
Dua bulan lebih telah berlalu,usia kandungan Kinara sudah memasuki trisemester ahir yang artinya tinggal hitungan minggu Kinara akan melahirkan bayinya.
Dan selama dua bulan terakir ini Kinara berusaha menyibukan dirinya dengan berbagai kegiatan,salah satunya mengurus bahan-bahan sekripsinya lebih cepat agar bulan depan sebelum persalinan nanti Kinara sudah bisa melakukan sidang skripsinya.
Meskipun kadang ditengah malam Kinara sering meringkuk dalam isak tangisnya merindukan Reyga yang mungkin kini sudah hidup berbahagia dengan Celin.
Karna sekeras apapun Kinara berusaha melupakan Reyga,nyatanya dirinya selalu tak mampu menghapus segala kenangan dan bayang-bayang Reyga dari benaknya.
Kinara tengah mengusap usap perutnya yang tengah membuncit,seraya mengulas senyum Kinara terus mengajak bicara calon bayi yang masih ada didalam kandungannya.
Hingga beberapa kali ketika ada reaksi dalam perutnya,kinara mengaduh dan sedikit meringis namun rona bahagia kian terpancar diwajahnya karna merasa gerakan sang baby kian aktif diperutnya.
"Kamu aktif banget sayang,sehat-sehat ya nak diperut mamah, rasanya mamah sudaah gak sabar pengen peluk cium kamu sayang.." Kinara terus berbicara seraya terus mengelus perutnya dan sesekali mengulas senyum.
"Ya ampuuun bumil dari tadi senyum senyum sendiri aja,lagi mikirin apa sih..?" ujar Santi yang baru saja nongol dari dapur dan mengambil tempat duduk disamping Kinara.
"Gue lagi ajak bicara sama si baby San,dari tadi dia gerak gerak terus, gak sabar gue pengen cepet-cepet peluk dia.." Jawab Kinara dengan rona bahagia diwajahnya.
"Ah masaa, coba dong gue pegang perut lo yah Ra,gue pengen tahu kalo bayi yang masih dalam perut kalo gerak-gerak gimana..?"
Dan begitu mendapat anggukan dari Kinara, Santi langsung menempelkan tanganya diperut Kinara dan mengusap usapnya pelan.
"Hay sayang ini aunty,kamu apa kabar nak..? nanti kalo kamu udah lahir kita maen bareng yah, nanti aunty bakalan beliin coklat yang banyak.."
Dan benar saja tidak lama kemudian,perut Kinara bergerak gerak seperti mendapat tendangan kecil dari dalam sana, sontak Santi mengerjab kegirangan.
"Lihat Ra, sibaby ngerespon gue, kayanya tuh anak tahu kalo gue sayang sama dia dan emaknya.." Santi dan Kinara pun terkekeh bersamaan.
"Makasih yah San, selama ini elo udah baik banget sama gue dan calon anak gue, Kalo ga ada elo, Reno dan Rani disini,gue ga tahu nasib gue kaya gimana.." Ucap Kinara lirih.
"Ga usah makasih Ra, elo itu udah gue anggep kaya ade sendiri, justru gue seneng ada elo disini,kan gue jadi gak kesepian Ra.
Elo tau sendiri kan Ra,gue ga seberuntung elo, udah hampir satu tahun gue nikah tapi gue belom dikasih momongan juga.."
Kini wajah Santi berubah menjadi sendu, memngingat selama setahun ini dia sudah berusaha menjalankan program hamil,tapi sampai sekarang belum ada hasilnya juga.
"Jangan ngomong gitu San,gue yakin ga akan lama lagi elo pasti akan ngerasain apa yang gue rasain, mungkin selama ini elo terlalu sibuk dan kecapean ngurusin caffe makanya belum dapet momongan, gue saranin sih mendingan elo banyak banyakin waktu honeymoon sama dion San.." Kinara pun mengedipkan matanya membuat santi tiba tiba merona memerah diwajahnya.
"Terus kalo gue honeymoon yang ngurusin bumil yang satu ini siapa coba.." seloroh Santi seraya mencubit gemas pipi Kinara yang sedikit chabi.
"Iihhh apaan sih San sakit tau..lagian gue tuh bisa urus diri gue sendiri San, jadi elo ga perlu repot repot mikirin gue.." jawab Kinara seraya terkekeh pelan.
__ADS_1
Namun tiba tiba saja raut wajah Santi berubah menjadi lebih serius.
"Eemm jadi beneran Ra,elo ga mau ngasih tau Reyga soal kehamilan elo ini..?"
Mendengar pertanyaan Santi barusan wajah Kinara berubah murung,senyum dan keceriaan seketika hilang dari raut wajahnya.
Dan untuk menjawab pertanyaan Santi, Kinara hanya menggeleng pelan.
"Tapi Ra, bulan depan elo bakal melahirkan, bagaimanapun juga Reyga berhak tau Ra kalo elo mengandung anaknya. Bukannya elo sendiri pernah bilang kalo Reyga begitu mendambakan kehadiran seorang anak.."
Kinara hanya menghela nafasnya pelan, mungkin apa yang dikatakan Santi memang benar,tapi terlepas semua itu Kinara tidak ingin kembali menghancurkan kebahagiaan Reyga dan Celin.
"Buat apa San..?? toh ka Reyga sudah bahagia dengan ka Celin, gue gak mau kembali jadi perusak kebahagiaan mereka.."
"Dan elo lebih mengorbankan kebahagiaan diri lo sendiri, ini gak adil Nara..!! ujar Santi sedikit ketus.
Namun Kinara hanya bisa mengulas senyum, sejak dulu Santi memang selalu memaksa dirinya untuk kembali kepada Reyga, Namun bagi Kinara jika dirinya kembali itu artinya dirinya akan mengingkari janjinya pada Celin.
Tidak..!! bagaimanapun Kinara tidak bisa egois, Celin selama ini sudah banyak menderita meskipun dia sering melakukan hal yang salah demi untuk mendapatkan Reyga, tapi semua itu tak lepas dari rasa cinta Celin yang begitu besar untuk Reyga. Dan Kinara hanya berusaha memberi kesempatan pada Celin untuk bisa bahagia dengan suami yang amat dicintainya.
Meskipun Kinara harus terluka, tapi setidaknya dengan hadirnya sang buah hati dalam rahimnya yang merupakan buah cintanya dan Reyga, Kinara sudah amat sangat bersyukur dan bahagia.
Di lain tempat, Reyga tengah berdiri didekat balkon apartemennya. Ini kali pertama Reyga kembali menginjakan kakinya di apartemen yang dulu dia tempati bersama Kinara, karna setelah kecelakaan yang merenggut kedua penglihatan matanya, Reyga terpaksa tinggal dirumah maminya Marisyah.
Reyga terus berdiri menatap kerlap kerlip gemerlap suasana malam dengan tatapan mata yang kosong, meskipun kini dunianya terasa gelap namun tetap saja bayangan wajah Kinara selalu terpampang jelas dimatanya.
"Kamu disini Rey.." Celin tiba tiba masuk membuat Reyga mau tidak mau menoleh kearah sumber suara.
"Kamu kesini sama siapa Cel, ini sudah hampir larut malam,kenapa kamu ada disini.."
Reyga sedikit terkejut karna Celin tiba tiba ada diapartemennya.
"Aku dianter sopir kesini Rey, aku ga bisa tidur, beberapa kali aku menghubungi kamu tapi gak kamu angkat, Aku coba menghubungi tante Marisyah,dan dia bilang kamu ada di apartemen.."
"Bukannya besok lusa kita menikah Cel, harusnya kamu banyak-banyak istirahat, bukan malah menemuiku disini.." Jawab Reyga dengan sikap dinginnya.
Yah, seharusnya pernikahan mereka diadakan satu bulan yang lalu, namun karna kesehatan Celin yang memburuk pernikahan pun diundur sampai satu bulan, tepatnya besok lusa adalah akad pernikahan Reyga dan Celin.
Namun melihat Celin yang menyusulnya ke apartemen membuat Reyga sedikit kesal, Karna Celin baru saja sembuh harusnya gadis itu bisa bersabar untuk tidak menemuinya dan lebih menjaga kesehatannya.
Dan disatu sisi Reyga juga ingin menghabiskan waktunya diapartemen ini,untuk mengenang kembali segala kenangan indahnya bersama Kinara, baru setelah itu Reyga akan menguburnya dalam-dalam untuk melanjutkan sisa hidupnya bersama Celin.
__ADS_1
"Maaf Rey, aku ga bermaksud ganggu waktu kamu disini,tapi sebelum besok kita menikah ada hal penting yang ingin aku sampaikan. Sungguh Rey, aku benar benar tidak nyaman jika belum menyampaikan hal ini sama kamu.." Celin pun menunduk merasa takut sekaligus Ragu dengan apa yang akan dia sampaikan pada Reyga.
"Kalau begitu katakan.." jawab Reyga tanpa menoleh.
Celin menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan,sesaat dia memejamkan matanya.
"Lusa kita akan menikah Rey, dan aku tidak ingin ada hal yang dirahasiakan diantara kita, tapi ku mohon setelah aku menyampaikan ini, kamu mau memaafkan aku dan tak mengubah keputusanmu untuk menikah denganku.."
Meskipun Reyga tak bisa melihat, Namun Reyga bisa merasakan jika bibir Celin bergetar menahan rasa takutnya.
"Apa Cel, apa yang ingin kamu katakan.."
Celin terdiam sesaat,sudut bibirnya bergetar.
"A..a..aku yang menyuruh Kinara pergi dari hidup kamu Rey.."
Hening..
Sepi..
Sunyi..
"Rey, aku..aku.."
"Aku tau Cel,dan aku memaafkanmu.." balas Reyga dengan cepat.
Celin pun terbelalak tak percaya,seketika matanya berkaca kaca,lalu mendorong kursi rodanya menuju Reyga,memeluk Reyga dari samping.
"Makasih Rey, maaf jika aku egois,tapi aku melakukan itu karna aku sungguh sangat mencintaimu Rey.." Celin terisak sambil memeluk pinggang Reyga.
Sementara Reyga diam mematung tanpa ekspresi.
"Kamu,tenang saja Cel,besok kita akan tetap menikah.."
*Bersambung..😊
Geregetan kan..???
sama othor juga greget bangettt..😂😂
yuks jangan lupa likenya..🤗
__ADS_1