Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 54


__ADS_3

"Pagi mih.." kinara menyapa ibu mertuanya yang tengah menyiapkan sarapan didapur.


"Hay sayang pagi juga,gimana tidurnya semalam nyenyak enggak.." kinara pun tersenyum mengangguk.


"Oh iya reyga mana..?"


"Masih dikamar mih,aku bantuin yah mih.." lalu kinara pun membantu marisyah menyajikan sarapan dimeja makan.Sekilas marisyah tampak melirik ke bagian leher kinara,lalu dia pun tersenyum senyum sendiri.


"Kenapa mih..?" kinara merasa bingung melihat ibu mertuanya senyum senyum sendiri. "Gak papa ko sayang,kamu lanjutin yah,mamih mau mandi dulu.." dan marisyah pun berlalu sambil terus menahan senyum dibibirnya.


"Mami kenapa sih..? aneh banget deh.Apa ada yang salah dengan pakaianku..?" ujar kinara seraya memperhatikan kembali penampilannya. "Semua bener ko.." gumamnya lagi,namun sesaat kinara terdiam sambil memegangi bagian lehernya.


"Apa jangan jangan tadi mamih melihat tanda merah dileherku yah..?? Aahh tuh kan..!! ini semua gara-gara ka reyga sih,pasti mamih ngiranya semalem aku dan ka reyga..!! tau ah bikin malu aja dasaarr suami mesum..!!" kinara terus bergumam dan menggerutu,dia benar benar malu pada ibu mertuanya.


Ketika kinara sedang menyajikan sarapan dimeja makan,tiba-tiba ada tangan kekar melingkar diperutnya. "Udah deh ka rey jangan mulai lagi,aku tuh masih kesel sama ka reyga..!" ucap kinara ketus tanpa menoleh,sementara reyga tetap cuek dan terus memeluk istrinya dari belakang,dia menyandarkan dagunya dibahu kinara.


"Kamu kenapa sih dari tadi pagi marah-marah terus,udah semalem enggak ngasih jatah, ninggalin aku tidur duluan,pagi-pagi pasang muka masam,dan sekarang malah jutek marah marah mulu.." gumam reyga ditelinga istrinya.membuat kinara melepaskan diri dari pelukan suaminya dan berbalik menghadap suaminya.


"Abisnya aku tuh kesel sama ka rey.." kinara seketika terpaku tak melanjutkan kalimatnya,karna melihat reyga yang menggunakan pakaian formal,seperti kemeja putih yang dilengkapi dengan jas abu-abu menambah dua kali lipat ketampanannya.


"Yah ampuuun nih orang ko gak ada jelek jeleknya sih.." gumam kinara dalam hati.


"Aku tau aku tampan,tapi ga usah sampe segitunya juga ngelihatinnya.." dan kata-kata reyga pun menyadarkan kinara dari kekagumannya terhadap ketampanan sang suami yang maksimal.


"Iih ka rey GR banget sih,siapa juga yang mengagumi.." jawab kinara sedigit gugup.


"Aku gak bilang mengagumi ko,aku cuma bilang gak usah ngelihatin,tuh kan jadi salah fokus.." reyga pun tergelak,dan lagi lagi kinara kalah telak,diapun melengos membuang muka karna menahan malu,kinara bahkan sampe lupa tentang kemarahannya.


"Emang ka rey mau kemana sih,tumben pake pakaian formal gitu.." tanya kinara sambil menatap kembali wajah suaminya.Reyga pun menarik kursi dan duduk dimeja makan.


"Mau kerjalah emang mau kemana lagi.." jawab reyga santai sambil mengambil sarapannya. "Kerja..?? kerja dimana..?" tanya kinara lagi dengan wajah bingungnya.


"Mulai hari ini,reyga akan belajar mengurus perusahaan mamih nara." jawab marisyah yang baru saja turun dari anak tangga dan bergabung dimeja makan.

__ADS_1


"Waah anak mamih ganteng banget,ternyata jasnya cocok dan pas yah rey,mamih gak salah dong beliin kamu." ucap marisyah seraya duduk dan mulai mengambil sarapan,sementara kinara masih berdiri mematung disamping reyga.


"Kamu mau berdiri terus disitu,enggak mau sarapan..?" tanya reyga dengan wajah datarnya. "Eh iya ka rey.." kemudian kinara pun menarik kursi dan duduk untuk sarapan.


"Semalam mamih udah ngobrol sama reyga,bahwa mulai sekarang reyga akan bekerja dikantor sebagai direktur diperusahaan mamih.Dia harus belajar mengelola perusahaan peninggalan kakeknya." marisyah berusaha memberi penjelasan pada kinara,karna melihat wajah menantunya yang masih kebingungan dan belum paham.


"Jadi ka reyga udah mulai kerja kantoran nih..? waah suamiku ternyata seorang direktur yah..?" goda kinara seraya melirik pada suaminya yang terlihat cuek dan menikmati sarapannya.Dan marisyah pun hanya tersenyum sendiri melihat kelakuan anak menantunya.


"Kinara sayang sekarang kan reyga sudah menjadi seorang suami,jadi dia harus belajar mencari nafkah untuk istrinya,bukan cuma nafkah batin saja yah rey..tapi nafkah lahiriah juga perlu.." seloroh marisyah seraya melirik anak mantunya.dan tentu saja wajah kinara mulai memerah,sedangkan reyga tetap cuek dengan wajah datarnya.


***


"Ka reyga beneran mau mengelola perusahaan mamih..? emang bisa..?" selama perjalanan menuju kampus,kinara terus melontarkan pertanyaanya seputar reyga yang akan mulai bekerja dikantor.


"Yah bisa dong nara,aku kan kuliah dijurusan ekonomi manajemen." jawab reyga yang masih fokus mengemudi. "Tapi nanti kuliah ka reyga gimana? kan ka rey lagi nyiapin skripsi."


"Aku bisa bagi waktu ko,lagian aku ke kantor cuma beberapa hari dalam seminggu,karna ada sepupuku yoga yang menghandel semuanya,Aku tinggal mengontrol dan menandatangani berkas-berkas penting."


"Yoga..?? apa itu ka yoga yang ngasih kita tiket nonton yah ka rey..?" dan reygapun hanya menjawab dengan mengangguk.


"Kamu tuh cerewet banget yah..suami baru mulai kerja bukannya didukung malah diceramahin,mau aku kasih nafkah batin sekarang..?" ucap reyga seraya menatap tajam istrinya,membuat kinara sedikit menciut dan memundurkan wajahnya.


"Iya deh maaf..Apapun yang ka rey lakuin aku akan selalu dukung ko,apalagi itu untuk membantu mamih.Aku cuma hawatir aja nanti ka rey kecapean dan gak fokus ngerjain skripsi." ucap kinara lagi sambil sedikit menenangkan suaminya,takut takut hasrat suaminya itu bangkit kan bisa berabeh.


Ahirnya mobil reyga pun sampai didepan gerbang kampus,reyga tidak turun karna dia hanya mengantarkan kinara.


"Makasih yah ka rey,udah nganterin,nanti siang kalo ka reyga sibuk enggak usah jemput deh,biar nanti aku naik taksi aja." kinara kemudian berpamitan sambil mencium tangan suaminya.Namun ketika kinara hendak turun reyga mencegahnya.


"Tunggu dulu nara,ada yang mau aku omongin.." ucapnya ragu ragu membuat kinara menatap bingung "Ka rey mau ngomongin apa..?" tanya kinara lagi, sedangkan reyga masih terdiam tak tau harus mulai bicara dari mana.


Reygapun menghembuskan nafasnya pelan,dan menatap wajah istrinya.


"Tadi pagi celin telfon,hari ini katanya dia sudah boleh pulang dari rumah sakit,dia memintaku untuk menjemputnya,tapi aku sudah jawab tidak bisa,karna pagi ini harus mulai kekantor.Dan ahirnya celin memintaku untuk manpir kerumahnya sepulang dari kantor." reyga masih menatap lekat wajah kinara yang belum juga memberikan respon.

__ADS_1


"Syukurlah kalau ka celin sudah boleh pulang dari rumah sakit.." jawab kinara kemudian,dia terlihat tenang menyembunyikan segala rasa yang tidak nyaman dihatinya.


"Jadi apa aku boleh..?jika sepulang dari kantor nanti aku mampir kerumah celin sebentar..?" dan kinarapun hanya tersenyum mengangguk. "Beneran ga papa..?kamu gak marah gak cemburu kan..?"


"Iyah ka rey aku gak papa,aku gak marah ko.." ucap kinara seraya memasang senyum semanis mungkin diwajahnya.


'Iyah aku marah,aku cemburu ka rey..tapi aku bisa apa..??"😩😩


"Kalo kamu emang gak kenapa kenapa coba buktikan..?" tanya reyga lagi yang seketika muncul ide usilnya.Sementara kinara mengerutkan keningnya bingung.


"Bukti..?? bukti apaan sih ka rey..?" ucap kinara tak paham,lalu reyga pun menunjukan jarinya dibibrnya sendiri memberi kode pada istrinya untuk mencium bibirnya.Sontak saja kinara melotot protes. "Ka rey jangan yang aneh aneh yah,ini tuh didepan kampus." bisik kinara pelan.


"Oh jadi kamu ga mau yah..ya udah ga papa. padahal itu bisa jadi penyemangat aku untuk hari pertama kerja dikantor mami." ucap reyga dengan wajah memelasnya,yang membuat kinara menghembuskan nafasnya pelan.


"Iya deh iyah,aku mau.." sahut kinara seraya sedikit memajukan tubuhnya dan kedua tangannya pun memegang wajah suaminya.


'Cup.." kinara mengecup singkat bibir reyga.


"Selamat bekerja yah suami ku sayang.." ucap kinara seraya tersenyum manis sambil mengelus rahang suaminya,dan reygapun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,Dia langsung menarik tengkuk kinara dan menyambar bibir istrinya mengulumnya dengan dalam,membuat kinara membelalakan matanya dan memukul pelan bahu suaminya agar melepaskan ciumannya karna kinara sendiri sudah merasa kehabisan nafas.


"Ka rey tuh yah.." ucapnya sedikit tersenggal ketika reyga melepaskan pagutannya.


Sementara reyga hanya mengulas senyum sembari mengusap bibir istrinya yang sedikit membengkak.


"Kalau ada anak-anak yang lihatin kita gimana coba..?" kinara mencabik kesal.


"Habisnya bibir kamu tuh manis,dan kadang suka cerewet bikin aku gemas pengen makan kamu sekarang.." bisik reyga sambil menarik sudut bibirnya,sementara kinara hanya mendelik tajam tak habis pikir dengan ulah mesum suaminya.


***Bersambung..😊


Hari ini author Up dua episod yah..


semoga pada suka yah..

__ADS_1


jari ku sampe keriting nih guys,ternyata ngetik lumayan cape yaah ketimbang ngebaca..🙄


Tapi author sedih juga sih udah sekian episod sepi like dan komenan..Apa ceritanya kurang seru yah..☹**


__ADS_2