Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 55


__ADS_3

Kinara melambaikan tangannya,ketika mobil reyga berlalu meninggalkan halaman gerbang kampus.Setelah mobil yang dikendarai suaminya itu tak terlihat lagi barulah kinara melangkahkan kakinya memasuki kampus.


"Hai ra,apa kabar.." sapa seorang cowo yang mensejajari langkahnya.dan kinara pun menoleh sambil mengulas senyum. "hay dev,gue baik ko." balasnya.


"No hape lo ganti yah ra..?soalnya dari kemarin gue nyoba hubungin elo,tapi gak aktif terus." tanya devan karna beberapa kali dia mencoba menghubungi kinara,tapi tak pernah berhasil.


"Oh,sorry gue lupa dev,kemarin hape gue jatoh dan mati gitu aja,jadi sekarang masih diservis." dan kinarapun terpaksa berbohong,perihal nomer hapenya yang dipatahkan reyga karna cemburu,dan gara-gara masalah nomer hape itu,dia harus meladeni sikap absurd suaminya seharian.


"Eh ra,leher lo kenapa ko merah-merah gitu..?" tanya devan sedikit heran,ketika tanpa sengaja matanya melihat kearah leher kinara yang penuh dengan tanda merah,dan sontak kinara pun merasa gugup,dia langsung menutupi bagian lehernya dengan mengedepankan rambutnya. "gue ga papa ko dev,kemarin gue masuk angin dan minta dikerokin sama tante gue,mungkin itu bekasnya." jawab kinara lagi lagi berbohong.


"Duuh gara gara ka reyga nih,gue jadi tukang boong kan sekarang..!Lagian gue ko teledor banget siih,ini leher gak cepet ditutupin.." ucap kinara dalam hatinya.


"Jadi elo sakit ra..?kalo gitu gue anter kedokter yah..?"


"Ah enggak ko dev,gue ga papa,kan tadi gue uda bilang cuma masuk angin.Ya udah ya dev gue duluan yah mau ketolilet." lalu kinara pun buru buru berlalu pergi meninggalkan devan yang masih sedikit bingung.Kinara sengaja pergi ketoilet karna dia ingin segera menutupi tanda merah dilehernya dengan fondasion yang tadi sempat dia beli saat perjalanan menuju kampus.


"Untung aja tadi dijalan sempet mampir beli ini,kalau enggak bisa bisa mita dan caca bakal keppo seharian sama ini leher.Dan semua ini tuh gara gara ka reyga si suami mesum itu.." gumam kinara ketika dia berada ditoilet sambil mengolesi fondasion kebagian lehernya.


***


Yoga kini tengah memperkenalkan reyga yang posisinya menjabat sebagai derektur atau ceo baru perusahaan milik mamihnya.kepada seluruh staf dan para kariyawan dikantor.


semua mata karyawan hususnya kaum perempuan tertuju penuh kagum akan ceo baru mereka yang terlihat masih begitu muda namun sangat tampan dan berkarisma.Hingga setelah selsai acara perkenalan diri,yoga kemudian membawa reyga kedalam ruang kerja direktur yang akan menjadi ruangannya.


"Gilaa bos baru kita cakep banget yaah,masih muda tampan lagi,tau gitu gue bakal betah nih lama-lama dikantor." ujar salah satu staf perempuan,ketika reyga baru saja berlalu maka para staf yang lainnya pun ikut saling berbisik akan ketampanan wajah ceo barunya itu.

__ADS_1


"Nah ini ruang kerja elo rey,yang dulunya ditempati bokap gue,tadi sih gue udah nyuruh para staf buat nata ulang jadi kalau ada yang lo kurang suka tinggal ngomong aja,biar nanti ditata ulang lagi." ucap yoga sedikit menjelaskan. "Ga usah ga,udah cukup ko.thanks yaah." balas reyga singkat.


"Oh iya rey,sorry ya waktu acara pernikahan elo,gue ga bisa hadir soalnya gue lagi ada urusan kantor diluar kota." ucap yoga yang merasa tak enak karna tak menghadiri pernikahan sepupunya itu.


"Santai aja ga,lagian gue juga cuma ngundang keluarga sama kerabatnya mamih aja.dan elo juga pssti ada kerjaan karna urusan kantor kan." balas reyga santai.


"Tapi gue ucapin selamat yaah,bener bener gak nyangka gue,elo mutusin nikah muda padahal setahu gue lo alergi sama cewe,tapi takluk juga lo,salut gue sama bini lo.." ucap yoga panjang lebar,pasalnya dia masih tidak menyangka sepupunya akan menikah secepat itu bahkan usia reyga saja masih lebih muda darinya.


Dan reyga pun hanya diam tak membalas perkataan sepupunya.mungkin yoga ada benarnya juga selama ini dia begitu anti terhadap gadis gadis yang berusaha mendekatinya terkecuali celin.Namun entah kenapa sejak kinara hadir dalam kehidupannya,reyga seolah terjerat kedalamnya,dirinya tidak percaya cinta tapi sebaliknya dia justru sangat takut kehilangan wanitanya itu,ditambah kelainan yang dia miliki dan hanya kinara lah yang mampu mengendalikan seluruh dunianya saat ini.


"Jadi apa aja nih yang mesti gue kerjain." kini mereka pun mulai membahas tentanng masalah pekerjaan,tentang proyek proyek yang kelak akan ditangani dan beberapa dokumen yang harus ditandatangani.


Hingga tanpa terasa waktupun sudah menjelang sore,sudah saatnya reyga meninggalkan ruangan direkturnya.Seperti rencananya tadi pagi,dia akan mampir kerumah celin,karna reyga sudah berjanji akan menemuinya sepulang dari kantor.


***


Reyga mendorong kursi roda celin menuju taman belakang rumah celin.karna taman itu adalah tempat favorit mereka sejak kecil.


"ini den,minumannya.." ucap seorang asisten rumahtangga dirumah celin seraya membawa minuman untuk reyga dan beberapa cemilan.


"Makasih ya bik.." balas reyga tersenyum sopan.


"Elo ganteng banget rey,pakai pakean kantor kaya gitu." ucap celin yang sejak tadi tatapannya tak lepas memandang reyga.


"Iya cel,mamih bujukin gue terus supaya gue belajar ngurus perusahaan mami,jadi mau gak mau gue harus mulai terjun ngurus kantor peninggalan kakek gue." jawab reyga seraya mendudukan dirinya dibangku taman.

__ADS_1


"Terus kuliyah elo gimana rey..?bukannya lagi nyiapin skripsi."


"Yah enggak gimana gimana,lagian gue dikantor juga gak tiap hari ko,hanya ngecek berkas berkas penting aja,jadi gue masih ada waktu buat nyelsain skripsi gue. Oh iya,elo sendiri gimana cel,dokter bilang apa..?"


"Yah gitulah rey,dokter sih nyaranin gue buat terapi,tapi gue rasa percuma toh pada ahirnya gue tetep lumpuh kan.." jawab celin dengan pesimis.


"Jangan ngomong gitu cel,kita gak boleh mendahului takdir Tuhan.yang penting elo harus tetap semangat.." reyga terus menyemangati. "Tapi rey,besok gue pengen ke kampus,gue kangen sama kampus rey,sama temen-temen juga." ucap celin dengan wajah sendunya.Dia memang amat merindukan kehidupannya yang dulu sebelum dia mengalami kecelakaan.


"Tapi cel,elo kan belum pulih total,masih harus banyak istirahat."


"Kan ada elo rey..please elo bisa kan bantuin gue dan antar jemput gue buat ke kampus.kalo gue dirumah terus yang ada gue makin sedih rey karna ga bisa ngapa ngapain." celin terus memohon dan merajuk agar reyga mau membantunya untuk memulai kembali aktifitasnya dikampus,dan seperti biasa reyga tak pernah bisa menolak permintaan sahabatnya itu,apalagi melihat kondisi celin saat ini tak sama seperti dulu lagi.Gadis itu mudah sekali rapuh dan selalu nampak bersedih,padahal dulu dia gadis yang ceria dan penuh dengan semangat.


***


Reyga memasuki ruangan apartemennya.Dia pulang agak larut malam karna tadi celin tak mengijinkannya pulang dengan cepat,ditambah mamanya celin memaksanya untuk ikut makan malam bersama,hingga jam sepuluh lebih dia baru sampai diapartemennya.


Reyga melangkah masuk menuju kamarnya,namun ketika sampai diruang tengah dia melihat istrinya tengah tertidur meringkuk disofa dengan televisi yang masih menyala.Reyga pun menghembuskan nafasnya pelan,dia merasa bersalah karna sudah membuat kinara tertidur disofa karna menunggunya.


Reyga menghampiri istrinya,dan menggendong pelan tubuh mungil itu.Seketika kinara mengerjap pelan membuka matanya. "Ka rey udah pulang..?" ucapnya dengan suara serak saat berada digendongan suaminya,namun reyga tak menjawab,dia tetap berjalan menggendongnya menuju kamar,hingga setelah sampai dikamar reyga membaringkan tubuh istrinya dan menatap wajah sendu itu.


"Lain kali kalau udah ngantuk,ga usah nungguin aku pulang,tidur dikamar aja,jangan disofa dingin." ucap reyga yang masih memandang lekat wajah istrinya.sementara kinara yang masih stengah mengantuk hanya mengangguk pelan menjawab perkataan suaminya."Ka rey mau aku buatin sesuatu."


"Ga usah,kamu tidur lagi aja,aku mau mandi dulu." lalu reyga pun mencium kening istrinya setelah itu berlalu menuju kamar mandi,sedangkan kinara,dia menarik selimut menutupi tubuhnya dan kembali melanjutkan mimpinya.


*Bersambung..😊

__ADS_1


__ADS_2