
Kinara masih terisak dan menuduk seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Kini dirinya dan Reyga berada disebuah taman yang tak jauh dari gedung tempat acara akad nikahnya dan Reno tadi.
Reyga pun masih setia duduk disampingnya, membiarkan wanita tercintanya menumpahkan segala rasa yang mungkin menyesakan dadanya.
Sampai ketika isak tangis Kinara sedikit mereda, suasana sesaat nampak hening, keduanya saling terdiam sambil sesekali saling menghela nafas.
Reyga pun kemudian bangkit lalu tiba-tiba bersimpuh dihadapan Kinara yang masih terduduk dan menundukan wajahnya.
Dengan lembut Reyga menggenggam jemari tangan istrinya,sementara tangan yang satunya lagi menganggkat dagu istrinya agar mau menatap dirinya.
"Sampai kapan kamu mau menangis hem..? apa tidak ada yang ingin kamu jelaskan..?" ucap Reyga dengan begitu lembut namun terasa menyayat dihati Kinara.
Reyga kemudian mengusap kelopak mata istrinya yang masih basah,lalu memegang kedua sisi pipi Kinara,hingga kini mereka saling bertatapan.
"Kau tahu Nara, aku sangat merindukanmu..? rasanya aku hampir mati karna tak bisa melihatmu lagi, kenapa Nara..? kenapa kamu tega pergi dengan membawa seluruh jiwaku..?" ucap Reyga dengan lirih.
Kinara pun bisa melihat ada luka dan kecewa dari sorot mata pria yang sudah menjadi ayah dari putrinya itu, dan dengan perlahan Kinara melepaskan kedua tangan Reyga yang masih berada dikedua sisi pipinya.
"Maafkan aku ka Rey, tapi bukan kah ka Reyga sekarang sudah bahagia bersama ka Celin.." sontak jawaban Kinara membuat Reyga menatap tajam kepadanya.
"Jadi ini alasanmu pergi meninggalkanku Nara..? tanpa kamu bertanya lebih dulu seperti apa perasaanku saat itu..?! Suara Reyga sedikit meninggi membuat Kinara kembali tertunduk seraya meremas kedua jarinya.
"Tapi kenyataannya ka Reyga dan ka Celin ahirnya menikah juga kan setelah aku pergi dari kehidupan kalian.." Reyga pun bangkit lalu berdiri membelakangi Kinara, mengambil nafas sebanyak banyaknya dan membuangnya secara perlahan, dalam keadaan seperti ini dirinya tidak boleh emosi menghadapi wanita yang sudah berhasil memporak porandakan dunianya.
Setelah tenang Reyga kembali bersimpuh dihadapan Kinara " Kinara,dengarkan aku baik-baik dihatiku cuma hanya ada kamu seorang,dan sedikitpun aku tak pernah mencintai Celin karna sejak dulu aku hanya menyayanginya sebagai sahabat tidak lebih, kenapa kamu tak pernah mengerti Nara..!"
"Tapi aku melihat berita pertunangan ka Reyga dan ka Celin diseluruh media sosial,itu artinya sekarang kalian mungkin sudah menikah bukan..?" bibir Kinara terasa bergetar mengatakan itu, tak bisa dipungkiri hatinya merasakan sakit kala membayangkan Reyga tengah hidup bersama dengan Celin,hingga tanpa terasa air matanya kembali menyeruak.
__ADS_1
Reyga yang melihat Kinara kembali terisak pun reflek langsung memeluk Kinara,menariknya masuk dalam dekapannya, sesaat Kinara sedikit protes seraya berusaha melepaskan diri dari dekapan sang suami, namun hatinya tak dapat berbohong dia merasa hangat dan nyaman dalam pelukan ini,pelukan Reyga yang selalu dia rindukan,bahkan ketika dirinya mengandung Shanum, Kinara selalu memimpikan bisa merasakan hangat dekapan sang suami.
"Lepasin ka Rey..hiks hiks.." ucap Kinara lirih seraya memukul mukul pelan dada bidang Reyga.
"Tidak Nara..!! kali ini aku tidak akan melepaskanmu, jika kamu ingin menangis maka menangislah atau bila perlu pukul aku sampai kamu puas, tapi kumohon jangan pernah berfikir untuk bisa pergi lagi dari hidupku.." Reyga mengeratkan dekapannya,seolah takut jika wanitanya akan pergi lagi dari sisinya.
"Kenapa ka Reyga begitu egois..hiks hiks,
jika ka Reyga bisa hidup bahagia bersama ka Celin, kenapa ka Reyga tidak membiarkan aku untuk bisa hidup bahagia juga dengan orang lain.." ucap Kinara disela sela isak tangisnya yang masih berada dalam dekapan Reyga.
"Gadis bodoh..!" ucap Reyga seraya tersenyum tipis lalu mencium pucuk kepala Kinara berulang-ulang, membuat Kinara mengangkat wajahnya dan menatapnya tajam seraya mencebik kesal.
"Tentu saja aku tidak rela melihatmu bahagia dengan orang lain karna kamu cuma milikku Nara, hanya milikku.." ujar Reyga seraya menarik kembali wajah Kinara untuk masuk kembali kedalam dekapannya.
Sesaat mereka saling terdiam,saling menikmati momen hangat dalam dekapan satu sama lain. Sungguh Kinara sendiri jika boleh meminta,bisakah waktu saat ini berhenti berputar agar dirinya bisa terus menikmati dekapan hangat Reyga.
Tapi..? Kinara sesaat tersadar jika dirinya kembali tenggelam dalam perasaannya bersama Reyga,tentunya akan ada dua hati yang terluka yaitu Celin dan Reno, hingga perlahan Kinara pun mengendurkan pelukannya memberi jarak antara dirinya dan Reyga.
"Aku tidak perna menikah dengan Celin.." ucap Reyga yang membuat Kinara menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang.
"Lalu foto pertunangan itu..?? heh tidak mungkin ada pertunangan tapi tidak ada pernikahan.." jawab Kinara tersenyum getir.
Reyga pun bangkit berdiri dan menatap wajah Kinara dengan lekat,
" Nara, kamu benar..!
aku dan Celin telah bertunangan, dan beberapa bulan yang lalu aku dan Celin hampir menikah, namun tepat dihari pernikahan kami tiba-tiba Celin..??" Reyga menghentikan kalimatnya lalu menunduk lesu, membuat Kinara mengernyit bingung.
"Ka Celin kenapa ka Rey..?" tanya Kinara penasaran.
__ADS_1
"Nara ada hal yang ingin aku ceritakan." ucap Reyga kemudian seraya kembali duduk dibangku taman dan memangku kedua tangannya , sejenak Reyga menarik nafas sebelum memulai ceritanya.
"Dua bulan setelah kepergianmu yang tanpa jejak dan tanpa alasan, aku mencarimu kesana kemari seperti orang gila Nara, hingga suatu hari aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua mataku buta tidak bisa melihat untuk selamanya.." Kinara nampak terkejut lalu terduduk kembali disamping Reyga menatap lekat pria tampan itu.
"Dan sejak aku buta, Celin lah orang yang selalu ada disampingku,dia selalu menyemangatiku hingga suatu hari papanya Celin meminta dan memohon padaku,agar aku bersedia menikah dengan Celin. Aku yang saat itu merasa sama tidak sempurnanya dengan Celin ahirnya memutuskan untuk menyetujuinya, kau bisa bayangkan Kinara akan seperti apa jadinya ketika sibuta dan si lumpuh menikah..??"
Reyga tersenyum getir ketika mengingat apa yang tengah dirinya lalui selama ini.
"Saat itu aku berfikir jika aku sudah tak pantas lagi mengharapkanmu yang sempurna, duniaku terasa gelap,sementara hatiku seakan mati setelah kau berhasil membawa seluruh jiwaku, hingga akupun berfikir tak ada salahnya jika aku memberikan kesempatan pada Celin toh kami berdua sama-sama tidak sempurna.Tapi..?" Reyga kembali menarik nafas lalu mengalihkan pandangannya pada Kinara yang masih setia mendengarkan ceritanya.
"Lagi lagi Tuhan selalu punya rencanaNYA sendiri Nara, karna tepat sebelum melangsungkan akad nikah Celin tiba-tiba jatuh pingsan hingga pernikahan pun batal karna Celin harus dibawa kerumah sakit,dan dihari itu juga Celin meninggal.."
Deg..!
Kinara terbelalak seraya menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar
"Tidak..!! tidak mungkin Ka Celin meninggal.." ucap Kinara lirih,matanya sudah mulai berkaca-kaca masih tak percaya dengan apa yang Reyga katakan padanya.
"Nara lihat mataku.." ucap Reyga lagi seraya memegang kedua bahu Kinara yang kini tengah menatapnya "Kau tahu Nara, sebelum Celin menghembuskan nafas terakirnya, dia telah mendonorkan kornea matanya lebih dulu untuk mataku.."
Tes..
Bulir bening kembali jatuh membasahi pipi Kinara, lagi lagi dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, hingga Kinara pun mencoba menatap Reyga dengan lekat, dan ketika Kinara menatap matanya..?
Yah, mata itu..? Kinara ingat betul kilatan pancaran mata itu milik siapa..?, itu adalah milik Celin..!!
Kinara pun lalu menghambur memeluk Reyga tergugu dan menangis dalam dekapan suaminya.
***Bersambung..
__ADS_1
Ayoo siapa nih yang dulu benci banget sama Celin..🤔😅
yuks kirim doa sama-sama buat si Celin..🤭**