Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 70


__ADS_3

Kinara memasuki gedung tempat acara promnight diadakan,baru saja beberapa langkah dia melangkah semua mata sudah tertuju padanya,kinara semakin resah dan merasa tidak nyaman takut-takut kehadirannya tidak disukai oleh angkatan teman-teman reyga.


Kinara mengambil ponselnya berniat menghubungi suaminya,namun beberapa kali panggilan tersambung reyga tak kian juga mengangkat telfonya.Kinara terus mengedarkan pandangannya mencari sosok suaminya,namun tak berhasil menemukan reyga.


Sementara beberapa orang disana terus saja menelisik penampilannya dari atas sampai bawah,bahkan diantara mereka ada yang saling berbisik memuji kecantikan kinara yang begitu terpancar dimalam ini.Padahal selama ini gadis yang terkenal menjadi pacarnya reyga karna menyatakan cinta duluan terkesan hanyalah gadis biasa saja,namun tak disangka kinara malam ini justru terlihat sangat cantik dan begitu anggun.


Kinara datang dengan menggunakan Dres diatas lutut tanpa lengan,dengan nuansa bling-bling yang dipadu padakan dengan rempelan bulu dibagian depan dadanya.Rambutnya dia gerai dengan hiasan jepit rambut disamping kirinya,Kinara nampak mempesona meskipun tanpa asesoris yang melekat pada tubuhnya,dia hanya menggunakan sepasang anting untuk menyempurnakan penampilannya malam hari ini.



Kinara juga tak lupa membawa blazer yang ia sampirkan dilengannya,karna merasa dres yang dia kenakan terlalu sedikit terbuka,karna itulah dia sengaja membawa blazer miliknya.Karna penampilannya malam ini tentu saja hasil dari make over sang ibu mertua,yang menyuruh menantunya untuk memakai dres keluaran terbaru dari butiknya sendiri,yang pastinya membuat gadis-gadis dipesta itu merasa iri namun tak menampik bahwa kinara memang terlihat sangat cantik dan mempesona dengan tampilannya dimalam ini.


Reyga baru saja kembali dari toilet,dia kemudian merogoh kantong celananya untuk mengambil ponselnya yang sejak dari tadi bergetar namun tak sempat dia angkat.Reyga melihat beberapa panggilan tak terjawab dari kinara,lalu secepat mungkin dia menekan icon hijau untuk menghubungi balik istrinya.


"Haloo nara,kamu ada dimana..?"


"Aku uda nyampe diruang parti ka rey,tapi dari tadi aku ga lihat ka reyga,emangnya ka rey lagi ada dimana..?"


"Oh,ya udah kamu tetap disitu yah jangan kemana mana,bentar lagi aku kesitu."


"Iya ka rey.."


Dan setelah panggilan dari istrinya terputus reyga pun buru-buru melangkahkan kakinya.Reyga mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok istrinya,dan dari arah kejauhan kinara memanggilnya."Ka rey.."


Seketika reyga terpana saat melihat kinara melangkah mendekat kearahnya.



"Ka rey..dari tadi aku nyariin,ka reyga dari mana aja." namun reyga malah terpaku tak menanggapi pertanyaan istrinya,dia masih terpana dengan penampilan kinara malam hari ini,yang terlihat begitu cantik meskipun setiap harinya dia sendiri mengakui bahwa istrinya kian hari semakin cantik dan mempesona,namun untuk malam ini reyga seolah tak bisa berkedip ingin menikmati wajah ayu istrinya.


Reyga langsung meraih pinggang kinara dengan posesif,sesaat dia mengedarkan pandangan kearah teman-temannya yang tak luput ikut memperhatikan istrinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa pakai baju kaya gini.." bisik reyga pelan,kemudian langsung mengambil blazer yang ada dilengan istrinya dan dengan sigap reyga memakaikan blazer pada tubuh istrinya.


"Maaf ka rey,ini dres dari butiknya mamih,tadi mami nitipin dres ini kesupirnya dan menelfonku supaya untuk memakainya dipesta malam ini,sebenarnya aku ingin pakai baju yang lain,tapi ga enak sama mami." Kinara terus menunduk tak berani menatap pada reyga,hatinya sedikit sedih karna tampilannya malam ini pasti sudah membuat suaminya itu kecewa.


Reyga yang menyadari perubahan raut wajah istrinya langsung merengkuh istrinya lebih dekat,kinara pasti merasa sedih atas perkataanya tadi."Aku jelek yah ka rey,aku pasti udah buat ka rey malu,aku emang ga pantes jadi pasangannya ka reyga,aku pulang aja yah.." kinara sedikit berkaca kaca seraya terus meremas kedua jemarinya.


Reyga menangkup wajah istrinya,dia memandang lekat wajah bidadari hatinya itu."Siapa bilang kamu jelek hem..? aku cuma tidak ingin kecantikan istriku dinikmati oleh lelaki lain,coba kamu lihat dan perhatikan semua mata memandangmu seolah terpana oleh kecantikan bidadariku ini,dan aku sungguh tidak rela sayang.." seketika kinara mengangkat wajahnya memberanikan diri menatap sang suami,hatinya terasa berdesir kala reyga mengatakan bahwa dirinya adalah bidadarinya.


"Maaf ka rey,aku cuma ga enak nolak permintaan mamih,yang menyuruhku memakai dres ini,kalo ka reyga merasa ga nyaman kita pulang aja yah.." melihat wajah gugup istrinya sudut bibir reyga tertarik membentuk senyuman,dia kemudian mendekat dan berbisik pelan tepat ditelinga istrinya.


"Aku juga ingin segera pulang,ingin segera membawamu dalam kungkunganku,tapi sabar ya sayang pestanya baru saja dimulai." dan dengan pelan reyga mengecup singkat daun telinga istrinya,membuat kinara sedikit menegang dengan wajah yang sedikit memerah akibat ulah mesum suaminya.


"Ka rey.." reyga pun tergelak ketika kinara menatap protes.


Acara promnight pun dimulai,semua para pahasiswa yang baru saja dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar sarjananya tengah menikmati pesta perpisahannya.diantara mereka ada yang tengah berdansa dan menari,ada juga yang bernyanyi dan bermain gitar,dan selebihnya saling mengobrol dengan di iringi gelak tawa.


Reyga memilih menemani kinara duduk disudut ruang pesta yang tidak terlalu ramai,sejak tadi reyga juga mengedarkan pandangannya mencari keberadaan celin,namun entah kemana hilangnya gadis itu,apa mungkin sedang mengobrol atau berkumpul dengan para teman-temannya.


"Aku juga ga tau celin dimana,tadi aku tinggal dia bareng doni,lalu aku ketoilet,dan setelah kembali aku langsung nyamperin kamu,jadi belum ketemu celin lagi." entah kenapa tiba-tiba perasaan kinara berubah menjadi resah,seolah akan ada sesuatu yang terjadi.


"Hey kamu kenapa hem..?" reyga mengelus pipi istrinya yang sejak tadi menunduk dan melamun.


"Perasaanku ga enak ka rey,apa ga sebaiknya ka reyga mencari ka celin."


"Kamu ga usah cemas nara,mungkin sekarang celin lagi gabung sama temen-temen yang lain.Ada sesuatu hal yang ingin aku umumin malam ini." kinara pun mengernyitkan keningnya bingung.


" Umumin..? umumin soal apa ka rey..?"


Reyga menggenggam tangan kinara,menatap lekat wajah cantik istrinya. " Aku ingin umumin ke semua temen temen aku tentang status pernikahan kita." kinara sedikit terkejut,perlahan dia melepaskan genggaman suaminya dan meremas jemarinya sendiri.


"Tapi ka rey,A-aku takut,aku ga siap,gimana kalau temen-temen ka reyga terutama para cewe mereka pasti gak terima dan ngebuli aku.." melihat istrinya yang gusar,reyga kembali menggenggam jemari istrinya,mengelus punggung tangan kinara dengan lembut,agar istrinya merasa lebih nyaman.

__ADS_1


"Nara..kamu percayakan sama aku..? cepat atau lambat kita harus umumin status pernikahan kita,aku ga mau sembunyi sembunyi terus.Kamu itu istri aku,ga akan aku biarin siapapun yang akan nyakitin kamu,percayalah semua akan baik-baik saja okeh.." mendengar perkataan reyga,perlahan kinara menganggukan kepalanya.


Mungkin apa yang dikatakan reyga benar,mereka tidak bisa selamanya menyembunyika fakta dan status pernikahan mereka,karna itu bisa saja akan menimbulkan fitnah nantinya.


"Kalau begitu kamu tunggu disini sebentar yah." kinara pun mengangguk seraya mengulas senyum ketika reyga perlahan meninggalkannya untuk naik keatas podium dan akan mengumumkan status pernikahannya.


"Eehemm..minta perhatiannya buat temen-temen semuanya." suara reyga terdengar lantang dibalik mikrofon yang dia genggam,sesaat membuat suasana terasa hening,dan semua mata kini tertuju padanya.


"Pertama tama,gue ucapin selamat buat semua teman-teman yang hadir dan turut merayakan kelulusan di prom night malam hari ini.Semoga setelah lulus dari universitas kebanggaan kita ini,kita bisa melanjutkan kehidupan kita untuk meraih apa yang menjadi impian dan cita-cita kita."


Reyga sejenak terdiam sebelum kembali melanjutkan kalimatnya.Sementara kinara entah kenapa dia justru merasa sangat gugup terus meremas kedua jemarinya.


"Di hari yang bahagia ini,gue juga sebenarnya pengen ngumumin sesuatu pada kalian semua." Reyga mencoba menarik nafas perlahan dan hendak kembali melanjutkan kalimatnya,Namun tiba-tiba saja lampu padam,membuat keadaan seketika menjadi riuh dan gaduh..


"Aduh ko tiba tiba lampu mati sih.."


"Yaah ko gelap,woy siapa yang matiin lampunya."


"Aduh cepetan dong siapa kek yang nyalain lampunya buruan.."


Dan masih banyak lagi bentuk protes dan kegaduhan diruangan pesta itu.


Reyga dengan pelan berjalan menggunakan cahaya ponselnya.dia melangkah ke arah meja dimana istrinya duduk."Nara kamu ga papa kan..?" reyga meraba wajah istrinya karna merasa cemas.


"Aku ga papa ka rey,tapi ko bisa yah lampu dihotel yang mewah ini bisa padam." dan baru saja kinara menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba lampu sudah nyala kembali,seketika ruanganpun terasa ramai kembali karna saling bersorak merasa senang.


"Syukurlah,lampunya udah nyala lagi ka rey." reygapun mengangguk tersenyum,namun saat reyga akan kembali kepodium ponselnya berdering,dan tertulis nama celin dilayar hapenya.


Reyga pun dengan cepat mengangkat ponselnya "Hallo,cel elo dimana..?"


"**Rey..lo cepetan kesini yah,gue jatuh ditoilet rey.."

__ADS_1


*Bersambung**..


__ADS_2