
"Nara,udah belom ayo cepetan.." Reyga sesekali melihat jam ditangannya,dia menunggu disofa ruang tengah menunggu istrinya yang tengah bersiap siap pergi ke pesta kelulusannya.
Ceklek,pintu kamar terbuka menampakan kinara yang masih menggunakan kimononya dengan roll rambut yang masih bertengger dikepalanya.Seketika kening reyga berkerut menatap tajam pada istrinya,sementara yang ditatap hanya cengengesan memperlihatkan wajah tak berdosanya.
"Kamu sedari tadi ngapain aja,kenapa belum siap-siap.." reyga sedikit geram pasalnya sudah stengah jam lebih dia menunggu istrinya,tapi yang ditunggu malah belum siap-siap sama sekali.
"Maaf ka rey,tadi aku sakit perut jadi belum siap-siap." kinara mengatupkan kedua tangannya tanda permintaan maaf,seraya menyunggingkan senyum semanis mungkin karna melihat raut kesal diwajah suaminya.
Reyga hanya bisa menghela nafas panjang,dia sedikit memijit pelipisnya menghadapi tingkah istrinya kali ini. "Terus kita mau pergi jam berapa,ini sudah hampir jam tujuh lebih,sebentar lagi acara akan segera dimulai.Belum lagi nanti kita harus jemput celin." Reyga mendudukan kembali dirinya disofa,sementara kinara pun ikut duduk disamping suaminya.
Kinara merasa amat bersalah pada suaminya,tapi tadi dia benar-benar sakit perut."Maaf ka rey,kalau gitu aku ga usah ikut yah,ka reyga pergi bareng ka celin aja,toh ini juga acara kelulusannya kalian."
Sekali lagi reyga menghela nafasnya panjang,dia merasa geram dan kesal atas keputusan istrinya yang mendadak,namun dia juga tidak ingin marah atau meninggalkan istrinya sendirian diapartemen.
"Ya udah aku pergi dulu,karna aku juga harus jemput celin." Kinara melebarkan senyumnya tatkala reyga mulai bangkit dari duduknya.Yess ahirnya aku ga usah ikut kepesta itu.Batin kinara merasa lega.
"Tapi kamu juga harus tetep datang kepesta itu,nanti aku akan suruh sopirnya mamih buat jemput kamu,jadi mendingan sekarang kamu siap-siap aja." senyum kinara perlahan memudar setelah mendengar ultimatum dari suaminya.Padahal tadi dia sudah merasa senang karna tak jadi ikut kepesta,tapi sekarang mau tidak mau,dia harus menuruti perintah suaminya yang memang sudah terlihat kesal pada dirinya.
"Iya udah nanti aku siap-siap." kinara sedikit memanyunkan bibirnya benar-benar merasa enggan hadir di pesta itu.Sementara reyga dia tersenyum tipis,lalu mencium pipi istrinya singkat sebelum berlalu pergi.
__ADS_1
Dan setelah sang suami menghilang dibalik pintu kinara menghempaskan tubuhnya disofaa.."Aah males banget sih harus ketemu temen-temennya ka reyga,mereka semuakan ga ada yang suka dengan hubunganku sama ka reyga,belum lagi ada ka celin disana,yang selalu menunjukan raut wajah tidak sukanya terhadapku..Aaarrrg" kinara menggerutu pada dirinya sendiri,lalu setelah beberapa saat dia pun bergegas bersiap siap untuk menyusul suaminya.
***
Pesta prom night yang diadakan di aula sebuah gedung,terlihat begitu meriah dengan tatanan dan dekorasi yang simpel namun tetap terlihat mewah,para tamu undangan yang dihususkan para mahasaiswa 'Darma Bakti" yang baru saja menyematkan gelar sarjananya,kini mulai berdatangan.Mereka terlihat begitu menawan dan gagah.
Dan diantaranya ada reyga yang baru saja datang seraya mendorong kursi roda celin.Semua mata gadis-gadis nampak tertuju pada reyga yang terlihat amat tampan malam hari ini.Diantaranya ada yang saling berbisik bahwa seandainya celin tidak lumpuh pastinya mereka akan menjadi pasangan yang amat serasi ditahun ini.
Namun sebagian lagi ada yang mulai tebar pesona atau cari-cari perhatian reyga.Karna merasa salah satu diantara mereka pasti bisa memikat sang idola kampus yang terkenal sangat tampan itu.Meskipun kabar reyga berpacaran dengan kinara sudah menyebar diseluruh antero kampus,namun tak sedikitpun menyulutkan semangat mereka untuk mencoba mencari perhatian sang idola kampus.Apalagi mereka memandang kinara dengan pandangan sebelah mata.Karna kinara hanyalah gadis biasa yang tak mungkin bisa langgeng dengan reyga.
Namun lain halnya dengan reyga,meskipun malam ini banyak para wanita yang mencoba mendekat dan tebar pesona padanya,reyga malah tidak menggubrisnya sama sekali.Dia malah resah karna sang istri belum juga tiba dipesta.Padahal reyga berniat bahwa malam ini,dia ingin mengumumkan tentang pernikahannya dengan kinara dihadapan seluruh teman temannya.Dia tidak ingin kinara terus menerus merasa tidak nyaman ketika bersamanya.Bagaimanapun juga semua teman-temannya harus tau,kalau wanita yang dia cintai adalah kinara istrinya.
"Gue nunggu nara,cel.Tadi gue nyuruh dia untuk nyusul kesini." seketika wajah celin berubah,padahal tadi waktu melihat reyga datang menjemputnya celin sudah merasa senang karna tidak melihat kinara didalam mobil,hingga celin berpikir bahwa sepertinya kinara tidak ikut.
"Ini kan acara kelulusan angkatan kita rey,kinara pasti tidak akan nyaman berada disini,apalagi anak-anak cewe ga ada yang suka sama kinara,karna merasa dia sudah merebut elo dari mereka." celin sengaja mengatakan hal itu,agar reyga berubah pikiran dan menyuruh kinara untuk tidak datang kepesta.
Sementara reyga,dia menghela nafasnya pelan.Dia sedikit berlutut dihadapan celin agar bisa sejajar dengan wajah sahabatnya itu."Cel,sorry sebenarnya sudah lama ada yang ingin gue beritahu sama elo,tapi waktunya tak perna tepat,dan kali ini gue harus ngasih tau elo,kalau sebenarnya gue dan kinara udah menikah."
Celin terdiam tak bereaksi apa-apa,bahkan tidak ada rasa terkejut sedikitpun diwajahnya.Dia masih menatap reyga dengan tatapan yang tak bisa dipahami.
__ADS_1
"Sorry cel,jika elo marah dan kecewa karna gue udah ngerahasiain ini semua dari elo.Karna tepat dihari gue dan nara menikah,hari itu juga elo kecelakaan.Jadi rasanya bukan waktu yang tepat untuk memberi tahu kebenaran ini.dan sekarang gue sengaja ingin kinara ikut datang ke pesta ini karna gue ingin ngumumin kesemua temen-temen bahwa kinara adalah istri gue,wanita yang gue cintai."
Tes..tanpa terasa air mata celin menetes begitu saja,mendengar semua penuturan reyga hatinya terasa amat sakit.Meskipun sejak awal dia sudah mengetahui perihal pernikahan reyga namun tetap berpura pura untuk tetap tidak tau,dia merasa mungkin dengan begitu dia masih punya kesempatan untuk bisa memiliki reyga.Namun mendengar reyga mengatakan perasaan cintanya pada kinara,hati celin benar benar begitu sakit.Harapannya seolah pupus begitu saja meskipun sejak dulu celin sudah menyadarinya.
"Cel,elo nangis." reyga mengusap air mata celin yang sudah meluruh dipipinya.Dia merasa bersalah karna sudah membohongi sahabatnya hingga pasti membuat celin marah dan terluka.
"Cel,sorry gue bener-bener minta maaf.Sungguh gue gak bermaksud merahasiakan ini dari elo." Reyga masih terus mengusap pipi celin yang basah,hingga ahirnya celin berusaha menepisnya dengan pelan seraya mengulas senyum yang dipaksakan.
"Gue,ga papa ko rey..! gue seneng ahirnya elo udah percaya bahwa cinta itu ada.Dan gue gak nyangka bahwa wanita yang berhasil buat elo jatuh cinta itu adalah kinara." sebisa mungkin celin menahan sesak di dadanya,dia tidak ingin reyga tahu betapa hatinya saat ini sangat hancur berkeping keping.Karna semua harapannya sudah pupus.
Reyga menggenggam tangan celin,dia tersenyum hangat pada sahabat kecilnya.
"Thanks ya cel,awalnya gue juga ragu,tapi sekarang gue sangat yakin,kalau gue amat sangat mencintai kinara,bahkan gue gak sanggup hidup tanpa dia cel." Reyga dengan jelas menggambarkan perasaannya pada celin,bahwa hatinya saat ini telah dipenuhi rasa cinta untuk sosok wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
Namun lain halnya dengan celin.Luka tersirat jelas dimatanya,hatinya nestapa dan pilu karna pria yang sejak kecil menjadi sahabatnya,hingga berubah menjadi pria yang amat dia cintai,kini malah mencintai wanita lain yang baru saja dikenalinya dalam hitungan bulan.
"Jika elo ga bisa hidup tanpa kinara,gue juga ga bisa hidup tanpa elo rey."
*Bersambung..😊
__ADS_1