Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 71


__ADS_3

"Nara,celin terjatuh ditoilet,aku kesana dulu yah,kamu gak papa kan kalo aku tinggal sendirian.."


"Iya ka rey,aku gak papa,ka reyga cepetan tolongin ka celin,aku takut ka celin kenapa napa.." Sebelum melangkah pergi,reyga membelai pipi istrinya terlebih dahulu,sejak dulu kinara memang tak pernah berubah,selalu menjadi orang yang tulus dan peduli.


Dan setelah reyga berlalu,kini kinara duduk seorang diri,suasana pesta setelah insiden mati lampu tadi,sudah kembali ramai,Namun kinara enggan untuk beranjak dari tempat duduknya,entah mengapa tanpa reyga dia merasa asing berada ditengah tengah keramaian pesta itu.


Hingga tiba tiba saja ada yang menepuk pelan pundak kinara dari belakang,dan kinara pun menoleh.


"Hayyy sendirian aja." sapa seorang pria tampan dengan senyum manisnya,pria itu kemudian menarik bangku dan ikut duduk disebelah kinara.


"De..devan..?? elo juga ada disini dev.." kinara merasa sedikit terkejut,karna dipesta prom night kali ini,dia bertemu dengan devan yang jelas jelas bukan angkatan kelulusan dipesta ini.


"Kenapa ra..? ko kaget gitu lihat gue ada disini..? emang ga boleh yah gue ada disini." kinara hanya tersenyum kikuk mendengar pertanyaan devan.


"Gue kesini nganterin sepupu gue ra,dan tadi pas gue mau blk,gue lihat elo duduk sendirian disini,elo datang sama cowo elo yah? terus dimana cowo elo itu,ko bisa-bisanya ninggalin cewe secantik elo sendirian disini." devan sengaja menekan kata-katanya,membuat kinara lagi lagi tersenyum kikuk.


"Ka rey lagi nolongin temennya dev,bentar lagi juga dia balik kesini."


"Ooh,ya udah sementara cowo elo belum balik gue ga papa kan disini nemenin elo ra." dan kinara pun terpaksa mengangguk karna merasa tidak enak hati jika harus menolak kehadiran devan,toh selama ini dia juga sudah berusaha menghindarinya,jadi ga ada salahnya kalo sekarang dia mengobrol sebentar dengan devan,sambil menunggu reyga kembali.Setidaknya kinara tidak merasa jenuh sekarang.

__ADS_1


Sudah setengah jam berlalu,namun reyga belum juga kembali.Entah kenapa tiba tiba kinara merasa kepalanya terasa pusing,suhu tubuhnya juga seketika terasa panas dan gerah,kinara bahkan mulai berkeringat.


"Elo kenapa ra..?elo sakit.." devan memperhatikan dengan raut cemas.


"emm ga tau dev,ko tiba tiba gerah yah,kepalaku juga agak sedikit pusing." kinara sedikit memijit pelipisnya seraya mengipas ngipaskan tangannya pada wajahnya yang sudah mulai berkeringat diujung keningnya.


"Elo pasti ga nyaman yah karna disini terlalu ramai dan berisik. Gimana kalau kita keluar aja,cari udara segar biar elo ga kegerahan lagi." kinara sejenak berpikir,sebenarnya ajakan devan bagus juga,mungkin jika jalan-jalan diluar sebentar dirinya akan merasa lebih baik.tapi bagaimana dengan suaminya.


"Tapi dev,kalau ka reyga nyariin gimana..?" devan tersenyum simpul."Elo tenang aja ra,kita kan cuma keluar sebentar cari udara segar,nanti kalo cowo elo nyariin diakan bisa nelfon elo." kinara ahirnya mengangguk menerima saran dari devan,toh jika terus diam disinipun dirinya benar benar sudah merasa tidak nyaman.Hingga ahirnya kinara dan devan pun turun kebawah untuk mencari udara segar.


Dan setelah berada diluar gedung,kinara justru merasa suhu tubuhnya semakin panas dan gerah.kinara merasa seperti ada yang tidak beres didalam dirinya.hingga dia terus memijat pelipisnya seraya terus berjalan beriringan dengan devan.


"Gimana ra,elo udah lebih baik sekarang..?" kinara hanya menggeleng pelan sambil terus meremas kedua jemarinya. "Ra,elo ga papa kan,kalo emang elo sakit,gue anterin pulang yah..?" devan mencoba menggenggam jemari kinara,namun entah kenapa sentuhan tangan devan seolah memberi kesejukan pada pori pori kulitnya yang memanas.


"Gue nelfon ka rey aja ya dev,biar nanti ka reyga yang nganterin gue pulang." lalu kinara pun memencet nomor suaminya hingga panggilan pun tersambung,namun setelah beberapa saat reyga tak kian juga mengangkat telfon dari kinara,membuat devan dengan cepat merebut ponsel yang sedang kinara pegang.membuat kinara seketika tercengang.


"Udah lah ra,cowo kaya reyga itu ga usah elo harepin..!! cowo macam apa yang tega ninggalin cewenya ditengah pesta seorang diri.Udah yah mendingan sekarang gue anterin elo pulang." devan menarik tangan kinara membawanya ke area tempat parkir.


Kinara awalnya ingin menolak dan melepaskan diri,namun entah mengapa tubuhnya merasa lemas,ditambah lagi genggaman tangan devan menimbulkan geleyar aneh pada tubuhnya.

__ADS_1


Devan membuka pintu mobilnya,dan mendudukan kinara disamping kursi kemudi.Kemudian devan ikut masuk kedalam mobil dan duduk dibalik kemudi,sesaat devan menatap lekat wajah kinara yang saat ini tengah menunduk seraya meremas jari jemarinya.Devan kemudian memegang dagu wajah kinara agar gadis itu menoleh dan menatapnya. "Ra,elo malam ini cantik banget,seandainya masih ada kesempatan buat gue,apapun akan gue lakuin ra."


Tiba-tiba kinara seperti tersengat aliran listrik saat devan mengelus pipinya dengan lembut,dia ingin menepis tangan pria itu namun entah kenapa suhu tubuhnya yang terasa panas seketika terasa dingin oleh sentuhan tangan devan dipipinya.


Kinara memejamkan matanya,nafasnya terasa memburu dan berat,namun saat devan mencoba mendekat hendak menciumnya,kinara yang masih dipenuhi kesadaran melengos membuang muka.


"Please dev,kita ga bisa lebih dari sekedar teman.Dan sebaiknya kita cepat pergi,aku sudah benar benar merasa tidak nyaman,aku ingin segera sampai dirumah."


Devan pun tersenyum kecut,dia kemudian memundurkan tubuhnya,dan kembali bersandar dikursi kemudinya. "Sorry ra,atas tindakan gue tadi,gue ga bermaksud.." devan menghentikan kalimatnya,dia tidak tega melihat kinara yang sudah mulai resah dan kian gelisah,bahkan kinara kini melepaskan blazer yang dikenakannya,membuat devan sedikit mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman.


Mibil devan melesat dengan cepat meninggalkan gedung dimana acara prom night diadakan.Sepanjang perjalanan kinara terus bergerak gelisah,tubuhnya benar-benar terasa panas,sudah beberapa kali dia mengelap keringat yang mengucur diwajahnya. "Dev,ACE nya besarin lagi dong,ko panas banget yah.." kinara terus mengipas ngipaskan tangannya berharap dapat mengurangi hawa panas ditubuhnya padahal ace dimobil sudah dinyalakan full.


Devan perlahan mengulas senyum,tangan satunya mengelus pelipis kinara yang sudah dipenuhi keringat,sementara tangan satunya lagi fokus mengemudi. "Sabar yah ra,bentar lagi kita sampai.."


Kinarapun seketika mengernyitkan keningnya bingung pasalnya jalan yang dia lewati bukan jalan kerumah om dan tantenya,ataupun ke apartemennya reyga.


"Dev,ini bukan jalan ke arah rumah tante gue,kita sebenarnya mau kemana..?" kinara semakin gusar,nafas nya kian memburu dan berat,apalagi sejak tadi tangan devan tak henti hentinya membelai wajahnya,ingin sekali dirinya menolak,namun anehnya tubuhnya malah menginginkan lebih.


"Elo tenang aja ra,gue akan bawa elo ke suatu tempat yang akan membuat elo bahagia,gue akan melepaskan semua penderitaan elo malam ini ra.." devano tersenyum simpul,sementara kinara memundurkan tubuhnya membentur pintu mobil,dia ingin mengucapkan protes,namun kepalanya berdenyut amat kencang nafasnya pun terasa semakin berat..

__ADS_1


"Apa maksudmu devan..??"


*Bersambung..


__ADS_2