Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 57


__ADS_3

Kinara terus mengaduk aduk minumannya,namun fikirannya tengah memikirkan reyga yang seharian ini tak menemuinya dikampus.Jangankan untuk menemuinya berkirim pesan pun tidak,apa sesibuk itukah waktunya untuk mengurus celin,sehingga dia sampe lupa memperhatikan istrinya,dan ini baru dihari pertama lalu bagaimana jika kedepannya masih seperti ini,apakah kinara akan siap dan tetap baik baik saja,karna sekarang saja hatinya sudah merasa sedih.Terlebih lagi kata-kata mita tadi pagi masih saja terngiang ditelinganya,bahwa perasaan sesorang itu bisa saja berubah,lalu apakah reyganya juga akan berubah..?sedangkan selama ini reyga justru tak pernah mengungkapkan rasa cintanya terhadap dirinya.Meskipun sudah seminggu lebih mereka menikah dan saling memiliki,tapi tetap saja kinara merasa seperti ada yang kurang karna sampai detik ini reyga tak pernah mengatakan cinta padanya.


"Ra,elo ko ngelamun sih,masih kepikiran kata-kata mita tadi pagi yah..?emang rese tuh mita suka banget mengintimidasi." ucap caca dengan nada kesal.


"Apaan lo ca,nyebut-nyebut nama gue." mita pun datang setelah tadi pergi ketoilet.


"Gara gara elo tuh mit,sih nara jadi sedih gitu." ucap caca lagi yang masih menyalahkan mita,yang membuat mita terdiam karna merasa tidak enak atas kata-katanya tadi pagi. "Sorry yah ra,elo masih kepikiran kata-kata gue yah?" ucap mita yang kini duduk disebelah kinara.


"Gue gak papa ko mit,ca,santai aja." kinara berusaha mengulas senyum agar kedua sahabatnya berhenti merasa bersalah.


"Beneran nih elo gak papa.." tanya mita lagi yang masih ragu.


"Iya beneran gue gak papa ko.udah deh jangan pada lebay..! terus kapan nih kita bisa pesen makanannya." ucap kinara yang merasa sudah lapar,karna dia melewatkan makan siangnya dikantin demi menghindari reyga dan celin.


"Oh iya ca,devan mana? masih belum datang juga yah..? gue juga udah laper nih." sahut mita,sementara kinara yang mendengar mita menanyakan devan,jadi ikut bingung dan bertanya pada caca.


"Ko mita nanya devan sih ca,emang devan juga mau ikut kesini." tanya kinara pada caca,yang membuat gadis itu cengengesan tak jelas.


"Sorry ra,sebenarnya ini acara devan.katanya hari ini dia ulang tahun dan mau nraktir kita-kita." jawab caca sedikit terbata karna merasa sudah berbohong pada sahabatnya.Dan kinara pun hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Jadi elo ga tahu ra,kalo devan yang mau nraktir kita-kita..?" tanya mita yang dijawab gelengan kepala oleh kinara.


"Waah parah lo ca.." celetuk mita lagi yang ditunjukan untuk caca.


"Iya deh sorry,sorry caca ngaku salah,maafin caca yah nara..? soalnya kalo gue jujur takutnya elo bakal nolak,sedangkan devan bilang kalo elo gak ikut,maka acaranya dibatalin.Gue kan pengen deket sama devan ra,meskipun gue tau devan kayanya sukanya sama elo deh,tapi gak papa kan kalo gue suka sama devan,kan elo udah punya ka reyga jadi masih ada kesempatan kan buat gue yang jomblo ini.." mendengar penuturan caca yang panjang kali lebar itu membuat mita tak bisa lagi menahan tawanya.

__ADS_1


"hahaha,demi apa ca,jadi elo naksir sama devan..?hahaha."


"iih mita..!!!kok ngetawain sih,enggak lucu tau..! caca pun mendengus kesal.Sementara kinara,dia sedikit iba melihat caca,baru kali ini caca berani jujur akan perasaannya.Padahal selama ini caca paling cuek perihal cowo ataupun pacaran,tapi baru kali ini caca berani jujur akan perasaanya.Tapi tunggu,apa bener yang dikatakan caca tadi,kalo ternyata devan justru malah menyukai dirinya.


Dan disaat caca dan mita saling berdebat tak jelas,devano pun datang menyapa.


"Hayy,sorry yah gue agak telat." ucapnya yang langsung duduk tepat berhadapan dengan kinara."Oh iya udah pada pesen makanan belum?" tanya devan lagi.


"Kita baru mesen minuman doang ko dev,kalo makanan sih belum,kan nungguin elo." sahut mita,sementara caca tiba-tiba berubah jadi pendiam dan salting.hingga devan pun kemudian menatap kinara yang tampak merenung dengan tatapan kosong.


"Elo gak papa ra..?" tanya devan,yang membuat kinara tersentak dengan lamunannya.


"Eh devan udah dateng." kinara malah balik bertanya karna tak menyadari kedatangan devan tadi.


"Ya ampun nara,elo dari tadi ngelamun yah,sampai ada devan dateng enggak sadar gitu." ucap caca dengan polosnya.


Dan ketika mereka semua sedang menikmati makanannya masing-masing,tiba tiba mita melihat sosok yang sangat familiar yang tengah memasuki restoran tersebut.Seorang pria tampan dengan seorang gadis cantik yang berada dikursi roda.Sontak mita pun sedikit membulatkan matanya.


"Elo kenapa sih mit." bisik caca pelan karna memperhatikan mita yang tampak aneh,lalu caca pun mengikuti pandangan mita yang tertuju pada reyga dan celin yang tengah duduk tak jauh dari meja mereka.


"Ooh ada.." belum sempat caca menyelsaikan kalimatnya,mita sudah menyikut lengan caca dan memberi kode agar tidak memberi tahu kinara tentang keberadaan reyga yang ternyata juga ada direstoran itu.Dan untungnya kali ini caca cepat koneks dan tidak membuka mulut.


"Ada apa ca..?" tanya kinara sedikit bingung. "Oh ga ada apa apa ko ra,tadi dimakanan gue ada semutnya." jawab caca asal.


"Kalau gitu ganti pesen yang baru aja ca." ucap devan yang membuat caca sedikit tersipu.Sementara mita,dia terdiam menunduk,mita sengaja tak ingin memberi tahu sahabatnya bahwa ada reyga dan celin ditempat itu.Tentu saja karna mita tak ingin melihat sahabatnya itu terus-terusan sedih,melihat reyga yang lebih memperhatikan sahabatnya dari pada pacarnya sendiri.Dan kebetulan sekali posisi duduk kinara yang membelakangi meja reyga dan celin,membuatnya tidak menyadari keberadaan suaminya ditempat itu.

__ADS_1


Sementara dimeja lain,reyga baru sadar ada kinara dan teman temannya yang berada tak jauh dari mejanya.Namun seketika mata reyga menatap tajam kearah cowo yang tengah duduk berhadapan dengan istrinya.


"Ternyata anak baru itu juga ada disini." gumamnya dalam hati,dan ketika reyga hendak menghampiri kinara dan teman temannya,celin lebih dulu menarik tangan reyga. "Rey,mau kemana sih,aku udah laper banget nih,kita pesan makanan dulu yah." ucap nya dengan sengaja agar reyga tak jadi menghampiri kinara,dan ahirnya reyga pun memilih duduk kembali lalu segera memesan makanan.


Setelah makanan datang,ternyata reyga tak bisa menikmati makanannya sama sekali.Matanya selalu tertuju fokus memperhatikan kinara dan teman-temannya,sesekali mereka saling tertawa,namun tiba tiba saja reyga merasa sangat kesal ketika tangan devan menyentuh rambut istrinya.Padahal tanpa reyga tahu devan hanya mengambil daun kering yang kebetulan terselip dirambut kinara.


Reyga mengepalkan tangannya,dia langsung berdiri dan melangkah menghampiri meja kinara tak mempedulikan celin yang terus memanggilnya.reyga terus melangkah hingga ketika sampai dimeja kinara dan teman-temannya,nampak mita dan caca saling tatap,sementara reyga langsung merangkul bahu kinara.


"Hay sayang ternyata kamu lagi disini juga."


ucapnya yang membuat kinara sedikit terkejut ketika menengok dan mendapati suaminya.


"Ka reyga.." belum sempat kinara berucap,reyga lebih dulu menyelanya.


"Sayang,kamu makan disini ga bilang bilang aku,tau gitu kan kita bareng." ucap reyga lagi seraya menatap devan yang masih memandang mereka tak paham.


"Ka reyga sama siapa kesini." tanya kinara namun sebelum reyga menjawab,kinara lebih dulu mengedarkan pandangannya dan mendapati celin yang tak jauh dari meja mereka.seketika hati kinara mencleos.


"Aku sama celin,kamu mau gabung dimejaku enggak..?" ajak reyga,namun kinara langsung menggeleng pelan.


"Aku disini aja ka rey,ga enak sama mita dan caca." ucapnya seraya mengulas senyum.Dan reyga nampak sedikit kecewa karna kinara menolak ajakannya dan lebih memilih teman-temannya.


"Iyah,kinara biar sama kita kita aja ka rey,mendingan ka reyga temenin ka celin aja dulu,kasian tuh ka celin sendirian." mita dengan sengaja menyindir reyga.


"Ya udah aku balik kemejaku dulu yah,nanti pulangnya jangan malam-malam." reyga mengelus pipi kinara,lalu mengecup rambutnya pelan,dan berlalu meninggalkan mereka,yang membuat mita dan caca melongo tak percaya.Pasalnya ini pertama kalinya mereka melihat reyga bersikap manis kepada kinara didepan umum.Namun lain halnya dengan kinara,dia nampak kikuk merasa tak nyaman dengan sikap reyga barusan,apalagi sejak kedatangan reyga tadi devan hanya diam dan terus menatap mereka.

__ADS_1


*Bersambung..😊


__ADS_2