
"Aku menderita libido tinggi."
Ucapnya getir.
"Dan semua itu disebabkan,karna sewaktu kecil,aku harus menyaksikan apa yang seharusnya tak pantas disaksikan oleh seorang anak yang masih dibawah umur."
"kau tau kinara,?"
"saat usiaku masih menginjak lima tahun,"
"aku selalu melihat papih,membawa wanita-wanita selingkuhan masuk kedalam rumah."
"ketika mamih sedang berada diluar kota."
"setiap malam,aku selalu mendengarkan *******-******* aneh,yang keluar dari mulut wanita itu."
"karna penasaran,ahirnya akupun terbangun."
"Dan,kau tau apa yang kulihat..?"
Reyga pun,menghentikan ceritanya sejenak.
dia memejamkan mata,seolah ia tak ingin lagi mengingat kejadian itu,lalu menarik nafas dalam.
Kinara pun terperangah,tak percaya atas apa yang didengarnya dari penuturan Reyga.yang sama sekali tak pernah Kinara sangka sebelumnya.
"Aku menyaksikan papihku sedang bercinta,dengan para wanita selingkuhannya."
"bukan hanya dikamarnya,melainkan ditempat terbuka juga,mereka kerap melakukannya."
"seperti,di ruang tamu,ruang makan,bahkan didapur sekalipun."
"bahkan,mereka seolah tak peduli,ada seorang anak kecil dirumah itu."
"setiap hari,aku selalu disuguhkan,pemandangan yang tak sepantasnya aku lihat."
"tapi aku selalu diam,aku tak pernah bercerita kepada Bi mina,ato asisten rumah tanggaku yang lainnya."
"bahkan kepada mamih sekalipun."
"Hingga ahirnya aku tumbuh dewasa,"
"awalnya,aku merasa tak ada yang salah dalam diriku."
"Namun,aku merasa sedikit menemukan kejanggalan,disetiap kali aku merasa emosi."
"gairah seksualitasku meningkat,dan rasanya aku ingin sekali menyalurkannya."
"hingga aku memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter,"
"Dokter pun mengatakan,jika aku mengalami kenaikan Hormon seksualitas yang tinggi."
"dan Dokter pun memberikan ku obat,supaya sewaktu waktu,jika libido ku naik,aku bisa mengendalikannya."
"Dan pernah suatu ketika,ketika rasa itu datang,dan obatnya habis,aku sampai menyakiti diriku sendiri,demi untuk mengalihkan rasa sakitnya."
Tes,air mata Kinara pun menetes kembali setelah mendengar apa yang Reyga ceritakan,
tentang segala kepedihan dan rasa sakit yang dialaminya selama ini.
Kinara tidak menyangka,dibalik wajahnya yang tampan,sikapnya yang kalem,Reyga mampu menyimpan segala kepahitan dan kesakitan dalam hidupnya.bahkan Reyga lebih memilih menyakiti dirinya sendri dari pada harus menyalurkan rasa itu ke sembarang orang(perempuan).
Padahal selama ini,begitu banyak wanita yang menggilainya,yang terobsesi padanya.jika Reyga mau,dia bisa saja memanfaatkan salah satu gadis-gadis yang mengejarnya dikampus.tapi dia tidak melakukan itu,dia lebih memilih menyakiti dirinya sendiri.
__ADS_1
Lalu kenapa malam ini,justru Reyga berlaku seperti itu terhadap dirinya..?
Entah,Kinara harus merasa kecewa atau justru senang,karna pria yang biasanya tertutup dan selalu diam,kali ini bicara begitu banyak,bahkan dia menceritakan semua tentang kepedihan hidupnya selama ini,disatu sisi Kinara merasa pilu dan empaty,ingin sekali rasanya Kinara merangkul dan memeluknya.
Namun disisi lain Kinara pun sangat terluka karna pria yang ada disampingnya saat ini hampir saja memperkosanya.
Kinara larut dan tenggelam dalam lamunannya sendiri,sampai dirinya tersadar ketika tangan Reyga membelai pipinya.
"maafkan aku Nara, Aku sudah sangat jahat padamu." ucapnya dengan raut wajah penuh penyesalan.
Kinara mencoba mengulas senyum dan menggenggam tangannya.
"Apa tante marisyah tau soal ini?"
tanyanya pelan,masih merasa sedikit takut.
Dan Reyga pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak ingin mamih merasa cemas,jika tau tentang kondisiku."Jawabnya seraya memalingkan muka dan menunduk kembali.
"Apa ka Reyga,pernah mencoba untuk melampiaskannya terhadap wanita lain..?seperti apa yang baru saja ka Reyga lakukan padaku malam ini..?"
Tanya Kinara lagi yang masih penasaran,namun tetap saja masih merasa kesal sekaligus takut.Takut emosi Reyga tersulut kembali.
"Aku benci dan muak melihat apa yang papih lakukan dulu,bersama wanita-wanita selingkuhannya. Jadi mana mungkin aku melakukan hal yang sama." jawab Reyga dengan raut wajahnya yang kembali datar.
"Tapi dulu..?? Dulu aku pernah dan hampir saja melakukannya pada seorang gadis."
ucapnya lagi.
"Hah..??"
Spechless Kinara sedikit terkejut,namun berusaha untuk tenang ingin mendengarkan kelanjutannya.
"Tepatnya beberapa bulan yang lalu."
"Waktu itu aku dalam perjalanan pulang,setelah menghadiri acara pertunangan celin dan alex. Entah kenapa melihat celin yang tersenyum bahagia bersama alex,aku merasa kesal dan emosi."
"tentu saja ka reyga kesal dan emosi,karna sejujurnya ka reyga tak rela kan..?"
"jika ka celin bertunangan dengan alex."
Batin Kinara.
"saat itu,aku bahkan tidak fokus dalam mengemudi, hingga tanpa sengaja aku hampir menabrak seorang gadis"
"Dan gadis itu pun shok terkejut,hingga jatuh pingsan tepat didepan mobilku."
"tunggu-tunggu.."
"kenapa aku merasa seperti dejavu,mendengar cerita ka reyga,dibagian ini..?"
ucap Kinara didalam hati,namun Kinara kembali fokus menyimak apa yang tengah Reyga ceritakan.
"Aku embawa gadis itu ke mobilku,kemudian membawanya mencari klinik terdekat, hingga sesampainya didepan klinik,saat aku yang hendak melepaskan seatbelt nya,tiba-tiba aku terpaku menatap wajahnya yang begitu menenangkan seolah sedang tertidur pulas."
Reyga terdiam menjedah ceritanya.
"Dan entah setan apa yang merasuki ku, seperti terhipnotis aku pun mulai menciumi bibirnya dan ngrepe in dia."
"Kalau saja waktu itu tidak ada pak satpam yang mengetuk kaca mobilku,mungkin aku sudah tidak bisa lagi mengendalikan diriku terhadap gadis itu."
"sumpah yah,aku gak nyangka,ka reyga bisa senekat dan segila itu..?"
__ADS_1
"kasian banget tuh si cewe.."
ujar Kinara dalam hati.
"Dan,apakah kamu tau siapa gadis itu kinara?"
ucap Reyga lagi yang kembali menatap Kinara dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sementara Kinara hanya bisa mengerjap bingung,seraya menggeleng pelan.
"ya mana aku taulah..!"
"ka reyga gimana sih..!"
gumamnya dalam hati.
Sedangkan Reyga pun semakin merapatkan jaraknya dengan Kinara,membuat Kinara yang masih sedikit trauma tanpa sadar Kinara pun beringsut menggeser tubuhnya kebelakang.
Namun lagi-lagi sikap Reyga tak bisa dipahami.Kini kedua tangannya menyentuh
kedua pipi Kinara dengan tatapan mata yang fokus menatap wajah Kinara dengan dalam,sehingga mau tidak mau mereka saling bertatapan dalam jarak yang begitu dekat.
jantung Kinara pun kembali berdegup kencang,antara grogi,nervous,dan masih takut.padahal beberapa saat lalu Reyga hampir berhasil menyentuh stiap inci dari tubuhnya, tapi tetap saja setiap jarak mereka yang begitu dekat seperti sekarang ini,debaran jantung Kinara seolah tak bisa terkendali.
"ka, ka Reyga mau apa lagi..?"
ucapnya tergagap.
"Aku cuma ingin minta maaf, karna aku sudah jahat dan sering nyakitin kamu Nara."
ucapnya dengan kedua tangannya yang masih memegang pipi Kinara.
Kinara hanya bisa menarik nafas pelan,dan mengangguk.
"Aku akan maafin ka Reyga, asal ka Reyga janji gak akan ngulangin hal yang sama lagi."
jawab Kinara penuh harap.
"Tapi,apakah kamu akan maafin kesalahanku yang dulu..?"
ucap Reyga seraya berpaling dan membuang muka lagi,lalu kembali menunduk.
Kinara pun mengernyit bingung tak mengerti.
"kesalahan yang dulu..? maksud ka reyga..??"
tanya gadis itu tak paham.
"Karna gadis yang kuceritakan itu..?"
Mengambang..
Diam..
Dan hening..!
dan Kinara pun semakin penasaran dibuatnya.
"Gadis itu,adalah kamu kinara.."
Deg..!!!
"..."
__ADS_1
"Aku..??"
*Bersambung..😊