
Tiga hari pun berlalu,paska pengintaian Kinara terhadap Reyga dan Celin. Kinara mencoba menyibukan diri dengan tugas-tugas kuliahnya, Kinara sendiri tidak ingin memikirkan sesuatu hal yang hanya akan membuat hatinya sakit.
Dan tentang hubungannya dengan Reyga sendiri,tidak ada yang berubah,tetap berjalan seperti biasa. Namum selama tiga hari ini Kinara mencoba menghindari Reyga entah dikampus atau diluar kampus.
Bahkan sejak makan malam dirumahnya kemarin sampe saat ini, Kinara belum bertemu lagi dengan Reyga. Dan seperti biasa Reyga juga tidak menghubunginya atau mencarinya. Bahkan mungkin jika Kinara menghilangpun Reyga tidak akan peduli,batin kinara mengatakan..😥
"Elo beneran ga mau ikut kita ke kantin Ra..?"
tanya Mita,sementara Kinara hanya menggeleng pelan.
"Elo sampai kapan mau menghindari ka Reyga Ra..?" ucap Mita lagi.
"Iya Ra,udah beberapa hari ini elo ga mau ikut kita ke kantin,cuma buat menghindari ka Reyga,kalo gue jadi elo sih Ra,mending gue tanyain langsung kemarin ngapain ka Reyga kebioskop berduaan sama ka celin.." ucap Caca menimpali.
"Hmm udahlah Ca, gue ga mau bahas soal itu lagi,gue cuma mau fokus ngerjain tugas-tugas kuliah gue,minggu depan kan ada persentasi makannya gue mau nyiapin makalahnya sekarang,soalnya kalo abis pulang kuliahkan gue mesti ke caffe.." jawab Kinara beralibi.
"Ya udah deh terserah elo aja,gue ama Caca ke kantin dulu yah,elo mau nitip apa Ra..?"
"Emm,,jus melon aja yaah,tapi ga usah deh.
Soalnya gue mau keperpus dulu cari bahan buat reverensih.." jawab Kinara kemudian pada dua sahabatnya.
Dan ahirnya Caca dan Mita pun pergi ke kantin, sementara Kinara lebih memilih ke perpustakaan.
"Eh Mit,liat deh tuh ka Celin sama ka Reyga, bener-bener ya mereka kaya ga punya salah gitu..!" sungut caca sedikit geram ketika melihat reyga dan celin duduk berdua dikantin.
"Udah lah Ca,kita ga usah hiraukan mereka.."
"Tapi Mit lama-lama gue kesel sama ka Reyga,tuh cowo ga peka banget sih sama perasaan cewenya. Udah tiga hari ini Kinara mati-matian ngindari dia,dan nyimpen rasa sakit hatinya,tapi ka Reyga jangankan ngerasa bersalah bahkan dia ga nyoba nyari Nara atau sekedar ngabarin dia. Toh kalaupun ka Reyga ga cinta sama Nara,ngapain juga ka Reyga jadiin Nara pacarnya.." Celoteh Caca panjang lebar dengan rasa kesalnya.
"Ya udahlah Ca,mau gimana lagi..kita ga usah ikut campur terlalu dalam dengan hubungan mereka. Bukan karna gue ga peduli Ca,tapi kita juga harus bisa menghargai perasaan Nara,karna gimanapun sikap ka Reyga, sepertinya sahabat kita Nara udah terlanjur cinta ma dia.." jawab Mita menengahi.
Dan Caca pun hanya mengangguk mendengarkan penjelasan Mita.
"Tapi gue tetep ga rela Mit lihat ka Reyga dan ka Celin yang udah nyakitin sahabat kita.."
Protes Caca masih dengan rasa kesalnya.
Sementara dari kejauhan, Celin pun melambaikan tangannya menyapa Mita dan Caca.
"Hayyy Mit,Ca ko cuma berdua? Nara mana?"
tanya Celin,sementara Reyga tetap diam dan cuek.
"Nara ga ikut ka,dia sibuk ngerjain tugas diperpus.." jawab Mita,sementara Caca terus saja menatap Reyga dengan rasa kesal.
"Ya udah kalian mau makan kan,gabung aja sini.." ucap celin lagi menawarkan.
"Oh ga usah ka Celin,kita ga mau ganggu ka Celin sama ka Reyga disini,kita cari tempat duduk lain aja,yuk Mit.." timpal Caca dengan nada menyindir dan Mitapun sedikit menyikut lengan Caca.
__ADS_1
"Ya udah kita duluan ya ka Celin,ka Reyga.." ucap Mita sambil menarik Caca dan berlalu dari hadapan mereka.
Sudah satu jam lebih Kinara menghabiskan waktunya diperpus. Jari-jarinya terus mengetik laptop memasukan data-data atau bahan-bahan reverensi yang akan jadi makalah persentasi minggu depan.
Namun tiba-tiba saja ada yang menyodorkan segelas jus melon kesukaannya. Sontak Kinara pun mengulas senyum.
"Ya ampun Ca,Mit kan tadi gue udah bilang ga usah.." ucap Kinara tanpa menoleh dan terus mengetik.
"Jari-jarimu ga cape dari tadi ngetik terus.." Sebuah suara bariton yang terdengar berat namun sangat Kinara rindukan selama tiga hari ini,dan Kinara sendiri sudah sangat paham siapa pemiliknya.
Pria itu menarik bangku disamping Kinara dan mendudukinya,Kinara hanya menghela nafasnya pelan.
"Ka Rey ngapain kesini.." ucap Kinara pelan mencoba menyembunyikan segala rasa yang ada dibenaknya saat ini.
"Sampai kapan kamu mau menghindariku hem.." balas Reyga dengan santainya.
Seketika Kinara menatap wajah Reyga, wajah pria yang beberapa hari ini berusaha dirinya hindari namun sangat Kinara rindukan.
"Maksud ka rey..??" Tanya Kinara seolah tak paham.
"Sewaktu aku mengantarmu pulang, Celin yang menelfonku untuk menemuinya ditaman,dan ketika aku menemuinya dia sedang menangis karna mengetahui Alex tunangannya selingkuh, malam itu Celin tidak mau pulang dan ahirnya menginap di apartemenku.Pagi harinya aku membujuknya untuk pulang kerumahnya karna orangtuanya pasti sudah hawatir. Dan Celinpun mengajukan syarat mau pulang kerumahnya asalkan aku bersedia menemaninya nonton dibioskop. Dan semua terjadi seperti apa yang kamu lihat.."
Deg..!!! Kinara pun menatap Reyga dengan tatapan tak percaya..! Apa barusan Reyga bermaksud mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Dan apa itu artinya Reyga tahu,kalau Kinara sudah membuntutinya tiga hari yang lalu.
"Kenapa..??kaget..??" ucap Reyga kemudian melihat Kinara yang tertegun dan terdiam.
"Terkadang apa yang kita lihat,belum tentu sama seperti apa yang kita pikirkan.Dan ketika kamu keluar dari mall sambil menangis, Doni melihatmu dan menyampaikannya padaku.."
"ka Doni..??" tanya Kinara ragu-ragu.
"Iyah,aku memanggil Doni untuk ikut gabung nonton dibioskop. Hanya saja dia datang sedikit telat dan tanpa sengaja dia melihatmu dipintu masuk.." ucap Reyga lagi masih dengan tenangnya
Sementara Kinara kali ini perasaannya benar-benar campur aduk. Apa Kinara harus senang mendengar penjelasan Reyga yang seolah olah memberitahu bahwa semua hanya salah paham. Atau haruskah Kinara merutuki kebodohannya sendiri.
tapi kalau benar Reyga tahu dirinya membuntutinya,kenapa Reyga tidak menghubunginya,kenapa tidak menjelaskannys sejak awal..? batin Kinara.
"Kenapa ka Rey baru menjelaskannya sekarang? kalo ka Reyga sudah tahu sejak awal.." ucap Kinara lirih dan tak berani menatap Reyga.
Namun tiba-tiba saja reyga berbisik pelan.."Aku senang dan sedang menikmati rasa cemburumu.." ucap Reyga lembut tepat ditelinganya.
Seketika Kinara menatap Reyga tajam dengan mulut yang menganga tak percaya.
"Ka Reyga ko tega banget sih,jahat tau gak..!!" ucap Kinara seraya mencebik kesal yang sudah tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Saking kesalnya Kinara terus saja memukul mukul pelan dada Reyga yang bidang dengan kedua tangannya. Nnamun tiba-tiba Reyga menangkap pergelangan tangannya.
"Nara,kamu lupa ini perpustakaan..?" ucap Reyga lagi berusaha mengontrol emosi Kinara.Dan sesaat mata Kinara sudah mulai berkaca kaca karna merasa kesal,malu dan marah,karna merasa dipermainkan oleh Reyga.
Namun tak bisa dipungkiri didalam hatinya Kinara sendiri sedikit merasa senang atas semua penjelasan Reyga padanya.
__ADS_1
"Lain kali,jangan mudah berasumsi dengan apa yang kamu lihat, Sebelum kamu tahu tentang seperti apa kebenarannya.."
Dan kali ini Kinara tak mampu lagi membendung air matanya yang terlanjur menetes membasahi pipi mulusnya. Dan dengan sigap Reyga menghapus air mata Kinara dengan ibu jarinya.
"Sorry.." ucapnya begitu saja.
Sementara Kinara langsung memalingkan muka dan mengacuhkannya,biar saja rasanya Kinara masih kesal pada pria tampannya itu.
Namun tiba-tiba..
Cup..
Reyga mencium pipi Kinara, Sontak Kinara pun terkejut dan menatap Reyga dengan tatapan tajam.
Sedangkan Reyga hanya tersenyum seperti bayi yang tidak berdosa,dan lagi-lagi Reyga mengejutkan Kinara dengan membelai pipi gadis itu tepat bekas ciumannya tadi.
"Aku kangen sama pacarku yang udah tiga hari ini menghindariku.." ucapnya lagi dengan tatapannya yang dingin namun begitu meneduhkan..!
Seketika hati Kinara berdesir kembali,entah kenapa manusia tampan dihadapannya ini,mampu memporak porandakan hatinya dengan begitu mudahnya,sorot matanya yang tajam seolah mampu menenggelamkan Kinara kedalam samudra cintanya. Sikapnya yang terkadang acuh tak acuh membuat Kinara seolah ingin menyerah dan berhenti berharap, Namun ketika sewaktu waktu kadang sikap Reyga pun berubah tak disangka sangka seperti saat sekarang ini.
"Maaf ka rey,aku tidak bermaksud menghindar, Aku cuma lagi fokus bikin makalah buat persentasi minggu depan.." Jawab Kinara beralibi.
"Sinih.." Reyga pun mengambil laptop yang ada ditangan Kinara.
"Loh ka rey mau apa..?" tanya Kinara bingung.
"Bantuin pacarku ngetik,lihat tuh jari-jari kamu hampir bengkak.."
"Pacar..??"
"Ga usah ka rey,sinih balikin laptopnya.." dan Kinara pun berusaha merebut laptop dari tangannya Reyga.
"Kalo kamu ga nurut,aku cium kamu disini.." balas Reyha lagi dengan tegas.Hingga mau tidak mau Kinara pun mengalah.
"Ya udah terserah.." Sungut Kinara pelan seraya bersedekap dada dan sedikit kesal.
"Good,my smart girlfriend.." ucap Reyga seraya mengambil alih tugas kuliahnya.
Entah sampai kapan Kinara terjebak dengan sikapnya yang ambigu. Yang terkadang Reyga seperti sosok asing baginya, orang yang paling tidak peduli,cuek dan angkuh. Namun sewaktu waktu Reyga juga kadang berubah menjadi orang yang paling misterius dan tak bisa ditebak.
Tapi seperti apapun Reyga,salah kah jika Kinara kini terlanjur mencintainya..??
"Ga usah lihatin aku kaya gitu,nanti kamu makin jatuh cinta.." seloroh Reyga tanpa menoleh dan terus mengetik.
Dan Kinarapun hanya mendengus kesal.
"Ke ge er an banget sih..!!" gerutunya pelan.
*Bersambung..😊**
__ADS_1