
Kinara ahirnya bisa menidurkan putri cantiknya dan dengan perlahan meletakannya kedalam box bayi, entah mengapa sejak tadi Shanum sedikit rewel, ditambah lagi Reyga juga sejak tadi mendiamkannya apa mungkin karna suaminya itu melihat Reno memeluknya..?
"Huff.." Kinara menghembuskan nafasnya perlahan, " Ahirnya kamu bobo juga ya sayang," ucapnya seraya menyelimuti putri kecilnya itu, "Sekarang mamah mau nina boboin papa juga,jadi kamu jangan rewel yah nak, mimpi yang indah yah sayang, muah.." dan setelah mencium Shanum, Kinara pun masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka serta mengganti pakaian tidur yang sudah dia siapkan,lalu kemudian sedikit berhias.
Yah, malam ini dia akan bekerja keras untuk membangkitkan kembali gairah suaminya, Kinara mengulas senyum melihat pantulan dirinya dicermin,tak lupa dia menyemprotkan parfum sebagai pelengkap penampilannya malam ini.
Dengan langkah perlahan Kinara menghampiri Reyga yang saat ini tengah fokus pada laptop dihadapannya untuk mengecek beberapa laporan pekerjaan, Reyga bahkan tidak menyadari kedatangan istrinya.
"Ka Rey.." panggil Kinara pelan, membuat Reyga seketika menoleh lalu tertegun menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah.
Reyga menatap Kinara tanpa berkedip, dia bahkan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saking groginya tatkala Kinara semakin mendekat dan duduk disampingnya.
"Kamu kenapa belum tidur.." ucap Reyga datar sembari mengalihkan kembali perhatiannya pada laptop dihadapannya.
Kinara mencebik kesal melihat Reyga yang nampak cuek bahkan tak mengomentari penampilannya, namun tiba tiba Kinara punya ide,lalu diam diam mengulas senyum.
"Aku gak bisa tidur ka Rey, akukan maunya tidur dipelukan suamiku.." ucapnya semanja mungkin seraya menyandarkan kepalanya dibahu Reyga.
"Kamu tidur duluan aja, aku masih banyak kerjaan." jawab Reyga tanpa menoleh.
Namun sesaat Reyga bisa mencium aroma wangi tubuh istrinya, namun lagi lagi Reyga berusaha cuek karna dirinya masih kesal jika mengingat kejadian tadi siang,sebab diam diam dari balik pintu Reyga melihat Reno tengah memeluk istrinya.
Melihat Reyga masih cuek, Kinara pun tak kehabisan ide, tangannya kemudian terulur mengelus paha suaminya, "Ka Rey sibuk banget yah, dari tadi fokus sama laptop terus.."
"Hemm.." jawab Reyga singkat, namun tiba tiba Reyga memejamkan matanya kala jari lentik istrinya itu menyusup masuk kedalam bajunya lalu membelai lembut dada bidangnya,seketika nafas Reyga terasa berat.
"Aku temenin ka Reyga disini yah," bisik Kinara lembut sambil mencium pelan leher suaminya,membuat Reyga semakin mengeratkan rahangnya hingga tak butuh waktu lama Reyga langsung menarik tengkuk istrinya lalu menyambar bibir ranum istrinya.
__ADS_1
Dalam hati Kinara bersorak senang, ahirnya si bambang tampan itu luluh juga.
Reyga melepaskan pagutannya,lalu mengelap bibir istrinya yang sedikit basah "Jangan pernah membuatku cemburu lagi, atau aku tidak ekan segan untuk menghukumu nntinya.." ucapnya kemudian, yang dibalas senyuman manis oleh sang istri.
"Kalau gitu hukum aku sekarang.." jawab Kinara memberi tantangan,membuat Reyga lagi lagi mengeratkan rahangnya tatkala melihat penampilan sang istri yang begitu menggodanya, "Rupanya terlalu lama berpisah membuat istriku semakin nakal dan berani.."
Dan setelah mengatakan itu Reyga langsung menggendong tubuh istrinya menuju kamar,membuat Kinara memekik karna terkejut namun selanjutnya Kinara mengembangkan senyumnya serta mengalungkan lengannya keleher suaminya.
Dengan perlahan Reyga membaringkan tubuh istrinya, lalu bibir mereka kembali saling menyatu meleburkan kembali gelora yang ada.
Reyga menatap wajah ayu istrinya dengan tatapan sayu,lalu berbisik lirih.
"Nara, aku sungguh ingin melakukannya tapi bagaimana kalo aku gagal..? aku takut kamu kecewa nantinya.." ucapnya dengan ragu, ingin sekali memberi nafkah batin pada sang istri namun takut akan mengecewakannya.
"Ka Rey jangan takut, aku akan membantumu untuk membuatnya bangun.." ucap Kinara mengerling nakal, membuat Reyga nampak mengernyit bingung.
Kinara perlahan menurunkan kedua tali tipis lingrienya, hingga kini tubuhnya nampak stengah polos membuat Reyga hanya bisa terpaku melihat bentuk keindahan nyata dihadapan matanya.
"So beautyful honey.." ucap Reyga menatap kagum akan kecantikan sang istri, membuat senyum Kinara kembali terukir diwajah cantiknya, lalu perlahan Kinara sedikit beranjak bangun dan duduk diatas paha suaminya.
Lagi lagi membuat Reyga hanya bisa tertegun seraya menelan salivanya, karna sang istri duduk tepat diatas senjata miliknya.
"Kenapa ka Rey diam.." ucap Kinara sedikit membungkuk, hingga tubuh bagian atasnya yang stengah polos menempel sempurna dada bidang Reyga yang masih terbungkus kaos.
"Nara..A..a.." Reyga tak mampu melanjutkan kalimatnya manakala Kinara membawa kedua tangan Reyga untuk menyentuh bagian sensitif anggota tubuhnya.
"Apa kau tak ingin menyentuhnya.." lagi lagi Reyga hanya bisa menelan salivanya,dan perlahan mulai memainkan dua benda yang bergelantung dengan indah didepan matanya,reflek Kinarapun memejamkan matanya menikmati sentuhan sang suami.
__ADS_1
"Sayang, bukankah ini milik Shanum.." ucap Reyga dengan suara paraunya karna tengah berkabut gelorah.
"Tapi kamu yang memilikinya lebih dulu ka Rey, Shanum tak akan marah jika harus berbagi dengan papanya.." sontak ucapan Kinara semakin memancing hasrat Reyga, dan dengan perlahan Reyga mulai merasai sumber makanan dari putri kecilnya itu.
Seperti tersengat aliran listrik, Kinara menjambak rambut suaminya dan semakin membusungkan badannya. "Aakhhh ka Rey.." ucap Kinara lirih sambil memejamkan matanya.
Sementara Reyga, awalnya terasa begitu aneh, ketika cairan itu masuk kedalam mulutnya,namun semakin lama Reyga menghisapnya terasa semakin nikmat, hingga tanpa sadar Kinara semakin membenamkan kepala suaminya.
"Ka Rey.." ucapnya lagi semakin meremang, karna tangan Reyga mulai semakin aktif bergerilya menyentuh titik titik sensitifnya membuat Kinara semakin bergerak gelisah tak menentu.
Dan semua itu sukses membuat milik Reyga dibagian bawah sana kembali menegang, Reyga mengeram lalu melepaskan hisapanya dan menatap wajah sayu istrinya.
"Sayang,kau berhasil membuatnya bangun.." bisiknya pelan tepat ditelinga Kinara.
"Kalau begitu,lakukan tugasnya Ka Rey.." jawab Kinara seraya mengulas senyum yang menggoda,dan dengan gerakan cepat Reyga pun merubah posisi dengan membalikan tubuh istrinya dan menindihnya dibawah kungkungannya.
"Kau benar benar nakal sayang, bisa bisanya membangunkan singa yang sudah lama tertidur.." ucapnya seraya melepaskan baju dan celana yang masih melekat pada tubuhnya, lalu menarik lingrie istrinya yang tingal stengah, hingga kini keduanya sama sama polos.
Kinara tertegun, pipinya merona merah antara malu dan mau tatkala melihat milik suaminya yang sudah berdiri tegak sempurna, membuat Kinara hanya bisa menelan salivanya.
"Kenapa..?? apa kau merindukannya..?" tanya Reyga sembari mengangkat kedua sudut bibirnya,karna melihat istrinya yang sedari tadi agresif tiba tiba terdiam dengan wajah yang kian memerah merona, membuat Reyga semakin gemas dan tidak tahan ingin segera menerkamnya.
"Ka Rey, itu.." Kinara pun terasa gugup entah ingin mengatakan apa, Keberanianya tiba tiba menguap begitu saja.
"Lihatlah karna ulah nakalmu, dia berhasil bangun, dan sekarang kau harus bertanggung jawab untuk memberinya makan semalaman..." ucap Reyga yang membuat Kinara lagi lagi menelan salivanya sendiri.
*Bersambung..
__ADS_1