
Pesta pernikahan Rani pun tiba,dan dengan berat hati Kinara terpaksa menitipkan putrinya pada Santi, karna dirinya sudah terlanjur janji pada Rani akan menghadiri moment spesialnya itu.
"Beneran San, elo bisa jagain Shanum..??" wajah Kinara nampak ragu dan seperti enggan untuk berpisah dengan putrinya walau hanya sebentar.
"Ya ampun Ra, elo masih ga percaya sama gue..?"
"Ya bukannya gitu San,takutnya nanti Shanum nanti rewel gimana..? gue ga usah pergi yah..?" ujar Kinara lagi yang masih bimbang.
"Nara sayang,gue sih ga masalah elo pergi atau enggak, tapi kalo nanti Rani marah dan ngambek sama elo,gue ga mau ikut ikutan yah.." jawab Santi seraya menggedikan bahunya.
Lalu Reno pun ahirnya datang untuk menjemput Kinara " Ayo Ra kita pergi sekarang,nanti acaranya keburu mulai nih.." ucap Reno didepan pintu seraya menengok jam tangannya.
Dan setelah menarik nafas ahirnya Kinara pun memutuskan untuk pergi, "Ya udah gue pergi,beneran yah San tolong jagain Shanum, kalo Shanum rewel atau kenapa napa lo segera kabarin gue yah,nanti gue bakalan cepet balik.." Kinara pun mewanti wanti panjang lebar.
"Iya Nara sayang, gue janji bakalan ngejagain Shanum sebaik baiknya,lagian lo tenang aja kan tadi elo udah sempet pompa asikan,jadi Shanum ga bakalan rewel ko selama ada makanannya.." Santi pun berusaha menyakinkan Kinara, agar Kinara tidak terlalu cemas dengan putrinya.
Dan ahirnya Kinara dan Reno pun pergi ke acara pernikahannya Rani. Pesta pernikahan Rani diselenggarakan disebuah gedung hotel bintang lima yang sangat megah, dan Rani pun nampak sangat cantik dengan gaun pengantin yang menjuntai kelantai, begitu juga Kevin nampak tampan dan gagah dengan setelan tuxedo hitamnya.
"Selamat yah Ran,sekarang elo udah jadi nyonya Kevin,gue doa in semoga pernikahan lo bahagia,langgeng sampe maut memisahkan.." Kinarapun memeluk Rani sebagai bentuk ucapan selamat
"Aamiin, makasih Ra udah sempetin dateng, duuuh gue jadi kangen nih sama baby Shanum,udah hampir satu minggu nih gue ga peluk cium si cantik.."
"Hmm sekarang aja kangen sama Shanum, ntar kalo uda punya baby sendiri pasti bakalan lupa nih sama Shanum.." seloroh Kinara seraya bergurau.
"Iih ya enggak dong Ra, Shanum kan bakalan jadi keponakan tersayang gue,sama kaya emaknya yang selalu jadi kesayangan gue.." ujar Rani seraya mencubit gemas pipi Kinara.
"Rani apaan sih,ga malu apa dilihatin sama suami elo.." dan mereka pun terkekeh bersama.
"Oh iya Ra, elo lihat abang gue gak..?? tumben tuh anak ngilang, biasanya juga suka bikin rese.." Sesaat Rani pun mengedarkan pandangannya mencari sosok kembarannya.
"Tadinya sih dia masuk bareng gue,tapi ya udahlah Ran biarin aja,mungkin Reno lagi ngobrol sama temen-temennya.." ucap Kinara menimpali.
Dan beberapa saat kemudian,ketika Kinara dan Rani sedang berbincang bincang ponsel Kinara berbunyi.
__ADS_1
"Reno..??" Kinara mengerutkan keningnya tatkala melihat nama Reno tertera dalam ponselnya.
"Siapa Ra..?" tanya Rani penasaran.
"Reno, Ran, ko dia nelfon gue yah..?" Sahut Kinara sedikit bingung.
"Coba lo angkat aja Ra, sekalian tanyain tuh anak ada dimana.."
Kemudian Kinara pun mengangkat panggilan dari Reno,dan namun ketika Kinara hendak berbicara terdengar suara Reno yang seperti sedang panik.
"Halo Ren.."
"Ra,tolonging gue Ra,tolongin gue.." jawab Reno dari sebrang.
"Elo kenapa Ren,elo dimana sekarang..?" sahut Kinara mulai ikut panik.
"Gue diatas gedung Ra,elo bisa kesini sebentar kan,gue butuh pertolongan elo Ra,gue ga bisa jelasin lewat telfon jadi cepetan kesini gue..."
tut..tut..tut
"Ra,ada apa..?? Reno kenapa terus tuh anak asa dimana sekarang..?"
"Reno..Reno ada diatas gedung Ran,katanya terjadi sesuatu,dan dia nyuruh gue kesana buat nolongin dia.." jawab Kinara seperti yang Reno katakan tadi ditelfon.
"Hah..diatas gedung..? ngapain tuh anak disana..?" Rani pun ikut melongo dan bingung.
"Gue ga tau apa yang terjadi sama Reno, tapi sebaiknya gue kesana dulu deh,takut Reno kenapa napa.." dan Kinara pun berlalu meninggalkan Rani,buru buru untuk mencari Reno.
"Eh Ra,tungguin dong gue ikut.." ujar Rani seraya berusaha mengejar Kinara, namun sebelum menyusul Kinara, Kevin lebih dulu mencekal tangan istrinya " Honey where are you going..? there are still many guests here.."
"Wait a minute honey, something happened to Reno, and i want to see it for a second.." jawab Rani pada pria yang baru saja menyandang status sebagai suaminya.
"Okey, then l'll come too, let's go together.."
__ADS_1
Rani pun menghela nafasnya seraya mengangguk,lalu mereka berdua pun menyusul Kinara ke atas gedung.
***
Setelah sampai ditangga terakir, Kinara menyurutkan langkahnya karna suasana ruang yang nampak gelap tak ada lampu ataupun cahaya.
Namun ketika mengingat Reno dan takut terjadi padanya,seraya menarik nafas Kinara ahirnya memberanikan diri untuk terus melangkah hingga ketika kakinya mencapai rooftop dan seketika matanya terbelalak tak percaya bersamaan dengan kerlap kerlip lampu hias yang menyala serta lilin lilin kecil membentuk huruf love.
Kinara terdiam dan tertegun seraya menutup mulutnya,ketika dirinya sampai disebuah meja disekelilingnya dipenuhi bunga-bunga,dan diatas meja yang berhiaskan lilin kecil itu terdapat beberapa hidangan serta minuman untuk dua orang.
"Hay Nara.." sapa Reno dari belakang,membuat Kinara sedikit terkejut dan menengok kebelakang dengan wajah yang penuh tanya.
"Ren, apa-apaan ini..?? Gue pikir terjadi sesuatu sama elo,gue sampe buru buru kesini karna gue cemas takut lo kenapa napa, tapi elo..?" Kinara mendengus kesal pasalnya Reno sudah membohonginya.
"Sorry Ra, kalo aku uda bikin kamu cemas,tapi jujur aku seneng dihawatirkan kamu, itu tandanya kamu peduli sama aku Ra,kamu takut kan terjadi sesuatu hal yang buruk padaku..?" Reno pun mengembangkan senyumnya merasa senang dicemaskan Kinara.
"Bercanda elo ga lucu Ren.." sahut Kinara seraya akan berlalu pergi, namun Reno lebih dulu mencekal tangannya.
"Ra,tunggu bentar.." Reno menarik nafasnya sesaat, lalu kemudian dia bersimpuh dihadapan Kinara. " Will you marry me..?" ucap Reno seraya menyodorkan sebuah kotak yang didalamnya terdapat sebuah cincin.
Kinara lagi-lagi terdiam dan tertegun, lalu Kinarapun menutup mulutnya seraya menahan tawa " Ya ampuun Ren, udah deh jangan becanda lagi,mau ngeprank gue lo..? uda basi tau..!" jawab Kinara masih berusaha menahan tawanya.
"Kali ini aku serius Ra, aku ga bercanda ataupun main-main, aku tahu dihati kamu masih tersimpan nama Reyga, tapi aku ga keberatan ko buat jadi obat untuk menyembuhkan atas segala luka yang kamu alami selama ini, jadi please kali ini jangan nolak aku lagi yah Ra, ijinin aku buat jadi dady nya Shanum, karna aku juga sayang banget sama Shanum Ra.."
Kinara tercengang, bibirnya tak bisa berucap apapun,kelopak matanya sudah mulai basah, Kinara sama sekali tidak menyangka Reno akan melakukan hal ini padanya, tapi haruskah Kinara menolak Reno untuk yang kesekian kalinya..? sementara selama ini Reno lah yang selalu ada untuknya.
"Ra, aku tahu sejak dulu kamu hanya menganggapku sebagai sahabat,tapi bisakah kita menjadi sahabat yang bisa hidup bersama dan berdampingan hingga menua nanti Ra..? karna sejak dulu perasaanku ke kamu tak berubah sedikitpun.
Tes.. bulir bening itu telah mengalir begitu saja dipipi mulusnya, rasanya sungguh tak sampai hati jika Kinara menolak Reno untuk yang kesekian kalinya,tapi kinara tak bisa membohongi hatinya sampai kapanpun akan selalu ada Reyga dihatinya.
Lalu bagaimana bisa dirinya menjalin sebuah hubungan yang baru, sementara yang lama masih belum selesai dengan jelas.
"Kinara Larasati, aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku, tapi jika kamu mau memberikan aku kesempatan untuk menjadi obat bagi luka hatimu,dan untuk menjadi dady bagi Shanum maka ambilah cicin ini,dan pakailah dijari manismu, tapi jika kau belum siap maka ambilah dan buanglah cicinnya.."
__ADS_1
*Bersambung..