
Kinara dan Reyga ahirnya tiba dikediaman Marisyah, Reyga sengaja membawa istrinya pulang kerumah mamihnya, karna Marisyah sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan cucu dan menantunya.
Dan dirumah Marisyah juga ternyata sudah ada, Om Rudi, tante Fina bersama putri mereka Bela, Dan tentu saja kedatangan Kinara kali ini telah disambut hangat oleh keluarga yang selama ini sangat merindukannya.
Marisyah memeluk hangat sang menantu kesayangannya, selama Kinara pergi Marisyah juga salah satu orang yang amat sangat kehilangan, karna dia sudah sangat menyayangi Kinara seperti putrinya sendiri.
"Mamih senang kamu kembali pulang sayang, dan apa bayi cantik itu cucu mamih..?" ujar Marisyah setelah melerai pelukannya dari sang menantu lalu melihat bayi mungil yang berada digendongan Reyga.
"Iya mih dia cucu mamih, namanya Syanum.." jawab Kinara mengulas senyum.
Wajah marisyah sedikit berkaca nampak haru, Wanita paruh baya itu kemudian menghampiri Reyga, mengambil bayi mungil itu dari gendongan sang ayah.
"Haloo sayang cucu Omah, kamu cantik sekali persis seperti mamah kamu.." Marisyah mencium gemas pipi gembul Syanum, "Lihat lah Rey, mamih sudah punya cucu sekarang, dan cucu mamih ternyata sangat cantik dan menggemaskan.."
Reyga turut bahagia, melihat mamihnya tersenyum bahagia karna kehadiran Syanum dirumah ini sepertinya akan melengkapi dan mewarnai kebahagiaan mereka.
Sementara Kinara tengah menangis haru dipelukan tante Fina, yang sejak tadi juga menyambut hangat kedatangan mereka.
"Maafin Nara yah tante, jika Kinara mengambil keputusan yang salah tanpa memikirkan perasaan kalian.." ucap Kinara seraya menyeka air matanya merasa menyesal karna sudah membuat orang-orang yang menyayanginya merasa cemas dan mungkin terluka.
Tante Fina mengusap pundak Kinara dengan lembut," Tante selalu maafin kamu Nara, tapi untuk kedepannya apapun yang terjadi jangan pernah lagi meninggalkan keluargamu, atau kamu sudah tidak menganggap Om dan tantemu ini keluarga..?"
Kinara menggeleng pelan lalu menghambur memeluk tantenya, Om Rudi pun mengulas senyum merasa lega dan bahagia melihat sang keponakan ahirnya bisa berkumpul kembali ditengah tengah mereka.
"Mba Nara, dede bayinya bolehkan bela ajak main.." Celoteh bela yang sejak tadi ikut gemas melihat Syanum.
"Tentu saja Bela sayang, sekarang kamu sudah jadi kaka jadi harus bisa jagain dede Syanum nantinya.." Om Rudi dan tante Fina pun saling tertawa, rasanya begitu bahagia melihat Kinara kembali lengkap bersama putri kecilnya.
Dan hari itu hari yang sangat membahagiakan untuk semuanya, ditambah lagi dengan kehadiran Syanum yang semakin menambah kebahagiaan diantara mereka.
Marisyah dan tante Fani tengah sibuk menyiapkan hidangan untuk makan malam bersama, sementara om Rudi dan Bella nampak tengah bermain main dengan Syanum.
__ADS_1
Sementara Kinara sendiri, sudah memasuki kamar Reyga, tengah membongkar isi dalam kopernya dan memindahkan barang-barangnya.
Saat Kinara tengah membereskan baju-baju milik Syanum, tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar dipinggangnya, siapa lagi pelakunya jikalau bukan sang suami.
"Apa kau bahagia.." Reyga menyadarkan dagunya dibahu sang istri yang jauh lebih pendek darinya.
"Iya, aku sangat bahagia ka Rey bisa melihat mereka kembali." Jawab Kinara seraya mengulas senyum masih dengan aktifitasnya membereskan baju baju putrinya.
"Kau tau..? memelukmu dikamar ini rasanya seperti mimpi, dulu aku bahkan selalu berpikir jika mungkin saja aku takan bisa lagi mencium aroma tubuhmu." Reyga menempelkan hidungnya diceruk leher sang istri mengendus aroma vanila yang selalu ia rindukan.
Kinara sesaat memejamkan matanya, menikmati sesapan lembut dilehernya,tangannya memegang tangan Reyga yang tengah melingkar diperutnya.
"Ka Rey.."
"Hemm.."
"Jangan begini, masih banyak orang dibawah sebentar lagi kita harus turun untuk makan malam.." ujar kinara mengingatkan, karna tangan Reyga sudah merusuh tak bisa dikondisikan.
"Sayaaang, aku ingin.." jawab Reyga sedikit serak.
"Gak bisa sekarang ka Rey, sebentar lagi kita makan malam bersama, ga enak dong sama mamih dan tante fina yang udah repot-repot masakin buat kita, masa kita malah nina boboan dikamar.."
Kinara berbalik badan menghadap suaminya yang berwajah sedikit sayu karna mulai dipenuhi kabut.
"Gak sabaran banget sih suamiku ini, bukannya semalem udah kenyang.." Kinara menoel hidung mancung suaminya merasa gemas.
"Kamu lupa ya sayang, aku puasanya hampir setahun loh, jadi yang semalam itu hanya hidangan pembuka, aku belum kenyang masih mau lagi.."
Kinara melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan suamimya barusan. "Lima kali ka Reyga bilang cuma hidangan pembuka,padahal tulang tulang ku hampir patah semua loh ka Rey, iih jahat..!" Kinara memukul mukul pelan dada suaminya, merasa kesal dengan ucapan Reyga, bahkan seharian ini saja dirinya masih terasa sakit untuk berjalan, malah dibilang cuma hidangan pembuka, benar benar menyebalkan.
"aduh Nara ampuun sayang, udah donk.."
__ADS_1
Hap..! Reyga mengunci kedua tangan istrinya,"Kamu ini baru juga kembali kerumah, uda kdrt sama suami.."
"Biarin..!lepasin dong ka Rey.." sungut Kinara meronta pergerakan tubuhnya terkunci oleh Reyga.
Reyga semakin mendekat tersenyum penuh arti, membuat Kinara hanya menghela nafas penuh kepasrahan karna detik berikutnya, Reyga sudah membungkam bibirnya, kembali mencecapi rasa manis bibir ranum sang istri yang selalu membuatnya merasa candu.
Tangan Reyga juga sudah tak tinggal diam, semakin merusuh kesana kemari tak terkendalikan, bahkan Kinara hampir memekik tak tertahan kala sumber makanan putrinya terjamah dan dicicipi oleh sang ayah, Kinara sampai membekap mulutnya sendiri agar tak mengeluarkan suara suara aneh yang mungkin saja akan terdengar diluar sana.
Hingga tiba-tiba suara ketukan pintu dari luar, menghetikan aktifitas panas mereka berdua.
"mba Nara, mas Rey dipanggil mamah katanya makan malam udah siap." suara Bella terdengar dibalik pintu.
Kinara segera mendorong Reyga dari atas tubuhnya, beranjak bangun dan mengatur nafasnya yang masih tersenggal,lalu mengancingkan kembali bajunya yang sudah acak-acakan akibat ulah suaminya.
"Sayang jangan dikancing bajunya nanggung.." protes Reyga merajuk.
"Ka Rey gak denger tadi Bella sudah manggil kita untuk makan malam.." Kinara beranjak kedepan cermin untuk merapikan kembali penampilannya yang sudah berantakan.
Namun lagi lagi Reyga memeluknya dari belakang, "Tapi aku tidak lapar, aku maunya makan kamu sekarang sayang, please kita ga usah ikut turun yah,mereka pasti ngerti ko.." ujar Reyga kembali mendusel dusel leher istrinya.
Kinara hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan," Tapi aku lapar ka Rey, mana kenyang aku makan begituan, lagian juga aku butuh tenaga ekstra buat ngasih makan singa lapar yang gak pernah puas memangsa korbannya." ucap Kinara bersungut kesal membuat Reyga terkekeh melihat wajah istrinya yang nampak lucu dihadapan cermin.
"Habis mangsanya bikin candu sih, sampe singa yang kelaparan ini gak pernah puas." goda Reyga sembari mengecup pipi istrinya yang sedikit chabi.
"Ya udah kalo aku sampe kelaparan dan nanti jatuh sakit, berarti siap siap aja nanti ka Reyga puasa lagi yah.."
Reyga pun langsung membalikan badan istrinya, "Jangan gitu dong sayang, masa suruh puasa lagi sih tega amat.." langsung pasang muka cemas level satu.
"Yah abisnya..."
Cup..
__ADS_1
Reyga mencium singkat bibir istrimya, "Aku bercanda sayang..ayo kita turun, malam ini kamu harus makan yang banyak karna nanti malam aku yang akan memakanmu." Reyga tersenyum lebar sambil mengangkat kedua alisnya.
Sementara Kinara menatap horor dan mencebik kesal, "Dasar suami mesum.." gerutunya seraya berlalu meninggalkan Reyga yang semakin tergelak merasa lucu dan gemas dengan sikap sang istri.