Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 28


__ADS_3

Sudah seharian ini,reyga menyusuri kampus mencari keberadaan gadisnya,tapi sampe sekarang dia masih juga belum menemukannya.dia bahkan sempat menanyakan keberadaan kinara kepada kedua sahabatnya yaitu caca dan mita,dan mereka kompak menjawab tidak tau.


padahal jelas-jelas tadi pagi,dia melihat kinara dihalaman kampus,tapi ketika dia hendak mrnghampirnya,pa dosen lebih dulu memanggilnya,sehingga ia pun tak jadi melangkahkan kakinya menemui kinara.


kini reyga tengah duduk ditaman kampus,dia sedikit memijit pelipisnya,entah kenapa setelah kejadian semalam,dia begitu amat menyesali perbuatannya pada kinara,bahkan ketakutan terbesarnya adalah,gadisnya itu akan pergi meninggalkannya,sampai-sampai semalaman suntuk dia tidak bisa memejamkan matanya barang sedikitpun.


Dan hari ini dia hampir mengelilingi seluruh gedung kampus untuk mencari gadisnya itu,tapi tetap saja hasilnya nihil.


"rey..!"


panggil seorang gadis yang tiba-tiba duduk disamping reyga.


dan pria yang dipanggil namanya itupun tetap cuek,tak berusaha untuk menengok gadis yang kini tengah duduk disampingnya.


"rey.."


"gue tau,elo pasti masih marah sama gue atas kejadian semalam."


"tapi sungguh gue sangat menyesalinya rey.."


"semalam gue benar-benar khilaf,gue merasa kalut,gue merasa rapuh rey,dan tiba-tiba saja gue berbuat seperti itu.."


ucap celin penuh dengan sesal.Namun sikap reyga tetap cuek dan berwajah datar.seolah mengabaikan apa yang diucapkan celin barusan.dan celin pun kini memegang tangan reyga,berharap pria disampingnya itu mau menatapnya.


"rey..please,jangan diemin gue kaya gini..!"


"gue lebih seneng,lo marahin gue,ngomel-ngomel sama gue,bukan diem kaya gini rey..!"


ucap celin yang sudah mulai berkaca kaca.


"udahlah cel,ga usah bahas apa yang terjadi semalam,anggep aja itu ga pernah terjadi,dan gue udah maafin elo."


ucap reyga singkat,menatap celin sebentar dan kembali lagi menatap kedepan.


"apa kinara marah..?" tanya celin lagi.


"iyah,dia marah,kami nyaris ribut dan bertengkar,tapi untuk yang kesekian kalinya,lagi-lagi dia mau maafin gue,padahal untuk yang kesekian kalinya juga gue udah nyakitin dia."


ucap reyga menunduk seraya menghela nafas pelan.


Dan kini,celin bisa melihat dengan jelas betapa frustasinya pria yang ada disampinya saat ini.padahal dulu reyga tak pernah bersikap seperti ini padanya,bahkan ketika dia bertunangan dengan alex pun,reyga masih bisa mengomelinya bahwa alex seperti bukanlah pria yang baik untuknya,namun tetap saja reyga masih bisa tersenyum melepasnya untuk bertunangan dengan alex.


meskipun dirinya tau,bahwa saat itu reyga pasti sangat kecewa dan terluka.dan sekarang celin merasa dirinya mendapat karma,karna dulu tak mendengarkan kata-kata sahabatnya itu,dan nyatanya alex memang bukan lelaki baik,celin pun bahkan sangat terluka dan kecewa atas nasib pertunangannya,tapi kenapa rasanya jauh lebih sakit melihat sikap reyga yang seperti itu dan berubah sikap padanya.


Celin menghembuskan nafasnya pelan.


"dulu,elo pernah bilang,sampai kapanpun elo ga akan pernah percaya yang namanya cinta,karna menurut elo,cinta itu hanya omong kosong..!"


"karna itu,dulu gue mutusin untuk nerima perjodohan gue sama alex,berharap elo merasa kehilangan gue,dan sadar bahwa sebenarnya elo punya rasa cinta buat gue,bukan hanya sebatas sahabat..!"


"tapi sekarang,gue justru melihat hal yang lain dimata elo,gue melihat cinta didalam diri elo,tapi bukan buat gue,itu buat kinara."


ahirnya celin pun mengungkapkan segala hal yang ada dibenaknya selama ini.dia mendongakkan wajahnya keatas,agar bulir bening itu tak menetes dipipinya.


dan kini reyga pun menatap celin lekat,entah dia sendiri bingung perasaan apa yang dia rasakan dibenaknya saat ini,gadis yang ada disampingnya saat ini,adalah gadis kecil yang selalu menemaninya dimasa-masa dia mengalami kesulitan,dimana dia merasa seorang diri,bahkan dia selalu merasa bahwa celin bukan hanya sehabat untuknya,tapi sebagai pelengkap dalam hidupnya.tapi entah kenapa rasa itu kini perlahan menghilang setelah kinara hadir dalam hidupnya..??!


Reyga selalu merasa marah jika ada yang menyakiti celin,dia juga ikut sedih jika melihat gadis itu menangis.dan perasaan itu masih ada,melihat celin yang berkaca-kaca diapun merasa tidak tega,hingga ahirnya merangkul bahu celin agar bersandar dipundaknya .


dan celin pun kini makin terisak,tangisnya pecah dibahu reyga.


"gue,sedih rey.."


"gue ngerasa,gue udah kehilangan elo."


"andai gue bisa memutar waktu,gue..!"


celin pun tak mampu lagi meneruskan kata-katanya,dia semakin terisak pilu.hingga reyga pun memupuk bahunya pelan,agar gadis itu bisa sedikit lebih tenang.


"udah lah cel,elo jangan nangis lagi."


"karna sampai kapanpun,elo akan selalu jadi sahabat kecil gue,dan kapan pun elo butuh gue,gue akan selalu ada buat elo."


ucap reyga mencoba menenangkan.


celinpun duduk kembali dengan tegak,mengusap air matanya yang masih menggenang di pipi mulusnya dan menarik nafas pelan.


"boleh gue tanya sesuatu rey..?"


ucapnya memandang lekat cowo yang ada disampingnya.


"hmm.." jawab reyga.


"apa elo udah jatuh cinta sama kinara..?"


tanya celin pelan penuh keraguan.

__ADS_1


dan reygapun menghembuskan nafasnya berat.wajahnya kini bertumpu pada kedua tangannya,tatapannya lurus kedepan.


"gue ga tau cel.."


"yang jelas,gue takut kalo sampai kinara ninggalin gue.."


Ahirnya celinpun kini mengerti,tanpa reyga ungkapkan dengan jelas,tanpa dia sadari,dia sebenarnya sudah mencintai kinara,hanya saja rasa ketidak percayaannya akan cinta,membuatnya tak pernah mengakui perasaannya sendiri.


***


"Assalamualaikum.."


ucapku ketika memasuki rumah yang nampak sepi.


"ah,,mungkin tante fina lagi nyiapin makan malam didapur,dan om rudi juga kayanya belum pulang."


ujarku dalam hati sambil berlalu menuju kamar ku,Namun baru saja membuka pintu kamar,mataku hampir melotot tak percaya dengan apa yang kulihat..!


bagaimana bisa,ada seorang pria tampan yang sedang tertidur pulas diatas ranjang tempat tidurku.


"ka reyga...??"


ucapku pelan,memastikan,bahwa pria tampan yang tengah tertidur itu adalah pacarku.


"tapi,kenapa ka reyga tidur dikamarku..?"


ucapku lagi yang masih bingung.Lalu tiba-tiba tante datang menepuk bahuku pelan.


"nara,kamu udah pulang..?"


bisik tante fina pelan,mungkin takut ka reyga terbangun,dan tante fina pun menarik tanganku untuk berbicara diluar kamar.


"tante,itu kenapa ka reyga ada dikamarku..?"


tanyaku yang masih bingung dan meminta penjelasan.


"nara,kamu itu dari mana aja..? dari tadi tante hubungin Hp kamu tapi gak aktif."


"maaf tante,Hp nara baterainya lowbet dan mati."


"reyga dari tadi sore nungguin kamu,dia nyariin kamu ke caffe,tapi kata temen kamu hari ini kamu gak masuk."


"wajahnya itu kelihatan lesu dan pucat banget,tante tanyain kenapa,dia bilang katanya gak enak badan,makanya tante suruh dia istirahat aja dikamar kamu,sambil nungguin kamu pulang."


"hmm,maaf tante tadi nara ada perlu,jadi nara hari ini ga ke caffe."


karna sebenarnya tadi setelah dari restoran,tante maeisyah memintaku untuk menemaninya menemui beberapa dokter psikiater yang lumayan bagus dikota ini.makanya aku jadi pulang terlambat.tapi mana mungkin aku menceritakan ke tante fina,bisa panjang nanti urusannya.


"ya udah,kamu nanti bangunin nak reyga,ajak dia turun buat makan malam,tante mau siapin makan malam nya dulu,karna sebentar lagi om kamu pulang."


"iya tante."


setelah itu tante fina pun berlalu,kembali lagi ke dapur.sementara aku perlahan kembali lagi memasuki kamarku.


aku pun duduk ditepi ranjang,memandang dengan lekat pria tampanku yang sedang tertidur pulas.


"wajah ka reyga kalo lagi tidur,gantengnya nambah dua kali lipat ya.." batinku๐Ÿ˜…


dan tanpa sadar,tanganku membelai pipinya,menyusuri hidungnya yang mancung dan berhenti dibibirnya,


"deg..!" tiba-tiba pipiku memerah,mengingat sudah beberapa kali bibir itu pun menciumku,lalu secepat mungkin aku segera mengangkat tanganku dari wajahnya.


Namun tiba-tiba..Greep..! tangan ka reyga sudah menggenggam pergelangan tanganku,hingga membuatku terkejut menatapnya.


"aku tau,aku tampan.."


"tapi kamu,tidak perlu mencuri curi kesempatan untuk menatapku seperti itu,apalagi sampai menyentuh bibirku."


"hah..nih orang ngigo ato apa sih,bangun bangun malah ke pe de an gini..!"


gerutuku dalam hati.


"ka rey udah bangun..?"


tanyaku sambil mengulas senyum yang dipaksakan.


"ka reyga kenapa bisa ketiduran dikamarku..?"


tanyaku lagi,lalu ka reyga pun bangun dan sedikit bersandar diranjang tempat tidurku.


"aku nungguin kamu,lalu ngantuk dan ketiduran."


jawabnya singkat dan dengan mode wajah kembali datar..๐Ÿ˜“


"kenapa ka reyga ga pulang aja."

__ADS_1


kan bisa istirahat di apartemen ka reyga yang jauh lebih nyaman.selorohku.


"kamu seharian ini kemana aja..?"


"aku cari in dikampus ga ada,aku juga ke caffe,tapi kamu ga masuk kerja,kamu sengaja ya mau ngehindari aku."


"uups ga mungkin kan aku cerita ke ka reyga kalo hari ini aku ketemuan sama tante marisyah,dan menemaninya mencari dokter pskiater untuk ka reyga"batinku lagi.


"tadi aku nyari buku buat tugas kampus."


jawabku terpaksa bebrbohong.


"ya udah mendingan sekarang kita turun ke bawah yah,tante fina ngajakin makan malam."


ucapku seraya hendak bangun dari tempat tidur.namun lagi lagi Greep..!


kali ini ka reyga memeluk pinggangku dari belakang.diapun kemudian meletakan kepalanya di bahuku.


"kamu masih marah ya sama aku..?"


"kamu ga lagi ngehindari aku kan kinara..?"


ucapnya pelan.


seketika jantungku pun kembali berdegup kenjang,bukan karna pertanyaan ka reyga,tapi posisi kami yang terlihat begitu intim,bagaimana kalo tiba-tiba tante fina,atau bela yang masuk kamarku.


akupun menghela nafas pelan,mencoba untuk melepaskan tangan ka reyga yang melingkar diperutku.


"ka rey,mendingan sekarang kita buruan turun ke bawah yuk,enggak enak juga kan kalo sampai tante fina atau bela yang nyamper kesini,dan melihat kita diposisi kaya gini."


ucapku setenang mungkin mengalihkan ka reyga.Namun bukannya melepaskan ka reyga justru semakin erat memeluku dari belakang.


"aku ga akan lepasin,sebelum kamu jawab pertanyaanku."


ucapnya dengan begitu posesif.


"ya Ampuuun nih orang kejedot dimana sih kepalanya..? kenapa jadi childish gini..!"


batinku yang sedikit frustasi.


dan lagi-lagi aku hanya bisa menghembuskan nafas pelan.


"aku udah ga marah ko sama ka rey,kan tadi aku udah bilang,seharian ini aku sibuk nyari buku."


"bener,kamu udah ga marah..?"


akupun mengangguk cepat,supaya drama ini cepat kelar.


"kalo begitu apa buktinya..?kalo kamu sudah ga marah lagi sama aku."


ucapnya seraya mepaskan rengkuhan tangannya dari pinggangku.dan seketika akupun berbalik menatapnya heran.


"bukti..??"


"bukti apa sih ka rey..?"


tanyaku sedikit kesal dan frustasi.


"tuh kan kamu kaya kesel gitu,padahal tadi bilangnya udah ga marah lagi..!"


"ya ampuuun ini drama apa lagi sih..??!"


"inih orang juga tumben banget,banyak tingkah kaya gini..!bukannya biasanya dia itu cuek dan sok cool gitu..?tapi emang beneran cool sih..๐Ÿ˜…


oke baiklah,supaya drama ini tidak berkepanjangan seperti kemarin,ahirnya akupun mengalah..menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


akupun sedikit maju mendekati wajah ka reyga,dan dalam hitungan detik..


"cup..."


"cup..."


"cup..."


akupun mencium singkat bibir ka reyga sebanyak tiga kali.


"udah cukup kan buktinya..?"


"sekarang kita turun yuk kebawah."


ucapku seraya bangun berdiri dan menarik tangan ka reyga.dan ahirnya ka reyga pun mengembangkan senyumnya mengangguk patuh..๐Ÿ˜…


"hemm kalo lebih lama lagi berdua dikamer,bisa-bisa adegan semalem ke ulang lagi.batinku sedikit ngeri..๐Ÿคญ


*Bersambung...๐Ÿ˜Š

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya yaa..๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿค—


__ADS_2