Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 99


__ADS_3

Reno terus berjalan mondar mandir di depan pintu IGD, karna didalam sana Kinara tengah diperiksa oleh sang dokter.


Namun sepanjang waktu pemeriksaan,Reno terus saja diliputi rasa cemas. Bagaimana tidak..? Reno masih ingat betul sebelum memasuki ruang IGD tadisaat dirinya dan beberapa suster mendorong Kinara yang tergeletak diatas brankar seraya terus merintih kesakitan, Kinara juga terus menggenggam jemari Reno seolah olah dirinya ingin berbagi rasa sakit yang tengah dirasakannya saat itu.


Melihat wajah Kinara yang sudah pucat pasih,seraya terus mengerang dan merintih membuat Reno semakin diliputi rasa kecemasan dan ketakutan,belum lagi darah yang terus mengalir dari pangkal kaki Kinara, membuat Reno semakin frustasi,tapi demi untuk menguatkan Kinara sebisa mungkin Reno bersikap tenang dan terus menyemangati Kinara.


"Permisi apa anda suaminya..?" ucap sang dokter tiba-tiba membuyarkan lamunan Reno seketika.


"Oh,eh anu saya..sa-saya kerabatnya dok,bagaimana keadaan teman saya sekarang dok..?"


Dokter pun kemudian menghela nafasnya pelan,seraya menjelaskan keadaan Kinara saat ini.


"Apa..?? Operasi persalinan..?" Tanya Reno sedikit terkejut.


"Yah benar sekali, karna kondisi ibu Kinara saat ini tidak memungkinkan,sedangkan bayi yang ada didalam kandungannya harus segera dilahirkan karna jika tidak,bisa saja terjadi sesuatu hal yang buruk entah pada ibu atau bayinya.." terang sang dokter menjelaskan.


"Tapi dok, waktu persalinan teman saya harusnya bulan depan, jadi jika sekarang bayinya harus dilahirkan,itu artinya kelahirannya akan prematur.." Tutur Reno merasa pilu mendengar kabar Kinara yang harus segera menjalankan operasi untuk kelahiran bayinya.


"Iya tuan anda benar,sudah dipastikan sang bayi akan lahir prematur. Tapi anda tidak usah hawatir kami tim dokter sudah memeriksa tumbuh kembang sang bayi yang ada didalam kandungan ibu Kinara, dan sepertinya usia kandunganya cukup memungkinkan jika untuk dilakukan operasi cesar, karna itu saya membutuhkan tanda tangan sang suami agar bisa segera melakukan operasi.."


Deg..!


Reno menelan salivanya sendiri seraya terdiam dan mematung,tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Bagaimana tuan..? apa anda bisa menghubungi suami dari ibu Kinara..?"


"Eemm, begini dok, saat ini suaminya sedang berada diluar kota karna suatu pekerjaan, jadi bagaimana kalau saya saja yang mewakilinya,sebab suaminya juga sudah menitipkannya pada saya, jadi jika ada yang terjadi sesuatu padanya,saya yang akan bertanggung jawab.." ucap Reno terpaksa berbohong.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, mari silakan ikut saya tuan,ada beberapa prosedur yang harus anda tandatangani.."


Dan setelah setelah menandatangani beberapa surat,operasi pun dilakukan. Reno masih setia berdiri didepan pintu ruang operasi, sungguh ini adalah kejadian pertama yang menegangkan sepanjang hidupnya.


Meskipun dulu Reno sempat mengalami kecelakaan dan hampir merenggut nyawanya, namun rasanya tidak seperti sekarang ini.


melihat wanita yang sejak dulu dicintainya,terus merintih dan mengerang kesakitan membuat Reno benar-benar kalut dan takut.


Dan sekarang selama operasi berjalan, Reno tiada henti-hentinya berdoa,agar ibu dan bayinya sama sama selamat dan tak terjadi suatu hal apapun pada keduanya.


"Ren, Reno apa yang terjadi pada Kinara, terus gimana keadaan dia sekarang Ren.." tanya Rani yang baru saja datang bersama Kevin tunangannya, karna tadi sewaktu menunggu Kinara diruang IGD Reno sempat menghubungi Rani dan mengabarkan kondisi Kinara saat ini.


Dan tentu saja mendengar kabar dari sodara kembarnya tersebut, membuat Rani langsung panik dan cemas,hingga dia dan Kevin pun langsung menuju kerumah sakit dan meninggalkan acara pesta tunangannya sendiri.


"Ren jawab gue dong jangan diem aja, gimana keadaan Nara sekarang.." Rani terus mengguncang guncang lengan Reno,air matanya seketika menyeruak karna takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada sahabatnya.


"Nara, Nara harus melakukan operasi persalinan Ran, karna kondisi Kinara yang tiba-tiba memburuk maka bayinya harus segera dilahirkan sekarang secara prematur.." jawab Reno lirih,karna dirinya sendiri sudah merasa lemas dengan semua kejadian hari ini.


Dan dari kejauhan,terlihat seorang wanita yang diikuti seorang pria dibelakangnya tengah berlari dilorong rumah sakit dengan raut wajah dipenuhi kecemasan, dan wanita itu melihat Rani dan Reno, dia pun langsung berlari menghampirinya.


"Rani, Reno, bagaimana keadaan Nara..? apa yang terjadi padanya Ran..?" Santi benar-benar merasa panik dan cemas kala dirinya mendapat telfon dari Rani bahwa Kinara dilarikan kerumah sakit.


Untung saja waktu Rani menelfonnya Santi sudah keluar dari bandara karna sehabis melakukan perjalanan honeymoon yang kedua bersama dion guna untuk program kehamilan yang sedang dia jalani.


Namun ketika mendapat kabar buruk tentang Kinara, Santi pun meminta suaminya untuk langsung menuju rumah sakit tanpa pulang dan beristirahat dulu dirumahnya.


"Nara, Nara harus melahirkan bayinya sekarang melalui operasi San.." Jawab Rani seraya mengusap kelopak matanya yang basah.

__ADS_1


"Apa..?? Operasi..??! Tapi kandungan Kinara baru memasuki delapan bulan Ran, kenapa bayinya harus dilahirkan sekarang..?" Santi sedikit kalut dan benar-benar cemas setelah tau pasti jika Kinara tengah melahirkan bayinya secara operasi.


"Kondisi Kinara tiba-tiba memburuk,hingga bayinya harus segera dilahirkan.." balas Reno menimpali.


"Ren, elo harusnya ngejaga Kinara,sebelum gue pergi gue udah wanti-wanti dan nitipin dia ke elo,gue kan udah ingetin elo kalo fisik Nara itu lemah,kenapa bisa terjadi kaya gini sih Ren..? Gimana kalo terjadi sesuatu pada Kinara dan bayinya..?" Santi pun terduduk dan menutup wajahnya dengan tangan,dia merasa kecewa entah pada Reno atau mungkin pada dirinya sendiri,karna pergi berbulan madu disaat kondisi Kinara tengah hamil besar.


"Udah ya sayang,Kita jangan nyalahin Reno atau siapapun. Lebih baik kamu tenang dan kita sama-sama berdoa,semoga Kinara dan bayinya selamat dan baik baik saja.." Dion pun berusaha menenangkan istrinya yang sedikit kalut dan begitu hawatir akan kondisi sahabatnya.


Dan setelah beberapa waktu menunggu, terdengar tangisan bayi dari dalam ruang operasi,sontak semua yang menunggu terhenyak saling pandang antara raut bahagia namun masih harap-harap cemas tentang keadaan Kinara seperti apa.


Hingga lampu dipintu kamar operasi pun padam,lalu sesaat sang dokter pun keluar, hingga semua yang sedang menunggu langsung berdiri dan serentak menghampiri sang dokter.


"Gimana dok..??" tanya Rani,Reno dan Santi bebarengan.


Sang dokter melepas maskernya,lalu menatap mereka semua seraya menghela nafas. " Syukurlah bayinya sudah lahir dengan selamat.." jawab sang dokter yang disambut rasa lega dan haru semuanya.


Rani memeluk Kevin, begitu pun Santi dan Dion juga saling berpelukan karna merasa lega sekaligus bahagia anak Kinara lahir dengan selamat.


Namun diantara mereka,tiba tiba Reno melangkah maju menghadap sang dokter dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Lalu bagaimana dengan keadaan ibunya dok..?? bagimana kondisi Kinara..??" tanya Reno tiba tiba membuat suasana kembali menegang.


Apa lagi melihat Sang dokter,yang tiba-tiba terdiam dan terus menghela nafasnya. membuat Santi begitu juga Rani kembali diliputi rasa kecemasan.


"Saya tanya gimana keadaan ibunya dok,kenapa dokter diam..??" Reno pun kembali mengulangi pertanyaannya dengan nada gusar.


Sang dokter lagi lagi kembali menarik nafas,lalu perlahan mengatakan.

__ADS_1


"Ibu Kinara..emm..???"


*Bersambung..


__ADS_2