
Sudah hampir empat hari Kinara dan Reyga menghabiskan waktu bulan madu mereka dipulau 'B', Kinara benar-benar menikmati waktu kebersamaanya dengan Reyga, meskipun waktu yang mereka habiskan lebih banyak di dalam kamar, dari pada berjalan jalan disekitar pulau.
"Udah donk ka Rey..aku udah mandi nih,aku ga mau yah kalo harus sampai mandi lagi." sungut kinara kesal,pasalnya Reyga terus saja menempel padanya memintanya lagi dan lagi, padahal hari sudah hampir sore.
"Memangnya kenapa sih kalau aku mau lagi..? namanya juga lagi bulan madu sayang,pasti lah pengennya lagi dan lagi.." Reyga memeluk istrinya dari belakang,menyadarkan dagunya dan menghirup aroma wangi dari rambut basah sang istri.
"Tapi kan aku bosen ka Rey,kita udah hampir empat hari disini,tapi kita gak kemana mana.." Kinara melepaskan diri dari pelukan suaminya seraya mencebik kesal.
Reyga tergelak sesaat seraya mengekori istrinya yang kini berdiri didepan cermin untuk merias diri. "Memangnya kamu mau kita kemana sih..?"
"Ya kemana aja..Jalan-jalan ke,atau dinner diluar atau keliling pantai juga ga papa,yang penting jangan dikamar terus bosen.." gerutu kinara pelan.
Reyga melangkah mendekat dan kembali memeluk istrinya dari belakang "Jadi kamu bosen yah karna melayani suami kamu terus-terusan.." Reyga menatap wajah kinara didalam cermin yang nampak melongo dengan kening berkerut.
"Ko ka Reyga ngomongnya gitu sih..!" Kinara membalikan badannya menatap wajah suaminya dengan sedikit kesal. "Lho bukannya tadi kamu sendiri yang bilang bosen karna kita dikamar terus,itu berarti kan kamu ga iklas ngelayanin aku."
Kinara menghela nafasnya pelan "Ka Rey,maksud aku tuh bukan kaya gitu..! Aku cuma bosen aja karna sejak kita sampai kita bahkan belum kemana mana,kalau dalam hal melayani suami aku iklas lahir batin ka Rey..Bahkan waktu ka Reyga minta berkali kali pun aku gak pernah nolak kan..??! Tapi justru kata-kata ka Reyga tadi itu bikin aku jadi sedih."
Reyga mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman,dia merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya "Aku cuma bercanda sayang,kenapa kamu jadi sedih gitu hem.."
"Habisnya kata-kata ka Reyga bikin aku sedih, Padahal semenjak menikah aku tuh selalu tulus melakukan apapun demi ka reyga." kinara berucap lirih seraya membenamkan wajahnya di dada suaminya.
"Iya iya aku tau ko,aku kan tadi cuma bercanda sayang,aku cuma ngetes kamu doang,udah yah jangan sedih lagi. Sekarang kamu mau kita kemana hem."
"Aku mau jalan-jalan keliling pantai,dan malamnya kita dinner romantis.."
"Oke baiklah tuan putriku..pangeran siap mengantarkan kemanapun tuan putri pergi,tapi ijinkan hamba mandi dulu yah.."
Kinara pun terkekeh geli melihat kegombalan suaminya "Ya udah sana mandi,masa pangeran bau asem." kinara kembali tertawa,namun bukannya pergi ke kamar mandi,Reyga malah menarik tengkuk istrinya dan menyambar bibir mungil istrinya,menyesap dan mengulumnya lalu melepaskannya ketika kinara mulai tersenggal kehabisan nafas.
"Itu hukuman,buat tuan putri yang sudah menertawakan pangeran." Reyga pun tergelak seraya berlalu menuju kamar mandi,meninggalkan kinara yang masih mengatur nafasnya.
***
__ADS_1
Ahirnya selama empat hari menghabiskan waktu dipenginapan,kini Kinara bisa menikmati jalan jalan sore berkeliling pantai,
Kinara terlihat fres dan cantik meskipun tanpa make Up yang mencolok,hanya rambut yang dicepol keatas,dan menggunakan tangtop berwarna putih kontras dengan kulitnya yang bening.
"Sayang.." Kinara pun menoleh kala Reyga memanggilnya 'Cekrek '
"Ka rey..main asal jepret aja deh,pasti hasilnya jelek kan.." Kinara menggerutu protes.
Reyga merangkul pinggang istrinya seraya tersenyum "Kamu tuh akan selalu terlihat cantik dimataku nara." Reyga merapikan anak rambut kinara yang berterbangan tertiup angin.
"Lagian ka Reyga suka banget sih ngambil-ngambil fotoku, ga cukup apa sama orangnya..?"
"Justru aku seneng mandengin foto kamu disaat kita lagi ga sama-sama,misalnya aku lagi dikantor kalo aku kangen kamu,aku kan bisa lihatin foto-foto kamu di ponselku. Atau waktu kaya kemarin saat kamu marah gak pulang ke apartemen lalu nginep dirumah tante fina,saat itu aku sampai terus terusan lihatin foto kamu."
Mendengar apa yang dikatakan Reyga barusan,membuat kinara tersenyum masam,hatinya tiba-tiba terasa pilu dan sakit,lalu entah keberanian dari mana kinara mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami lalu dengan sedikit berjinjit Kinara mencium bibir Reyga.
Hanya menempelkan bibirnya dibibir Reyga,membiarkan detik berlalu,debaran obak seolah menjadi penghantar jiwa untuk keduanya,tak peduli jika ada beberapa pasang mata yang turut serta menyaksikannya,kinara tak peduli,matanya masih terpejam dengan bibir yang berpagut dengan bibir Reyga.
"Aku mencintaimu ka Rey.." ucap kinara lirih,setelah mereka saling melepaskan pagutannya.
Reyga mengusap bibir istrinya yang sedikit basah,"Aku lebih mencintaimu lagi nara..?" balas Reyga menyakinkan.
"Ka Rey..boleh aku bertanya sesuatu..?" Kinara menatap wajah suaminya. Entah mengapa saat ini dia hanya ingin terus menatap wajah tampan yang ada dihadapannya saat ini.
"Kamu mau nanya apa hem..?"
Kinara menarik nafasnya panjang,memejamkan mata sesaat,lalu kembali menatap suaminya. "Jika suatu saat aku tak lagi ada disamping ka Reyga, maka apa yang akan ka Reyga lakukan..?"
Reyga mengerutkan keningnya,menatap wajah istrinya dengan raut bingung "Kenapa nanya kaya gitu..Aku gak mau jawab..!" Reyga melengos membuang muka terlihat raut sedikit kesal terpancar dari wajah tampannya.
Kinara mengulas senyum,seraya bergelendot manja dilengan suaminya. "Aku kan cuma nanya ka Rey..kita kan gak tau hidup kita nanti kedepannya seperti apa..?" kinara menyandarkan kepalanya dibahu Reyga hingga kini mereka berdua menatap deburan ombak ditemani matahari yang mulai terbenam.
__ADS_1
"Yang jelas aku akan hancur Nara.." lirih Reyga tanpa menatap istrinya,entah mengapa mendengarkan suara deburan ombak jauh lebih menyenangkan ketimbang mendengarkan pertanyaan konyol istrinya.
Sesaat keduanya tampak hening,hanya deburan ombak yang bergelung,seolah menenggelamkan perasaan dan pemikiran masing-masing.
"Hari udah petang ka Rey,kita pulang yuk.."
Kinara melangkah seraya menggandeng tangan suaminya untuk kembali kepenginapan. Namun tiba tiba saja menghentikan langkahnya hingga kinarapun menoleh kembali menatap wajah suaminya.
"Kinara berjanjilah bahwa kamu tak akan pernah pergi meninggalkanku..?" sesaat kinara terpaku lalu tak lama senyumnya terukir sambil menggenggam jemari besar tangan suaminya.
"Aku tak bisa menjanjikan apa pun ka Rey.. tapi aku janji, Sampai kapanpun dan selamanya aku akan selalu mencintai ka Reyga."
"Meskipun nantinya aku tak bisa memberikanmu seorang anak.." Kali ini kinara yang dibuat terkejut,karna selama pernikahan mereka tak sekalipun Reyga ataupun dirinya membahas hal ini.
"Ka Rey..kenapa ka Reyga ngomong kaya gitu..?"
"Tentu saja nara,mendengar pertanyaanmu tadi,aku jadi berfikir jika kelak pernikahan kita tak pernah dihadirkan seorang anak,apa kah mungkin kamu masih mau bertahan dengan pria yang tidak bisa memberikanmu keturunan."
Kinara menarik nafasnya perlahan,dia sama sekali tidak menyangka jika Reyga akan berfikiran seperti itu atas pertanyaannya tadi.
"Ka Rey apa kata-kataku dan Janjiku tadi tidak mampu menyakinkanmu..?"
Reyga menundukan wajahnya,melepaskan tangannya dari genggaman sang istri.
"Aku takut nara, Aku terlalu takut jika kelak kamu meninggalkanku karna aku bukan pria yang sempurna,karna bagaimanapun dalam suatu pernikahan kehadiran seorang anak adalah hal yang sangat penting. Tapi kamu tau sendirikan nara,efek dari obat yang aku konsumsi untuk mengendalikan libidoku,akan menyebabkan kemandulan bagi yang mengonsumsinya. Dan itu artinya aku tak bisa memberikanmu keturunan."
Tenggorokan kinara terasa tersekat,entah mengapa saat ini dia tak mampu berkata apapun pada Reyga,dia meluruh menghambur memeluk pria tampannya itu.
"Sudahlah ka Rey jangan bicara apapun lagi, Aku mencintaimu dengan segala yang ada di dalam dirimu aku mencintaimu,tak peduli dengan segala ke kuranganmu,percayalah ka rey aku sangat mencintaimu."
Reyga membalas pelukan istrinya,mendekap wanitanya dengan erat mencium keningnya dengan penuh rasa sayang "Aku juga mencintaimu Kinara Larasati, sangat.."
*Bersambung..😊
__ADS_1
Mohon maaf sekali slow Up yah..🙏🙏
jangan bosen2 buat tinggalin jejak like dan komennya,dan makasih buat yang masih mau baca karya receh author ini..🤗