Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 25


__ADS_3

Kinara memundurkan langkahnya,masih tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


dia memegang dadanya,kenapa tiba-tiba begitu sesak..😥


Reyga,mendorong celin pelan,dia melihat skelebat bayangan kinara yang berlari kearah kamarnya disertai sebuah figura foto dirinya yang terletak di dekat lemari hias itu terjatuh tergeletak dilantai.


"Sorry cel,mendingan sekarang elo pulang


kinara sekarang ada disini,dan gue ga mau dia salah paham lagi"


ucap reyga mencoba menjelaskan.


"apa..??kinara ada disini?"


ucap celin sedikit terkejut,dia pun menyesali tindakannya barusan yang tiba-tiba saja mencium reyga.


"apa nara tadi ngeliat..?"


tanya celin pelan.


Reyga menghembuskan nafasnya kasar,dia merasa sedikit frustasi.


"Cel,sorry bukan maksud gue untuk ngusir elo."


"tapi please mendingan sekarang elo pulang,elo tenangin diri dulu yaa..?"


ucap reyga seraya mengantar celin keluar pintu apartemen.


dan setelah celin sudah diluar,dia berbalik hendak masuk lagi ke apartemen,namun reyga mencegatnya.


"Rey,biarin gue masuk,gue bisa jelasin sama kinara ko."


"Ga perlu cel"


"lo tuh udah kacau banget,jadi mendingan sekarang elo pulang tenangin diri elo."


"soal kinara,biar gue yang urus.okeh"


"Tapi rey..."


reyga pun langsung menutup pintu apartemennya,tak menghiraukan lagi apa yang hendak celin ucapkan.fikirannya saat ini fokus pada kinara.


Namun baru saja dia hendak menuju kamar,bel pintu berbunyi lagi dan lagi.


reyga pun mendengus kesal..!!


"ya Ampuuun celindia,gerutunya kesal..!!"


mau tidak mau,reyga kembali lagi membuka pintu,karna Bel terus berbunyi.


"Cel,gue kan udaaa.."


"Permisi tuan,"


"saya mau mengantarkan makanan,"


"apa benar ini pesanan anda..??"


ucap seorang kurir pengantar pesanan,sambil memberikan bungkusan makanan itu pada reyga.dan reyga pun menerimanya.


"iya mas, "thanks yaah"ucapnya.


"sama-sama tuan"


"kalo begitu saya permisi"


ucap kurir itu seraya membungkuk dan pamit.


Reyga pun kembali menutup pintunya dan bergegas menuju kamarnya,Namun baru saja dia membuka pintu kamar,kinara sudah berganti pakaian dan mengenakan pakaiannya kembali.padahal dia tadi sudah memakai kaos milik reyga.

__ADS_1


kinara pun buru-buru hendak pergi dari kamar itu,dia sudah menenteng tas nya,sepertinya hendak ingin pulang.Namun reyga menghadangnya.


"Kamu mau kemana nara..??"


hadang reyga.


"minggir ka rey,aku mau pulang."


Ucapnya dengan mata yang sembab.tentu saja,setelah apa yang dia lihat diruang tamu tadi,kinara tiada henti-hentinya menangis dikamar reyga.


"kamu ga boleh pulang sebelum dengerin penjelasanku."


ucap reyga seraya memegang kedua bahu kinara.


kinara pun menatap wajah tampan dihadapannya itu,kali ini hatinya benar-benar merasa sakit dan kecewa.matanya pun mulai berkaca-kaca kembali.dia melepas kan kedua tangan reyga dibahunya.


"Ga ada yang perlu dijelasin lagi ka rey"


"aku sadar sampai kapapun hubungan kita ga akan pernah berhasil,"


"sekuat apapun aku bertahan,"


"nyatanya aku hanya wanita biasa ka rey,yang bisa merasakan sakit dihatinya."


ucapku yang kembali meneteskan bulir bening dipipiku.


"Celin,tadi sedang kacau Nara, dan aku ga tau dia tadi tiba-tiba menciumku begitu saja."


ucap Reyga berusaha menjelaskan.


"Ka reyga dan ka celin ga salah ko, Aku yang salah karna aku sudah berada ditengah-tengah kalian. Jadi mulai sekarang biarin aku yang mundur ka Rey, Aku udah gak bisa lagi bertahan disamping ka Reyga. Ka Celin lebih pantas berada disamping ka Reyga, jadi kita ahiri saja hubungan kita sampai disini."


ucap Kinara seraya menghapus airmatanya dan segera berlalu hadapan Reyga.


Tapi baru saja Kinara melangkah sampai dipintu, Reyga menarik tangannya kembali dan membanting pintu dengan keras lalu kemudian mendorong Kinara hingga tersudut di dinding pintu kamarnya.


Sontak Kinara pun terperanjat kaget,apalagi melihat tatapan Reyga yang tidak seperti biasanya, Sorot matanya begitu tajam dan dingin,bahkan Kinara sendiri merasa sedikit kesakitan akibat cengkraman tangan Reyga dilengannya yang semakin erat hingga membuat pergelangan tangannya sedikit memerah.


"Tapi ka Rey,hubungan kita ini salah,dan maaf aku udah gak bisa nerusinnya lagi."


ucap Kinara sedikit ketakutan.


Dan tiba-tiba klek, Reyga mengunci pintu kamarnya dan tersenyum sinis menatap Kinara. sementara Kinara sendiri menatapnya bingung,dan merasa sedikit aneh.


"Baiklah Kinara kalau itu maumu,maka malam ini aku yang akan menjadikanmu milikku seutuhnya,agar kamu tidak akan pernah bisa pergi meninggalkanku."


Deg..!!


Seketika Kinara mambulatkan matanya merasa terkejut,bingung dan sedikit takut. Namun belum hilang rasa terkejutannya tiba-tiba Reyga langsung menggendongnya dan membawanya ketempat tidur.


Reyga merebahkan Kinara diranjang tempat tidurnya,dia lalu membuka kaosnya dan melemparkannya asal, Reyga perlahan mendekatinya dengan bertelanjang dada, menampilkan otot-otot perutnya yang atletis.


Dada Kinara sudah berdegup kencang naik turun,bukan karna melihat pemandangan dihadapannya saat ini,tapi fikirannya sudah berlarian ke hal-hal yang dia takutkan sejak tadi.


"Ka Rey, ka Reyga mau apa..?"


ucap Kinara terbata dan merasa takut.


Namun Reyga hanya diam,sorot matanya semakin tajam,dan kali ini seolah dipenuhi amarah dan gairah.


Reyga dengan perlahan naik menindih Kinara dan mengurungnya dalam kungkungannya.


"Ka rey,kita bisa bicara lagi baik-baik."


ucap Kinara lagi yang sedikit mulai gemetar.


Namun Reyga tetap acuh,wajahnya yang semakin mendekati wajah Kinara,hingga Reyga pun berbisik pelan ditelinganya.


"Aku harus melakukannya kinara,agar kamu tidak pergi dari sisiku." bisiknya pelan lalu menggesek gesekan hidungnya ke ceruk leher Kinara, yang seketika membuat seluruh tubuh Kinara meremang.

__ADS_1


Namun,sebisa mungkin Kinara kembali mengumpulkan kesadarannya agar tidak ikut terlena dan terbuai oleh keadaan ini.Perlahan Kinara mendorong dada bidang Reyyga,Namun lagi-lagi usahanya sia-sia, Reyga kini malah mencekal kedua tangan Kinara dengan kedua tangannya.


"Ka rey,akuu...emmmpphh,"


Bibir Reyga pun sudah membungkam bibir mungilnya, Reyga mencium bibir Kinara dengan sedikit kasar,Namun perlahan ciumannya berubah menjadi lembut,lalu turun mencecapi ceruk lehernya meninggalkan beberapa bekas kissmark disana.


Kinara terus memejamkan matanya, merasakan debaran jantung yang bergemuruh kian tak menentu,otak dan tubuhnya serasa tak singkron,disatu sisi Kinara merasa takut,namun respon tubuhnya justru berkata lain.


Saat ka Reyga melepaskan pagutannya, Kinara mencoba menarik nafas dan menghirup oksigen sebanyak banyaknya,sebelum Reyga ******* kembali bibir mungilnya.


Dan kini tangan Reyga pun sudah turun membuka kancing kemeja Kinara satu persatu hingga terlepas semua,menampilkan buah dadanya yang masih terbalut bra.


"Ka Reyga,please hentikan..!!"


ucap Kinara terengah-engah ketika Reyga melepaskan ciumannya.


Namun bukannya berhenti, Reyga malah semakin menjadi, ciumannya kini turun menelusuri bagian buah dadanya yang masih terbalut bra,sementara tangan yang satunya sudah bergerilia dibalik punggung mulus Kinara untuk meraba kesana kemari dengan bebasnya.


Sungguh Kinara sudah sangat frustasi dengan keadaan saat ini,sebesar apapun rasa cintanya pada pria yang sedang menindihnya saat ini, Kinara masih punya akal sehat dan dia pun sama sekali tidak ingin terjadi sesuatu hal yang hanya akan menghancurkan masa depannya kelak.


Dan ketika tangan Reyga sudah menyelinap masuk dibalik celana jinsnya,perlahan Reyga mengelus lembut daerah-daerah sensitif Kinara,sementara bibirnya masih bermain diceruk lehernya. Airmata Kinara pun ahirnya jatuh bercucuran.


"Ka reyga..! Aku mohon jangan..!! aku mohon hentikan..!" Ucap Kinara seraya terisak lirih masih terus berusaha menyadarkan pria yang tengah asik mencumbunya dan mengekplor tubuhnya.


Reyga pun mengangkat wajahnya menatap Kinara,kali ini sorot matanya tak lagi tajam tapi sayu seolah sudah diliputi oleh kabut gairah, membuat Kinara semakin takut dibuatnya.


"Maaf kinara,aku tidak bisa, Aku menginginkannya." ucapnya lalu kembali mencumbui buah dada Kinara.


Air mata Kinara pun mengalir semakin deras, dirinya seolah tidak mengenali lagi pria yang sedang diatasnya saat ini.


Kinara gemetar,ketakutan sampe ahirnya Kinara pun menjerit dan berkata.


"Ka reyga setop..!!! kalo ka reyga ga berhenti,aku janji besok ka reyga ga akan lihat aku didunia ini lagi." ancam Kinara sambil terisak pilu,berharap pria yang sedang dibakar gairah ini cepat sadar akan tindakannya.


Dan benar saja,perlahan Reyga menghentikan aksinya,dia bangkit dari atas tubuh Kinara,menatapnya dengan tatapannya yang bisa dimengerti.


Reyga pun bangun,terduduk ditepi ranjang mengusap wajahnya kasar.


Seketika Kinara bisa bernafas sedikit lega,buru-buru mengenakan kemejanya kembali dan mengancingnya.


Kinara menatap Reyga yang tertunduk lesu,entah perasaan apa yang Kinara miliki saat ini untuk pria tampannya itu,apa dirinya harus memaki-maki memarahinya,ataukah Kinara harus mengasihininya yang saat ini terlihat begitu rapuh.


"Maaf.."


Satu kata itu terucap dari bibir Reyga.


Kinara pun mencoba mendekat dan ikut duduk ditepi ranjang disampingnya.


"Aku tidak bermaksud menyakitimu kinara."


ucapnya lagi yang masih belum mau menatap Kinara.


Diam..


Hning..


Dan sunyi,sampai beberapa waktu.


"Aku sakit kinara..."


ucapnya tiba-tiba yang membuat Kinara mengernyitkan keningnya tak mengerti.


"Sakit..??ka reyga sakit apa??"batinnya.


*Bersambung..😊


Mohon maaf yaa jika ada kata2 yang kurang berkenan,atau terlalu fulgar..🙏🙏


ini murni hanya imajinasiku saja..🤭

__ADS_1


jadi mohon suport nya selalu ya,makasih..🤗


__ADS_2