
Kinara nampak mengerjapkan matanya secara perlahan,hingga sedikit demi sedikit dia mulai membuka matanya. Nampak ruangan bernuansa putih yang pekat dengan aroma obat-obatan terasa di indra penciumannya.
Yah,Kinara ahirnya sadar dirinya sekarang tengah berada dirumah sakit,sedikit demi sedikit memorynya berputar. Tentang pesta pertunangan Rani,dan tiba-tiba dia merasakan sakit hingga Reno membawanya kerumah sakit,dan terakir kali yang dia ingat adalah suara tangisan bayinya untuk yang pertama kali,dan setelah itu Kinara sudah tidak mengingat apa-apa lagi karna dia pingsan.
"Ren.." panggil Kinara dengan suara yang masih terasa berat.
"Nara..? Alhamdulillah ahirnya kamu sadar Ra, tapi tunggu sebentar yah, aku panggil dokter dulu.." Reno pun segera keluar untuk memanggil dokter.
Dan setelah Dokter melakukan beberapa pemeriksaan, Dokter pun tersenyum dengan lega dan mengatakan jika Kinara sudah bisa melewati masa kritisnya.
Reno yang mendengar itu benar-benar merasa lega dan bahagia "Syukurlah Ra,kamu baik-baik aja sekarang, kamu tahu..? aku dan Rani,begitu juga Santi sangat cemas dan menghawatirkanmu Ra. Karna setelah selesai operasi dokter mengatakan kamu kritis karna kehilangan banyak darah dan mengalami eklampsia.."
Kinara yang melihat kecemasan diraut wajah Reno merasa tersentuh hatinya,bukan hanya karna Reno mencemaskannya. tapi Reno juga adalah orang pertama yang selalu ada disaat saat masa riskannya.
Kinara masih ingat,bagaimana Reno begitu panik saat membawanya kerumah sakit,sepanjang perjalanan Reno selalu menguatkannya menenangkannya, hingga ketika dokter mengatakan bahwa dirinya harus menjalani operasi,dari dalam ruangan Kinara masih bisa mendengar Reno lah yang bersedia bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada dirinya ataupun pada bayinya.
Padahal apa yang dilakukan Reno,seharusnya dilakukan oleh Reyga suaminya. Oh tidak mungkin sekarang Reyga bukan lagi suaminya,melainkan suami dari Celin.
"Ren, bayi gue, dia dimana..?"
Yah saat ini yang terpenting bagi Kinara adalah kesehatan dirinya dan bayinya. Kinara harus kuat harus tetap sehat demi bayinya,karna kini tugasnya bukan lagi seorang istri melainkan seorang ibu.
"Bayimu baik-baik aja Nara,cuma karna bayimu lahir prematur jadi bayimu ada diruang inkubator, kau tau Nara..? dia cantik sekali sama sepertimu.." Kinara pun mengulas senyum,rasanya dia tidak sabar ingin mencium dan memeluk putri kecilnya itu.
"Ren, kamu mau kan bawa aku kesana..?"
"Ga perlu Nara.." ucap Rani tiba-tiba yang sudah berada didepan pintu,di ikuti Santi yang tengah menggendong seorang bayi perempuan yang begitu cantik.
"Gue udah bawa anak lo nih Ra,suster bilang elo udah sadar jadi sudah saatnya elo ngasi asi sama sikecil yang menggemaskan ini.." Santi pun dengan pelan pelan menyerahkan sang bayi pada ibunya.
__ADS_1
Dan sesaat ketika untuk pertama kalinya Kinara menggendong putrinya, hatinya terasa bergetar, matanya seketika berkaca kaca menatap mahluk kecil dalam dekapannya,kulitnya yang masih begitu merah,mulutnya yang mungil dan matanya..?? mata itu..? yah Kinara bisa melihat dengan jelas meskipun wajah putrinya mendominasi wajahnya namun untuk matanya sama persis seperti mata Reyga yakni ayah dari anaknya.
"Hay sayang, anak mama, ahirnya mama bisa peluk kamu juga nak, maafin mamah yah sayang karna mamah tak sempat memberikan pelukan pertama disaat kamu baru saja lahir.." Kinara pun menitikan air mata,dengan rasa haru dan bahagia dia terus menciumi putri kecilnya.
"Oh iya Ra,nama buat bayi lo siapa Ra..? tanya Santi tiba-tiba.
" Iya Ra, elo udah nyiapin nama buat anak lo belum..?" timpal Rani
"Kalo,belum biar aku aja Ra yang kasih nama.." ujar Reno kemudian.
"Eh,bang emang elu siapanya pake ngasiin nama segala." sahut Rani menimpali ucapan kembarannya.
"Eh jangan salah gue kan calon dadynya, jadi gimana kalo namanya Nora aja alias Reno dan Nara.." Reno pun mengembangkan senyumnya,sementara Rani dan Santi kompak menepuk jidat.
"Makasih ya Ren,tapi aku udah siapin sendiri nama buat putri kecilku ini.." ucap Kinara kemudian,membuat ketiganya terdiam menantikan nama sang baby.
Rani, Reno,dan Santi pun ikut bahagia menyaksikannya.
***
Hari pun berlalu, dan ahirnya setelah satu mingggu lebih Kinara dan bayinya pun diperbolehkan pulang, setelah dokter memastikan bahwa kesehatan ibu dan bayinya sudah stabil.
Saat Kinara masuk kedalam kamarnya seraya menggendong putri kecilnya, lagi lagi Kinara dibuat terkejut, lalu Kinara pun mengalihkan pandangannya pada Reno yang baru saja sampai didepan pintu seraya menenteng tas bayi dan meletakannya diatas tempat tidur.
"Ren, ini maksudnya apaan sih..?"
Kinara tak habis fikir,melihat sebuah box bayi yang berukuran cukup besar berada disamping tempat tidurnya. dan anehnya box bayi itu sama persis dengan box bayi yang dulu dia perhatikan waktu dirinya bersama Reno dan Rani tengah berada ditoko perlengkapan bayi.
Reno pun hanya menyunggingkan senyumnya seraya bersedekap dada dan bersandar didepan pintu. "Itu hadiah buat Shanum Ra, please kamu jangan nolak yah, karna aku belinya bukan buat kamu loh tapi buat si cantik Shanum.." ucap Reno seraya terkekeh pelan.
__ADS_1
"Makasih yah Ren, makasih buat semuanya. makasih juga karna berkat lo, gue dan bayi gue selamat. gue ga tau bakal ngebales kebaikan elo dengan cara apa.." ucap Kinara seraya tersenyum lirih.
"Ga usah makasih Ra,apa yang aku lakuin itu semua karna aku sayang sama kamu Ra, jadi kalo kamu mau balas budi,cukup terima aku jadi calon dady barunya Shanum.." Reno pun mengangkat kedua alisnya seraya tersenyum jenaka.
Namun Kinara,justru malah sebaliknya,dirinya malah tak enak hati sudutkan pertanyaan seperti itu oleh Reno,hingga beberapa saat Reno pun terkekeh pelan.
"Bercanda kali Ra, ya ampun serius amat sih Ra.." dan Kinara pun hanya mencebik kesal menanggapi gurauan Reno barusan.
"Shanum udah tidur Ra.." tanya Santi ketika memasuki kamar Kinara.
"Udah San, nih baru mau gue tidurin kebetulan ada yang ngasih kado spesial buat sih Shanum.." ucap Kinara seraya melirik ke arah Reno yang masih cengar cengir.
"Hmm modus aja lo Ren.." jawab Santi menimpali "Ya udah kita makan dulu yuk Ra,gue uda siapin makanan, kan sekarang elo ibu menyusui jadi makannya harus banyak harus dijaga juga nutrisinya.."
Seperti biasa Kinara hanya bisa menghela nafas mendapati sikap protektif sahabatnya itu.Namun Kinara selalu bersyukur meskipun jauh dari keluarganya Kinara masih dikelilingi oleh orang-orang yang selalu peduli dan menyayanginya.
Santi,Rani dan Reno mereka bukan hanya sekedar sahabat bagi Kinara,tapi sudah seperti keluarga kedua untuk Kinara.
"Ra, bulan depan nanti kan acara pesta pernikahan gue sama kevin,nanti elo dateng yah..?" Ucap Rani di sela-sela makan siang mereka.
"Gue ga tau Ran, soalnya kasian shanum kalo diajak ke pesta dia masih terlalu kecil takutnya rewel." Kinara pun sebenarnya tidak enak hati jika tidak hadir dalam momen membahagiakan bagi sahabatnya itu.
"Tenang aja Ra, elo kalo mau pergi,pergi aja biar nanti shanum gue yang jagain.." ujar Santi menimpali dan tentunya langsung disetujui oleh Rani.
Dan ahirnya Kinara pun mengangguk menyetujuinya, membuat Rani bersorak kegirangan.
***Bersambung..😊
Lanjut besok yah pemirsah, jari author udah kriting soalnya..🤭**
__ADS_1