
Kinara masih terpaku duduk bersandar ditepi ranjang,pikirannya masih menerawang jauh mengingat kata-kata devan,bahwa dibalik rencana buruk devan terhadap dirinya adalah ide dari Celin.
Kinara benar benar tidak menyangka sama sekali,sampai sampai kinara menuduh devan berbohong dan hanya mengarang cerita.Namun lagi lagi kinara dibuat terkejut kala devan menjelaskan bahwa padamnya lampu dipesta itu adalah sebagian dari rencana mereka,dan intinya celin hanya ingin mengagalkan reyga yang akan mengumumkan pernikahan mereka.Dan bodohnya devan benar-benar tidak mengetahui kalo kinara dan reyga memang sudah menikah.Karna sebelumnya celin tak mengatakan hal itu.
Devan juga menceritakan,jika celin hanya pura-pura terjatuh dan pura pura pingsan di toilet,semata mata hanya ingin mengalihkan perhatian reyga supaya meninggalkan kinara sendirian dipesta,dan disaat itulah celin menyuruh devan untuk mendekati kinara dan diam diam mencampurkan obat perangsang kedalam minuman kinara.
Sungguh mendengar semua cerita devan,kinara benar-benar merasa terluka.Padahal selama ini dirinya berusaha untuk selalu memahami celin,bahkan kinara juga tak keberatan jika reyga meluangkan waktu untuk sahabatnya itu.
Kinara pikir,seiring berjalannya waktu celin akan berubah dan bisa menerima hubungannya dengan reyga.Tapi kenyataannya celin justru bertindak diluar dugaannya.bahkan celin malah ingin berniat buruk terhadap dirinya.Kinara sungguh merasa tak habis fikir.
Sebuah tangan menyentuh pipi mulus kinara,membuat kinara terhenyak dan membuyarkan lamunannya.
"Kamu lagi mikirin apa hem..? sampai sampai aku datang,kamu tidak menyadarinya." reyga duduk disamping istrinya,Dia baru saja pulang dari kantor namun saat masuk ke kamar reyga malah melihat istrinya yang tengah melamun.
"Ka ka reyga,kapan dateng..Maaf." cicit kinara merasa tak enak,karna suaminya datang dia malah tidak menyadarinya.
"Aku baru aja sampai,kamu lagi ngelamunin apa sih,ko wajahnya murung gitu..? apa jangan-jangan devan melakukan hal yang buruk lagi..?" kinara menggeleng pelan,lalu tiba tiba kinara pun menghambur memeluk suaminya.Hatinya masih sulit menerima akan niat jahat celin terhadap dirinya,tapi apakah kinara juga harus menceritakan hal ini pada suaminya..?entahlah..
Reyga mengelus punggung istrinya,dia merasa istrinya seperti sedang menyimpan sesuatu,Reyga merasa apa mungkin devan berkata hal yang buruk sehingga kinara murung seperti ini.Atau mungkin ada hal lain yang kinara sembunyikan darinya.
"Ada apa sayang,kenapa kamu terlihat sedih hum." devan mencium lembut pucuk kepala istrinya,sementara kinara masih membenamkan wajahnya dibalik dada bidang sang suami.
"Aku ga papa ka rey,aku cuma lagi kangen sama ka reyga,emang aku ga boleh yah peluk suami aku sendiri." kinara sedikit mendongkakan wajahnya menatap wajah suaminya yang mengulas senyum.
__ADS_1
Cup reyga mencium singkat bibir istrinya,tidak biasa biasanya istrinya bersikap seperti ini."Tentu saja boleh dong sayang,kamu peluk seharian juga aku gak nolak ko,bahkan kalo lebih sekedar peluk juga boleh." reyga menaikan salah satu alisnya menggoda sang istri.
Kinara pun bersungut kesal seraya mencubit perut sixpack milik suaminya.
"Aauuwww..nara kenapa dicubit" kinara melerai pelukannya seraya terkekeh pelan. "Habisnya ka reyga nyebelin." kinara bersandar bersedekap dada.
"Kamu tuh yah,aku serius juga.Suami mana coba yang enggak seneng dipeluk peluk sama istrinya,apalagi kalau kita reka ulang kejadian semalam." dan sebelum istrinya melayangkan bentuk protesnya,reyga langsung menghujani wajah istrinya dengan ciumannya.
"Udah dong ka rey iih,nyebelin deh.."
"Habisnya kamu tuh selalu aja bikin aku gemes.." Cup satu ciuman mendarat singkat dipipi kinara,membuat sang empunya mendengus pasrah.
"Ya udah aku mandi dulu yah.." namun sebelum reyga beranjak pergi,kinara malah menarik kembali tangan suaminya. "Tunggu ka rey." reyga pun ahirnya duduk kembali seraya menatap wajah istrinya yang ingin mengatakan sesuatu.
Reyga memperhatikan raut wajah istrinya,kenapa kinara tiba tiba menanyakan celin.Batinnya.
"Celin kemarin sempat pingsan ditoilet,karna itulah aku agak lama karna berusaha untuk menghubungi doni dan meminta bantuan padanya.Dan sekarang sepertinya celin sudah baik-baik saja." Reyga berusaha menceritakan apa yang terjadi pada waktu itu,tanpa dia tahu semua itu sudah direncanakan oleh celin.
Andai saja ka reyga tau,bahwa dalang penjebakan yang terjadi dipesta itu adalah ka celin.Ka reyga pasti akan sangat marah dan jauh lebih terluka.Kinara sendiri sadar bahwa sebelum menikah dengannya suaminya amat sangat menyayangi sahabat kecilnya itu.
Lalu apa yang akan ka reyga lakukan jika tau,sahabatnya itu hampir saja mencelakai istrinya. Tidak..! aku tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya pada ka reyga.Dia baru saja sembuh dan terbebas dari belenggu masa lalunya,aku tidak ingin jika ka reyga mengetahui tentang ka celin,dia akan kembali terluka.
"Heyy kenapa melamun lagi." reyga mengangkat dagu istrinya,mengamati wajah istrinya yang kembali mendung.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya kinara,apa ada yang kamu sembunyikan,dan kamu tidak ingin menceritakannya padaku..? kenapa tiba-tiba kamu bertanya tentang celin.." kinara memaksakan diri mengulas senyum,dia tidak ingin reyga semakin curiga dan bertanya lebih banyak lagi.
"Aku tidak apa apa ka rey,aku cuma ingin tahu keadaan ka celin,aku cemas dia kenapa napa. Ya udah ka reyga mandi gih sana..Oh ya ka reyga mau aku buatin sesuatu engga..?"
Reyga pun berfikir sejenak,lalu dia maju mendekat berbisik tepat ditelinga istrinya. "Aku mau kamu yang kayak semalam.." dan sebelum mendengarkan protes dari istrinya reyga sudah berlari menuju kamar mandi,dan tergelak dibalik pintu kamar mandi.
***
"Rey nanti agak siangan,elo bisakan temenin gue terapi..? soalnya mamah sama papa lagi diluar kota."
celin mengirim pesan singkat pada reyga,dan setelah menunggu beberapa saat balasan dari reyga pun masuk.
"Sorry cel,siang ini gue ada miting dengan klayen,gimana kalo sama doni aja..?"
Celin terlihat masam membaca balasan pesan dari reyga.lalu dia kembali mengetik pesan untuk pria itu.
"Gue gak mau sama doni rey,gue maunya sama elo..! kenapa sih sekarang elo udah gak peduli lagi sama gue..!Gue jadi ngerasa semdiri rey,gak ada lagi yang sayang sama gue..Ya udah kalo elo sibuk dan gak bisa mendingan gue gak usah terapi,toh percuma gue juga bakal cacat seumur hidup kan."
Dan setelah beberapa saat pesan terkirim,reyga pun membalas pesan celin kembali.
"Ya udah okeh..! nanti abis gue selesai miting gue jemput elo."
Senyum dibibir celin pun terukir,dia tahu sampai kapanpun reyga akan selalu peduli padanya.Dan hal itulah yang membuatnya yakin kelak dia akan bisa memiliki reyga kembali.
__ADS_1
*Bersambung..😊