Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 90


__ADS_3

Celin masih termenung seorang diri dibelakang taman rumahnya. Entah kenapa setiap kali mengingat pertemuan terakirnya dengan kinara dua bulan yang lalu,hati celin selalu dipenuhi rasa bersalah.


Apa lagi melihat kondisi Reyga saat ini yang semakin hari semakin terpuruk,membuat celin benar-benar teriris pilu. Celin memang ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama reyga,tapi sungguh dia tak pernah sedikitpun berfikir menyuruh kinara untuk pergi. Meskipun celin tau jika kinara pergi ini merupakan kesempatan baginya untuk bisa kembali bersama reyga seperti dulu.


Tapi nyatamya melihat pria yang dia cinta begitu hancur dan terluka karna ditinggalkan oleh istrinya,ahirnya celin sadar bahwa satu-satunya wanita yang reyga cintai hanyalah kinara.


"Kinara, kamu ada dimana sekarang..? aku berharap kamu baik-baik saja, maafkan aku jika aku terlalu egois, tapi terima kasih sudah mau memberikan kesempatan untukku untuk bisa bersama reyga kembali. Aku janji padamu nara,aku akan membahagiakan reyga disisa ahir hidupku.."


Celin mengusap kelopak matanya yang basah,tiap kali mengingat terakir kali pembicaraannya dengan kinara,tak urung dirinya selalu merasa bersalah,lalu bagaimana jika reyga tahu istri yang amat dicintainya pergi meninggalkannya itu semua karna dirinya..


Apa mungkin reyga masih mau memaafkannya..?


"Maaf non permisi.." lamunan celin seketika buyar ketika sang bibi menghampirinya.


"Iyah bi ada apa..?"


"Maaf non, ini Hp enon dari tadi bunyi.." ucap sang bibi seraya menyerahkan Hp celin padanya.


"Oh makasih yah bi.."


Lalu setelah sang bibi pamit berlalu,celin pun mengecek ponselnya, dan disitu ada beberapa panggilan masuk tak terjawab..


"Tante marisyah..?" gumam celin seraya mengernyitkan keningnya. Lalu secepat mungkin melakukan panggilan balik kepada nomor marisyah..


"Haloo tante.."


"..."


"Tadi tante nelfon celin yah..? ada apa tante..?"

__ADS_1


"..."


"Apaaa..??? Reyga kecelakaan..!!"


***


Prang...!!!


seorang pelayan wanita muda menjatuhkan beberapa gelas yang dibawanya diatas nampan,hingga menimbulkan pecahan gelas yang cukup nyaring didalam caffe tersebut.


"Elo ga papa ra..?" ucap sang pemilik caffe seraya membantu kinara membersihkan pecahan gelas tersebut.


"Gue ga papa ko san, sorry yah gelasnya jadi pecah,lo bisa potong uang gaji gue sebagai gantinya nanti.." Santi mendengus kesal mendengar ucapan kinara,yang tak lain adalah sahabatnya.


Yah sang pemilik caffe tersebut adalah santi,yang merupakan patner kerja kinara dulu waktu kerja dicaffe om danu. Sekarang santi menetap disebuah negara X tempat dimana suaminya dion dipindah tugaskan, mereka berdua sekarang sudah menikah dan tinggal disebuah apartemen kecil namun nyaman untuk mereka tempati.


Dan disinilah sekarang kinara berada,disebuah negara X yang tanpa satu orangpun tau tentang keberadaanya meskipun om dan tantenya sendiri.


Jadi kinara memutuskan untuk mencari kontrakan yang murah dan sederhana yang letaknya tak jauh dari caffe dan kampusnya. Karna mulai saat ini kinara harus belajar hidup mandiri dan hemat,karna tempat kuliahnya yang sekarang tidak ada lagi biasiswa yang akan menanggungnya ,jadi kinara pun terpaksa harus menjual rumahnya yang di bandung,untuk biaya kebutuhan hidupnya dan kuliahnya ditempat ini.


Santi berlalu pergi meninggalkan kinara seraya membawa kumpulan pecahan gelas yang sudah dibereskannya tadi. sementara kinara masih mengekor dibelakangnya dengan raut wajah bersalah.


"Elo marah yah san.." ucap kinara lirih seraya meremas ujung bajunya sendiri.


Santi membuang nafasnya kasar lalu menatap kinara "Ra,apa elo masih nganggep gue ini orang lain,hanya perkara gelas mana mungkin gue minta ganti rugi sama elo,apa lagi pake acara potong gaji segala kesannya gue kaya siapa aja gitu.." Santi bersedekap dada seraya mengerucutkan bibirnya.


Kinara pun mendekat dan bergelayut manja dibahu santi "Sorry maafin gue san,gue ga bermaksud gitu..? Gue cuma ngerasa ga enak aja sejak gue menginjakan kaki dinegara ini,gue uda sering banget nyusahin elo sama dion,bahkan kalian bersedia menampung gue dan mempekerjakan gue disini,dan gue tahu san,elo dan dion merintis membuka caffe disini pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit,gue cuma ga pengen aja gara-gara kecerobohan gue ,elo bakal nanggung kerugian.." Kinara menatap santi dengan wajah sendunya.


Santi pun ahirnya tergelak mengulas senyum.."Ya ampuun nara,cuma hanya karna beberapa gelas yang pecah aja,gue ga mungkin bakal bangkrut ko.." ucapnya seraya mencubit gemas pipi sahabatnya itu.

__ADS_1


"Udah deh ra,ga usah baper gitu..elo tau sendirikan dari dulu gue ini sebatang kara ra,gue cuma punya dion suami gue..! Makanya gue rela pindah kesini,karna gue ga punya siapapun selain dia. Dan sekarang gue seneeng banget karna elo juga sekarang ada disini.."


Santi kemudian merangkul kinara dan memeluknya,baginya kinara sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Dan santi juga turut prihatin atas apa yang dialami sahabatnya itu sehingga membuat gadis manis itu berada dinegara yang sama dengannya sekarang.


Santi sendiri sebenarnya sangat menyayangkan keputusan yang kinara ambil. Bagaimana mungkin dengan bodohnya gadis itu pergi meninggalkan suaminya,dan mengorbankan perasaannya hanya dengan alasan ingin menyelamatkan satu nyawa,menurut santi itu sungguh sangat bodoh..!! Tapi itulah kinara,seorang gadis tulus yang selalu mementingkan perasaan orang lain dari pada dirinya sendiri.


Santi melerai pelukannya,kemudian meletakan telapak tangannya dikening kinara.


"Elo kayanya agak demam deh ra,kening elo agak panas." ucapnya seraya memperhatikan wajah sahabatnya.


Kinara hanya mengulas senyum mendengar kekhawatiran santi terhadapnya. "Gue ga papa ko sant,emang sih ahir ahir ini gue kurang fit gitu tapi beneran gue ga papa ko." kinara mencoba menyakinkan santi agar sahabatnya itu tidak mencemaskannya.


"Enggak..engga bisa, besok elo harus periksa kedokter,muka elo itu pucet banget ra..! Gue ga mau yah mempekerjakan orang yang sakit, jadi kalo elo ga mau ke dokter,besok elo ga usah ke caffe.." Santi mencoba mengultimatum sahabatnya,karna kalau tidak seperti itu kinara akan selalu mengabaikan kesehatannya.


"Iya deh iya big boss, besok pulang kuliah gue ke dokter.." ahirnya kinara pun mengalah,dia tidak ingin terus berdebat dengan santi yang akan selalu mencemaskan keadaanya. Dan lagi pula mungkin memang ada baiknya jika dirinya memeriksakan keadaannya yang ahir ahir ini memang seperti tidak baik-baik saja.


*Bersambung..


Untuk yang masih mau membaca novel ini,author ucapin makasih sebanyak banyaknya yah..๐Ÿค—


Mohon maaf jika Up nya kadang suka lambat dan ga jelas..๐Ÿ˜…


Maklum kadang author sibuk didunia realita..


tapi sebisa mingkin kalau ada waktu senggang othor bakal Up yah..๐Ÿ˜Š


Dan untuk cerita kinara dan reyga kali ini,mohon para reader bersabar yah..๐Ÿค— konfliknya emang akan sedikit panjang karna ceritanya sudah memasuki babak ahir konflik dari novel "Menikahi pacar idaman "


Jadi mohon terus suport dan dukungannya yah..semoga sebelum Ramadhan nanti novel ini sudah Tamat. (biar othor bisa khusu ibadah..๐Ÿคญ)

__ADS_1


So jangan lupa terus vote,like dan komen yang positif yaah..biar othor tetap semangat..๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ˜Š


Salam sayang buat semuanya..๐Ÿค—


__ADS_2