah.


Dan seharian selama dikampus,kinara tak melihat juga wajah suaminya,bahkan tadi waktu di kantin dia melihat doni yang mendorong kursi roda celin,itu artinya reyga tidak bersama celin,lalu apa mungkin reyga berada dikantor.


Entahlah kinara ingin sekali menghubungi suaminya,dia bahkan sudah menekan nama reyga dikontak ponselnya,namun secepatnya kinara mengurungkannya.Mengingat kejadian semalam mungkin reyga marah padanya,padahal seharusnya dirinyalah yang marah,tapi kenapa jadi kebalik gini.gumamnya dalam hati.


***


Kinara telah sampai kembali diapartemennya dengan raut wajah yang lesuh,seharian ini dia memikirkan keberadaan suaminya,Kinara merasa cemas karna semalam reyga kembali mengonsumsi obat penenangnya itu berarti emosinya saat ini sedang tidak stabil,bagaimana kalau tiba tiba dia mengalami tekanan itu lagi..??ah kinara benar benar letih dengan fikirannya sendiri,dia memilih untuk segera membersihkan tubuhnya,mungkin fikirannya akan jauh lebih baik setelah dia mandi.


Jam di dinding sudah menunjukan pukul delapan malam,tapi belum ada tanda-tanda juga reyga pulang keapartemennya.Sejenak kinara menghembuskan nafasnya pelan,dia ahirnya mengenyampingkan egonya dan memilih untuk menghubungi suaminya.


Kinara sudah menekan nama suaminya dikontak Hapenya,lalu panggilan pun terhubung namun setelah beberapa saat reyga tak juga menganggkatnya.


"Ka rey kemana sih,ko dari tadi enggak diangkat,apa dia masih marah sampai gak mau angkat telfonku." kinara benar benar merasa sedih karna sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi suaminya,tapi reyga selalu mengabaikan panggilannya.


Dan ketika kinara sedang bergelung dengan fikirannya,tiba tiba ada panggilan masuk dari nomer yang tak dikenal,kinara pun mengerutkan keningnya merasa bingung.


"Ini nomer siapa yah..?" gumamnya,namun sejenak dia terperanjat "jangan jangan terjadi sesuatu pada ka reyga" ucapnya lalu secepatnya mengangkat ponselnya yang sejak tadi berbunyi.


"*Haloo..ini siapa yah..?"


"Halo selamat malam,apa benar ini kinara*"


ucap seorang pria disebrang.

__ADS_1


"*iya benar aku kinara,maaf ini dengan siapa"


"Gue yoga elo masih ingat kan,gue sepupunya reyga sekaligus sekertarisnya dikantor*."


ucap pria itu lagi.


Sesaat kinara terdiam,dia ingat bahwa yoga adalah orang yang memberikan tiket bioskop untuknya dan reyga.dan reygapun sempat mengenalkan mereka.


"*Oh ini ka yoga yah,maaf ka ada apa yah?"


"Sorry yah nara,gue cuma mau ngasih tau kalo reyga ada tugas proyek diluar kota selama lima hari"


"Apa..??proyek diluar kota lima hari??! Tapi kenapa ka rey gak ngasih tau aku langsung*."


ucap kinara yang sedikit terkejut dan merasa sedih.


"iyah gue juga kurang tau nara,reyga cuma nitip pesen supaya gue ngasih kabar ini ke kamu,katanya tadi sore dia buru-buru."


"Oh Ya udah ka yoga ga papa ko,makasih yah,udah ngasih tau nara."


"Oke nara sama-sama.kalo gitu udah dulu yah,aku juga udah mau balik dari kantor nih."


Dan yoga pun mengahiri panggilannya.Dia sebenarnya merasa tak enak hati,namun seharian ini dia melihat reyga nampak murung dikantor,sebernarnya yoga pun sudah curiga pasti sepupunya ini sedang ada masalah,dan ketika yoga menyampaikan bahwa sore ini dia akan keuar kota untuk menangani sebuah proyek tiba tiba saja reyga mau mengambil alih proyek itu dengan alibi ingin belajar lebih dalam tentang perusahaan.Dan ahirnya yoga pun menyerahkan proyek itu pada atasannya,karna memang sudah sepantasnya reygalah yang mengerjakannya.


Sementara diapartemen,kinara termangu seorang diri,hatinya benar benar merasa sedih dan kecewa "Apa ka reyga semarah itu,sampai tak mau memberi kabar langsung padaku bahwa ka reyga ke luar kota,atau ka reyga memang sengaja ingin menghindariku." seketika bulir bening itupun mengalir deras dipipinya,kinara memegangi dadanya yang terasa sesak.Seharian ini dia memikirkan keberadaan suaminya,bahkan terbesit pikiran buruk takut takut terjadi sesuatu dengan reyga,tapi kenyataanya reyga malah pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan dan sama sekali tak ada niat untuk memberi tahunya.


"Apa aku tak sepenting itu untukmu ka rey." lirihnya disela isak tangisnya.

__ADS_1


***


Tiga hari sudah berlalu,kinara menjalani aktifitasnya seperti biasa.Pergi kuliah dan menghabiskan waktunya berdiam diri didalam apartemen.dan selama itupula reyga sama sekali tak menghubunginya atau memberinya kabar.


Kinara mencoba untuk terbiasa meskipun pada ahirnya dia merasa sesak sendiri dan menangis seorang diri.


Dan ini adalah hari ke empat dia tanpa reyga,sesaat kinara merasa ada yang kosong dalam ruang hatinya.kehampaan dan kepedihan jelas terasa menyelimuti relung jiwanya.Namun sebisa mungkin ia terus menyemangati dirinya,apapun yang terjadi kedepan dia harus tetap hidup dengan baik karna itu yang selalu ditanamkan oleh almarhum kedua orangtuanya.


"Ra,elo kenapa sih..uda beberapa hari ini gue perhatiin elo nampak murung terus,elo lagi ada masalah yah sama ka reyga?" tanya mita ketika mereka berada dikelas tanpa caca.


"Gue ga papa ko mit." kinara mengulas senyum singkat.dan mita pun hanya bisa menghela nafasnya pelan,sejak beberapa hari yang lalu dia sudah memperhatikan sahabatnya itu,yang sering melamun dan nampak murung,terlihat gurat kesedihan diwajah kinara,namun stiap kali mita menyakannya,kinara selalu saja menjawab baik baik saja.membuat mita enggan lagi menanyakan lebih dalam takut kinara merasa tidak nyaman seperti waktu itu.


"Mit,gue ketoilet dulu yah." ucap kinara membuyarkan lamunan sahabatnya.


"Oh iya ra,mau gue temenin engga?" seketika kinara mengernyitkan keningnya bingung.


"Emang gue anak kecil mit,mesti ditemenin ke toilet." dan mita pun hanya cengengesan menampilkan deretan giginya yang putih.


"Yah kali aja lo mau gue temenin.." ucapnya seraya terkekeh,sementara kinara hanya geleng geleng kepala sambil berlalu meninggalkan mita yang masih cengengesan tak jelas.


Kinara membasuh tangannya diwastafel lalu merapikan rambut panjangnya didepan cermin.setelah selsai kinara hendak keluar dari toilet,namun langkahnya terhenti ketika samar samar dia mendengar suara celin dibalik pintu yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang.Kinarapun mengurungkan niatnya untuk keluar,dia tidak ingin berpapasan dengan celin diluar,jadi dia memutuskan untuk berdiam sesaat dibalik pintu toilet sampai kiranya celin berlalu.


"Elo sampai kapan sih rey disemarang..?gue ga enak kalo terus terusan diater jemput sama dion,apalagi tuh anak kadang bawel dan nyebelin,enggak kaya elo rey yang selalu sabar ngadepin gue." ucap celin yang tengah berbicara dengan reyga menggunakan ponselnya.


Seketika kinara yang berada dibalik pintu itupun terperangah,dia menutup mulutnya sendiri,betapa dengan jelas dia mendengar celin berbicara dengan menyebut nama reyga,dan itu artinya celin tahu bahwa reyga sekarang sedang berada diluar kota,dan itu juga berarti reyga tetap menjaga komunikasinya dengan celin dari pada dengan dirinya yang jelas jelas istrinya.


Kinara merosot dibalik pintu seraya memegangi dadanya,dia mendongkakan wajahnya keatas agar bulir bening itu tak menetes,namun hatinya terlalu lemah dia tak kuasa menahan rasa yang menyesakan didadanya hingga dalam diam dia kembali terisak.

__ADS_1


*Bersambung..😊


Yang kesel sama si bambang reyga,sini nyok ngumpul kita timpukin bareng2..😅🤭


__ADS_2